Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Strategi Percepatan Transisi Energi di Sektor Pertambangan — Komisi 7 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama MIND-ID, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Direktur Utama PT Inalum, Direktur Utama PT Antam Tbk, Direktur Utama PT Timah, Direktur Utama PT IBC, dan Direktur Utama PLN Nusantara Power

Tanggal Rapat: 27 Nov 2023, Ditulis Tanggal: 23 Jan 2024,
Komisi/AKD: Komisi 7 , Mitra Kerja: Direktur Utama MIND-ID, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Direktur Utama PT Inalum, Direktur Utama PT Antam Tbk, Direktur Utama PT Timah, Direktur Utama PT IBC, dan Direktur Utama PLN Nusantara Power

Pada 27 November 2023, Komisi 7 DPR-RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama MIND-ID, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Direktur Utama PT Inalum, Direktur Utama PT Antam Tbk, Direktur Utama PT Timah, Direktur Utama PT IBC, dan Direktur Utama PLN Nusantara Power membahas Strategi Percepatan Transisi Energi di Sektor Pertambangan. RDP dibuka dan dipimpin oleh Sugeng Fraksi Nasdem dapil Jawa Tengah 8 pada pukul 11.35 WIB.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Direktur Utama MIND-ID, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Direktur Utama PT Inalum, Direktur Utama PT Antam Tbk, Direktur Utama PT Timah, Direktur Utama PT IBC, dan Direktur Utama PLN Nusantara Power

Direktur Utama MIND-ID:

  • MIND ID mendukung aspirasi Pemerintah untuk akselerasi transisi energi dalam upaya pengurangan emisi Gas Rumah Kaca.
  • Strategi MIND-ID
    • Penggunaan energi ramah lingkungan dan energi baru terbarukan
    • Implementasi teknologi efisiensi energi untuk mengurangi konsumsi energi dan biaya operasional
    • Penggunaan teknologi hijau dalam proses pertambangan seperti pertambangan terbuka yang ramah lingkungan
    • Penerapan standar tinggi yang mempromosikan konservasi energi dan pengurangan emisi
    • Penerapan sistem manajemen energi untuk mengoptimalkan konsumsi dan pengurangan emisi sebagai implementasi Good Mining Practices
    • Edukasi dan komunikasi kepada semua stakeholder dan masyarakat mengenai manfaat transisi energi
    • Pengembangan infrastruktur yang mendukung distribusi dan penyimpanan energi terbarukan kerja sama dengan pemasok energi dan stakeholder untuk mengembangkan proyek-proyek energi terbarukan
  • Program Existing MIND-ID
    • Peningkatan komposisi biofuel
    • Elektrifikasi Mining Fleet
    • Elektrifikasi alat transportasi pendukung
    • Renewable Energy/ PLTA & PLTS
  • Penggunaan energi bersih
    • Optimasi operasional
    • Implementasi sistem manajemen energi
    • Digitalisasi pengelolaan energi dan emisi
  • New Green Business
    • Pembangunan bisnis PLTS
    • Pembangunan bisnis PLTB
    • Pengembangan ekosistem baterai
  • Baseline transisi energi Group MIND-ID
    • tahun 2021 sebesar 33,5 juta GJ
    • tahun 2030 sebesar 40,2 juta GJ
    • tahun 2060 sebesar 52,5 juta GJ
  • Target MIND-ID Tahun 2030
    • Digitalisasi peralatan tambang
    • Elektrifikasi alat produksi utama terutama industri pengolahan hasil tambang
    • Konversi bahan bakar minyak ke energi yang ramah lingkungan (PV, bioenergy dan gas bumi)
  • Target MIND-ID Tahun 2060
    • Elektrifikasi seluruh alat utama produksi
    • Peningkatan pemanfaatan renewable energy sebagai sumber energi ramah lingkungan (solar PV, tenaga angin, dan hidrogen)

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk:

  • PT Bukit Asam selalu mendukung upaya Pemerintah untuk dapat melakukan transisi energi dalam mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060. Tentunya transisi energi ini tidak dapat terlaksana dalam satu atau dua malam saja, oleh karenanya perlu memiliki roadmap atau peta jalan agar proses transisi tersebut dapat berjalan sesuai harapan pemerintah Indonesia.
  • Current Program Tahun 2023
    • Secara bisnis, PTBA terus menjajaki upaya diversifikasi bisnis di luar batubara termasuk di dalamnya pengembangan pembangkit berbasis energi baru dan terbarukan
    • Elektrifikasi peralatan tambang
    • Reforestasi
    • Fasilitas pendukung operasional ramah lingkungan (bus listrik, solar cell, dan lain-lain)
    • Optimasi hauling road dan jam jalan alat berat
    • Modifikasi CHF
    • Digitalisasi (E Mining Reporting System, Zero Emission CHF surveillance, dan lain-lain)
  • Target PT Bukit Asam Tbk tahun 2030 adalah peningkatan portofolio energi baru dan terbarukan dalam bisnis perusahaan (target 30% pendapatan perusahaan di tahun 2030 berasal dari bisnis energi) dengan joint partnership dengan lembaga keuangan untuk mendukung implementasi dekarbonisasi.
  • Target PT Bukit Asam Tbk tahun 2024-2026 adalah implementasi real time emission tracking dengan R&D dekarbonisasi dan persiapan adopsi Task Force on Climate-Related Financial Disclosures (TCFD) dan kerangka keuangan berkelanjutan.
  • Per Oktober 2023, PT Bukit Asam Tbk telah mengkonsumsi energi sebesar 11.270.994 GJ dan berhasil mengurangi emisi sebesar 186.891 ton CO2e, tentunya angka ini akan bertambah terus dan diharapkan ada pengurangan emisi yang lebih besar
  • Implementasi program Tahun 2023
    • Elektrifikasi peralatan tambang dengan Shovel Electric 7 unit dan 40 unit hybrid dump truck
    • Reforestasi dengan reklamasi dan rehabilitasi area bekas tambang 2.220 Ha tahun 2023
    • Penggunaan operasional Bus Listrik (15 bus listrik beroperasi)
    • Pengembangan PLTS (3 proyek komersial dan 4 proyek CSR)

Direktur Utama PT Inalum:

  • Hari ini, Inalum beroperasi dengan 96% menggunakan tenaga listrik yang berasal dari hydropower yang dibangkitkan dari dua pembangkit yaitu PLTA Tangga dan PLTA Sigura-gura.
  • Hari ini, Inalum sudah mendapatkan sertifikasi untuk responsibility product dari Aluminium Stewardship Initiative (ASI) dan carbon footprint hari ini adalah 4 kg CO2 per ton aluminium dan berharap tahun 2024 Inalum mendapat sertifikat Green Product di pasar global.
  • Inalum dalam 5 tahun ke depan sebetulnya sedang proses growth, ada beberapa inisiatif yang agresif dalam peningkatan kapasitas, tentunya ini akan berdampak pada carbon footprint yang dihasilkan, pun demikian ada beberapa inisiatif yang PT Inalum lakukan dengan avoidance, reduce dan mitigasi sehingga diharapkan carbon footprint yg dihasilkan walaupun penambahan kapasitas produksi tidak akan linear dan dapat dilakukan offset terhadap carbon emission yg dikeluarkan dari hasil produksi.
  • Current Program Tahun 2023
    • Konversi bahan bakar HSD ke LNG Baking Plant A1, Baking Plant B1, dan Green Plant
    • Pot Upgrading pabrik peleburan aluminium Line-2
    • Konversi bahan bakar LPG ke LNG Rodding Plant
    • Reboisasi kurang lebih 732.625 pohon

Direktur Utama PT Antam Tbk:

  • Antam memiliki 2 prinsip dalam rencana transisi energi sebagai perusahaan yang terbuka, menganut Environmental, Social, and Governance.
    • Menggunakan renewable alternatif energi
    • Efisiensi energi sehingga carbon bisa diturunkan
  • Current Program Tahun 2023
    • Penggunaan Biodiesel
    • Penggunaan listrik dari PLN hidro di UBPB Kalbar
    • Solar PV-area tambang UBPB Kalbar
    • Penggunaan BBM rendah emisi (premium ke Pertalite)
    • Co-firing PLTU
  • Tahun 2023, harapannya dari 3 juta ton karbon yang dihasilkan PT Antam, bisa diturunkan ke 75.450 ton CO2e
  • Implementasi program dekarbonisasi Antam
    • Solar PV di UBPB Kalbar
    • PLN Hidro di UBPB Kalbar
    • Co-firing di subsidiaries ANTAM (PT ICA)
    • Penggunaan B30-B35 dari sebelumnya B20 di seluruh alat berat dan proses di PT ANTAM dan kontraktor
    • Update PLN Hidro di UBPN Kolaka (pemasangan Gardu dan Kapasitor)
    • Penggunaan BBM rendah emisi dari premium menjadi Pertalite dan Pertamax
  • Current Program Tahun 2023
    • Konsisten penggunaan biodiesel hingga B80 penggunaan biodiesel B20, B30, B35
    • Elektrifikasi kendaraan dinas 38 unit kendaraan tipe hybrid sudah dioperasikan

Direktur Utama PT Timah:

  • Tahun 2023, PT Timah sudah mengurangi emisi 5.000,39 ton CO2e

Direktur Utama PT IBC:

  • Roadmap Kementerian BUMN dalam pengembangan ekosistem baterai
    • Tahun 2024 : Produksi sel baterai sebesar 10 GWh, 1000 stasiun pengisian, sekitar 5.000 stasiun penukaran baterai, dan 13% campuran energi terbarukan
    • Tahun 2034 : Produksi sel baterai sebesar 50 GWh, 11 ribu stasiun pengisian, sekitar 119 ribu stasiun penukaran baterai, dan 30% campuran energi terbarukan
    • Tahun 2035: Proyeksi kebutuhan baterai mencapai 60 GWh untuk sekitar 400-600 kendaraan roda empat atau 3 juta-4 juta unit roda dua
  • Dengan potensi industri baterai, IBC bertujuan untuk mengurangi emisi CO2 sebanyak 9 juta ton per tahun dan impor bahan bakar sebanyak 29,4 juta barel per tahun.
  • Sebelumnya, kita banyak membahas baterai untuk electric vehicle, tapi yg tidak kalah pentingnya menggunakan baterai sebagai bagian dari sistem listrik Indonesia terutama untuk menunjang EBT.
  • Pemanfaatan Battery Energy Storage System (BESS) untuk sistem energi nasional dan komposisi energi masa depan di Indonesia
    • Untuk membantu intermitensi dari pembangkit EBT
    • Stabilisasi Garis untuk meningkatkan keandalan sistem T&D
    • Back-up Power, daya cadangan, ketahanan energi, dan pengurangan konsumsi bahan bakar fosil
    • Infrastruktur EV Charging
  • Pilot Project PLT Hybrid+BESS di Pulau Bawean mengurangi emisi 5,7 juta kg CO2 dan mengurangi bahan bakar fosil 3,2 juta liter.
  • Pilot Project BESS di Pelabuhan Kuala Tanjung mengurangi emisi 1,2 juta kg CO2 dan mengurangi bahan bakar fosil 0,7 juta liter.
  • Regulasi untuk mengatur baterai EV dan baterai EV co-system belum ada secara formal, tapi sangat penting bagaimana kita mengelola industri baterai. Masing-masing tugas dan tanggung jawab dari lembaga teknis maupun BUMN sebagai pengembang industri baterai harus ada aturan yang memayungi secara regulasi. Roadmap pengembangan industri baterai belum terdefinisi secara jelas sehingga harus dikemukakan. Standarisasi baterai perlu karena akan memudahkan konsumen ketika melakukan adopsi EV dan kita juga harus menjaga jangan sampai baterai yang ada di Indonesia adalah baterai yang mengandung lead acid karena sangat berbahaya kpd lingkungan sehingga perlu diatur. Tata kelola daur ulang jg harus diatur karena daur ulang sangat memungkinkan kita mengatur sirkulasi karena 99,4% dari baterai bisa di recovery kembali.

Direktur Utama PLN Nusantara Power:

  • Pada Cop 27, Indonesia berkomitmen untuk mengakselerasi Net Zero Emissions 10 tahun lebih awal melalui Just Energy Transition Partnership (JETP).
  • Berdasarkan RUPTL Terhijau 2021-2030 yang dikembangkan oleh PT PLN (Persero), PT PLN Nusantara Power mendapatkan porsi pengembangan EBT sebesar 6,3 GW yang berpotensi menurunkan emisi gas CO2 sebanyak 17-30 juta ton di tahun 2028.
  • Energy Transition Expansion
    • Ekspansi PLTA
    • Pembangunan PLTS skala besar yang tersentralisasi
    • Memperluas dan menambah persentase Biomass Co-firing di pembangkit batubara dan diesel
    • Pengembangan energi berkelanjutan dan EBT lain
  • Lighthouse Initiative to Achieve Net Zero Emission
    • Renewable Energy Acceleration
    • Biomass Co-firing dan Full fairing
    • Clean gas (hydrogen) and Ammonia
    • De-dieselization & Gas Conversion
    • New Energy
    • CCUS - Carbon recycle
  • Sebaran 66 proyek pembangkit hampir merata di seluruh Indonesia. Dari target 6,5 GW rencana pengembangan EBT tahun 2030, progres sampai 2023 sangat signifikan sebesar 2,3 GW (37%).
  • Proyek EBT on going di PLN Nusantara Power
    • PLTA Batang Toru 510 MW
    • PLTS IKN 50 MW
    • PLTB Tanah Laut 70 MW
    • PLTS Terapung Cirata 145 MW
    • PLTS Karangkates 100 MW
  • Potensi Pengembangan Ekosistem BESS di Kelistrikan
    • EV Charging infrastruktur
    • Improve coverage and reliability of power supply
    • Power quality
  • PNP terus berupaya menjalankan Dieselisasi melalui pengembangan EBT dengan BESS (Battery Energy Storage System).
  • Sampai 2023, PNP telah sukses menurunkan emisi CO2 hingga 17 juta ton melalui Business As Usual.
  • Achievement luar biasa PLN Nusantara Power dalam mengakselerasi transisi energi tahun 2023.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan