Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Pembangunan Reaktor Nuklir – RDP Komisi 7 dengan Batan dan Bapeten

Komisi/AKD: Komisi 7, Tanggal Rapat: 15/Jan/2018,  Ditulis Tanggal: 09/Feb/2018

Mitra Kerja: Bapeten Batan Pembangunan  Reaktor Nuklir – RDP Komisi 7 dengan Batan dan Bapeten

Pada 15 Januari 2018, Komisi 7 DPR-RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Batan dan Bapeten tentang pembangunan Reaktor Nuklir. Rapat dipimpin dan dibuka oleh Gus Irawan dari Fraksi Gerindra dapil Sumut 2 pada pukul 13:42 WIB.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Batan:

  • Ada 2 fungsi dari Litbang Batan. Pertama, persiapan pembangunan PLTN untuk menjelaskan studi tapak dan lingkungan, studi kelayakan evaluasi teknis dan ekonomi. Kedua, menyusun data potensi Uranium dan Thorium, teknologi bahan bakar dan pengolahan limbah radioaktif (dijelaskan dalam Perpres No 5 Tahun 2010).
  • Indonesia memilik 3 reaktor nuklir. Pertama, Reaktor Triga Mark 2 di Bandung. Kedua, Reaktor Kartini di Yogyakarta yang fokus untuk Pendidikan dan Litbang. Ketiga, Reaktor GA Swabesi di Tangerang.
  • PLTN di Indonesia selalu naik turun, pada tahun 1970 banyak sekali kegiatan tetapi terjadi kecelakaan Chernobyl yang mengakibatkan aktivitas menurun.Pada tahun 1997 atau batas otaritas Batan era lama dan baru. Sejak tahun 1997 kita hanya sebagai lembaga Litbang non komersial.
  • Pada tahun 2010 mulai adanya studi di Bangka Belitung. Menurut PP 79/2014 ada 2 tantangan pengoperasian PLTN. Jika terjadi sebuah kecelakaan ganti rugi ditanggung oleh pihak ketiga.
  • Menurut UU 17/2007 menerangkan tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJN) Tahun 2005-2025. Rancangan Teknokratik RPJN 2015-2019: "Di bidang energi akan dibangun PLTN percontohan berskala kecil. Sedangkan menurut PP 71 Tahun 2014 tentang KEN yang memberi mandat EBT (termasuk nuklir) sebesar 23% pada 2025 dan 31% pada tahun 2050.
  • Dari 10 negara terpadat penduduknya, hanya Indonesia yang belum memiliki PLTN.
  • PLTN terbesar di dunia ada di Amerika Serikat, Perancis dan Jepang.
  • Negara yang akan membangun PLTN, yaitu Turki, Arab Saudi, Malaysia, Bangladesh, Jordan, dan Thailand.
  • Vietnam membatalkan rencana pembagunan PLTN.
  • Sudah adanya kerja sama dengan banyak daerah untuk pengkajian opsi nuklir.
  • Sesuai Intruksi Presiden, opsi nuklir menjadi pilihan terakhir dalam kebijakan energi nasional.
  • Langkah-langkah strategis Batan yang pertama, sesuai arahan Presiden (KEN) membangun reaktor daya riset dan laboratorium reaktor. Kedua (RUEN) meneliti pengembangan teknologi PLTN disertai dengan aspek-aspek keekonomian dan keselamatan. Ketiga, merujuk kepada UU Perpres No.5 Tahun 2010 melaksanakan studi dampak dan lingkungan, studi kelayakan evaluasi teknis dan ekonomi. Menyusun data potensi Uranium dan Thorium, teknologi bahan bakar dan pengelolaan limbah radioaktif.
  • Survei pada tahun 2016 menyatakan 70 persen masyarakat setuju dengan adanya PLTN.
  • Reaktor DE memiliki tantangan, yaitu estimasi biaya, pilihan teknologi dan ukuran daya.

Bapeten:

  • Indonesia InsyaAllah aman dalam pembangunan Nuklir, karena ada Bapeten sebagai pengawasnya.
  • Perizinan sudah dipermudah agar proses pembangunan nuklir di Indonesia tidak mengeluarkan biaya yang besar di Indonesia.
  • Jumlah izin untuk nuklir sebanyak 12 ribu, untuk kesehatan sebanyak 4293, sedangkan untuk industri sebanyak 7371.
  • Bapeten menanyakan PLTN pertama tidak dibangun oleh Batan.
  • Peraturan Presiden No. 2/2014 persyaratan izin nuklir harus memenuhi persyaratan administrasi, teknis dan financial.
  • Bapeten bisa leading dari negara lain, karena yang diusulkan Batan adalah teknologi baru.
  • Jika ada kecelakaan nuklir, yang berperan adalahBNPB.
  • Bapeten akan meningkatkan sebuah peningkatan pasien berbasis online.
  • Untuk mengurangi kekurangan inspektur, kami akan memulai sebuah inspeksi partisipatif.
  • Bapeten sudah mulai memberikan awards dan memberikan Gubernur/Bupati karena mereka mempunyai kekuasaan menutup RS. Kalau safety culture sudah membaik, maka keselamatan nuklir menajdi tanggung jawab bersama.

AS Natio (Ahli Nuklir):

  • Oil kita sudah impor, pada tahun 2009 batu bara kita juga sudah impor. Jadi suka atau tidak suka kita akan ke arah pembangunan nuklir. 1 gram Uranium sama dengan 300 gram batu bara.
  • As Natio menanyakan selama ini reaktor kita untuk apa,target yang kita punya apa, dan apa kita hanya ingin menjadi konsumen saja atau menjadi produsen.

Markus Wauran (Pengamat Nuklir):

  • Markus mengatakan pernah menjadi anggota DPR tahun 1997-1999.
  • Presiden Soeharto meresmikan reaktor Nuklir di Yogyakarta, Orde Lama & Baru membuat sebuah reaktor. Orde reformasi membuat apa.
  • Tiongkok mempunyai 38 PLTN No. 4 di dunia, AS memiliki 99 reaktor PLTN, Indonesia sama sekali tidak mempunyai reaktor. Brazil saja mempunyai 2 reaktor.
  • Markus mengingatkan sumber daya air terbesar ada di Kanada, mereka memiliki 19 reaktor nuklir. Rusia sebagai produsen gas terbesar di dunia memiliki 36 PLTN.
  • Markus mempertanyakan kenapa Indonesia tidak mencanangkan kebangkitan tenaga nuklir.

Bakri (Ahli Nuklir):

  • Bakri mengatakan mempunyai konsep PLTN tipe molten salt reactor (MSR).

Yos Sudarso (Ahli Nuklir):

  • Yos mengatakan, kenapa PLTN tidak ada kemajuan, karena masalahnya bukan teknologi tetapi masalahnya lebih kepada aspek sosial politik dan budaya. Perlu ada keberanian dari DPR & Pemerintah untuk mengambil sebuah keputusan.

Agus Budhie (Ahli Nuklir):

  • Budi mengatakan belum ada kemauan yang bulat dari Pemerintah untuk memberikan prioritas kepada teknologi nuklir. Setiap tahun saja ada penyederhanaan anggaran untuk Batan.

Arnold Y (Dewan Riset Nasional):

  • Arnold mengatakan pernah bekerja di Batan.
  • Arnold mengatakan Batan & Bapeten sedang mengusulkam perubahan UU Ketenaganukliran.
  • Arnold menambahkan sisi lemah UU Ketenaganukliran yaitu di sisi komersial ini yang harus diperkuat di revisi UU. Pada kenyataannya revisi UU Ketenaganukliran sampai saat ini masih terjegal di Prolegnas.

 

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respons anggota terhadap pemaparan mitra:

Fraksi GolkarSatya Widya Yudha dari Jatim 9. Satya mempertanyakan apa yang menjadi hambatan selama ini. Baru ada pengklasifikasian limbah itu beracun, belum spesifik menyebut limbah itu racun.

Oleh Fadel Muhammad dari Gorontalo.Fadel memberikan dukungan politik kepada para mitra agar pembangunan nuklir dapat dilaksanakan, jangan terkesan maju mundur. Fadel mengatakan menjadi orang pertama di Indonesia yang  memprakasai power nuklir saat menjabat sebagai Gubernur Gorontalo. Fadel kembali mempertanyakan saat PLN power plan Turki lebih mahal dari pada Rusia, tapi semua terkesan takut. Fadel mengatakan membuat PLTN tidak sampai 5 tahun, bohong yang mengatakan membuat PLTN lebih dari 5 tahun.Terakhir Fadel menambahkan bahwa harus kita putuskan bahwa PLTN harus menjadi opsi kelistrikan nasional, DPR juga menolak nuklir jadi opsi terakhir dan harus ada kesempatan bagi swasta agar tidak perlu menunggu pemerintah.

Fraksi GerindraGus Irawan dari Sumatera Utara 2.Gus Irawan mempertanyakan, tahun 64 Indonesia sudah punya reaktor nuklir di Bandung, tetapi sekarang masih belum ada perkembangan.Ada pernyataan nuklir itu aman.Kita butuh pandangan para ahli senior nuklir untuk menyampaikan paparan.Gus Irawan mengatakan dari semua paparan yang terpenting, perlu adanya penjelasan bahwa nuklir itu aman. Gus Irawan menambahkan setuju akan pembangunan nuklir karena teknologi ini ramah lingkungan.

Fraksi PKSHadi Mulyadi dari Kaltim.Hadi mempertegas bahwasannya Komisi 7 DPR, 99% setuju pembangunan nuklir, Gubernur Kaltim juga telah menyiapkan lahan di daerah Berau.Untuk UU Minerba kita hampir selesai.Hadi mengingatkan untuk melawan hegemoni kapitalisme global kita harus membangun sebuah nuklir.

Fraksi PPPAndi Jamaro Dulung dari Sulsel 2.Andi nendukung keputusan politik untuk pembangunan nuklir sebagai tenaga kelistrikan.

Fraksi NasdemKurtubi dari NTB.Kurtubi mendorong adanya energi terbarukan.Kurtubi mengingatkan pada periode ini Komisi 7 baru menghasilkan 2 RUU di lingkungan hidup, yaitu RUU Persetujuan Paris Agreement & RUU Konvensi Minamata. Kurtubi menyatakan PLTU batu bara itu merusak lingkungan tetapi kita menggunakan, karena kebutuhan listrik kita tinggi. Kurtubi mengingatkan Saudi Arabja saja yang terkenal sebagai negara yang kaya akan minyak, sudah mulai dalam pembagunan nuklir. Kurtubi menambahkan, Komisi 7 harus mengambil sikap politik sebagai wakil rakyat, PLTN harus masuk dalam kelistrikan nasional dan PLTN sebagai opsi terakhir harus dihapuskan.

 

Respons Mitra

Berikut merupakan respons mitra rapat terhadap pemantauan rapat:

Batan:

  • Batan juga melakukan sosialisasi dengan anggaran Rp5M saja. Masyarakat juga sudah memahami mengenai kebutuhan listrik yang sangat mendesak.
  • Mengenai potensi Uranium di Gunung Menir, Bogor akan Batan cek lebih lanjut.
  • Batan akan menyampaikan ini semua kepada pemerintah agar ada sebuah tindak lanjut yang signifikan.

 

Kesimpulan

Berikut merupakan kesimpulan rapat:

Pada Rapat Dengar Pendapat Komisi 7 dengan Batan dan Bapeten dengan agenda Reaktor Nuklir, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

  • Komisi 7 DPR-RI meminta kepada Pemerintah untuk merevisi PP No.79 Tahun 2014 agar tidak menempatkan energi nuklir sebagai opsi terakhir dalam kebijakan energi nasional.
  • Komisi 7 DPR-RI meminta kepada Kepala Batan dan Kepala Bapeten untuk menyampaikan regulasi terkait limbah nuklir dampak radioaktif dan dampak negatif pembangunan PLTN lainnya secara  menyeluruh termasuk rencana perubahan UU No.10 Tahun 1997 tentang ketenaganukliran paling lambat tanggal 22 Januari 2018.
  • Komisi 7 DPR-RI meminta kepada Kepala Batan dan Kepala Bapeten untuk menyampaikan sosialisasi program nuklir kepada masyarakat dengan melibatkan para pemangku kepentingan.

 

Penutup

RDP Komisi 7 dengan Batan dan Bapeten tentang pembangunan Reaktor Nuklir ditutup oleh Gus Irawan dari Fraksi Gerindra dapil Sumut 2 pada pukul 16:06 WIB. 

Untuk membaca rangkaian livetweet RDP Komisi 7 dengan Batan dan Bapeten tentang pembangunan Reaktor Nuklir, kunjungi https://chirpstory.com/li/379582

Ilustrasi : techno.okezone.com

WikiDPR/dta/fy