Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Pariwisata Religi Aceh - Audiensi Komisi 10 dengan DPRD Aceh Utara

11/Jan/2016

Pariwisata Religi Aceh - Audiensi Komisi 10 dengan DPRD Aceh Utara

Pada 19 November 2015, Komisi 10 melaksanakan Audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Aceh Utara membahas pariwisata religi di Aceh.

Audiensi dipimpin oleh Muslim dari Aceh 2. Muslim membuka rapat dengan mempersilakan Mitra menyampaikan pendapatnya.

Pemaparan Mitra

Berikut pemaparan DPRD Aceh Utara terkait pariwisata di Aceh:

  • Dahulu Aceh dikenal dengan ExxonMobil-nya.
  • DPRD Aceh Utara mendengar beberapa perguruan tinggi yang dinegerikan, salah satunya adalah Universitas Teuku Umar.
  • Beberapa waktu lalu, Aceh Utara mengadakan Muslim Cup.
  • DPRD Aceh Utara berharap anggaran untuk perkembangan pariwisata Aceh melalui Anggaran Penerimaan Belanja Negara (APBN) atau APBN Perubahan.
  • DPRD Aceh Utara telah mengajukan proposal untuk menjadikan makam Makam Malikul Shaleh sebagai tempat wisata.
  • Dalam sektor pendidikan, DPRD Aceh Utara merasa wilayahnya masih tertinggal.
  • Akses menuju Makam Cut Meutia masih sulit. Perlu waktu hingga 18 jam berjalan kaki untuk mencapainya. Oleh karena itu, mohon dukungan Komisi 10 agar akses ke sana difasilitasi.
  • Anggaran Penerimaan Belanja Daerah (APBD) Aceh sebesar Rp1,9 triliun kurang.
  • Berharap bantuan DPR Pusat untuk melakukan lobi kepada Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon Anggota Komisi 10 terhadap pemaparan DPRD Aceh Utara:

Fraksi PDI-P: Oleh My Esti Wijayatidari Yogyakarta. Esti menyebutkan bahwa anggaran total untuk pariwisata sebesar Rp5,4 triliun dan Rp4,4 triliun digunakan untuk promosi. Esty berharap semoga angka tersebut termasuk untuk pariwisata di Aceh.

Dalam pengembangan pariwisata, Esty mengusulkan kepada pihak DPRD untuk memilih tempat-tempat wisata yang bisa diajukan ke tingkat nasional. Untuk menunjang hal itu, Esty juga mempertanyakan apakah di Aceh terdapat kelompok-kelompok sadar wisata.

Menanggapi masalah pendidikan, Esty meminta Peraturan Daerah (Perda) tentang pendidikan yang berlaku di Aceh Utara agar dapat dikirim melalui surat elektronik (e-mail).

Perihal anggaran pariwisata, Esty menyebutkan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menganggarkan Rp1,2 triliun untuk seluruh Indonesia, tetapi untuk dapilnya, Yogyakarta, mendapat dana paling besar, yakni Rp700 miliar. Esty berharap sektor pariwisata dapat menguat saat RUU Kebudayan diluncurkan.

Fraksi Golkar: Oleh Popong Otje Djunjunan dari Jabar 1. Sebelumnya, Popong meminta maaf kepada DPRD Aceh Utara atas keterlambatannya dengan alasan jarak Bandung–Jakarta jauh. Popong berjanji akan memperhatikan apapun yang diinginkan DPRD Aceh Utara, tetapi tetap disesuaikan dengan sistem dan aturan yang berlaku.

Sedikit bercerita, Popong mengaku mempunyai keterikatan psikologis dengan Aceh karena salah satu pahlawan asal Aceh, Cut Nyak Dien pernah tinggal berdekatan dengan leluhurnya di Sumedang yang merupakan dapil Popong, dan Makam Cut Nyak Dien pun berada di Sumedang. Popong juga bercerita tentang perlawanan Cut Nyak Dien, Teuku Umar, dan pahlawan Aceh lainnya terhadap Belanda.

Saat berkunjung ke Aceh, Popong mengaku diterima dengan baik oleh masyarakat Aceh. Namun mereka juga sangat teguh terhadap prinsipnya, harus terpenuhi. Oleh karena itu, Popong berjanji akan membantu merealisasikan hal yang disampaikan DPRD Aceh Utara, tetapi tetap memperhatikan dan mempertimbangkan sistem dan aturan yang berlaku.

Fraksi Demokrat: Oleh Muslim dari Aceh 2. Muslim menyampaikan bahwa pariwisata Aceh Utara, khususnya makam Malikul Shaleh, sudah mendapat dukungan selama dua tahun berturut-turut. Selanjutnya untuk revitalitasi makam-makam lainnya, Muslim menyarankan DPRD Aceh Utara untuk mengajukan proposal pada kementerian terkait. Jika sudah ada, proposal dapat diserahkan kepada Komisi 10 untuk menjadi bahan rapat dengan Kemenpar. Meski hanya dihadiri tiga anggota Komisi 10, Muslim berharap hal yang disampaikan DPRD Aceh Utara dapat terealisasi.

Saat Pemilu lalu, Muslim berkomitmen akan membuat event di Aceh. Terkait hal itu, Muslim berjanji kepada DPRD Aceh Utara akan membuat event di Danau Tawar dan Samudera Pasai. Atas permintaan Mba Esti, Muslim meminta dibuatkan ayam tangkap saat Komisi 10 berkunjung ke sana.

Respon Mitra

Berikut merupakan respon DPRD Aceh Utara terhadap pertanyaan dan masukan dari Komisi 10:

  • APBD Aceh sebesar Rp1,9 triliun sudah termasuk dana otonomi khusus (otsus).
  • Anggaran untuk gaji PNS sebesar Rp1 triliun dan sisanya untuk publik.
  • DPRD Aceh Utara mengharapkan bantuan dari Pusat untuk melobi Kemenpar.

Penutup Rapat

Audiensi dengan DPRD Aceh Utara terkait pariwisata, ditutup tanpa kesimpulan oleh Muslim selaku Pemimpin Rapat pada pukul 10.30 WIB.

Untuk membaca rangkaian livetweet Audiensi Komisi 10 dengan DPRD Aceh Utara, kunjungi http://chirpstory.com/li/293684.

wikidpr/au-sra

Ilustrasi: acehinfo.com