Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Implikasi Gempa di Nusa Tenggara Barat terhadap Pendidikan Tinggi – RDP Komisi 10 dengan Kemenristekdikti

Komisi/AKD: Komisi 10, Tanggal Rapat: 30/Aug/2018,  Ditulis Tanggal: 31/Aug/2018

Mitra Kerja: Kemenristekditi Implikasi Gempa di Nusa Tenggara Barat terhadap Pendidikan Tinggi – RDP Komisi 10 dengan Kemenristekdikti

Pada 30 Agustus 2018, Komisi 10 DPR-RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kemenristekditi tentangimplikasi gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) terhadap pendidikan tinggi. Rapat dipimpin dan dibuka oleh Abdul Fikri Faqih dari Fraksi PKS Dapil Jawa Tengah 9 pada pukul 14:58 WIB. Rapat dihadiri oleh 37 anggota dari total 54 anggota di Komisi 10. Rapat dinyatakan terbuka untuk umum.

 

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

  • Jumlah mahasiswa terdampak yaitu sejumlah 1724 mahasiswa, data ini per 29 Agustus 2018.
  • Kemenristekdikti dapat membantu mahasiswa yang butuh bantuan untuk kelanjutan proses kuliahnya.
  • Kemenristekdikti sudah mengalokasikan anggaran sehingga ada 4000 beasiswa untuk yang sedang kuliah dan 1000 beasiswa yang baru mulai kuliah.
  • Skema beasiswa yakniRp2,4 juta per mahasiswa.
  • Kemenristekdikti akan koordinasi dengan rektor supaya selain biaya hidup ini dibantu pula biaya semesterannya. Kriterianya fleksibel, mahasiswa tersebut kuliah dan terkena dampak dari gempak Lombok.
  • Upaya penanggulangan di Universitas Mataram, Kemenristekdikti sediakan dana Rp5,5M untuk memperbaiki sarana dan prasarana.
  • Ada 18 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terdampak gempa. Ada dana Rp100M untuk 100 PTS.
  • Sebelum ada gempa, Kemenristekdikti sudah merencanakan Rp66M untuk Sarpras,kemudian direvisi menjadi Rp69M.
  • Yang sangat urgent dan dueable juga Kemenristekdikti kerjakan, misalnya memobilisasi mereka yang merespons cepat terkait bencana.
  • Ada kurang lebih 15 perguruan tinggi yang ikut kerjasama mau membangun kembali.

 

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respons anggota terhadap pemaparan mitra:

Fraksi Golkar: Marlinda Poernomo dari Jawa Tengah 10. Marlinda menjelaskan terkait dengan proses usulan perbaikan, Marlinda ingin menanyakan berapa lama penyelesaiannya atas pembangunan 47 atau 49 gedung ini.Marlinda tidak mendapat data secara riil terkait dosen-dosen, tidak ada data tentang jumlah dosen terdampak. Marlinda juga menanyakanapakah sudah ada data valid berapa mahasiswa yang terverifikasi sebagai terdampak,beberapa dosen ada yang terdampak, huniannya juga hancur. Marlinda menanyakan pola seperti apa yang dilakukan oleh Kemristekdikti.

Fraksi Demokrat: Djoko Udjianto dari Jawa Tengah 3. Djoko berpendapat ini memang benar-benar bencana yang luar biasa, Djoko mohon bantuannya itu benar-benar dipersiapkan.Djoko meminta agar data yang disajikan adalah data dan foto yang benar.Djoko bertanya yang untuk 5000 mahasiswa itu diproyeksinya sampai kapan, sebaborang pada kesakitan, bagaimana bisa mengeluh.

Oleh Putu Supadma Rudana dari Bali. Putu berpendapat, kejadian ini memang tidak bisa diantisipasi, maka memang butuh aksi cepat tanggap untuk menangani ini. Harapan Putu agar perhatian-perhatian dari Kemenristekdikti kepada perguruan-perguruan tinggi tidak diabaikan. Putu mengatakan bahwa kita sedang merayakan pesta Asian Games yang membutuhkan dana banyak, tetapi juga memang terkena bencana di Lombok dan sedikit daerah Bali juga yang membutuhkan penanganan cepat. Putu berpendapat, sarana dan prasarana sangat minim diberikan. Dalam momen ini, kita harus audit semua. Harus benar-benar diperhatikan kelayakannya. Putu menyampaikan gempa yang paling terasa pada Kabupaten Karangasem,selain gempa juga ada bencana erupsi Gunung Agung dan juga antisipasi tsunami. Indeks literasi dan kemampuan mereka masih rendah, maka Putu mengharapkan adanya cabang-cabang perguruan tinggi yang berada di sana. Terakhir, Putu mengatakan bahwa gedung-gedung sekarang ini banyak yang menggunakan baja ringan. Struktur baja ringan tidak tepat untuk membangun, untuk itu Putu berpendapat perlu mengadakan kajian terkait ini.

