Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Penanganan Masalah Sengketa Pertanahan-RDP Komisi 2 dengan Dirjen Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah Kementerian ATR/BPN RI

Komisi/AKD: Komisi 2, Tanggal Rapat: 19/Mar/2018,  Ditulis Tanggal: 03/Apr/2018

Mitra Kerja: Dirjen Penanganan Masalah Agraria Kementerian ATR/BPN Penanganan Masalah Sengketa Pertanahan-RDP Komisi 2 dengan Dirjen Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah Kementerian ATR/BPN RI

Pada 19 Maret 2018, Komisi 2 DPR-RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional membahas penanganan masalah sengketa pertanahan.

Rapat dipimpin dan dibuka oleh Fandi Utomo dari Fraksi Demokrat dapil Jawa Timur 1 pada pukul 13:58 WIB. Rapat terbuka untuk umum.

Sebagai pengantar rapat, Fandi meminta persetujuan kepada anggota rapat bahwa rapat ini akan membahas penyelesaian kasus-kasus pertanahan yang dikirimkan ke Kementerian ATR/BPN dari Komisi 2.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

  • Telah diterbitkan suatu surat keputusan tentang tim penanganan kasus pertanahan dengan komisi 2.
  • KemenATR/BPN telah menerima sejumlah kasus pengaduan dari DPR. Beberapa kasus diantaranya masih menunggu hal-hal lain, beberapa kasus lainnya masih menunggu laporan dari daerah dan ada kasus yang sedang diproses saat ini.
  • Permasalahan konflik tanah di Astra Ksetra, masyarakat disana membutuhkan perlindungan dan kepastian hukum.
  • KemenATR/BPN akan mengadakan rapat koordinasi dan akan mengundang anggota Komisi 2.
  • Kasus tanah Sedap Malam dan Puri Intan dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terdapat 2,4 hektar tanah bermasalah.
  • Masyarakat Sedap Malam dan Puri Intan sudah melakukan rapat koordinasi dan masyarakat yang membeli tanah dari YPMII adalah masyarakat yang beritikad baik. Warga dapat menuntut kepada YPMII, namun YPMII sudah dibubarkan oleh Kemenag, sehingga akan dibahas lebih lanjut.
  • Akan diadakan rapat koordinasi mengenai sengketa tanah di Lampung dan Ciputat dan turut mengundang seluruh pihak terkait esok hari.
  • Sengketa tanah Veteran di Karawangdiadakan win winsolution, pihak PT. Lestari akan membayar harga tanah yang sudah disepakati dan dengan demikian masalah ini menuju penyelesaian.
  • Masalah tanah selanjutnya yakni sengketa tanah di Bali saat ini masih ada permasalahan diantara ahi waris yang memiliki tanah tersebut. Oleh karena itu, saat ini tengah disampaikan di Mahkamah Agung (MA)
  • Permasalahan dengan warga Rawa Belong dengan Kodam Jaya di Sukabumi, ahli waris (masyarakat Rawa Belong) menuntut agar tanah dikembalikan, namun penghuni komplek keberatan dalam mengembalikan kepada ahli waris. Akhirnya mereka bersedia dipindahkan dan kasus ini menuju penyelesaian.
  • Mengenai kasus tanah yang terdapat aset negara, yang dikhawatirkan akan adanya kerugian negara, sehingga masih terus dipertahankan dan sulit untuk diselesaikan.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respons anggota terhadap pemaparan mitra:

Fraksi PDI-P: Endro Suswantoro Yahman dari Lampung 1. Endro mengapresiasi kepada KemenATR/BPN telah ada kemajuan 5 kasus pertanahan. Endro menyampaikan ada masalah pertanahan di Lampung dilengkapi dengan data-datanya, yaitu masalah tanah di Sumbersari di Kutai Barat. Menurut Endro masalahnya cukup jelas dan Endro menanyakan sikap pemerintah. Endro menanggapi masalah tanah di Lampung terkait aset BUMN yang terlantar cukup lama, sudah dihuni oleh masyarakat dan sudah ada desa definitif. Endro meminta agar pihak pemerintah sangat memperhatikannya. Endro menjelaskan masalah tanah di Lampung Barat yang terdapat Monumen Tanda Tangan Bung Karno. Endro menjabarkan masalah di Pring Sewu terdapat 177 hektar tanah dianggap milik masyarakat, padahal pemerintah yang salah ukur, namun ketika masyarakat tebang pohon atau melakukan aktifitas lain ditangkap.

Fraksi Golkar: Dadang S Muchtar dari Jawa Barat 7. Dadang memberikan apresiasi yang tinggi kepada anggota Komisi 2 yang sudah mengusahakan dengan sangat untuk menyelesaikan masalah di Karawang.

Oleh Hetifah Sjaifudian dari Kalimantan Timur. Hetifah ingin menapresiasi kemajuan dari KemenATR/BPN. Hetifah yakin Dirjen dan jajarannya akan konsisten melanjutkan apa yang sudah dimulai. Mengenai kasus Sumbersari Kalimantan Timur, Hetifah mengemukanan bahwa mereka sudah pernah melakukan RPDU disini. Hetifah sudah melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Timur dan membahasnya. Saat Hetifah kunker ada penyerobotan dengan pembakaran tanah. Menurut Hetifah kunci dari sengketa ini harus detail.

Fraksi Demokrat: Fandi Utomo dari Jawa Timur 1. Fandi mengatakan terdapat 5 masalah yng sudah dipaparkan dari 18 masalah tanah yang kami serahkan kepada KemenATR/BPN.  Fandi menjelaskan bahwa Komisi 2 akan mengirimkan perwakilan untuk menghadiri rapat penyelesaian masalah tanah di Lampung dan Ciputat. Fandi mengemukakan bahwa mengenai masalah Rawa Belong dan Kodam Jaya sudah dalam proses dan hampir pada ujung penyelesaian, hanya eksekusi teknis. Fandi menyampaikan bahwa masalah yang terkait instansi negara bila dianggap aset apapun posisi hukumnya merupakan suatu kesulitan, namun bisa dicarikan jalan keluarnya. Fandi menyampaikan bahwa Komisi 2 juga akan membentuk tim seperti KemenATR/BPN, namun terdiri dari 7 anggota karema terdiri dari 10 fraksi. Fandi juga menyampaikan Komisi 2 akan ada rapat intern dulu untuk membahas tim ini. Sebelum menutup rapat, Fandi mengemukakan ada sebanyak 346 laporan kasus pertanahan sejak Juli 2017, dan Komisi 2 wajib meneruskan aspirasi rakyat.

Fraksi PAN: Siti Sarwindah dari Kepulauan Riau. Sarwindah mengapresiasi Ditjen, sudah menyelesaikan 5 dari 18 kasus. Siti berharap Dirjen mampu memberikan gambaran solusi untuk 13 kasus sisanya. Siti menyampaikan bahwa masyarakat yang terjerat kasus tanah ingin kejelasan, tidak berlarut-larut. Siti mengemukakan bahwa masyarakat itu menggantungkan masalahnya kepada kami wakilnya.

Fraksi PPP: Amirul Tamim dari Sulawesi Tenggara. Amirul mengapresiasi KemenATR/BPN. Amirul ingin menyampaikan masalah lain, namun sudah ada sebanyak 300 kasus dan baru dijawab 5 kasus. Amirul berpendapat, mengenai aset ini, perlu kehati-hatian dalam memberikan kelonggaran-kelonggaran, karena bisa jadi bola panas yang terus digulirkan. Amirul mengusulkan di rapat berikutnya mengundang Ombudsman.

 

Respons Mitra

Berikut merupakan respons mitra terhadap pemantauan rapat:

  • Kasus di Kalimantan Timur akan dikoordinasikan dengan Kantor Wilayah untuk bersama menangani dan mencari jalan keluar.
  • Masalah pertanahan dibagi menjadi 3 yakni salah satunya berdimensi luas yang menyangkut multi aset.

 

Kesimpulan

Berikut merupakan kesimpulan rapat:

  1. Komisi II DPR RI dapat menerima laporan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN) terkait progres penyelesaian sengketa pertanahan yang dilaporkan kepada Komisi II DPR RI (telah masuk daftar), dan meminta kepada Kementerian ATR/BPN untuk mempercepat proses penyelesaian kasus sengketa pertanahan yang telah masuk dalam daftar permasalahan yang disampaikan oleh Komisi II DPR RI.
  2. Komisi II DPR RI meminta Kementerian ATR/BPN untuk membentuk forum yang bertugas untuk memberikan rekomendasi berupa upaya penyelesaian terhadap berbagai sengketa pertanahan yang melibatkan instansi negara.
  3. Merespon pembentukan tim penanganan masaah pertanahan. Komisi II DPR RI akan membentuk tim sebagai mitra kerja dalam rangka mempercepat penyelesaian permasalahan pertanahan yang dilaporkan masyarakat kepada Komisi II DPR RI.

Penutup

RDP Komisi 2 dengan Dirjen Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional tentang penanganan masalah sengketa pertanahan ditutup oleh Fandi Utomo dari Fraksi Demokrat dapil Jawa Timur 1 pada pukul 15:21 WIB.

Untuk membaca rangkaian livetweet RDP Komisi 2 dengan Dirjen Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional tentang penanganan masalah sengketa pertanahan, kunjungi https://chirpstory.com/li/386004

 

Ilustrasi: harianpilar.com

WikiDPR/ff/fy