Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Indutri Hulu Migas ditengah Pandemi Covid-19 dan Turunnya Harga Crude, Penjelasan Mundurnya Pan Orient Inc di Blok East Jabung, Provinsi Jambi, dan Penjelasan Terbakarnya Platform di Lapangan Camar, Blok Bawean, Provinsi Jawa Timur – Komisi 7 DPR RI Rapat Dengar Pendapat (RDP Virtual) dengan Kepala SKK Migas

Tanggal Rapat: 28 Apr 2020, Ditulis Tanggal: 30 Apr 2020,
Komisi/AKD: Komisi 7 , Mitra Kerja: Kepala SKK Migas

Pada 28 April 2020, Komisi 7 DPR RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP Virtual) dengan Kepala SKK Migas mengenai Indutri Hulu Migas ditengah Pandemi Covid-19 dan Turunnya Harga Crude, Penjelasan Mundurnya Pan Orient Inc di Blok East Jabung, Provinsi Jambi, dan Penjelasan Terbakarnya
Platform di Lapangan Camar, Blok Bawean, Provinsi Jawa Timur. RDP ini dipimpin dan dibuka oleh Sugeng Suparwoto dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dapil Jateng 8 pada pukul 11:10 dan dinyatakan terbuka untuk umum.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Kepala SKK Migas
  • Kondisi globa yang mempengaruhi industry migas, yaitu : turunnya konsumsi migas akibat Covid-19, harga minyak rendah, dan fluktuasi kurs valas.
  • Target bantuan untuk Covid-19 SKK Migas dan KKKS sebesar Rp11.580.914.621, yang akan disebar kebebrapa wilayah yaitu :
    • wilayah Sumbagut sebesar Rp2.685.382.000
    • wilayah Sumbagsel sebesar Rp1.856.707.373
    • wilayah Jabanusa sebesar Rp1.742.757.550
    • wilayah Kalsul sebesar Rp3.429.367.708
    • wilayah Pamalu sebesar Rp1.720.180.000.
  • penerimaan manfaat dari bantuan SKK Migas dan KKKS adalah masyarakat, Pemerintah Daerah, Dinkes, RS, dan Puskesmas. Dengan bantuan seperti : APD, Perangkat cuci tangan, sembako, hand sanitizer, masker, dan bantua kesehatan lainnya. Untuk bantuan mandiri pekerja disalurkan ke 75 Rumah Sakit dan Puskesmas, langkah selanjutnya akan memberikan sembako, buka puasa gratis, paket Ramadan, paket idul fitri, dan pemberian suplemen kesehatan.
  • Dampak Covid-19 terhadap kegiatan hulu Migas, yaitu :
    • transportasi material lebih lama, khususnya pengiiriman material dari LN.
    • inpeksi kinerja peralatan/fasilitas lebih lama karena WFH dan apabila perlu mendatangkan pekerja dari LN dan DN
    • mobilisasi pekerja ke lokasi lebih sulit karena perijinan dan waktu karantina, dan potensi overstay yang berisiko pada keselamatan kerja.
    • Persetujuan pengurusan perijinan dapat memakan waktu lebih lama.
    • Kegiatan manufaktur peralatan migas untuk proyek tertunda atau lebih lama
    • Keterbatasan jumlah personel yang diperbolehkan berada di lokasi proyek, khususnya untuk proyek offshore
    • Produktivitas tenaga kerja menurun
    • Produktivitas engineering dan kontruksi menjadi lebih rendah karena WFH.
  • Dampak Covid-19 dan penurunan harga minyak, yaitu :
    • Aktifitas Operasional :
      • Penundaan Planned Shutdown di Lapangan Banyu Urip dan Tangguh;
      • Program Kerja Ulang & Perawatan Sumur di CPI, Petrochina, OSES;
      • Kegiatan P&A sumur di Conoco Phillips;
      • Penundaan kegiatan pengeboran dan Kerja Ulang, dan Perawatan Sumur di EMP Malacca Strait;Mont'dor Tungkal; Medco Rimau, Natuna dan South Sumatera; Camar Resources, Petrochina; POD Arung Nowera; dll
    • Penurunan Outlook produksi 2020 dari 735 ribu BOPD (Program FTG) ke 725 ribu BOPD untuk minyak dan 5959 MMSCFD (Program FTG) ke 5727 MMSCFD.
    • Potensimundurnya proyek Merakeske tahun 2021, dan beberapa proyek yang akan onstream di tahun 2020 namun masih akan selesai di tahun ini.
    • Penerimaan Negara : Outlook Gross Revenue dari 32 Miliar USD menjadi 19 Miliar USD.
  • Upaya yang dilakuakn untuk penanggulangan dampak Covid-19 dan Low Oil Price, yaitu :
    • Koordinasi dengan KKKS terkait review rencana Kerja 2020.
    • Melakukan comprehensive assessment terkait opsi-opsi harga minyak untuk memperhitungkan keekonomian lapangan.
    • Evaluasi Kembali penundaan Planned Shutdown.
    • Koordinasi dengan Stakeholder terkait pengecualian mobilisasi barang dan personel selama masa Pandemi Covid-19 untuk industri hulu migas (Menkumham, Menlu, Pemda).
    • Mengajukan kepada MESDM usulan pemberian paket stimulus kepada KKKS.
    • Meminta KKKS untuk melakukan negoisasi ulang kontrak-kontrak yang ada dalam rangka efisiensi biaya.
    • Memaksimalkan tangki dan kapal untuk penyimpanan sementara.
  • Mitigasi yang dilakuakn SKK Migas, yaitu :
    • Gas pipa : perhitungan penyesuaian pengairan gas secara prorate kepada KKKS yang terdampak, dan status saat ini masih dalam proses evaluasi KKKS, penurunan lifting diupayakan seminimum mungkin.
    • LNG : untaken kargo dipasarkan untuk pembeli spat ekspor melalui mekanisme tender, dan untuk potensi penurunan lifting LNG karena tidk diambilnya kargo oleh PLN telah dimitigasi sehingga tidak terdapat untaken kargo dan penurunan lifting
    • Minyak : prioritas pemanfaatan crude produksi dalam negeri, pemanfaatan tanki dan kapal sebagai penyimpanan sementara, dan pemanfaatan kapasitas tanki penyimpanan hulu oleh hilir (pertamina) sebagai storage crude impor.
  • Usulan kebijakan menghadapi Covid-19 dan harga minyak yang rendah :
    • Penundaan pencadangan biaya ASR dikarenakan semua WK terdampak, estimasi dampak untuk perbaikan Cashflow kontraktor dan statusnya adalah finalisasi progress
    • Tax holiday untuk pajak penghasilan dikarenakan semua WK terdampak, estimasi dampak adalah coporate and dividend tax rate 40%-48% dan corporate and divedend tax 25%. Dukungan yang dibutuhkan adalah untuk endorsement ke Kemenkeu dan statusnya adalah telah dibahas bersama IPA terkait usulan atas pembatasan BPT selama laba setelah pajak diinvestasikan kembali di Indonesia
    • Penundaan atau penghapusan PPN LNG melalui penerbitan revisi PP 81 yang dikarenakan semua WK yang menjual produknyasebagai LNG terdampak, estimasi dampaknya adalah perbaikan Cashfloe kontraktor. Dukungan yang dibutuhkan adalah untuk endorsement ke Kemenkeu dan statusnya adalah revisi PP terkait PPN LNG telah dilakukan harmonisasi dan saat ini membutuhkan tanda tangan Menkeu.
    • Barang miliki Negara (BMN) hulu migas dikarenakan semua WK yang baru mendatangani kontrak kerjasama di WK ekploitasi terdampa, estimasi dampaknya adlah 1% dari gross revenue. Dukungan yang dubuthkan adalah endorsement ke Kemenkeu dan statusnya sudah dilakukan diskusi antara SKK Migas, Kementerian ESDM, dan DJKN, yang dimana rapat dipimpin oleh Bapak Dirjen Kekayaan Negara pada tanggal 9 April 2020.
  • Produksi, lifting dan stock pada kuarta 1 di tahun 2020, sebagai berikut :
    • Produksi
      • Minyak, MBOPD realisasi pada kuartal 1 tahun 2020 sebesar 728,8 dan capaian WP&B adalah 103,3%
      • Gas, MMSCFD realisasi pada kuartal 1 tahun 2020sebesar 7,118 dan capaian WP&B adalah 99,2%
      • Migas, MBOEPD realisasi pada kuartal 1 tahun 2020 sebesar 2,000 dan capaian WP&B aslah 101,3%
    • Lifting minyak / salur gas
      • Minyak MBOPD, realisasi pada kuartal 1 tahun 2020 701,6, dengan capaian APBN 92,9% dan capaian WP&B adalah 99,6%
      • Gas, realisasi pada kuarta 1 tahun 2020 5,866, dengan capaian APBN 87,9% dan capaian WP&B adalah 102,3%
      • Migas MBOEPD, realisasi pada kuarta 1 tahun 2020 1,749, dengan capaian APBN 90,4% dan capaian WP&B adalah 101,0%.
    • stock
      • ready for lifting sebanyak 2.77 juta Bbls
      • dead stock sebanyak 2.96 juta Bbls
      • total stock sebanayk 5.73 juta Bbls
  • Rencana jangka panjang di tahun 2030 yaitu akan, produksi minyak 1 juta Barrel per hari dan produksi gas ~12,000 MMSCF per hari. Akan mempertahankan tingkat produksi eksisting yang tinggi, transformasi sumberdaya ke produksi, mempercepat chemical EOR, dan eksplorasi untuk penemuan besar.
  • Progres kegiatan industry Hulu Migas pada kuarta 1 tahun 2020 :
    • Seismik 2D
      • Wilayah kerja aktif : realisasi tahun 2020 per Maret mencapai 319, dengan outlook 2,755 dan baru mencapai 6% terhadap target di tahun 2020.
