Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Evaluasi Pelaksanaan Program 2015, dll — Komisi 8 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Bina Masyarakat (Bimas) Kristen dan Katolik

Tanggal Rapat: 14 Mar 2016, Ditulis Tanggal: 22 Jun 2021,
Komisi/AKD: Komisi 8 , Mitra Kerja: Dirjen Bina Masyarakat (Bimas) Kristen dan Katolik Kementerian Agama

Pada 14 Maret 2016, Komisi 8 DPR-RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Bina Masyarakat (Bimas) Kristen dan Katolik mengenai Evaluasi Pelaksanaan Program 2015 dan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan 1 Badan Pengawas Keuangan (BPK) 2015. RDP ini dibuka dan dipimpin oleh Deding Ishak dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) dapil Jawa Barat 3 pada pukul 10:48 WIB dan dinyatakan terbuka untuk umum. (Ilustrasi: today.line.me)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Dirjen Bina Masyarakat (Bimas) Kristen dan Katolik Kementerian Agama

Dirjen Bina Masyarakat (Bimas) Kristen

  • Misi bimas kristen adalah meningkatkan kualitas pelayanan kehidupan beragama dan mewujudkan bimas kristen yang terpercaya.
  • Tugas bimas kristen adalah merumuskan kebijakan dan standarisasi di bimas kristen, menyusun norma, pelaksanaan administrasi dirjen bimas kristen.
  • Pagu alokasi bimas kristen di 2015 sebesar Rp1.75 Triliun. Rp164 Miliar untuk fungsi pelayanan umum, Rp1,36 Triliun untuk belanja pegawai, Rp65 Miliar untuk belanja modal, dan Rp25 Miliar untuk bantuan sosial. Realisasi 2015 pagu alokasi anggaran sebesar Rp1,59 Triliun dan sisa anggaran sebesar Rp221 Miliar. Realisasi untuk fungsi pendidikan sebesar 89,88% dan pelayanan umum 72,59%. Total realisasi 88%.
  • Realisasi anggaran pusat sebesar 73,38%, DKI Jakarta 78%, Jawa Barat 93%, DIY 85%, Sumatera Utara 93%, Sumatera Barat 89%, Riau 91%, Jambi 91%, Lampung 59,14%, Palangkaraya 92%, Sulawesi Utara 97%, Sulawesi Selatan 109,19%, Bali 92,60%, Sulawesi Barat 84,26%. Rata-rata realisasi 2015 sebesar 88,51%.
  • Output tenaga pendidik mencapai 3.278 tenaga. Lembaga pendidikan yang terbina 780 lembaga. Dokumen layanan pendidikan terealisasi 100% dengan output 31 dokumen. Guru pendidikan agama non PNS terealisasi 700 orang dari 960. Guru pendidikan agama penerima insentif terealisasi 38 dari 40. Perpustakaan 2 unit. Beasiswa mahasiswa tersertifikasi terealisasi 936 dari 9.000 orang. Layanan penyelenggara pendidikan terealisasi 12 bulan. Bidik misi tercapai 121 orang dari 126 orang.
  • Administrasi perkantoran 91,25%. Layanan perkantoran terealisasi 12 bulan.
  • Dukungan manajemen terealisasi 72,19% dari target Rp164 Miliar.
  • Kendala di tahun 2015 adalah:
    • Kebijakan Pemerintah tentang langkah penghematan konsinyering, perjalanan dinas, dan pembatasan rapat di luar kantor menyebabkan antrian fasilitas kantor.
    • Penerapan kebendaharaan yang ditetapkan Menkeu menghambat pencairan dana sehingga banyak terjadi sistem retur.
    • Banyak peserta lelang mengundurkan diri karena harga e-katalog yang terlalu rendah.
    • Pembatasan barang dan jasa yang didistribusikan oleh LKPP menghambat barang masuk.
  • Pencapaian di tahun 2015:
    • Suksesnya program pesparawi di Ambon.
    • Suksesnya perayaan natal nasional dan gempa Alor pada saat acara bakti sosial di NTT.
    • Terealisasinya 8 akreditasi dari 12 sekolah.
    • Jumlah guru yang bersertifikat melebihi target.
    • Program studi terakreditasi B terealisasi 30 dari 56 target.
  • Tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK yang menemukan bahwa ada kelebihan pembayaran belanja pegawai sebesar Rp158.000.000. BPK meminta pengawasan dari bimas kristen dan menyetorkan ke kas negara. Terhadap temuan tersebut, irjen bimas kristen menyampaikan pada seluruh satker untuk meningkatkan pengawasan.
  • Arahan dan dukungan pelayanan bimas kristen kiranya dapat diterima.

Dirjen Bina Masyarakat (Bimas) Katolik

  • Kronologis alokasi anggaran program bimas katolik 2015 adalah anggaran sebesar Rp914.764.143.00000. Untuk program sebesar Rp878 Miliar dan mendapatkan tambahan dari APBNP sebesar Rp36 Miliar untuk pembayaran tunjangan kinerja. Realisasi anggaran berdasarkan belanja pegawai Rp717.446.278.000 dan sisanya Rp96 Miliar. Realisasi belanja barang Rp140 Miliar dari Rp180 Miliar atau 77,52%. Realisasi belanja modal Rp10 Miliar dari Rp11 Miliar atau 94,25%. Total realisasi belanja adalah Rp776,6 Miliar dari Rp914 Miliar.
  • Kegiatan prioritas 2015 adalah pengelolaan dan pembinaan urusan agama katolik, dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya bimas katolik.
  • Secara umum, capaian kinerja kerja Pemerintah telah sesuai target yang telah ditentukan di tahun 2015 yaitu terhadap:
    • Revisi sarana dan prasarana katolik.
    • Untuk membayar tunjangan profesi guru.
    • Sejumlah anggaran yang direalokasikan dari belanja barang sebesar Rp21,8 Miliar.
    • Pengelolaan dan pendidikan agama kristen realisasinya Rp122 Miliar dari Rp185 Miliar.
    • Rincian tenaga pendidikan agama yang terbina adalah 1.096 orang.
    • Institut lembaga pendidikan ditargetkan 3.
    • KIP terealisasi 1.040 dari 1.080 orang.
    • Guru non agama penerima tunjangan terealisasi 700 dari 1.092 orang.
    • Tenaga pendidik non PNS terealisasi 877 dari 2.000 orang.
    • Dana beasiswa terealisasi 2.000 orang.
    • Penyuluh agama terealisasi 170.
    • Kitab suci terealisasi 13.100 eksemplar.
    • Layanan perkantoran terealisasi 12 bulan.
    • Sarana dan prasarana terealisasi 385 dari 1.030 unit.
  • Kendala regulasi dengan mekanisme bantuan lembaga. Regulasi akhir tahun membuat anggaran bimas katolik terlambat. Bimas katolik akan sosialisasi ke satker.
  • Terkait pemeriksaan BPK, dalam semester 1 dirjen bimas katolik tidak dilakukan pemeriksaan BPK.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan