Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Adriansyah

PDIP - Kalimantan Selatan II

Alat Kelengkapan Dewan: -

    TABLE OF CONTENT

      Latar Belakang

      Adriansyah terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mewakili Dapil Kalimantan Selatan II setelah memperoleh 130,565 suara.  Adriansyah adalah mantan Bupati Tanah Laut (2003-2013) dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPP) PDIP Proinsi Kalimantan Selatan.  Putra dari Adriansyah, Bambang Alamsyah, sekarang adalah penerus dan pengganti menjabat sebagai Bupati Tanah Laut (2013-2018).

      Di periode 2014-2019 Adriansyah duduk di Komisi IV yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan dan pangan.

      Pada 10 April 2015 Adriansyah ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan terkait dugaan korupsi pemberian izin lokasi di Kalimantan Selatan. (sumber)

      Sebelumnya di 2010 Adriansyah sudah berstatus tersangka dalam kasus korupsi dan gratifikasi penerbitan izin kuasa pertambangan (KP) di Desa Sungai Cuka senilai Rp.5 milyar selama menjadi Bupati Tanah Laut (sumber2)

      Pada 20 Agustus 2015 Adriansyah resmi berhenti menjadi Anggota DPR-RI ketika penggantinya M. Dardiansyah dilantik menjadi Pergantian Antar Waktu (PAW).  

      Pendidikan

      SLTA, SMA Negeri 3, Banjarmasin (1974)

      Diploma, Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), Banjarmasin (1978)

      S1, Universitas Brawijaya, Malang (1989) 

      Perjalanan Politik

      Adriansyah memulai karir politiknya dengan bergabung menjadi kader di organisasi sayap kepemudaan Partai Golkar, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).  Adriansyah adalah Ketua AMPI dan KNPI Kabupaten Banjar.

      Pada Pilkada 2003 Adriansyah bergabung dengan PDI Perjuangan dan mencalonkan diri menjadi Bupati.  Adriansyah terpilih menjadi Bupati Tanah Laut untuk periode 2003-2008 dan untuk kedua kalinya di 2008-2013.

      Masa bakti Adriansyah selama menjadi Bupati Tanah Laut penuh dengan kontroversi. Selain menjadi tersangka pada kasus korupsi, Adriansyah juga dikenal dengan dinasti politik yang ia bangun untuk keluarganya. Bupati Tanah Laut periode 2013-2018, Bambang Alamsyah, adalah putranya.

      Pada Pileg 2014 Adriansyah mencalonkan diri menjadi calon legislatif dan terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019. Namun pada Konggres PDI Perjuangan di Bali pada April 2015 Adriansyah ditangkap oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) terkait korupsi penerbitan izin lokasi pertambangan untuk kedua kalinya.

      Visi & Misi

      belum ada

      Program Kerja

      belum ada

      Tanggapan

      Evaluasi Stabilisasi Harga Pangan

      6 April 2015 - Adriansyah mengingatkan kepada Direktur Utama Bulog bahwa akses ke gudang Bulog di Banjarmasin buruk sekali dan sulit dijangkau. Adriansyah mohon tempatnya diperbaiki.

      Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan

      1 April 2015 - Adriansyah berharap kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) akan membuat orang senang menjelang puasa. Adriansyah menyoroti Sekolah Perikanan yang dulu ada di Kalimantan Selatan dan sempat dianggarkan sangat tinggi. Namun menurut Adriansyah sekarang tidak ada lagi jurusan tersebut. Adriansyah minta klarifikasi ke MenKP kenapa Sekolah Perikanan tidak menarik lagi dan berharap sekolah ini dapat dihidupkan kembali.

      Adriansyah saran ke MenKP untuk mendorong industri pakan ikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah karena potensinya tinggi.

      Kinerja Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan

      30 Maret 2015 - Adriansyah menyoroti masalah di Kalimantan Selatan dimana sudah dua kali kebakaran hutan terjadi 300 meter dari tempat pemadam walaupun juga ada kesiapan alat pemadam kebakarannya. Menurut Adriansyah banyak perkebunan kelapa sawit yang tidak bisa memberikan detil batas-batas lahannya di daerah.




      Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.