Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Penahanan Peserta Aksi dalam Rangka 3 Tahun Kepemimpinan Jokowi-JK – Audiensi Komisi 3 DPR-RI dengan BEM SI

Komisi/AKD: Komisi 3, Tanggal Rapat: 25/Oct/2017,  Ditulis Tanggal: 30/Oct/2017

Mitra Kerja: BEM Seluruh Indonesia (BEM SI)  Penahanan Peserta Aksi dalam Rangka 3 Tahun Kepemimpinan Jokowi-JK – Audiensi Komisi 3 DPR-RI dengan BEM SI

Pada 25 Oktober 2017, Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat-Republik Indonesia (DPR-RI) mengadakan Audiensi dengan BEM SI, dengan agenda mendengarkan aspirasi tentang penahanan peserta aksi dalam rangka 3 tahun kepengurusan Jokowi-JK. Audiensi dipimpin oleh Habib Aboe Bakar Alhabsyi dari Fraksi PKS, Dapil Kalimantan Selatan 1. Audiensi tersebut dibuka pada pukul 12:50 WIB dan terbuka untuk umum.

 

Pemaparan Mitra

Berikut ini merupakan pemaparan mitra:

  • BEM SI mengutarakan bahwa di dalam surat Kepolisian dituliskan bahwa teman mereka sudah menjadi tersangka.
  • BEM SI juga mengaku pada saat kejadian, mereka sudah berada pada kondisi yang terpojokan. Saat diserang, semua berlarian, tetapi Polisi masih ada yang melakukan lempar batu. Dua teman mereka yang dijadikan tersangka, tidak boleh ada pendampingan atau lawyer, tetapi setelah 2x24 jam baru boleh ada lawyer.
  • Pada saat maghrib, BEM SI juga mengakui bahwa mereka tidak melakukan kegiatan demo lagi, mereka benar-benar dzikir. Saat dari mereka ada yang membeli minuman, tiba-tiba mereka dikepung oleh Intel. BEM SI mempertanyakan apakah cara pembubaran oleh aparat memang seperti itu. BEM SI hanya melakukan kegiatan aspirasi, tutur mereka.
  • BEM SI juga merasa sedih terkait baju tahanan yang dipakaikan oleh teman mereka. Mereka bukan kriminal, dari sisi HAM mereka hanya pelajar.
  • BEM SI juga mengakui tidak pernah membaca apabila ada orang yang melakukan kegiatan aspirasi dilakukan penangkapan pasca itu.
  • BEM SI berharap DPR melakukan bantuan untuk mereka. Mereka tidak tahu secara psikologis keadaan teman mereka yang dijadikan tersangka bagaimana kondisinya.

 

Pemantauan Rapat

Berikut ini merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Fraksi PDIP: Oleh Eddy Wijaya Kusuma dari Banten 3. Eddy mengutarakan untuk menyelesaikan masalah ini, pihak dari BEM SI bisa datang ke Polda Metro Jaya. Dalam istilah KUHAP, ada pelapor dan tersangka, tetapi memang setelah ada KPK, istilah tersangka ini sudah sangat parah sekali. Di Polri ada kesempatan untuk melakukan SP3. Tapi kalau secara umum sekarang yang di KPK jika terjadi tersangka pasti berat sekali. Semua yang menjadi tersangka memang mendapat baju tahanan, untuk membedakan dengan petugas. Bagi yang melakukan aksi, Eddy juga menghimbau agar jangan melakukan pelanggaran seperti perbuatan anarkis. Eddy juga menyampaikan secara jelas bahwa Komisi 3 DPR-RI akan merespon laporan ini, lalu nanti akan disampaikan juga oleh Komisi 3 DPR-RI ke Polri.

Eddy juga mengutarakan bahwa kita akan pelajari betul apakah Kepolisian melakukan pelemparan batu. Untuk semua tahanan di Polda Metro Jaya itu memang dipakaikan baju tahanan. Demo adalah hak semua warga negara, tetapi ada aturannya, yakni sampai pukul 18:00 WIB. Kalau waktu habis tetap tidak mau bubar, maka akan dibubarkan. Penangkapan ini dilakukan mungkin disangka provokator, dan Itu prosedur Polri. Ada aturan juga dalam melakukan aksi, pukul 18.00 WIB harus sudah bubar, jangan ada di lokasi lagi. Eddy mempersilakan BEM SI untuk berkunjung ke Polda Metro Jaya untuk melihat kondisi teman-teman mereka, bawa pengacara juga boleh. Terkait Polisi yang  melempar batu, hal tersebut yang perlu dikaji lagi. Apa benar memang begitu. Kalau betul ada pelanggaran, maka Komisi 3 DPR-RI akan melakukan langkah lebih lanjut.

Fraksi PKS: Oleh Habib Aboe Bakar Alhabsyi dari Kalimantan Selatan 1. Terkait pengaduan dari BEM SI ini, Komisi 3 DPR-RI akan menerima semua masukannya. Nanti akan ditindaklanjuti ke Kapolda Metro Jaya oleh Komisi 3 DPR-RI. Habib juga mengutarakan mungkin akan dilakukan kunjungan spesifik ke Polda dan bisa menentukan hari atau bisa dilakukan kunjungannya via telepon.

 

Respon Mitra

Berikut ini respon mitra terhadap pemantauan rapat:

  • BEM SI menyampaikan peraturan dari Kapolri No. 7 Tahun 2012 tentang penyampaian pendapat di muka umum sampai pukul 18:00 WIB.
  • Tapi untuk UU No. 9 tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum itu tidak ada ketentuan waktu.
  • Peraturan Kapolri itu sampai pukul 18:00 WIB berlaku untuk Aparat bukan untuk Pendemo.
  • BEM SI meyakini bahwa aksi kemarin adalah aksi paling damai, tidak ada kontak sama sekali dengan Polisi, karna mereka juga dibatasi dengan jeruji besi.
  • BEM SI mengaku bisa membuktikan bahwa yang melakukan pelemparan batu itu dari Polri.
  • BEM SI bisa bersaksi bahwa mereka melakukan aksi dengan tenteram dan damai. Sesuai aturan bahwa Aparat dapat melakukan himbauan dalam membubarkan masa. Tetapi dari awal dan tengah aksi, tidak ada satu pun himbauan dari Aparat. Kalau pun memang ada mereka pasti akan membubarkan diri.
  • Pasal 160 dan Pasal 170 berkaitan dengan perusakan fasilitas dan provokasi.
  • Perwakilan BEM SI juga mengaku sudah ke Polda bertemu dengan Ardi dan Iksan. BEM SI juga mempertanyakan karena apa sehingga dituduhkan provokator dan fasilitas apa yang dirusak.
  • BEM SI juga menanyakan apa yang dimaksud dengan provokator dan fasilitas apa yang mereka rusak. Jawaban aparat adalah BEM SI dibilang merusak jeruji besi. Hal tersebut aneh, kalau tidak mau dirusak jangan diletakan di situ, tutur mereka.
  • BEM SI juga menyampaikan tidak ada itikad untuk merusak jeruji besi.
  • BEM SI juga mempertanyakan siapa yang menjadi perusakan (jeruji besi) dan apakah itu masuk ke dalam jenis perusakan.
  • Bisa dikatakan provokasi, kalau BEM SI menyerukan untuk lakukan tindak pidana. Tapi masa aksi tidak melakukan keributan dan tindak pidana.
  • Yang dimaksud provokasi juga adalah melakukan tindakan pidana. Tetapi apa ada tindak pidana yang mereka lakukan kemarin. BEM SI juga mengaku tidak melakukan hal tersebut.
  • BEM SI merasa penahanan dan pasal provokasi itu terkesan diada-adakan.
  • Pasal provokasi keluar untuk ke-4 orang yang menyuruh agar massa aksi tidak mengikuti petugas.
  • BEM SI juga mengutarakan terkait peristiwa di Kemendagri, kantor dirusak seperti itu akan tetapi orangnya bebas dan bisa pulang.
  • BEM SI meminta keadilan dan minimal adanya bentuk peneguran kepada Polisi.
  • BEM SI meminta Bapak Dewan melakukan peneguran kepada Kepolisian karena membubarkan aksi massa.
  • Pasal provokasi ini harus ada tindakan kriminal seperti menyuruh "pukuli petugas" lalu orang demo memukuli petugas, akan tetapi BEM SI mengaku tidak melakukan hal tersebut.
  • BEM SI juga melihat untuk kasus yang di Kemendagri, sampai ada pemukulan dan berdarah-darah tapi masih dibolehkan pulang pendemonya.

 

Penutup

Audiensi Komisi 3 DPR-RI dengan BEM SI, mendengarkan aspirasi tentang penahanan peserta aksi dalam rangka 3 tahun kepengurusan Jokowi-JK ditutup oleh Habib Aboe Bakar Alhabsyi dari Fraksi PKS, Dapil Kalimantan Selatan 1 dan dinyatakan selesai pada pukul 13:12 WIB.

Untuk membaca rangkaian livetweet  Audiensi Komisi 3 DPR-RI dengan BEM SI, kunjungi https://chirpstory.com/li/373161

 

Ilustrasi: Kompasiana.com  

WikiDPR/mf/fy