Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Evaluasi Kerja Tahun 2017, Rencana Kerja Tahun 2018, Pemanfaatan Dana CBD dan Kasus Pembobolan Dana Nasabah – RDP Komisi 11 dengan Bank Mandiri

Komisi/AKD: Komisi 11, Tanggal Rapat: 23/Apr/2018,  Ditulis Tanggal: 09/May/2018

Mitra Kerja: Bank Mandiri Evaluasi Kerja Tahun 2017, Rencana Kerja Tahun 2018, Pemanfaatan Dana CBD dan Kasus Pembobolan Dana Nasabah – RDP Komisi 11 dengan Bank Mandiri

Pada 23 April 2018, Komisi 11 DPR-RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Bank Mandiri tentang evaluasi kerja tahun 2017, rencana kerja tahun 2018, pemanfaatan dana CBD dan kasus pembobolan dana nasabah. Rapat dipimpin dan dibuka oleh Achmad Hafisz Tohir dari Fraksi PAN dapil Sumatera Selatan 1 pada pukul 14:43 WIB. Rapat dihadiri oleh 9 orang dari 6 fraksi, dan dinyatakan terbuka untuk umum.

 

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

  • Laporan kinerja tahun 2017: Aset Rp1124T; Ekuitas Rp170T; Kredit Rp729,5T; Laba Rp20,6T meningkat hampir 50% dari tahun sebelumnya.  
  • Bisnis Bank Mandiri kini tidak hanya perbankan, tetapi ada juga anak perusahaan yg menyumbangkan laba Rp2,2T.
  • Pertumbuhan tertinggi di anak perusahaan yakni dari Bank Syariah Mandiri. 22,2% nasabah mikro tumbuh.
  • Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp13,35T mencangkup 986 ribu.
  • Bank Mandiri saat ini merupakan penyelenggara kredit infrastruktur terbesar.
  • Bank Mandiri memiliki 4.943 kantor, 17.766 ATM, 250 ribu lebih Electronic Data Capture (EDC).
  • Bank Mandiri akan meningkatkan agen Laku Pandai.  
  • Cashless: kartu debit Rp17 juta; kartu kredit Rp4,7 juta. Kontribusi pajak Rp114,5T; deviden Rp38,9T.
  • Program agent of development: penyaluran Bansos; Kredit Usaha Rakyat (KUR); kartu tani Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mulai menyatukan infrastrukturnya.
  • Bank Mandiri harus mengelola likuiditas dan garansi secara hati-hati.
  • Tahun 2017, pertumbuhan ekonomi belum mencapai posisi positif dan demand kredit slow di Kredit Modal Kerja (KMK), ini memang cukup melambat dan tidak setinggi yang diharapkan.
  • Walaupun deposito turun secara progresif, tetapi memang deposito ini sebetulnya melambat.
  • Bank Mandiri mendapat alokasi Rp15 triliun untuk tahun 2018. Bank Mandiri ada tambahan ajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR ini di masa lalu menjadi parameter ke jumlah.
  • Sekarang kualitas mulai diperhatikan. KUR ini dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian harus produktif.
  • Bank Mandiri akui ini masih menjadi tantangan, karena Bank Mandiri pun cukup sulit untuk menjangkau, karena cost-nya terlalu mahal.
  • Bank Mandiri tengah mendorong KUR plasma bagi kelapa sawit. Segmen pertanian dan perkebunan ini penting bagi Indonesia.
  • Tahun 2018, Bank Mandiri akan fokus pada pertanian dan replanting sawit tua.
  • Bank Mandiri bisa menghilangkan rentenir di pasar-pasar, di sektor pertanian, hingga di akhir tahun kredit sudah lunas.
  • Diharapkan para pedagang di pasar, akan Bank Mandiri approach dengan digital banking sehingga bisa di approve secepat rentenir.
  • 1800 kredit petani padi di Jawa barat sudah Bank Mandiri approve di dalam jangka waktu 3 minggu.
  • Bank Mandiri tengah melakukan diskusi dengan Amartha agar bisa kerjakan ultra mikro. Maret 2018 pencadangan Bank Mandiri sebesar 66%.
  • Bank Mandiri mempunyai program perubahan digital perbankan. Kendalanya stability dan security ini tantangan dari back office Bank mandiri biasanya dihari-hari besar dan tahun baru serangan cyber ini semakin lama semakin canggih.
  • Bank mandiri sedang menggagas pengamanan cyber digagas bersama. Serangan cyber yang sifatnya massif, Bank Mandiri belum terlalu siap.
  • Bank Mandiri akan bersama-sama dengan regulator untuk mempersiapkan ini di sesi khusus. Bank Mandiri bisa diundang untuk menjelaskan.
  • Bank Mandiri sedang mempersiapkan serangan cyber attack di Perbanas. Tahun 2018 ini akan masuk ke KUR mikro, tetapi cluster.
  • Bank Mandiri akan gunakan Badan usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai tempat mendaftar.
  • Bank Mandiri akan fokuskan petani kelapa sawit untuk kesejahteraan di masa depan. Memang ada 2 data yang slalu kita cek kembali, Bank Mandiri cek dan pastikan nasabah ini juga pakai data Dukcapil. Di Bank Perkreditan Rakyat (BPR), terima nasabah yang visible, tetapi belum bankable.
  • Bank Mandiri melihat persaingan di fintech yang jadi market leader ada di sektor riil. Untuk menjual metode transaksi menggunakan smartphone, Bank Mandiri memang mengaku kalah.
  • Bank Mandiri tahun 2017 lalu ada rencana ekspansi ke Malaysia dan  Filipina, jika Non Performing Loan (NPL) di bawah 3%. Di Malaysia untuk mendukung orang Indonesia di Malaysia, Bank Mandiri punya program Wirausaha Muda Mandiri untuk mendukung kewirausahaan.
  • Bank Mandiri sudah secara rutin membina setiap tahun dan ada kompetisi. Bank Mandiri juga lakukan pembinaan wirausaha untuk TKI.
  • Dana China Development Bank (CDB) cukup positif. Dari pihak CDB ingin full of fund. Tantangan demand kredit valas sekarang menurunke depan untuk pembiayaan infrastruktur jangka panjang.
  • Bank Mandiri di awal CDB karena ada current account deficit, sehingga cara pendanaan ke luar negeri, Bank Mandiri ingat ada diskusi yang cukup dalam mengenai jaminan dari sisi fitur dan syarat-syarat cukup lunak dan baik.

