Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Kesaksian Terpidana dan Saksi Kasus Korupsi– RDPU PANSUS Hak Angket KPK dengan Muchtar Effendi dan Miko Panji Tirtayasa

Komisi/AKD: Panitia Khusus, Tanggal Rapat: 25/Jul/2017,  Ditulis Tanggal: 08/Aug/2017

Mitra Kerja: Miko Panji Tirtayasa Muchtar Effendi Kesaksian Terpidana dan Saksi Kasus Korupsi– RDPU PANSUS Hak Angket KPK dengan Muchtar Effendi dan Miko Panji Tirtayasa

Pada 25 Juli 2017, Pansus Hak Angket KPK mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Muchtar Effendi dan Miko Panji Tirtayasa. RDPU ini dipimpin oleh Masinton Pasaribudari Jakarta 2 dan dimulai pukul 14:34 WIB.

Sebagai pengantar rapat, Masinton menjelaskan bahwa dasar Pansus Hak Angket KPK adalah mencari keterangan dan sudah tertuang pada Pasal 203, Pasal 204, dan Pasal 205.

Arteria Dahlan dari Jatim 6 menanyakan sebab 2 orang (Muchtar Effendi dan Miko Panji Tirtayasa) dihadirkan dalam pansus KPK, karena salah satunya berstatus terpidana. Arteria menanyakan apa yang melatar belakangi saksi hadir apakah saksi mengetahui apa  statusnya dalam rapat Pansus kali itu serta apa yang ingin disampaikan oleh para saksi.

Sebelum memberikan kesaksian kedua saksi bersumpah terlebih dahulu.

 

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan Muchtar Effendi:

  • Muchtar mengaku membawa bukti nyata bagaimana kedzaliman Novel Baswedan dan kawan-kawannya kepada dirinya. Selain itu, Ia jugamengaku mendapat ancaman, intimidasi, dan rekayasa. Menurut Muchtar, kerangka perkaranya adalah dimana waktu itu Akil Mochtar menerima suap dan Muchtar yang menjadi perantara suapnya. Namun tidak ada alat bukti yang cukup berupa uang yang diterima Muchtar Effendi, ungkapnya.
  • Ancaman yang Muchtar alami dari Novel Baswedan antara lain kehadiran Novel Baswedan yang datang ke apartemen miliknya dan berkata, "jika tidak koperatif, Bapak bisa saya miskinkan dan akan saya pidana 20 tahun dengan 4 pasal yang memberatkan, presiden kalau salahpun saya penjarakan". Muchtar menyatakan ancaman tersebut sekarang terbukti karena dirinyaterjerat hukuman 5 tahun.
  • Muchtar merasakan adanya keanehan karena setelah menjalani proses "pesantren" 3 tahun di Sukamiskin, Muchtar diperkarakan kembali dengan BAP yang sama dan kasus yang sama. Menurutnya ini adalah cara Novel Baswedan agar Muchtar dipenjara selama 20 Tahun. Ia menduga jika memang menetapkan dirinya sebagai tersangka semestinya sudah sejak 3 tahun lalu hingga ia dapat bebas bersamaan dengan Andi Malarangeng. Muchtar mengaku mengetahui bahwa dirinya sudah ditetapkan sebagai tersangka dari media.
  • Muchtar mendapat surat dari KPK yang memperlihatkan bahwa dirinya terjerat kasus lain. saat ini Muchtar belum mendapatkan surat penetapan tersangka yang baru, mereka hanya berkoar-koar saja. hari ini saya tantang KPK utk mengantar surat penetapan dirinya sebagai "TERSANGKA.” Muchtar dipenjara tanpa surat, 2 minggu setelah Novel mengumumkan itu kemudian dia (Novel Baswedan) disiram (asam kuat) jadi menurut Muchtar hal itu adalahadzab Allah swt juga. Muchtar bersyukur Novel disiram cairan berbahaya oleh orang lain karena baginya Novel terlalu mendzolimi org lain.
  • Dalam putusan MA disebutkan bahwa tidak ada penyitaan pada barang-barang Muchtar Efffendi. Muchtar menerangkan bahwa hartanya tidak dikembalikan KPK, padahal sesuai aturan tidak ada hubungan antara hartanya dengan  kasus Akil Mochtar. Muchtar menyebutkan bahwa mobil sejumlah 25 unit, motor 45 unit dan Rumah 3 unit tidak dikembalikan oleh KPKpadahal penahanan tersebut tidak sesuai dengan aturan.
  • Selanjutnya Muchtar memberikan keterangan kembali bahwa utusan Johan Budi datang kepadanya dan menawarkan, "harta Pak Muchtar bisa dikembalikan kalau harta Bapak dibagi dua". Selain itu Muchtar mengaku mendapat ancaman akan ditembak pada 2 Juli 2014 dengan Satpam Mall of Indonesia (MoI) dan istri Muchtar sebagai saksinya, Ia mendapat ancaman tersebut karena tidak mau ikut Novel Baswedan untuk menyaksikan perampasan mobil Jazz istrinya. Ancaman berikutnya adalah perampasan mobil Fortuner, padahal menurut Muchtar mobil itu bukanlahmiliknyakarena mobilnya yang berjumlah 25 unit sudah disita oleh Novel. Ancaman lain adalah untuk memenjarakan istrinya. Muchtar menuturkan bahwa Novel Baswedan dan rekannya mengancam istrinya akan dipenjarakan, selain itu Muchtar menerangkan bahwa Novel Baswedan juga ingin membunuh Muchtar jika dirinya keluar penjara nanti dengan CCTV kasus Romi H sebagai saksinya. Selain itu, Muchtar juga menyatakan bahwa ancaman lain adalah Novel mengatakan bahwa "ketahuilah Allah itu ada 2."Muchtar mengaku sempat marah mendengar itu, darahpun akan ia pertaruhkan atas ancaman culik hingga membunuh anaknya jika ia tidak mengikuti alur main Novel Baswedan.
  • Pada Januari 2017 saat Muchtar mengurus surat pembebasan bersyarat dan Novel Baswedan mengetahui hal tersebut karena adanya mata-mata KPK di Sukamiskin bahkan sampai Muchtar dan kawan-kawan mengadakan rapat pun dilaporkan ke KPK.
  • Selama 3 tahun Muchtar menjalani hukuman di Sukamiskin dan Novel mengatakan bahwa dirinya terjerat perkara lain. Menurutnya, hal itu merupakan cara untuk memperlambat kepulangannya (bebas dari penjara). Karena Novel tahu dirinya akan pulang, maka pada Maret 2017 dikirimlah surat dari KPK jika ada kasus lain dan pihak lapas kemudian tidak mau menindaklanjuti formulir Muchtar. Muchtar merasa dirugikan kenapa penetapan tersangka baru diurus setelah dirinya mau pulang. Mindset "Diperiksa KPK pasti jadi tersangka" itu sudah menjadi opini publik, itu karena mereka belum pernah diperiksa oleh KPK, persepsi hukum di KPK belum jelas. Muchtar menyatakan dirinya dipaksa harus mengenal Akil dan merasa heran perkara  foto dirinya dengan Akil harus diartikansaling kenal satu sama lain. Muchtar menegaskan bahwa penzoliman yang ia alami akan ia tuntut di Padang Mahsyar.

 

Berikut merupakan keterangan dari Miko Panji Tirtayasa:

  • Miko menyampaikan bahwa dirinya datang ke rapat adalah untuk mencari keadilan sejak tahun 2014. Kehadirannya dalam rapat bukanlah skenario atau dibayar oleh Pak Muchtar Effendy, tuturnya. Sampai detik ini Miko mengaku tidak dapat bertemu dengan istrinya dan di masyarakat dirinya disebut penipu. Di media massa, Miko mengaku disebut melarat.
  • Miko menyatakan hadir ke dalam rapat karena ingin saksi-saksi yang masih bungkam harus bicara. Miko datang ke dalam rapat untuk menuntut kebenaran dan keadilan seperti dulu ketika ia menjerumuskan pamannya ke penjara.
  • Perlu digarisbawahi bahwa "KPK BUKAN TUHAN" kemudian Miko meminta peserta rapat menyaksikan video kesaksiannya. Miko berniat melaporkan dirinya sendiri karena memberikan keterangan palsu di bawah arahan seseorang.
  • Miko mengaku membuat video dan mengedarkannya di media daring karena tidak tahu harus melaporkannya kepada siapa. Namun ia menyayangkan dengan  langkahnya tersebut ia diduga sebagai orang yang menyiram cairan berbahaya Pak Novel Baswedan. Miko menegaskan bahwa dirinya bukanlahtersangkastatusnya kini masih sebagai orang yang diduga menyiram Novel Baswedan. Mikomengaku merasa bersyukur sekali ia mendapat fitnah tersebut karena dahulu Ia memfitnah pamannya, Pak Muchtar Effendi dll.
  • Miko menjelaskan bahwa ia tidak menantang KPK melainkan menantang oknumnya, karena institusinyabaik. Selanjutnya ia menduga opini yang muncul atas kehadirannya dalam rapat pasti karena dibayar, nama aslinya bukanlah Miko melainkan Niko Panji Tirtayasa. Miko menyebut bahwa KPK yang membawa nama Miko ke pengadilan.
  • Miko menyatakan bahwa ia dalam keadaan sehat wal afiat, tidak gila seperti yang diberitakan di TV. Sebagai klarifikasi, Miko menyebut bahwa video yang beredar (di sosial media) semuanya benar.Miko diajak untuk bertemu dengan Sambowo namunia dibawa ke Kelapa Gading, Jakarta, dengan 3 Penyidik KPK di dalam mobil dan dalam penyekapan tersebut ia mengaku tidak bisa menelpon keluarga.  Didalam penyekapan tersebut ia diancam untuk memberikan keterangan perihal Pilkada di Palembang, Kab Empat Lawang. Kami (Miko dan kawan-kawannya) ketakutan karena tidak dapatbertemu keluarga dan alat komunikasinya diambil. Miko mengaku diancam Firdaus Taufiq karena Firdaus tahu dirinya adalah keponakan yang paling disayang pada saat disekap. Miko diberikan identitas baru, dibuatkan KTP fotocopidan diberikan kartu anggota KPK dengan nama Miko. Pemberian Hard disk dari Miko ke penyidik tidak ada saksi karena hanya 4 mata.
  • Miko menyampaikankeinginannya agar proses penyidikan atas dirinya ditampilkan karena ada CCTV ketika itu dan Miko harus menelepon Saudara Mulyana karena Miko harus datang, jika tidak datang, akan dibunuh. Miko menambahkan adanya surat panggilan saksi, namun bukan pendalaman melainkan copy-paste dari pernyataan Miko.

Pemantauan Rapat

Fraksi PDIP: EddyWijaya Kusuma dari Banten 3. Eddy menerangkan adanya kasus korupsi yang ditukar dengan rumah kos 50 pintu, harta yang dijadikan barang bukti senilai 35M, dll. Eddy bertanya pada saksi berapa nilai dari motor dan mobil serta apakah ada tanda terima ketika penahanan harta berlangsung seperti surat penyitaan dan apakah Muchtar masih menyimpan surat penyitaan itu saat ini. Eddy melanjutkan pertanyaan pada saksi, apakah ketika di Penjara Sukamiskin Saksi menerima intimidasi, jika ya, maka seberapa sering dan seperti apa bentuknya. Selain itu, Eddy menanyakan dari mana Saksi dapat membuat pernyataan bahwa hakim takut dengan KPK. Eddy menanyakan apa tuduhan yang Muchtar terima ketika pertama kali ditangkap KPK dengan menggunakan Pasal 21. Atas dasar pasal tersebut, keterangan palsu apa yang dibuat oleh Muchtar serta dari mana dan siapa yang membuat foto tersebut.

Fraksi Golkar: John Kenedy Azis dapil Sumbar 2. John menanyakan jika Muchtar sudah dieksekusi berarti Muchtar sudah lepas dari KPK namun Muchtar masih diintimidasi oleh KPK.Berdasarkan keterangan Muchtar Effendi bahwa ada utusan dari Johan Budi kepada Muchtar terkait penyelesaian penyitaan oleh KPK, John mempertanyakan siapa saja utusan tersebut dan apa maksud mereka (utusan-ututsan Johan Budi). Kejadian penyitaan pada tahun 2016 apakah masih ada harta tersebut hingga kini dan seorang Ibu yang disebut-sebut siapakah namanya. John meminta keterangan dari Muchtar terkait perubahan identitas dari Niko menjadi Niko siapakah yang menginginkan hal tersebut, di mana kejadiannya (perubahan identitas), dokumen apa yang diserahkan dan siapa yang menyerahkan.Selanjutnya John menanyakan apakah benar Miko diinapkan di Kelapa Gading, siapa pemilik rumah tersebut dan siapa yang meminta Miko untuk tinggal di situ. Kemudian John bertanya lagi apakah Miko masih ingat alamat rumah di Kelapa Gading dan Pancoran Mas karena menurut John, Pansus butuh untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut terkait keterangan saksi.

Fraksi PAN: Daeng Muhammad Dapil Jabar 7. Daeng menanyakan kapan tepatnya Saudara Miko mulaibekerja dengan Muchtar.Selain itu Daeng meminta keterangan apakah Miko diminta memberikan kesaksian bahkan sebelum bekerja secara resmi dengan Muchtar pada Agustus 2013. Jika ya, maka Daeng menanyakan kembali apa yang ingin didapatkan dan apa yang diminta. Kemudian Daeng meminta keterangan keberadaan Miko saat peristiwa (penyuapan) terjadi. Mengingat Miko bekerja resmi dengan Pak Muchtar Agustus 2013 maka Daeng melanjutkan pertanyaan mengenai sapa yang menginstruksikan Miko (untuk memberi kesaksian palsu) dan apa ancaman yang diterima serta apakah ada keterkaitan dengan kasus yang bukan merupakan persoalan dengan Akil Mochtar.

Fraksi Nasdem: Taufiqulhadi Dapil Jatim 4. Taufiqulhadi meminta keterangan Miko ketika di-BAP menggunakan nama apa dan siapa yang menangani. Taufiqulhadi menanyakan apakah dengan kesasian atas nama palsu Miko akhirnya divonis atau tidak.

 

Respon Mitra

Berikut merupakan respon Muchtar Effendi atas pendalaman anggota:

  • Muchtar menyatakan bahwa hartanya sampai saat ini tidak dikembalikan hanya karena KPK mendengar keterangan Miko Panji akhirnya harta Muchtar dirampas.Muchtar bersumpah atas nama Allah swt menyatakan bahwa harta tersebut adalah hartanya. Menurut Muchtar, pasal baru bertentangan dengan putusan hukum yang ada. Ia meambahkan bahwa kebebasan bersyaratnya batal karena putusan tersangka baru. Selain itu, perekonomian keluarga Muchtar jadi berantakan karena tidak ada lagi pejabat atau kepala daerah yang mau berhubungan dengannya.Muchtar mengucap syukur kepada Allah karena Hakim berbaik hati memberikan haknya meskipun Novel Baswedan memberikan penetapan tersangka baru kepada Muchtar. Muchtar menegaskan bahwa dirinya tidak mencuri uang negara.
  • Menurut Muchtar, terpidana di Sukamiskin sana kebanyakan tidak mencuri uang negara.
  • Muchtar meminta untuk memperbaiki lagi hukum di Indonesia.
  • Muchtarmengikuti putusan sehingga selama 5 tahunIa dipenjarakan. Tetapi KPK harus taat pada putusan seperti pengembalian harta saya.Menurut Muchtar KPK menghalangi dirinya sebagai tersangka baru.Muchtar menyatakan bahwa KPK menuduhnya menerima suap dan pihak KPK mmbayar saksi-saksi.
  • Muchtarmengaku diancam saat menjadi saksi di suatu ruangan KPK, dan Novel Baswedan yang mengancam. Muchtar mengatakan dirinya tidak paham di mana asetnya karena surat pengambilan aset dirinya saja tidak dijawab. Selain itu Muchtar mengatakan memiliki temandi Sukamiskin yang memiliki uang 4 miliar (dollar) dan tidak jelas uangnya dikemanakan.
  • Utusan Johan Budi menelepon dirinya dan kini nomor teleponnya masih ia simpan sehingga  bisa dilacak. Utusan tersebut datang dengan lisan bukan bersama surat pada 2016. Saat hampir idul fitri di Sukamiskin, Muchtar bertemu dengannya pada bulan puasa. Muchtar ditelepon, “ini ada amanat dari Pak Johan Budi.Orang-orang butuh THR”. Maka hak jual diberikan saat itu juga dan dibagi dua. Muchtar diberi keringanan tapi Ia tidak mau karena putusan Makamah tidak seperti itu.
  • Walaupun Muchtar belum ada dana untuk mengembalikan hartanya, iaakan mengembalikan segalanya kepada Allah swt. Muchtar mengaku tidak mengetahui hartanya karenaada berdasarkan keterangan di atas kertas namun fisiknya saya tidak tau. Menurut Ibu Ida, orang yang Muchtar percaya,mengenai harta fisik milik Muchtar tidak jelas kemana sekarang. Total semua aset milik Muchtar adalah 35 M termasuk harga tanah, motor, mobil, dan lain-lain. Hakim sudah memutuskan bahwa harta tersebut tidak terkait dengan Tindak Pidana Pencucian Uang Akil Mochtar dan Ia punya surat penyitaan.
  • Muchtar mengaku bahwa Novel Baswedan punya dendam pribadi dengannya karena hartanya bisa kembali kepada saya. Bagi mereka tersangka saja dulu maka akan tetap dihukum. Hakim takut dengan KPK. Perkara yang saya cari di Google adalah seorang hakim yang menerima hadiah maka itu hakim takut sama KPK. Apa yang dituntut jaksa pasti akan menjadi putusan, seperti itu. Tidak terjadi penyuapan dan penghalangan namun fakta persidangan tidak dilihat.
  • Ada salah satu hakim yang independen yaituHakim Sofialdi. Tidak ada bukti Pak Mochtar menghalangi karena beliau jujur, ketika saya sidang beliau selalu ada. Beliau tahu apa yang disampaikan oleh saksi dan barang buktinya. Apa yang disampaikan oleh saksi dan saya utarakan bisa dipahami karena saya bersaksi dengan barang bukti.
  • Muchtar menerangkan bahwa ia telah berkata kepada wartawan, "kalau Muchtar benar-benar makelar buktikan di mana, saya akan kasih 1 M".Jika Muchtar adalah seorang makelar Ia mempertanyakan mengapa dari 8 perkara hanya 1 yang menang yakni di kota Palembang saja. Muchtar mengaku mengalami sendiri bagaimana dirinya diancam, dan menurutnya saksi-saksi bicaranya amburadul. Muchtar menegaskan bahwa uangnya adalah uang halal untuk ituia tidak takut PPATK. Muchtar menyampaikan keberatannya karena ia dipermasalahkan hanya dengan menabung uang dollar aja dipermasalahkan. Muchtar berdagang mobil, motor, tanah, dan atribut partai. Muchtar mengaku tidak ditangkap tapi langsung diberi surat tersangka ke apartemen tentang Pasal 21 tentang penggalangan penyelidikan Akil Mochtar dan berdasarkan keterangannya, itu Ia dapatkan karena tidak sejalan saat persidangan.
  • Muchtar diakui oleh supir pribadi dan ajudan Pak Mochtar dan Ia menyatakan tidak ada hubungan sama sekali dengan Novel Baswedan. Ada ancaman dari Novel Baswedan yakni penjara 20 tahun dan memiskinkan dirinya seperti Joko Susilo. Kemudian ia diancam oleh Novel Baswedan yang berkata, "Saya akan penjarakan kamu 20 tahun dengan 4 pasal dan akansaya miskinkan Bapak seperti Jendral Joko Susilo."

Berikut merupakan respon Mitra, Miko Panji Tirtayasa:

  • Miko mengaku bahwa BAP diambil dari surat pernyataan yang ia buat, dan saat di pengadilan hal ini dipertanyakan. Akhirnya Miko disekap di Depok di dekat pembuangan sampah. Miko menegaskan bahwa dirinya adalah saksi bukan tersangka. Sampai akhirnya Iaberpura-pura menjadi saksi agar lepas dari pengawalan, tetapi malah semakin ketat seperti anak menteri.
  • Miko meminta KPK kinerjanya dievaluasi, penyidiknya kalau bisa diganti dulu. Selain itu ia juga menyarankan agar bongkarlah para penyidiknyabaru kemudin bentuk penyidik baru dan disumpah sebenar-benarnya di KPK. Jika boleh, sekarang juga Miko inginmembuka kasus PT Adi Karya. Di dalam BAP, menurut Miko ini semua copy paste dan rekayasa.
  • Miko menjelaskan bahwa ia diminta berbohong dengan mengatakan adanya korelasi pamannya (Muchtar Effendi) dengan Akil Mochtar. Ia harus bilang bahwa dirinya pernah hadir di persidangan di MK dan menyarankan anggota pansus untukmelihat saja CCTV-nya apakah dirinya ada di sana atau tidak.
  • Miko menyatakan bahwa semua ini adalah bukti tuhan ada 2, Tuhannya Miko adalah Allah SWT dan tuhan kedua adalah Novel Baswedan, tidak ada yang bisa lolos dari penyidik Novel. Menurut Miko, tahun 2015, kasus ini seperti beli gorengan, ada pedas dan ada sedang.
  • Miko berpandangan bahwa KPK di dalam berbeda dengan KPK yang ada di TV. Alasan Miko adalah pada 2015 Novel Baswedan sudah berkata kalau Setya Novanto akan menjadi tersangka, dan sekarang terbukti. Miko mengaku dijanjikan mendapat 50% dari aset sitaan Muchtar Effendi dan Akil Mochtar oleh Abraham Samad dan Novel Baswedan untuk menjebloskan Muchtar Effendy, Akil, dll.
  • Miko memberi masukan agar semboyan KPK diubah menjadi "Berani Jujur, Masuk Penjara."
  • Miko mengakui dirinya adalah anaknya KPK karena dirinya masuk tidak lewat pintu depan melainkan melalui pintu samping. Selain itu, Miko mengaku diberi fasilitas lengkap dibanding saksi lainnya. Miko menyatakan bahwa sebelum sidang berjalan, ia diarahkan dan diberi fasilitas seperti pijat di Hotel Aston.Miko hanya tinggal meminta makanan dan mobil apapun yang iainginkan dan akan diberi oleh KPK.Sampai di sana (Hotel Aston) Miko mengaku diarahkan jaksa (Pak Pulung dan Ibu Eli)harus bicara apa. Iamengatakan bahwa dirinya digaji sebesar Rp1,4jt (selama 4 bulan) oleh pihak biro hukum. Selanjutnya ia menerangkan bahwa ia masih mendapat ancaman sampai Maret 2017. Miko menyatakan bahwa pengancaman jaksa terstruktur mungkin karena pimpinan Pak Novel yang senior tersebut.
  • Miko menyatakan bahwa jaksa juga mengancam dengan hal yang sama, "bilamana kamu tidak bekerja sama, anak dan istri kamu akan dipenjarakan". Detik-detik vonis, Miko mengaku pergi ke Raja Ampat dan Bali dan dibiayai KPK dan inilah yang membuka kepala Miko hingga berkata "oh ini yang membuat bohong di Indonesia itu nikmat." KPK bekerja dengan Pak Sambowo, karena Paman saya selalu mendengar saya. Jadi asal muasalnya adalah Saya dibuat menjadi aktor penyuapan. Saya tidak dapat menyebutkan nama-nama yang memukul saya. Saya diculik di Bandung dan dibawa ke Pantai Cirebon, semua BAP di persidangan mau saya cabut namun saya dikawal dari pihak penyidik. Saya harus mengetahui tanggal-tanggal ke bank. Pak Mukhtar cabut berkas karena arahan jaksa harus dipisah sidangnya.
  • Miko mengaku bahwa keterangan palsu ia lakukan karena adanya ancaman.Ia berpikir tentang keluarganya dan keluarga Muchtar Effendi.  Termasuk mengenai tekanan ke anak, keluarga, ke Pak Muchtar dan keluarganya. Miko menjabarkan iming-imingnya pembagian aset 50%-50% dari aset pamannya (Muchtar Effendi). Miko menerangkan bahwa ia harus menggeledah perusahaan pamannya dengan KPK di belakang.  Foto dirinyadidokumentasikan oleh Miko sendiri, Ia simpan baik-baik, dari WA,  jika dicetak ia akan merasa khawatir sehingga terjaga dengan rapi. BAP saya memakai nama Miko untuk kesaksian 4 orang. Pakai Miko (didalam BAP) tidak ada (KTP asli) berikut kartu keluarga ada yang asli (Niko). Saya masuk kerja di tempat paman saya (Muchtar Effendi) sekitar bulan Agustus 2013. saya harus mengakui dan mengetahui kegiatan dari awal pencoblosan hingga sengketa di Pengadilan (di MK).

Kesimpulan

Rapat tidak menghasilkan kesimpulan

Penutup

RDPU PansusAngket KPK dengan Muchtar Effendi dan Miko Panji Tirtayasa ditutup pukul 21:02 WIB oleh Masinton Pasaribu dari Jakarta 2.

Untuk membaca rangkaian livetweet RDPU Pansus KPK dengan Miko Panji Tirtayasa dan Muchtar Effendi, kunjungi https://chirpstory.com/li/363783

 

Wikidpr/adr/kit

Ilustrasi: akurat.co