Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Evaluasi Kinerja – Rapat Dengar Pendapat Komisi 11 dengan Askrindo, Jamkrindo, Jasindo, dan PNM

09/Jan/2016

Evaluasi Kinerja – Rapat Dengar Pendapat Komisi 11 dengan Askrindo, Jamkrindo, Jasindo, dan PNM

Komisi 11 DPR-RI melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Kamis, 26 November 2015 dengan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), Perum Jamkrindo (Jamkrindo), PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tentang Evaluasi Kinerja.

Rapat dipimpin Ketua Komisi 11, Fadel Muhammad dapil Gorontalo dan dimulai pukul 10.50 WIB.

Pemaparan Mitra

Direksi Bisnis Mikro PT PNM (Persero):

  • PNM mengusahakan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) bisa disertifikasi dan naik kelas karena UMKM bukan semata-mata kesulitan akses permodalan.
  • PNM sudah menerapkan reward and punishment dalam rangka peningkatan SDM.
  • Terkait jasa pembiayaan, PNM memberikan bentuk pinjaman dalam modal dan investasi.
  • Hingga saat ini, PNM telah memiliki 600 unit layanan mikro Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang tersebar di seluruh Indonesia.
  • Diperlukan pengembangan SDM dalam PNM, terutama sistem teknologi dan informasi (IT).
  • Pengembangan jaringan dilakukan untuk mengembangkan UMKM yang belum terjangkau perbankan.
  • ULaMM saat ini masih didominasi Jawa, Nusa Tenggara Timut, dan Nusa Tenggara Barat.
  • Dalam aspek pengembangan, PNM melakukan pendampingan usaha pemilik UMKM.
  • UMKM tidak mutlak membutuhkan dana saja, tapi juga kompetensi.
  • Dibutuhkan UMKM yang customer oriented, tidak hanya product oriented.
  • Sudah dilakukan pembinaan UMKM selama 6 – 11 bulan untuk meningkatkan kompetensi usaha.
  • Rencana ke depannya, PNM akan mengadakan program One Village One Product (OVOP).
  • Tahun 2008 sampai sekarang, PNM masih melakukan pembiayaan langsung dan pembinaan usaha kecil di tiap daerah.
  • PNM memberikan pembiayaan di bidang produktif, tetapi tidak memberikan pembiayaan di bidang konsumtif.
  • Dalam rangka pengembangan SDM, PNM sudah memberikan pelatihan dan sudah berusaha menjangkau hingga kecamatan-kecamatan.
  • Tujuan PNM adalah mengembangkan UMKM yang belum terjangkau oleh perbankan.
  • Jaringan unit modal mikro akan ditingkatkan menjadi 892 unit modal mikro.
  • Untuk pemberdayaan, PNM juga akan melakukan pengembangan capacity building.
  • Pembinaan dilakukan tidak hanya pada nasabah, tetapi juga nonnasabah. Tujuannya adalah agar modal usaha dapat terpenuhi.
  • Sudah dilakukan pelatihan dan pembinaan, bahkan pembinaan dilakukan hampir 11 bulan dengan hasil yang bagus.
  • Beberapa nasabah sudah masuk market yang lebih tinggi, misalnya sudah masuk ke Carrefour.
  • Pengusaha kecil kalau dikelompokkan, akan sangat luar biasa hasilnya.
  • Pengembangan kapasitas usaha sangat terprogram dan sudah memiliki duta-duta yang menjadi motivator pengusaha lain.
  • Sudah adanya unit layanan mikro di pasar tradisional.
  • Diperkirakan laba bersih meningkat Rp102,5 miliar di posisi 2016 nanti.
  • Ekuitas sebesar Rp770 miliar saat ini dikarenakan ada penambahan modal pemerintah yang akan mencapai Rp1,8 triliun.
  • Sudah diadakan kerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) agar produk bisa bersaing di pasar internasional.

 Dirut PT Askrindo (Persero):