 

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respons anggota terhadap pemaparan mitra:

Fraksi PDIP : Andreas Eddy Susetyo dari Jawa Timur 5. Andreas fokus pada perkembangan kredit segmen Bank Mandiri. Andreas menanyakan bahwa di tahun 2017, yang berkembang mikro sebesar 22%, apakah kredit mikro tanpa subsidi masih kompetitif, dan berapa persentase yang bagian KUR.Andreas juga menanyakan sampai sejauh mana kontribusi pertumbuhan kredit ke pertumbuhan ekonomi. Andreas menjelaskan bahwa sekarang korporasi juga menggantungkan pada pasar modal, dan permasalahan bukan pada sisi penyaluran kredit serta banyak kredit yang tidak digunakan. Andreas menjelaskan bahwa Bank Indonesia (BI) sudah turunkan sampai 4x bunga acuan, tetapi penurunan bunga kredit sangat lambat, maka Andreas menanyakan kendalanya ada dimana. Andreas kembali menanyakan perihal apakah Bank Mandiri mempertahankan Net Interest Margin (NIM) yang besar atau ada ketidakefisienan yang besar, dan sampai sejauh mana pelemahan mata uang rupiah terhadap resiko kredit perbankan. Andreas mengungkapkan bahwa bagaimana pun kalo dilihat terbukti bahwa Bank Mandiri ini masih corporate, untuk itu apakah ultra mikro itu perlu untuk Bank Mandiri sendiri atau anak perusahaan.