Fraksi PKS: Abdul Fikri Faqih dari Jawa Tengah 9. Fikri menanyakan bagaimana dampak gempa NTB jika dikaitkan dengan sasaran strategis tahun 2015.Fikri mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu, Kemenristekdikti menghimbau terkait mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi akibat gempa Lombok.Fikri juga menyampaikan perguruan tinggi yang terkena dampak gempa yakni Universitas Mataram dan Universitas Udayana, dan itu belum termasuk perguruan tinggi swasta.

 

Respons Mitra

Berikut merupakan respons mitra terhadap pemantauan rapat:

  • Untuk yang emergency sekarang itu ada dipersiapkan Rp5M.
  • Rp5M itu untuk tenda dan perkuliahan serta apa yang dibutuhkan secara emergency.
  • Kemenristekdikti sediakan bantuan beasiswa untuk 4000 mahasiswa yang sedang kuliah dan 1000 yang baru masuk kuliah untuk mahasiswa terdampak.
  • Kemenristekdikti tidak mendapatkan dana on call.
  • Proyeksi bantuan beasiswa itu direncanakan 3 tahun dan akan dinilai dulu saat 1 semester.
  • Tiap pertahunnya akan diperpanjang selama 3 tahun.
  • Untuk percepatan, paling tidak awal 2019 sudah bisa dimulainya.

 

Kesimpulan

Berikut merupakan kesimpulan rapat:

  • Komisi 10 DPR-RI menekankan agar kebijakan dan langkah-langkah yang dilakukan oleh Kemenristekdikti RI dalam pemulihan akses pendidikan tinggi pasca gempa tidak mempengaruhi capaian target 2018.
  • Komisi 10 DPR-RI mendorong Kemenristekdikti RI untuk:
  • Secara terus meneus melakukan koordinasi dengan K/L lain dan Pemerintah Daerah Provinsi serta Kabupaten/Kota untuk melakukan pemulihan pendidikan tinggi, khususnya untuk menjamin keberlangsungan akses.
  • Terkait penggunaan anggaranoptimalisasi sejumlah Rp5,5M dan alokasi beasiswa untuk 4000 mahasiswa on going dan 1000 orang mahasiswa baru, Komisi 10 DPR-RI mendesak Kemenristekdikti RI untuk memberikan rincian dan sumber anggarannya.
  • Komisi 10 DPR-RI mendesak Kemenristekdikti RI untuk menyusun anggaran pada tahun 2019 yang responsif terhadap bencana.
  • Komisi 10 DPR-RI mendesak Kemenristekdikti RI untuk memastikan waktu terkait perbaikan sarpras di Universitas Mataram sejumlah 49 gedung yang anggarannya dialokasikan melalui Kementerian PUPR.
  • Komisi 10 DPR-RI meminta kepada Kemenristekdikti RI untuk memberikan data rinci mengenai jumlah mahasiswa asal Lombok NTB yang kuliah di luar Provinsi NTB yang keluarganya terkena dampak gempa.
  • Komisi 10 DPR-RI akan mengagendakan Raker tanggal 10 September 2018 untuk membahas anggaran Kemenristekdikti RI.

 

Penutup

RDP Komisi 10 dengan Kemenristekdikti tentang implikasi gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) terhadap pendidikan tinggi ditutup oleh Djoko Udjianto dari Fraksi Demokrat Dapil Jawa Tengah 3 pada pukul 16:10 WIB.

Untuk membaca livetweet Komisi 10 RDP dengan Kemenristekdikti tentang implikasi gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) terhadap perguruan tinggi, kunjungi https://chirpstory.com/li/402763  

 

Ilustrasi: kumparan.com

WikiDPR/dna/fy