Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Kebocoran Data 1 Juta Pengguna Facebook di Indonesia - RDPU Komisi I dengan Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia dan Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific

Komisi/AKD: Komisi 1, Tanggal Rapat: 17/Apr/2018,  Ditulis Tanggal: 02/May/2018

Mitra Kerja: Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific Kebocoran Data 1 Juta Pengguna Facebook di Indonesia - RDPU Komisi I dengan Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia dan Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific

Pada 17 April 2018, Komisi 1 DPR-RI mengadakan RDPU dengan Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia dan Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific tentang kebocoran data 1 juta pengguna di Indonesia.  Rapat dipimpin dan dibuka oleh Abdul Kharis Almasyhari dari Fraksi PKSdapil Jawa Tengah 5 pada pukul 10:48 WIB.  

Sebagai pengantar rapat, Abdul memaparkan bahwa ada 28 juta data pribadi disalahgunakan dan 1 juta diantaranya adalah pengguna Indonesia.

 

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Ruben Hatari, Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia:

  • Facebook merupakan perusahaan yang optimis dan idealis, dan akan mengoptimalkan peluang yang ada. Adapula Facebook bisnis yang membekali dan mengembangkan bisnis penggunanya. Layanan Facebook di Indonesia disediakan oleh Irlandia.
  • Ada kisah masyarakat Indonesia yang mendapat hal positif dari Facebook yaitu ketika ada seorang ibu yang menjual produk untuk menghidupi keluarganya melalui Facebook dan produknya menjadi diketahui masyarakat.
  • Tahun 2013, aplikasi dikembangkan oleh peneliti bernama Dr. Kogan yang merupakan seorang akademisi di Cambridge Analytica.
  • Facebook Indonesia menghentikan aplikasi tersebut untuk menggunakan Facebook login sebab aplikasi tidak mendapatkan informasi finansial dan hanya akses data ke orang yang telah mengunduh aplikasinya. Dr. Kogan tidak pernah bekerja menjadi pegawai di Facebook sebelumnya.
  • Maret 2018, media mempertanyakan apakah sudah menghapus data, Facebook Indonesia secepatnya melakukan penyelidikan dan sejauh ini belum menemukan bukti melanggar sertifikasi penghapusan, tetapi akan terus ditindaklanjuti.
  • Facebook Indonesia menyatakan tidak pernah menghapus data-data itu dan Initial Coin Offering (ICO) meminta menghentikan langkah audit sambil menunggu proses mereka selesai.
  • Facebook Indonesia menyampaikan hal terkait bagi orang-orang yang terkena dampak, lokasi dan negara, dan tidak mencerminkan domisili akun asli.
  • Fitur lokasi digunakan untuk identifikasi pengguna yang terkena dampak, dan angka tidak termasuk orang yang telah mengunduh aplikasi namun telah menghapus akun Facebooknya.
  • Facebook Indonesia tidak menyimpan data pengguna perorangan saat mengunduh data tersebut. Total jumlah yang datanya diakses menggunakan aplikasi ini kemungkinan lebih besar. Dr. Koogan mengakui bahwa dia hanya menggunakan data untuk Cambridge Analityca. Cambridge Analityca bersifat independen, tidak pernah kebocoran data dari sistem Facebook. Kejadian ini adalah bentuk pelanggaran kepercayaan dan memohon maaf atas kejadian tersebut.
  • Angka ini lebih besar daripada yang diberikan Dr. Kogan. Dr. Kogan sendiri hanya memberikan akun warga Amerika kepada Cambridge Analytica.
  • Facebook Indonesia sudah mengubah platform agar apa yang terjadi di Cambridge Analytica tidak terjadi lagi.
  • Facebook Indonesia akan mencari tahu apa sebenarnya yang dilakukan oleh Cambridge Analityca. Facebook Indonesia melakukan investigasi terhadap aplikasi yang menggunakan Facebook sebagai login. Facebook Indonesia menjalankan tanggung jawab dengan serius, sebagaimana aplikasi ini bermisi sosial, membuat dunia lebih dekat, pertemanan, dan media sosial yang efektif dalam komunikasi. Facebook Indonesia mengakui atas kelalaian sebelumnya dan terima kasih sudah diterima di DPR. Facebook Indonesia siap menjawab pertanyaan anggota Komisi 1 yang terhormat.

 

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respons anggota terhadap pemaparan mitra:

Fraksi PDI-P: Junico BP Siahaan dari Jawa Barat I.Junico berpendapat bahwa media sosial memang sudah mengubah budaya, namun harus ada yang dilakukan oleh Facebook, yakni harus ada tindakan tegas. Junico berpendapat pihak Facebook ini diam saja padahal ujaran kebencian dan hoax itu banyak sekali di Facebook. Jika Facebook tidak bertanggung jawab, Junico menegaskan sebaiknya ditutup saja seperti Cina yang biasa-biasa saja tanpa Facebook. Junicomenyarankan harus ada kontrol untuk menjamin tidak adanya penyalahgunaan. Junico berpendapat, Facebook tidak bisa lepas tanggung jawab meskipun kesalahan terbesar ada pada Dr. Kogan. Junico menanyakan perihal jaminan agar data pribadi tidak disalahkan oleh pihak lain bila hanya diperingatkan begitu saja. Junico menanyakan, source income-nya Facebook dan kebenaran Facebook yang menjual data. Junico menanyakan, jumlah pekerja yang menangani masalah ini karena menurutnya ini sangat kurang. Junico ingin menanyakan, proses menangani hoax dan ujaran kebencian dan waktu sebelum di take-down oleh pihak Facebook. Junico pemberian sanksi terkait apa yang dilakukan oleh Dr. Kogan pada tahun 2015. 

Oleh Evita Nursanty dari Jawa Tengah. Evita  berpendapat, you still have the responsibility. Evita juga berpendapat bahwa kesalahan tidak bisa dilepaskan dari kesalahan Dr. Kogan. Evita menjelaskan bahwa sudah dari  tahun 2015 atau 2017Dr. Kogan melakukan hal ini. Evita menyarankanFacebook harus mengubah sistemnya agar tidak ada lagi pihak yang disalahkan. Evita menanyakan negara yang menggunakan kebocoran pada pemilihan di Amerika. Evita juga menanyakan pemenuhan Facebook terhadap pemberhentian investigasi yang diminta oleh Inggris. Evita menanyakan kebenaran Inggris gencar sekali mengintrogasi Cambridge Analytica sebab ada hubungannya dengan kasus Brexit. Evita berpendapat bahwa  pengaturan awal perlu diatur kembali seperti lokasi agar semua orang tidak mengetahui lokasi setiap orang karena sangat berbahaya. 

Oleh Andreas Hugo Pareira dari Nusa Tenggara Timur I.Andreas menegaskan Facebook tidak boleh melepaskan tanggung jawab terhadap keamanan data dan tidak boleh melakukan pembiaran terhadap Dr. Kogan, agar pelanggaran ini tidak terulang kembali. Andreas mengindikasikan bahwa ada hubungan yang erat antara Facebook dan Dr. Kogan dan menanyakan kepada Facebook, cara meyakinkan terkait tidak adanya konspirasi antara Facebook dengan Dr. Kogan.

Oleh Charles Honoris dari DKI Jakarta 3. Charles menanyaka perusahaan lain yang terkait dengan Facebook, misal WhatsApp, dan Charles juga menanyakan keberadaan chat dan panggilan. Charles berpendapat bahwa media sosial sering digunakan provokasi kerusuhan sosial, seperti kerusuhan di Tanjung Balai kemarin, ternyata terprovokasi orang di Jakarta melalui status di facebook, lalu bagaimana mekanisme dalam menghadapi ujaran kebencian.

Oleh Jimmy Demianus Ijie dari Papua Barat. Jimmy mengungkapkan dirinya menyesal bila Facebooktidak memiliki kepedulian. Jimmy menegaskan jangan hanya karena kepentingan bisnis maka kepentingan negara dirugikan. Secara pribadi, Jimmy mengungkapkan dirinya termasuk korban dari Facebook sendiri. Jimmy menegaskan agar Dr. Kogan dipidanakan dan bila tidak, maka Jimmy menganggap ini adalah permainan bersama untuk menjual data.

Fraksi Golkar: Bobby Adhityo Rizaldi dari Sumatera Selatan 2. Bobby ingin memastikan apakah kasus Cambridge Analityca ini sudah atau belum terjadi di Indonesia. Bobby berpendapat bahwa sudah menjadi kewajiban untuk menjaga kedaulatan dan Bobby menginginkan Facebook menjawab secara simple. Bobby menjelaskan platform Facebook terhubung juga dengan media sosial lainnya, lalu Bobby menanyakan apakah Facebook menjamin tidak adanya transfer data dan mengenai progres komersialiasi di Indonesia. Bobby menegaskan jangan sampai ada hal-hal yang khususnya sudah melampaui batas-batas dan kedaulatan Indonesia seperti pajak, data pribadi, dan lain-lain. Bobby menanyakan hal yang sudah dilakukan oleh Facebook di pusat untuk operasional di Indonesia untuk mencegahnya.

Oleh Satya Widya Yudha dari Jawa Timur 9. Satya menyatakan bahwa Dr.Kogan tidak memiliki hak untuk membagikan data dan merusak semuanya. Satya berpendapat bahwa bukan sistem yang dibobol melainkan pengkhianatan Dr.Kogan sebagai mantan developer Facebook. Satya menanyakan akan dikemanakan Dr. Kogan yang bersalah itu. Satyamenanyakan tindakan yang telah dilakukan Facebook kepada Dr. Kogan. Satya menyatakan bahwa Facebook is able to change business model dan default settings sekarang sama saja dan itu tidak bisa serta seharusnya memproteksi orang. Satya mengingatkan bahwa sejuta itu perkiraan saja, karena kita tidak mengetahui persis dan bisa saja lebih. Satya meminta supaya pengaturannya diubah dan Dr. Kogan harus dipidanakan, dan kalau tidak, Satya menyatakan bahwa Facebook berkonspirasi dengan Kogan. Satya menyarankan perlu mengubah pengaturan awal agar semua pihak merasa paham. Satya meminta kasus ini agar betul diberikan tindakan yang bisa membuat jera dan pengguna akan lebih nyaman.

Oleh Andi Rio Idris Pandjalangi dari Sulawesi Selatan 2. Andi menanyakan janji Facebook mengenai audit detail data pengguna Indonesia dan keberadaan data pengguna Indonesia yang didapat dari tools milik Kogan. Andi menanyakan bila selama ini Facebook menggunakan domain “.com”, lalu apakah dapat diubah menjadi “.co.id” agar data tidak dapat dibawa keluar. Andimenemukan ada kekeliruan dari pihak Facebook, sebab berkali-kali meminta maaf atas kebocoran data dan ini berulang berkali-kali. Andi meminta agar pihak Facebook tidak menganggap remeh masalah ini.

 

Fraksi Gerindra: Elnino M. Husein Mohi dari Gorontalo. Elnino melihat dari awal Facebook Indonesia terlihat tegang sekali. Elnino mengemukakan bahwa kasus mengenai Cambridge Analytica sudah banyak ditanya oleh banyak fraksi dan secara pribadi, Elnino sangat konsen terhadap kasus ini. Elnino juga berharap, agar Facebook tidak ditutup walaupun banyak masalah. Elnino berpendapat bahwa Facebook ibarat pemilik mall dan yang memiliki kesalahan adalah orang yang menyalahgunakan Facebook. Elnino menyarankan Facebook harus memiliki satpam dan verifikator agar tidak ada lagi pelaku kriminal. Elnino menjelaskan sebenarnya yang diminta dari Facebook Indonesia adalah penjaminan data pengguna agar tidak disalahgunakan oleh pihak ketiga dan tidak lagi ada kejadian seperti Coogen dan Cambridge Analytica. Elnino berpendapat  karena medsos, rakyat sudah terbagi-bagi kedalam kelompok besar dan kultur ke-Indonesiaan jadi semakin luntur, lalu Elnino menanyakan kesediaan Facebook bila ditutup jika ternyata data intelijen menyatakan bahwa diskursus data pengguna disalahgunakan. Elnino menjelaskan, saat orang mendaftarkan dirinya sebagai pengguna Facebook, mungkin akan membagikan data saat menggunakan situs lain di Facebook seperti saat bermain games dan membagikan situs atau tautan itu kepada pengguna lainnya, pengguna tersebut dapat melihat aktivitas kita dalam games tersebut.

Oleh Meutya Hafid dari Sumatera Utara I.Meutya menjelaskan bahwa tidak ada MoU karena pihak ketiga tidak menandatangani, sehingga tidak ada perlindungan kepada pengguna Facebook. Meutya mengaku dirinya tidak mengetahui negara yang memperbolehkan persetujuan elektronik di bawa ke ranah hukum sebab di sini juga tidak ada klausul jika terjadi pelanggaran. Meutya menganggap ini tidak ada klausanya dan dapat disimpulkan hari ini bahwa Facebook tidak dapat melindungi data penggunanya dengan baik.

Fraksi Demokrat: Roy Suryo Notodiprojo dari Yogyakarta.  Roy menginginkan untuk menarik ini ke sesuatu yang lebih besar. Seminggu lalu ketika Mark Zuckerberg memberikan jawaban kepada senator di Amerika, Roy mengemukakan, ada satu hal yang paling mengusik yaitu menolak UU Privasi baru di Amerika dan ini mengganggu sementara dirinya dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi sedang menyusun RUU Pengamanan Data Pribadi (PDP). Roy menanyakan apakah Facebook Indonesia dapat menolak hal tersebut bila CEO-nya menolak UU Privasi. Roy menegaskan Facebook Indonesia harus tunduk pada RUU Perlindungan Data Pribadi yang akan dibentuk oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi. Roy Suryo menanyakan pembuatan platform Facebook dan apakah pihak Facebook sudah menerima masukan dari Komisi 1 atau belum. Roy meminta jika ada pengguna yang stop menggunakan platform, maka data pengguna harus dihapus. Roy merasa perlu menentukan satu sikap setelah ini, apa yang harus dilakukan.

Fraksi PAN: Ahmad Hanafi Rais Wiryosudarmo dari Yogyakarta. Hanafiberpendapat bahwa Facebook tidak bisa hanya melakukan imbauan agar operator lain tidak menyalahgunakan data. Hanafi menjelaskan bila mengubah terms and condition pada 2014, hal tersebut sudah terlanjur dan terjadi kebocoran yang telah diperbolehkan sebelumnya. Hanafi mengemukakan memang tidak ada kebocoran data itu benar, karena memang ada pihak yang memberikan datanya. Hanafi berpendapat, bila data bocor ketika tidak ada yang memberikan datanya, namun Dr. Kogan memilikinya. Hanafi mengutarakan bahwa Facebook selama ini adalah korporasi. Hanafi menyatakanketika ada fakta bahwa korporasi ini memperdagangkan data, maka tentu bisa jadi Facebook sebagai korporasi mengambil untung, khususnya mengambil untung 115 juta pengguna Facebook di Indonesia. Hanafi menegaskan kebocoran data menjadi tanggung jawab Facebook,bila di Indonesia yaitu Ruben Hatari, di Asia Pasifik Simon Miller dan di dunia maka Mark Zuckerberg. Hanafi menanyakan keberadaan klausul saat terjadi pelanggaran padahal saat membuat perjanjian dalam kesadaran penuh. Hanafi mengatakan, yang menjadi keresahan publik adalah Facebook membuat aturan sendiri, yang aturannya tidak tercatat dengan jelas mengenai masalah sanksi. Ahmad mengatakan, mengapa pelanggaran luar biasa besar, sanksi ringan sekali. Ahmad mengatakan, memang Facebook meminta maaf secara terus menerus namun tidak ada tindakan tegas yang akhirnya menimbulkan kegelisahan. Hanafi mengatakan dalam bayangannya, Facebookdiubah menjadi koperasi. Hanafi menyatakan, bila Facebookmenjadi koperasi maka pengguna juga mendapatkan haknya sebagai pemilik atas data pribadinya, apalagi ini khasnya Indonesia. Hanafi ingin meminta perjanjian antara Facebook dengan Cambridge Analytica dan Dr.Kogan sebab masalah ini perlu diluruskan. Hanafi meminta Facebook untuk mengubah kebijakan dan menginginkan jaminan untuk menjalankan term of services terkait keamanan data dan distribusinya sebab tentu tidak cukup hanya dengan minta maaf namun segala bentuk konten di Facebook harus disikapi secara serius. Hanafi meminta laporan audit investigasi Facebook seutuhnya dilaporkan dan tidak segan untuk memanggil Facebook kembali soal tindak lanjut pembahasan saat ini sampai dengan tindaklanjutnya. Hanafi juga meminta laporan audit investigasi terkait data pengguna Indonesia dan laporan seutuhnya.

Fraksi PKS: Sukamta dari Yogyakarta.Sukamta menganggap Facebook terlihat santai menghadapi kasus ini ibarat makhluk suci yang tidak memiliki kesalahan apapun. Sukamta justru melihat bahwa Facebook Indonesia mengklaim bahwa Cambridge Analytica yang salah dan melanggar aturan sementara perjanjian tidak diperhatikan. Sukamta menegaskan bukan alasan yang bagus untuk menghadirkan perjanjian dengan Cambridge Analytica sebab pihak ini baru diwawancarai oleh CNN dan Cambrige Analytica mengaku tidak bersalah. Sukamta menuturkan, apabila seperti ini, pihak mana yang bertanggung jawab dan tidak adanya tanggung jawab moral dalam melibatkan pengguna di seluruh dunia yang jumlahnya miliaran. Sukamta  menuntut adanya bukti perjanjian yang telah dibuat dengan seluruh pihak terkait yang akan menggunakan data Facebook dan menurut Sukamta bila perlu Cambridge Analityca diundang ke Indonesia. Sukamta menanyakan pihak yang menggunakan data Facebook selain Cambridge Analytica. Sukamta menanyakan pengaruh dari angket yang diadakan oleh Facebook dan jaminan bila Facebook tidak menyimpan percakapan antar pengguna Facebook dan meminta jawaban sebenarnya bukan diplomatik.Sukamta menanyakan keberadaan foto yang telah dihapus oleh pengguna dalam data server Facebook dan tanggapan Facebook apabila ada pengguna yang melakukan permohonan ingin mengetahui data pribadi. Sukamta juga menanyakan tanggapan Facebook atas permintaan penghapusan data pribadi sebab ini sangat terkait dengan regulasi UU ITE di Indonesia. Sukamta menanyakan volume data dan transaksi Facebook bisnis sebab Facebook mengatakan bahwa misi dari Facebook adalah sosial. Sukamta juga menanyakan kesiapan dan konsekuensi Facebook atas kasus ini karena mungkin ada pidana atau perdata. Sukamta mengatakan tidak adanya agreement dengan Cambridge Analytica, seolah memang tak adanya perlindungan memadai dari Facebook kepada penggunanya. Sukamta menanyakan letak tanggung jawab sosial dan tanggung jawab Facebook bila media tidak mengungkapkan isu ini pada Maret 2018. Sukamta melaporkan sudah lewat masa tahun 2015, ketika diminta delete, namun ternyata tidak dikerjakan sementara sudah diributkan setelah muncul di media. Sukamta menanyakan apakah data memang terhapus atau mengetahui namun membiarkannya. Sukamta menegaskan hal yang dilakukan oleh Cambridge Analytica yang sudah melanggar kebijakan. Sukamta merasa heran bila mempekerjakan pihak ketiga tanpa MoU keamanan data. Sukamta berpendapat bahwa Facebook tidak melakukan proteksi yang cukup untuk mengamankan data pelanggan kepada pihak ketiga dan menanyakan apakah ini kesengajaan atau tidak. Sukamta menambahkan apa yang disampaikan oleh Simon menurutnya selama ini Dr. Kogan tidak mendapatkan sanksi. Sukamta merasa heran dengan perusahaan raksasa sekelas Facebook tidak mencantumkan sanksi di MOUnya. Sukamta mengemukakan bila 1 juta pengguna yang bocor ini adalah 500 juta, yakni politisi di Jakarta dan seluruh Gubernur di Indonesia, ini menandakan software bisa digunakan untuk menjatuhkan Indonesia.

Fraksi Hanura: Moh. Arief S. Suditomo dari Jawa Barat I. Arief menanyakan jumlah pengembang aplikasi yang menggunakan platform. Arief ingin mendapat informasi mengenai hal signifikan yang dilakukan pada Dr. Kogan sebab menurutnya aplikasi apapun itu sudah sangat jamak untuk mendapatkan pengunduh. Arief menyarankan harus memiliki pertanggungjawaban agar lebih sehat di media sosial. Arief berpendapat situasi dari dunia maya sudah sangat keruh dan wajib membersihkannya kembali sebab level edukasinya masih kurang bagus. Arief menganggap sangat senang untuk turut serta kampanye media sosial yang sehat dan Facebook juga harus bisa turun langsung kepada masyarakat. Terkait hoax dan hate speech, menurut Arief hal ini terkesan lambat ditangani oleh pihak Facebook dan mohon untuk penanganannya. Arief menanyakan komersialisasi langsung dan tidak langsung terkait proses sharing platform dan keuntungan dari hal tersebut. Arief menanyakan jumlah pengembang aplikasi pihak ketiga Facebook di seluruh dunia.

 

Respons Mitra

Berikut merupakan respons mitra terhadap pemantauan rapat:

Ruben Hatari, Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia:

  • Pihak Facebook Indonesia dapat memberikan kebijakannya dengan pihak lain namun untuk dengan Cambridge Analytica, Facebook Indonesia tidak memilikinya.
  • Facebook Indonesia meminta maaf atas nama Facebook dan akan terus berkomitmen agar pengguna mendapatkan kepercayaan kami kembali.
  • Hubungan Facebook dengan pihak ketiga, platform policy yang terakhir, digunakan pada pengembang aplikasi dan semua harus setuju dengan kebijakan yang telah ditentukan.
  • Facebooktidak menjual data, itu sudah kami tuangkan. Kebijakan ini berubah berapa kali, tapi tidak untuk menjual data dan ini merupakan kebijakan Facebook dari awal.
  • Facebookakan kejar Dr. Kogan jika memang dibutuhkan dan selebihnya Pak Simon akan menjelaskan lebih rinci lagi.
  • Facebook sangat transparan mengenai data yang telah dibagikan dalam platform.
  • Sifat dan syarat persetujuan ini dalam bentuk elektrik dan mereka yang mendaftar, harus setuju dengan kebijakan yang ada.
  • Facebook mengontrol semua pihak yang menggunakan platform.
  • Facebook adalah platform gratis, maka harus memiliki pengaturan yang konsisten sebab bukan bagian produk.
  • Facebook sering menampung masukan dari masyarakat Indonesia dan juga memiliki tools yang bisa mendeteksi bencana alam. Facebook Indonesia menampung masukan dari Komisi 1 dan akan meneruskan ke bagian produksi.
  • Mengenai hate speech, ini memang sesuatu yang dikeluhkan dan sepertinya Facebook yang terlalu lama meresponnya dan menangani hal ini.
  • Untuk lebih cepat menanggapi report atau keluhan, semua konten bisa langsung dilaporkan di menu yang ada di Facebook.
  • Tapi Facebook paling tidak 24 jam bisa merespon tentang hal ini dan Facebook juga menyadari tahun ini adalah tahun politik serta sudah bekerja sama dengan Bawaslu.
  • Saat ini, jalur pelaporan langsung dari Bawaslu sudah dibuka dan semua pihak bisa melapor sebab Facebook juga training pengawas di daerah.
  • Data tidak bisa dijual serta tidak ada data spesifik tentang orang di facebook. Bila ada iklan, semua pihak tidak memiliki data seseorang, hanya data agregat, misal lelaki di Jakarta suka mobil, jadi tidak ada data spesifik yang pindah tangan ke pihak ketiga.
  • Data tidak pernah dijual oleh Facebook dan bila ada data seperti Pak Kamta suka bola lalu ada iklan bola menyasar di Facebook bapak, hal itu bukan karena Facebook menjual data Pak Kamta tapi mereka memberikan iklan secara umum dengan data bahwa Pak Kamta itu lelaki.
  • Facebook supportive untuk regulasi apapun dan dunia digital berkembang, sehingga masyarakat hingga pemerintah memeroleh manfaatnya.
  • Soal pajak, Facebook membayar selayaknya perusahaan yang tunduk terhadap aturan yang ada. Facebook juga membayar pajak selayaknya perusahaan biasa sesuai UU pajak yang berlaku di Indonesia, Facebook bayar pajak untuk semua transaksi yg dilakukan.
  • Fokus di Indonesia yaitu literasi digital, tapi sangat luas. Facebook mencari dampak terbesar dan ada 2 yaitu bisnis mengenai edukasi women entrepreneur untuk menggunakan Facebook untuk berwirausaha dan kedua, program think before you share, target 16-24 tahun, ada kurikulum mengenai tentang mencerna konten di media sosial.
  • Facebook terjun menjalankan program bersama LSM di Indonesia agar para pengguna lebih bijak menggunakan sosial media.

Simon Miller, Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific:

  • Tahun 2014, perubahan untuk mencegah apa yang dilakukan oleh Dr. Kogan yaitu mengakses data teman.
  • Saat insiden terjadi, Facebook tidak ada hubungan dengan Cambridge Analytica, namun hanya dengan Dr. Kogan sebab tidak ada dokumen apapun yang mengaitkan Facebook dengan Cambridge Analytica.
  • Berharap apa yang telah disampaikan cukup membantu dan dapat membagikan kebijakan dan ketentuan sekarang dan saat Dr. Coogan mengembangkan Decision Digital Life.
  • Dari ketentuan dan kebijakan sekarang, ada larangan membagi data kepada pihak lain. Aspek ini yang mengkhawatirkan bagi kita semua, terutama warga Indonesia yang terkena dampaknya.
  • We've changed Facebook system, so you couldn't access Facebook's friends and Cambridge Analityca just using data for advertising.
  • Terkait terjadi pelanggaran, ada tindakan seperti menghapus aplikasinya, ini tergantung sifat pelanggaran. Bila minor tidak sampai menghapus, tapi yang dilakukan Dr.Kogan itu tidak dibenarkan.
  • Akan menempuh langkah yang diperlukan jika terjadi pelanggaran.
  • Memang betul ada keharusan menghapus data yang diperoleh. Pada tahun 2015, saat ada pelanggaran oleh Dr. Kogan, kami meminta penghapusan dan verifikasi legal sudah dilakukan.
  • Mengenai apa yang terjadi dgn Dr. Kogan, hal pertama yang dilakukan adalah investigasi yang tengah berlangsung. Selain itu, ada tuduhan bila Facebook masih menyimpan data. Saat ini Dr. Kogan sedang bersama initial coin offering (ICO) dari Inggris. Facebook diminta menunggu sampai investigasi selesai.
  • Meski terdapat arahan, Facebook diminta berhenti sementara oleh ICO. Facebook tidak berhenti melakukan investigasi, maka setelah selesai akan menempuh langkah selanjutnya.
  • Antara 2013-2015, jadi data apapun yang digunakan oleh Cambridge Analytica adalah data dalam rentang waktu tersebut.
  • Dalam dokumen platform Facebook, dokumen mengikat secara hukum dan berlaku perjanjian kontrak dengan pihak ketiga termasuk Dr. Kogan. Sanksi yang tegas akan diberikan sesuai dengan masukan dan saran.terima sarannya, dan akan kami masukan.
  • Facebook mengambil langkah hukum terhadap Dr. Kogan, tapi sementara diminta berhenti karena diminta oleh ICO di Inggris.
  • Saat ini, Dr. Kogan dan Cambridge Analityca sedang ada investigasi dari pemerintah Inggris.
  • Akan ada usaha terus menempuh langkah hukum ini dan terima kasih atas masukan anggota dewan untuk memperbaiki masalah ini selanjutnya.
  • Investigasi ini dilakukan di Inggris karena Cambridge university dan Dr. Kogan kedudukan hukumnya adalah di Inggris.
  • Hate speech idak terlalu banyak di Facebook tapi memang banyak di Indonesia.Facebook akan men-take down 99% dari konten ISIS dan hate speech perlu waktu dalam penanganan, tapi setiap hari akan terus dipantau.
  • How we get money? We have ads by facebook advertising. We have millions facebook advertiser from Indonesia.

 

Kesimpulan

Rapat tidak menghasilkan kesimpulan.

Penutup

RDPU Komisi 1 dengan Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia dan Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific tentang kebocoran data 1 juta pengguna di Indonesia ditutup oleh Ahmad Hanafi Rais dari Fraksi PAN dapil Yogyakarta pada pukul 15:15 WIB

Untuk melihat rangkaian livetweet RDPU Komisi 1 dengan Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia dan Vice President of Public Policy Facebook Asia Pacific tentang kebocoran data 1 juta pengguna di Indonesia, kunjungi chirpstory.com/li/389257

 

Ilustrasi: hipwee.com

WikiDPR/nee/fy