Oleh Indah Kurnia dari Jawa Timur 1. Indah menjelaskan bahwa perkembangan jaringan outlet serta risiko yang tinggi yang akan dihadapi Bank Mandiri, maka Indah menanyakan bagaimana peran Bank Mandiri sebagai agen pembangunan dan perubahan. Indah berharap salah satu mitra wirausaha itu perbankan. Indah mengumumkan bahwa dirinya dan Pak Andreas bergabung di Pansus RUU Kewirausahaan. Indah berpendapat bahwa Bank Mandiri harus mempunyai program yang selaras dengan pemerintah. Indah menanyakan perihal kualitas kredit ini dari tahun 2015 ke 2016 kenapa jumping terlalu jauh, padahal tidak ada momentum. Indah khawatir proses penyaluran kredit di internal Mandiri yang kurang baik, gerbang-gerbang tol mayoritas gunakan e-tol Mandiri, dan Indah meminta tolong ada 1 gerbang tol yang tetap gunakan tunai. Indah berpendapat bahwa bagaimana pun rupiah salah satu alat pembayaran yang sah, dan Indah menanyakan risiko apa yang bisa disampaikan dari Bank Mandiri terkait banyaknya ATM dan Electronic Data Capture (EDC), serta berapa besar potensi yang sudah terjadi terkait skimming atau pembobolan dana nasabah. Indah juga menanyakan bagaimana persiapan Bank Mandiri terkait ASEAN Framework Agrement on Services (AFAS), karena sebentar lagi Mandiri merambah ke Malaysia. Indah berpendapat bahwa bisnis bank itu bisnis kepercayaan. Indah kembali menanyakan bagaimana upaya Bank Mandiri terhadap para rentenir yang berbunga tinggi, dan apa yang mngkin akan dilakukan Mandiri agar tetap bisa berhubungan dengan sehat. Indah berharap Mandiri bisa jadi leader agen Laku Pandai, dan juga menjadi pelopor apa yg dilakukan untuk mempertahankan performa e-money yang sekarang disalip t-cash dan gopay. Indah menegaskan bahwa salah satu syarat KUR harus menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dahulu.

Fraksi Golkar: Edison Betaubun dari Maluku. Edison mengapresiasi kinerja Bank Mandiri di tahun 2017, yang mencatat pertumbuhan yang baik. Edison menanyakan perihal tahun 2018 target laba hanya 10-20%, apakah ini tidak terlalu kecil. Edison juga menanyakan skema pinjaman full of fund apakah tidak berisiko, danberapa persentase dana CBD yang dimanfaatkan untuk infrastruktur.

Oleh Sarmuji dari Jawa Timur 6. Sarmuji mengucapkan terima kasih atas paparannya dan mengapresiasi atas kinerja Bank Mandiri, tetapi bagi Sarmuji, kinerja tidak hanya diukur dari sisi laba, namun bagaimana peran perbankan sebagai agen pembangunan dan sebagai fungsi media intermediasi. Sarmuji berpendapat, selama ini belum optimal, Bank Indonesia sudah sampai 4 kali menurunkan suku bunga acuan, tetapi kenyataannya suku bunga perbankan sangat lambat sekali. Sarmuji melihat perbankan ini masih sangat egois, mau resepsi itu pokoknya resepsi yang ada labanya dan selalu naik, serta orientasi perbankan masih berorientasi pada laba. Sarmuji berpendapat bahwa jika terjadi di bank swasta, maka itu wajar, tetapi jika di bank plat merah ini yang tidak wajar dan masih perlu dipertanyakan. Sarmuji berharap ada kesadaran jika Bank Indonesia (BI) sudah turunkan 4x maka perbankan juga turunkan secara linier. Sarmuji menganggap bahwa BI masih ragu menaikkan suku bunga acuan 1 poin karena perbankan akan naikan bunga lebih tinggi lagi.Sarmuji menyarankan perbankan berplat merah ini berembuklah antara mengejar laba dengan fungsi sebuah lembaga, sebab Sarmuji berharap ada kesadaran bank-bank pemerintah untuk berembuk.

Oleh Agun Gunandjar Sudarsa dari Jawa Barat 10. Agun mengapresiasi kinerja Bank Mandiri, sebab Agun juga nasabah yang terlayani oleh Bank Mandiri, dan kartu kredit Agun pun tidak bermasalah di dalam ataupun di luar negeri. Agun berpendapat Bank Mandiri ini termasuk yang strategis sampai ke pelosok dan Agun merasa terlayani dengan baik. Agun menceritakan perihal Bank Mandiri yang tiga tahun lalu, ketika uang Agun lenyap sebesar Rp30 juta, dan Bank Mandiri sudah mengembalikannya. Agun sangat menghargai dan mengapresiasi hal tersebut. Agun menjelaskan bahwa di tempatnya masih saja ada rentenir. Agun berpendapat bahwa indikator perbankan itu sukses jika adanya hasil dalam menghapus rentenir di pasar-pasar. Agun mohon betul ada langkah-langkah progresif dari Bank Mandiri, sejauh mana upaya dan langkah-langkah yang diupayakan Bank Mandiri, terhadap kasus pembobolan bank yang prosesnya kemungkinan melibatkan orang dalam. Agun juga meminta izin tidak bisa mengikuti rapat sampai selesai, sebab ada janji.

