Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Peningkatan Pengamanan Komplek Parlemen – Penandatanganan MoU oleh Pimpinan DPR RI dan Kapolri

Komisi/AKD: Pimpinan DPR, Tanggal Rapat: 14/Feb/2018,  Ditulis Tanggal: 19/Feb/2018

Mitra Kerja: Kapolri Jend. Tito Karnavian Peningkatan Pengamanan Komplek Parlemen – Penandatanganan MoU oleh Pimpinan DPR RI dan Kapolri

Pada 14 Februari 2018, Pimpinan DPR RI, Bambang Soesatyo menggelar acara penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri), Tito Karnavian terkait pengamanan gedung parlemen. Acara dijadwalkan pukul 15.00 WIB. Acara dibuka pukul 15.30 oleh master of ceremony (MC).

 

Pemantauan Acara

Berikut merupakan pernyataan sambutan yang disampaikan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo dari Jateng 7:

 

Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum Wr. Wb,

 “Yang saya hormati, Kapolri, Jenderal Bintang 1, 2, dan juga bahkan 3.

Yang saya hormati dan banggakan, Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan dan Ketua DPD, Oesman Sapta Odang.

Beliau berdua baru kembali dari Maluku mewakili saya menghadiri kongres Himpinan Mahasiswa Islam (HMI).

Yang saya hormati, Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan (Jateng 7), Fahri Hamzah (NTB), Agus Hermanto (Jateng 1), Pimpinan Fraksi, Pimpinan Komisi 3 DPR RI, Pimpinan BURT, Pimpinan Badan Legislasi (Baleg), dan sahabat KPK.

Dan juga yang saya hormati, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan para wartawan.

Puji Syukur kita panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat-Nya sehingga kita bisa hadir dalam acara penandatanganan MoU dalam rangka peningkatan keamanan di lingkungan DPR RI. Ini dalam rangka meningkatkan marwah.

Penandatangan MoU sangat penting dari sisi pengamanan, bukan kritik otorisasi.

Rencana ini sudah kita bahas sejak dua tahun belakangan sejak peristiwa bom.

Ini menjadi tanggung jawab Polri dalam menjaga obyek vital parlemen.

Penandatanganan ini menunjukkan adanya sinergitas DPR RI dan Polri guna memberi keamanan untuk semua termasuk wartawan.

Sebenarnya Baleg sudah cukup lama membahas rancangan aturan terkait pengamanan ini.

Ini tidaklah mudah karena respon masyarakat atas gagasan polisi parlemen beragam.

Potensi gangguan keamanan DPR RI sangat tinggi, berkali-kali adanya gangguan seperti ancaman bom dan kericuhan masyarakat, baik dalam pagar maupun di luar pagar.

Ada teror internal, seperti ancaman bom dan perkelahian internal.

Maka kami ingin adanya pengamanan intensif dari Polri.

Dengan melihat berbagai potensi ancaman tersebut, maka DPR, DPD, MPR merasa perlu kerja sama lebih konkret untuk meningkatkan keamanan.

Pendapat masyarakat ini sangat beragam tentang kepolisian parlemen.

Kami tidak ingin adanya korban jiwa karena pengamanan yang longgar di komplek parlemen.

Saya tidak bisa membayangkan melihat wartawan yang selalu ceria dan kerja dengan ikhlas namun tiba-tiba ada bom, sehingga teman-teman tidak bisa kembali ke rumah.

Saya berharap partisipasi dari semua pihak agar terjamin aman dan nyaman, karena komplek parlemen adalah rumah rakyat. Namun tetap ada tata tertib sesuai aturan.

Lingkungan DPR RI pada dasarnya diperuntukkan untuk rakyat. Namun, harus ada tata tertib sehingga tercipta kawasan parlemen yang tertib dan aman seperti kawasan parlemen di negara lain.

Saya menyambut baik penandatanganan MoU ini. Salam 3 jari!