  • Kondisi laba rugi sampai bulan Oktober 2015 mencapai Rp890 miliar.
  • Diharapkan KUR sudah mulai Desember 2015.
  • Premi bruto meningkat 9,8% dari tahun 2014.
  • Secara keuangan, Askrindo tidak ada masalah.
  • Dari segi rasio, claim tahun ini mencapai 65,5% atau Rp1,1 triliun pada Januari 2015.
  • KUR dalam Askrindo mencapai Rp4,9 triliun.
  • Sampai saat ini ada 7 perbankan yang memberikan penjaminannya.
  • Akan meningkatkan jumlah pemakai Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sehingga kalangan menengah ke bawah dapat ter-cover.
  • Total aset akhir tahun lalu Rp8,2 triliun dan telah meningkat 1%.
  • Total aset periode 31 Oktober 2015 non-KUR mencapai Rp2,32 triliun.
  • Laba rugi sampai bulan Oktober 2015 mencapai Rp800 miliar.
  • Pencapaian target dengan laba Rp1 triliun diyakinkan bisa tercapai.
  • Kondisi keuangan Askrindo akan jauh lebih membaik.
  • Secara kinerja Askrindo tidak ada masalah.
  • Pencapain target premi bruto seharusnya mencapai 80%, tetapi hanya bisa dicapai 70,9%.
  • Penempatan dana secara global mencapai 9,2%.
  • Khusus untuk KUR 2015 mengalami penurunan.
  • Tingginya klaim terjadi karena perlambatan ekonomi 2015.
  • Terkait KUR yang mencapai Rp4,9 triliun, ternyata tuntutan klaimnya Rp1,1 triliun.
  • BNI mencapai plafond Rp245 miliar.
  • Klaim paling besar ada di sektor perdagangan.
  • Tentang rencana kerja, target Askrindo aset Rp9,7 triliun dan dipastikan piutang akan menambah.
  • Klaim rasio akhir tahun 2016 ditargetkan 63,7%.
  • Return On Equity (ROE) diperkirakan akan meningkat menjadi 14,9% dari sebelumnya 13,9%.
  • Di tahun 2016, laba gabungan ditargetkan mencapai Rp1,25 triliun.
  • Risk Based Capital (RBC) gabungan 610,4%, non-KUR 30,75%, sedangkan KUR 695,6%.

Dirut PT Jamkrindo (Persero):

  • Visi dan misi Jamkrindo adalah memberi jaminan kredit bersifat tunai maupun nontunai.
  • Data jaminan Jamkrindo 5 tahun terakhir, total 2011 sampai rencana 2016, yaitu Rp115 triliun, sedangkan KUR Rp136 triliun.
  • Tahun 2016 kredit non-KUR Rp56 triliun.
  • Aset dari 2012 sampai Oktober 2015 mencapai Rp10 triliun lebih dan diproyeksikan akhir tahun Rp9,2 triliun. 

Dirut PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo):

  • Visi Jasindo adalah menjadi perusahaan asuransi yang terpercaya dan teraktual.
  • Memberikan pelayanan prima.
  • Jaisndo sudah melakukan perbaikan secara continue
  • Klaim sampai bulan September mencapai Rp2,9 triliun.
  • Kinerja tahun 2015 periode September mencapai Rp3,1 triliun.
  • Tahun 2015 banyak klaim karena musibah.
  • Aset 2015 ditargetkan 2015 mencapai Rp9,5 triliun, dan periode September telah mencapai Rp10,6 triliun.
  • Semakin ketatnya persaingan usaha serta dampak MEA menjadi tantangan bagi Jasindo.
  • Menargetkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2016 sebesar Rp4 triliun.
  • Hasil underwriting korporasi mengalami kenaikan dan ditargetkan pada 2016 akan ada kenaikan.
  • Aset untuk tahun 2016 dicanangkan menjadi Rp14,6 triliun.
  • Dividen tahun 2015 mencapai Rp46 miliar dan pada 2016 ditargerkan Rp52 miliar.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon Anggota Komisi 11  terhadap pemaparan Mitra:

Fraksi Golkar: Oleh Fadel Muhammad dari Gorontalo. Fadel meminta Askrindo, Jamkrindo, Jasindo, dan PNM untuk meningkatkan jumlah pengguna KUR. Fadel juga meminta PNM membuat daftar kebutuhan dari perluasan UMKM untuk dibicarakan pada Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Terakhir Fadel berharap agar Jasindo dapat meningkatkan pelayanan prima, terutama pada anggota DPR.

Fraksi Demokrat: Oleh Rudi Hartono Bangun dari Sumut 3. Rudi meminta konfimasi kepada PNM terkait besaran bunga yang diberikan kepada UMKM. Selain itu, Rudi meminta penjelasan tentang laba yang diterima PNM, yang jauh lebih rendah daripada Jasindo dan Jamkrindo.

Rudi merasa kecewa dengan kinerja Jasindo. Menurut Rudi, seharusnya ada koordinasi dan sinergi Jamkrindo dengan DPR sebagai wakil rakyat. Rudi mohon agar PNM bersinergi dan fokus pada pengembangan daerah yang benar-benar berpotensi dalam UMKM.

Fraksi PAN: Oleh Ahmad Najib Qudratullah dari Jabar 2. Ahmad meminta penjelasan Jamkrindo mengenai jumlah laba tahun 2015.

Fraksi Nasdem: Oleh Johnny G. Plate dari NTT1. Johny menilai bahwa Mitra tidak menjalankan visi dan misinya dalam konteks perseroan, melainkan dalam konteks kenegaraan. Dalam visi misi, seharusnya ada pembangunan daerah untuk memperkecil disparitas daerah. Seharusnya juga visi misi Askrindo, PNM, Jasindo, dan Jamkrindo bisa sejalan dengan nawacita. Jangan sampai kinerja Jasindo, Askrindo, dan Jamkrindo hanya besar pada tujuan coorporate. Johnny juga menilai PMN masih menyusui BUMN-nya karena setoran dividennya lebih kecil dari PMN.

Menurut Johnny, peta yang disajikan masih keliru berarti PNM masih belum memetakan seluruh wilayah Indonesia. Padahal pemetaan wilayah itu penting. Johnny menegaskan bahwa peta-peta perekonomian harus diselaraskan dengan visi misi negara.

Johnny menyebutkan bahwa dari data yang disampaikan Askrindo, porsi usaha sektor perikanan, pertanian, dan kehutanan kurang dari 20%. Angka-angka yang diberikan Askrindo gambarannya belum jelas. Johnny berpesan agar pasar asuransi jangan sampai diambil alih oleh pihak yang berkepentingan. Terkait hal itu, Johnny meminta penjelasan kepada Jasindo mengenai besaran market share-ny. Johnny juga meminta penjabaran mengenai pasar underwriting yang sudah menjadi mitra bagi Jasindo.

Respon Mitra

Dirut PT Jamkrindo (Persero):

  • Laba setelah pajak untuk tahun 2015 adalah Rp664 miliar dan direncanakan pada 2016 sebesar Rp716 miliar.
  • Penugasan KUR sebesar Rp100 triliun atau Rp50 triliun adalah program.
  • Untuk program KUR, jika tidak sampai Rp50 triliun, maka tidak perlu PMN. Namun bila program pemerintah sampai Rp50 triliun, maka perlu PMN.
  • Mohon maaf untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang tidak tersajikan, tetapi Jamkrindo siap menyampaikannya. Jamkrindo siap menyampaikan kewajibannya.
  • Rata-rata KUR tumbuh sebesar 63%.
  • Jamkrindo setuju untuk peningkatan KUR.
  • Jamkrindo sudah maju ke depan dalam pendampingan dan pembinaan UMKM.
  • UMKM memang berangkat lewat daerah
  • Secara bertahap Jamkrindo sudah melakukan pembinaan UMKM agar sesuai dengan ketentuan bank. 

Dirut PT Askrindo (Persero):

  • Di tahun 2015, KUR turun karena volumenya yang baru tidak start dari Januari.
  • Pengurus perseroan akan segera dilengkapi, visi misi Askrindo juga mendukung KUR.
  • Selama tujuh tahun, dari perbankan memang konsentrasi di perdagangan.
  • Perdagangan sudah mencakup produsen, dan ini adalah dampak dari melemahnya ekonomi.
  • Industri ekonomi kreatif diusahakan dapat berkembang.
  • Skema KUR mensyaratkan bank pelaksana memiliki teknologi dan informasi (IT) yang house to house.
  • Apabila bank pelaksana tidak memiliki IT house to hose, maka tidak akan diberikan pembiayaan. 

Direksi Bisnis Mikro PT PNM (Persero):

  • Sudah mengembangkan sistem monitoring, semoga bisa dilakukan dengan baik.
  • PNM merupakan padat karya di bidang UMKM sehingga cost-nya tinggi.
  • Sebagian besar core business PNM hidup dari perbankan.
  • PNM akan segera konfimasi daerah mana saja akan dikembangkan lebih lanjut.

PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero):

  • Tentang asuransi pertanian, Jasindo mendapatkannya dari penugasan oleh pemerintah.
  • Yang dijamin dalam asuransi pertanian adalah kekeringan, kebanjiran, dan hama.
  • Jumlah petugas lapangan kurang lebih 120 orang untuk memverifikasi data dan melakukan survey.
  • Premi yang dikumpulkan dari rakyat baru Rp2,5 miliar.

Kesimpulan Rapat

  • Komisi 11 DPR-RI meminta PT Askrindo, Perum Jamkrindo, dan PT Permodalan Nasional Madani untuk meningkatkan jumlah pengguna Kredit Usaha Rakyat (KUR) di seluruh Indonesia dengan bekerjasama dengan Perbankan Nasional dan Perbankan Daerah.
  • Komisi 11 DPR-RI meminta PT Askrindo, Perum Jamkrindo, dan PT Permodalan Nasional Madani membuat daftar kebutuhan yang diperlukan untuk meningkatkan perluasan penggunaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
  • Komisi 11 DPR-RI meminta Asuransi Jasindo mewujudkan pelayanan prima untuk mencapai kepuasan nasabah.
  • Komisi 11 DPR-RI meminta Asuransi Jasindo untuk meningkatkan pelayanan di bidang asuransi pertanian, termasuk bidang kelautan, perikanan, dan peternakan.

Rapat Dengar Pendapat Komisi 11 dengan Askrindo, Jamkrindo, Jasindo, dan PNM tentang Evaluasi Kinerja ditutup pada pukul 13.00 WIB.

Untuk membaca rangkaian livetweet RDP Komisi 11 dengan Askrindo, Jamkrindo, Jasindo, dan PNM, kunjungi http://chirpstory.com/li/294591.

wikidpr/ww