Fraksi GerindraHaerul Saleh dari Sulawesi Tenggara. Haerul menanyakan perihal masyarakat kecil yang cukup sulit datang ke bank untuk bermohon KUR, maka seperti apa penyaluran yang dilakukan Bank Mandiri, dan seperti apa mekanisme yang dibuat Bank Mandiri dalam penyaluran KUR. Haerul mengkritisi sosialisasi perbankan ke masyarakat hampir tidak ada, dan haerul merasa aneh ketika kouta KUR habis, padahal masyarakat di bawah justru tidak tahu. Haerul meminta sebelum disimpulkan perihal KUR ini fiktif, mohon penjelasan bagaimana Bank Mandiri salurkan KUR ritel.

Fraksi Demokrat: Nurhayati dari Lampung 2. Nurhayati berpendapat bahwa harus mulai berpikir berbeda untuk masalah KUR ini, sebab selama ini KUR yang dilihat merupakan nominalnya saja. Nurhayati mengkritisi bahwa KUR ini bunga yang disubsidi, maka jangan sampai yang menikmati justru orang-orang yang kaya. Nurhayati menceritakan bahwa ada anak masih sekolah, tetapi sudah terima KUR Rp500 juta, yang digunakan untuk berfoya-foya. Nurhayati ingin dengar apa kendala dari pinjaman CDB, termasuk yang tidak hanya yang baik-baik saja. Nurhayati menganggap tidak masalah saja, jika sampai bank plat merah menjadi jaminan CDB. Nurhayati menanyakan kenapa harus bank plat merah, bukan bank lainnya. Nurhayati menganggap Bank Mandiri ini dalam keadaan sehat, tetapi kenapa harus mendapatkan pinjaman, dan ini justru membebani kita. Nurhayati tidak ingin mendengar yang bagus-bagus, sebab bank maunya resepsi terus, dan jika Bank Mandiri berbicara di Komisi 11, maka jangan berbicara yang bagus-bagusnya saja, justru Komisi 11 ingin mendengarkan masalah yang Bank Mandiri hadapi. Nurhayati menanyakan bank itu jualan e-money atau bagaimana. Nurhayati pernah datang ke Expo FastTracktetapi harus membeli e-money kosong sebesar Rp120 ribu 2 kartu dan harus top up sebesar Rp100 ribu. Nurhayati berpendapat bahwa e-money lama sudah tidak laku, maka tidak boleh bank melakukan pembelian paksa. Nurhayati menanyakan berapa laporan penjualan e-money.

Fraksi PAN: Achmad Hafisz Tohir dari Sumatera Selatan 1. Achmad berharap, semoga hal yang dibicarakan di rapat ini dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara. Achmad ingin tahu langkah apa saja yang dilakukan dan langkah antisipasi apa untuk masalah yang terjadi. Achmad meminta jawaban bisa dirangkum atau overview, dan bisa secara tertulis terkait kerahasiaan korporasi kepada Bank Mandiri.

 

Kesimpulan

Berikut merupakan kesimpulan rapat:

  1. Komisi 11 DPR-RI meminta kepada Direksi PT Bank Mandiri (Persero) untuk meningkatkan fungsi intermediasinya, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam rangka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat sehingga dapat meningkatkan fungsinya sebagai agent of development dengan tetap memerhatikan target RKAP.
  2. Komisi 11 DPR-RI meminta kepada Direksi PT Bank Mandiri (Persero) untuk melakukan terobosan dalam menumbuhkan wirausaha baru selain dengan pembahasan RUU tentang Kewirausahaan.
  3. Komisi 11 DPR-RI meminta kepada Direksi PT Bank Mandiri (Persero)  untuk menyampaikan jawaban lengkap secara tertulis atas pertanyaan dari anggota Komisi 11 DPR-RI.

 

Penutup

RDP Komisi 11 dengan Bank Mandiri tentang evaluasi kerja tahun 2017, rencana kerja tahun 2018, pemanfaatan dana CBD dan kasus pembobolan dana nasabah ditutup oleh Achmad Hafisz Tohir dari Fraksi PAN dapil Sumatera Selatan 1 pada pukul 17:00 WIB.

Untuk membaca rangkaian livetweet RDP Komisi 11 dengan Bank Mandiri tentang evaluasi kerja tahun 2017, rencana kerja tahun 2018, pemanfaatan dana CBD dan kasus pembobolan dana nasabah, kunjungi https://chirpstory.com/li/389984

Ilustrasi: www.satuharapan.com   

WikiDPR/anr/fy