Salam 3 jari itu tugas kita untuk menyediakan lapangan pekerjaan, sembako murah, dan rumah terjangkau.”

 

Setelah penyampaian sambutan oleh Ketua DPR RI, dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari Kapolri, Tito Karnaviansebagai berikut:

 

“Yang saya hormati para pimpinan perangkat DPR, DPD, MPR, rekan-rekan dari Markas Besar (Mabes).

Kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT. sehingga nota kesepahaman bisa direalisasi tahun ini setelah dua tahun.

Tahun 2003, saya menangani langsung peristiwa penting di basement bawah ini. Ini mengejutkan karena DPR RI sebagai gedung simbol negara ada bom.

Pelakunya terungkap, yakni dari saudara-saudara kelompok di Aceh.

Saya pelajari bagaimana bom bisa meledak.

Saya berusaha mengembangkan informasi dan sistem pengamanan dari TKP.

Begitu saya masuk dan mempelajari sistem keamanannya, saya kaget karena orang menjadi bebas masuk ke sini.

Saya pelajari lagi, penjual-penjual bebas masuk ke ruangan-ruangan.

Saya kaget semua orang bebas masuk di parlemen. Saya bilang "ini gedung DPR".

Kemudian saya pelajari lagi, kalau saya bilang ini pelaku bom seperti tanggung sekali melakukan bom, karena aksesnya sangat mudah. Ini berbahaya sekali.

Dulu semua orang bebas masuk sini karena dianggap rumah rakyat, padahal ini juga simbol negara.

Dilematis, karena di satu sisi DPR adalah rumah rakyat yang tentu supaya rakyat bisa mudah, tapi di sisi lain DPR ini sebagi simbol negara.

Maka pada 2004 sistem pengamanan sudah mulai membaik.

Sistem pengamanan sudah lebih baik yakni dengan adanya pam obvit dan telah ditetapkan menjadi obyek vital nasional.

Berbagai studi dilakukan sampai ke Amerika. Mereka memiliki polisi sendiri di gedung Capitol seperti paspamres.

Jalan tengah untuk keamanan kita, kita akan meningkatkan jumlah dan membuat sistem yang lebih baik dan aman.

Perlu juga dipikirkan sistem agar jangan terlalu ketat sehingga membuat hubungan rakyat dan wakil jadi jauh.

Demo juga pernah terjadi di sekitaran istana. Saat itu saya diskusi dengan gubernur DKI kala itu, Basuki Tjahaja Purnama untuk membuat tempat khusus demo. Akhirnya dibuatlah Taman Pandang yang letaknya di pojok istana. Di sana digunakan sebagai lokasi untuk demo. Di sana juga ada tempat khusus wartawan.

Begitu juga dengan di Parlemen ini, saya sangat mendukung dan senang apabila ada tempat khusus untuk demo, mungkin ada foodcourt, dan ada tempat untuk wartawan juga.

Di satu sisi, kita perkuat pengamanan lingkungan, di sisi lain kita juga memberi ruang pada publik dan rakyat.

Pertimbangan pertama adalah keamanan, ketertiban tanpa mengurangi jarak antara rakyat dengan wakilnya.

Setelah MoU akan ada follow up teknis. Nanti akan ada implikasi jumlah personel.

Ini kita senang juga karena akan ada anggota Polri bisa naik pangkat menjaga keamanan di sini.

Kami siap mendukung dan follow up lebih detail dengan Sekjen.

Terima kasih,

 Assalamu'alaikum Wr. Wb.”

 

Penutup

Acara penandatanganan MoU oleh Pimpinan DPR RI dan Kapolri ditutup pukul 15.56 WIB.

Untuk membaca rangkaian Iivetweet Peningkatan Pengamanan – Pimpinan DPR RI menandatangani MoU dengan Kapolri terkait Pengamanan Gedung Parlemen MPR/DPR/DPD RIhttps://chirpstory.com/li/382418.

 Wikidpr/ncm/ap

Ilustrasi: wikidpr.org