Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Penanganan Merkuri - RDPU Komisi 7 dengan JATAM, Yayasan Medicus, Bali Fokus dan Mayjen TNI

Komisi/AKD: Komisi 7, Tanggal Rapat: 07/Sep/2017,  Ditulis Tanggal: 15/Sep/2017

Mitra Kerja: JATAM Yayasan Medicus Bali Fokus Mayjen TNI Penanganan Merkuri - RDPU Komisi 7 dengan JATAM, Yayasan Medicus, Bali Fokus dan Mayjen TNI

Pada 7 September 2017 komisi 7 mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) tentang penanganan merkuri dengan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Yayasan Medicus, Bali Fokus dan Mayjen TNI Doni Monardo.Rapat diagendakan pada pukul 11:00 WIB. Rapat dipimpin oleh Mulyadi dari fraksi Demokrat dapil Sumatera Barat 2. Rapat dibuka pada pukul 11:45 WIB dant terbuka untuk umum.

 

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Mayjen TNI, Doni Monardo:

  • Mata pencarian masyarakat sudah beralih kepada pertambangan dan bahan baku dari merkuri yang  bisa menyebabkan pencemaran lingkungan, perusakan alam dan sangat berbahaya.
  • Data tahun 2011-2015 ada sekitar 13 ribu petambang baru illegal.
  • Berdasarkan data, banyak hewan yang mati dan ada manusia yang meninggal karena pencemaran udara merkuri. Darah jenazah yang diperiksa positif terkena merkuri. Ikan ikan dilaut juga terkena pencemaran merkuri.
  • Pengamanan di gunung botak yang banyak ditemukan penambang illegalnya dialihkan untuk pengamanan pilkada yang kurang.
  • Meminta kepada presiden, para gubernur dan pemerintah untuk melindungi tambang dari pihak luar agar tidak terjadi konflik. Tidak sedikit perusahaan lokal maupun luar yang menghubungi pihak prodak untuk mengelola tambang batu Sinabar.
  • Pekerja illegal di tambang Sinabar bukan berasal dari daerah tersebut.
  • Masyarakat yang sering membawa jirigen berisi merkuri di kota Ambon memunculkan kekhawatiran adanya pencemaran terhadap budidaya ikan di teluk Ambon.
  • TNI Polri telah mengamankan barang yang mengandung merkuri.
  • Ada kegiatan pengelolaan batu Sinabar di daerah lain yang membahayakan. lokasi berair yang terdapat banyak ikan dan sejenisnya akan mati sehingga merusak ekosistem.
  • Perlu campur tangan pemerintah pusat untuk mengentaskan merkuri.
  • Saran alternatif yaitu memberikan ruang kepada penduduk untuk mengelola lingkungannya dan program budidaya perikanan.

Yayasan Medicus

  • Merkuri adalah masalah global.
  • Indonesia diperkirakan diatas 100 ribu populasi terkena merkuri. 2005 ke 2010 perbedaan pencemaran merkuri jauh sekali dan cukup tinggi.
  • Indonesia salah satu yang tertinggi terkena pencemaran merkuri di ASEAN karena Thailand dan Filipina sudah melakukan tindakan yang cukup serius dan Indonesia ketinggalan.
  • Di peta emisi merkuri 2014 mendeskripsikan jika merkuri di Indonesia sudah makin menyebar. Sudah tergolong skala evakuasi (skala konsentrasi Hg >10.000 nanogram/m3) dan berbahaya
  • Merkuri dasarnya dari industri, lalu ke tambang dan menguap ke udara.  berikut jenis-jenis merkuri : Elemental Mercury, Inorganic Mercury, Methylmercury, dan Ethylmercury.
  • Peningkatan merkuri yang awalnya dimakan sekali, akan berkembang meningkat menjadi 100 kali, 100.000 kali hingga 1 juta kali.
  • Dari ikan yang kecil memakan limbah, ikan kecil dimakan oleh ikan yang lebih besar dan kemudian ujungnya akan dimakan oleh manusia, lalu manusia menjadi tumpukan merkuri.
  • Tahun 2004 sekitar 30% ilegal merkuri masuk ke Indonesia dan tahun 2008 terjadi peningkatan signifikan menjadi 80%, ini perlu diteliti.
  • Filipina ada smelting dengan menggunakan gas LPJ 3 kg, di Indonesia ada juga lebih sederhana.
  • berikut deskripsi perubahan harga perdagangan merkuri di Indonesia: (1) awal tahun 2000-2005 harga per Kg merkuri Rp1,2-1,3 Juta; (2) tahun 2005- 2010 harga per Kg merkuri Rp600.000-800.000; dan (3) tahun 2010-sekarang harga per Kg merkuri Rp200.000-300.000.
  • Terjadi karena adanya produksi internal di Seram Barat: (1) illegal internal negara, sehingga sulit menentukan dan menghitung jumlah merkuri yang diproduksi, perkiraan kasar bisa ribuan ton merkuri di produksi dalam beberapa tahun ( 2010-2015); dan (2) Cinnabar yang ada di Seram Barat (terbesar), dan berbagai tempat lainnya (10-20%) di smelting oleh masyarakat di Sukabumi dan beberapa tempat lain di pulau Jawa.
  • Seorang ibu mendulang emas, ada kilap-kilap merkuri, lalu dibuang di selokan dan air tersebut tercemar sampai ke sawah.
  • Penyakit yang disebabkan merkuri awalnya pusing, kaku, sakit sendi, gemetar, pelupa, telat berpikir, banyak dialami penambang.
  • Dikhawatirkan bagi ibu hamil karena tingkat kecacatan janin di Indonesia yang disebabkan merkuri sudah  tinggi.
  • Di Gorontalo, tingkat merkuri tertinggi di sumur penduduk. Gogorea disebrang gunung botak, jumlah merkuri yg digunakan perbulan 6-7setengah ton. 6 sungai di Kalimantan sudah tercemar merkuri.
  • Menurut pengukuran kadar merkuri di Banten disebutkan didapatkan dari beras.
  • Amerika marah karena merkuri kita sudah sampai kesana dan menyalahkan pembakaran batu bara di Indonesia.
  • Gunung botak penggunaan merkurinya cukup tinggi, tidak bisa dihitung. Di seberangnya terjadi 1/20, perbandingannya sangat kecil sekali dengan yang terjadi di gunung botak.
  • Penggunaan merkuri jangan dilarang, tapi dikendalikan karena mereka bisa menjual emas ke negara lain dengan harga tinggi.
  • Dari data Bali Fokus ibu yg ASInya terkena merkuri menyebabkan anaknya cacat.

Bali Fokus

  • Bali Fokus berpendapat bahwa banyak penambang perlu direhabilitasi, banyak mata pencaharian di masyarakat dari petani beralih ke tambang emas.
  • Mereka seperti berjudi ditambang emas. Bisa mendapatkan banyak uang dan terkadang merugi jadi banyak yang bangkrut.
  • Penambang emas skala kecil (PSK) akan dibahas di konvensi minamata, jika kita sudah menandatanganinya kita tidak boleh memakai merkuri lagi.
  • Di tambang Sinabar juga banyak menggunakan merkuri.

 

Pemantauan Rapat

Berikut pemantauan rapat terhadap pemaparan mitra:

Fraksi Golkar: Nawafie Saleh dari Jawa Barat 5. Nawafie menanyakan upaya apa yang paling penting agar mengurangi merkuri. Nawafie mendukung untuk mengatakan Indonesia darurat merkuri.

Fraksi Gerindra: Aryo P. S Djojohadikusumo dari DKI Jakarta 3. Aryo meminta penjelasan mengapa Indonesia bisa sampai di kondisi evakuasi dan mempertanyakan sumber penelitian dari data yang menyatakan bahwa 80 persen perdagangan merkuri didunia itu ada di Indonesia. Aryo meminta penjelasan detil dari penyakit yang diakibatkan merkuri ini dan apakah bisa disembuhkan dengan terapi atau rehabilitasi.

Fraksi PAN: Tjatur Sapto Edy dari Jawa Tengah 6. Tjatur setuju dengan pernyataan bahwa penggunaan merkuri jangan dilarang tapi harus diatur penggunaannya karena pertambangan sudah menjadi penghasilan masyarakat disana. Tjatur menyatakan PLTU itu murah, kualitas rendah dan pencemarannya rendah. Tjatur meminta data terkait PLTU dari daerah mana saja.

 

Respon Mitra

Berikut adalah respon mitra terhadap pemantauan rapat:

JATAM

  • Warga disana tidak tahu sama sekali akibat dari menggunakan merkuri, bahkan petugas medis disana juga tidak tahu.
  • Di gunung botak, sianida dan merkuri dijual secara terang-terangan.
  • Walaupun ini bukan tugas TNI, sebenarnya ada UU yg mengatur tentang TNI membantu pemerintah daerah apalagi ini sudah menyangkut lingkungan, perusakan dan pencemaran.
  • Sudah sewajarnya semua lapisan masyarakat membantu dalam melestarikan ekosistem maka perlu ada program jangka panjang.

Yayasan Medikus

  • Indonesia menjadi darurat merkuri karena telah melakukan pembiaran yang cukup lama selama 40 tahun.
  • Data 80% merkuri illegal didapatkan dari UN treat.
  • Perlu dilakukan tindakan sinergis, bersatu dengan instansi lain seperti Men ESDM, Menkes.
  • Ingin komisi 7 memfasilitasi kami dengan men ESDM atau juga dengan Menkes krna mereka semua harus sejalan.

Bali Fokus

  • Bali Fokus Riset global menunjukkan 20% penyumbang merkuri ialah pembangkit listrik tenaga batu bara.
  • Kami akan menghitung tambang-tambang di papua dan beberapa daerah lainnya.

 

Kesimpulan Rapat

Rapat tidak menghasilkan kesimpulan.

 

Penutup

RDPU Komisi 7 DPR-RI dengan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Yayasan Medikus, Bali Fokus dan Mayjen TNI Doni Monardo tentang penanganan merkuri Mulyadi dari fraksi Demokrat dapil Sumatera Barat 2 ditutup pada pukul 14:19 WIB.

Untuk membaca rangakain livetweet Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) komisi 7 dengan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Yayasan Medicus, Bali Fokus dan Mayjen TNI Doni Monardo,silakan kunjungi https://chirpstory.com/li/368406.

 

wikidpr/lin/rhs

Ilustrasi: soloensis.com