      • KKP di open area : realisasi tahun 2020 per Merat mencapai 7.350, dengan outlook 22.950 dan baru mencapai 32% terhadap target di tahun 2020
    • Seismik 3D : realisasi tahun 2020 per Meret mencapai 477, dengan outlook 544, dan baru mencapai 14% terhadap target di tahun 2020
    • Development wells : realisasi tahun 2020 per Maret mencapai 74, dengan outlook 263, dan baru mencapai 19% terhadap target 2020.
    • Exploration wells drilling : realisasi tahun 2020 per Maret mencapai 4, dengan outlook 33, dan baru mencapai 7% terhadap target 2020.
    • Weel service : realisasi tahun 2020 per Maret mencapai 6.926, dengan outlook 27.966, dan baru mencapai 25% terhadap target tahun 2020.
  • Penemuan eksplorasi pada Kuartal 1 tahun 2020, bahwa penemuan gas Lapangan Bronang ini akanmenjadi penunjang pengembangan lapangan Forel yang berpotensi menambah produksi hingga 10.000 BOPD.
  • Proyek Onstream status sampai 21 April 2020 sudah berjalan 42% 5 proyek dari 12 proyek yang ada dan total investasi masih 4% yaitu 60,14 juta USD. Sehingga potensi penambahan produksi migas hingga 3.182 BOPD dan 109,5 MMSCFG dari 5 proyek yang sudah mulai onstream. Sedangkan proyek yang sudah berjalan adalah : Lap Buntal-5, Power Plant Sembakung, Bukit Tua Phase 3, Grati Pressure low, dan Lap Randugunting.
  • Ada 4 proyek strategis nasional pada kuartal 1 di tahun 2020, yaitu : Indonesia Deepeter Development (IDD), Tangguh Train-3, INPEX Abadi, dan Pertamina Jambaran Tiung baru. Dengan total investasi sebesar 37,21 Miliar USD dan total tambahan produksi 65.000 BOPD dan 3.484 MMSCFD.
  • Investasi hulu migas pada kuartal 1 tahun 2020 untuk target investasi sebesar 13,8 Miliar USD dan realisasi investasi sebesar 2,87 Miliar USD atau 21% dari target tahun 2020.
  • Mundurnya Pan Orient Inc, dari Blok East Jabung Provinsi Jambi. Dimulai pada 21 November 2011 KKS East Jabung ditandatangani oleh BPMIGAS dan Pan Orient (100%) dengan 4 komitmen, yaitu : studi G&G (komitmen pasti 1,2, dan 3), Reprocessing seismic 2D 200 Km (komitmen pasti tahun 1 ), akuisisi Seismik 2D & Processing 250 Km (komitmen pasti tahun 2), dan Bor 2 sumur eksplorasi (Komitmen pasti tahun 1 &3).
  • Perkiraan awal kemungkinanpenyebab munculnya api di CPP platform adalah:
    • Kebakaran terjadi karena sistem emergency shutdown CPP Platform tidak bekerja sempurna, masih terdapat aliran gas di dalam sistem
    • Api diduga berasaldari pipa flowIine dan bagian kepala (outlet annulus 9-5/8"x3-1/2") sumur CS-2
    • Diduga api muncul akibat gesekan struktur platform dengan pipa flowline dan bagian kepala sumur CS-2 ketika terjadi benturan badan rig Java Star dengan wellheaddeck CPP platform
    • Sumur CS-2 dalam keadaan mengalir (on production)
    • Rig miring dan menabrakplatform pada saat proses preloading, diduga terjadi punch through di
      bagian kaki Starboard
    • Diduga terdapat beban yang tidak seimbang ketika proses simultaneous preloading
    • Simultaneous preloading dimulaidengan tanki starboard yang masih terisi penuh
    • Air-gap pada saat mulai simultaneous preload 5 ft
    • StatusRPD kaki rig sebelum prosespre/oad, Bow 3.6", Stb 2",Port 2.75"
  • Dampak dari kejadian kebakaran adalah :
    • K3LL : kejadian kebakaran dapat ditanggulagi, tidak ada korban jiwa, tidak ada tumpahan minyak, PLO Rig ditangguhkan oleh migas
    • Asset : property damage platform, dan Rig java star memiliki asuransi P&I
    • Produksi : production Loss kumulatif LPO 55 hari, 27,500 Bbls , dan 110 MMScf
    • Pengeboran : seabed Clearance and Bathymetry Survey 11-12 Desember 019, dan Location Approval oleh Rig Warranty Surveyor 17 Januari 2020.
  • Produksi dan forecast 2020 WK Bawean, karena insiden kebakaran tersebut 2 sumur pemboran
    CS-5 dan CS-6 belum dapat berkontribusi di tahun 2020, dan terdapat 3 sumur eksisting terdampak insiden yaitu CM-1, CS-2 dan CS-4. Untuk tindak lanut untuk saat ini produksi dihentikan selama perbaikan kondisi platform, best estimate online kembali gradually 1 sumur yaitu CM-1 di bulan Mai 2020, dan CS-2 untuk saat ini statusnya masih sedang menunggu hasil wellhead integrity test yang
    akan diperkirakan online kembali di bulan Juli 2020.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan