Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Peningkatan Penyelenggaraan, Dampak Realokasi dan Target yang akan dicapai pada Asian Games 2018 - Raker Komisi 10 dengan Menpora RI

Komisi/AKD: Komisi 10, Tanggal Rapat: 11/Sep/2017,  Ditulis Tanggal: 22/Sep/2017

Mitra Kerja: Menpora Peningkatan Penyelenggaraan, Dampak Realokasi dan Target yang akan dicapai pada Asian Games 2018 - Raker Komisi 10 dengan Menpora RI

Pada 11 September 2017, Rapat Kerja Komisi 10 DPR-RI dengan Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga) RI dibuka pada pukul 11:09 WIB. Rapat dipimpin oleh  Ferdiansyah dari fraksi Golkar dapil Jawa Barat 11. Ferdiansyah mengatakan, rapat ini bertujuan untuk meminta pihak Kemenpora menyampaikan peningkatan dan penyelenggaraan anggaran, dampak realokasi, target yang akan dicapai, dan penjelasan mengenai pembangunan Olympic Center yang dibatalkan oleh Kemenpora.

 

Pemaparan Mitra

Berikut ini merupakan pemaparan mitra :

Menpora, Imam Nahrowi

  • Rencana realokasi anggaran sebesar Rp465 Miliar digunakan untuk fungsi pendidikan yang sebelumnya akan dialokasikan untuk pembangunan Olympic Center.
  • Efek pembatalan pembangunan Sport Center akan menghambat pengembangan kemampuan atlet. Pihak Kemenpora berharap semoga pembangunan ini dapat terlaksana sebab negara-negara tetangga sudah memiliki kawasan tersebut.
  • Mengenai dana yang terblokir, pihak Kemenpora sudah menyampaikan surat kepada Kementerian Keuangan untuk meminta penjelasan. Untuk dana INASGOC, tidak akan terserap secara maksimal hingga akhir tahun dan INASGOC sendiri mendapatkan usulan anggaran Rp200 Miliar yang sebelumnya Rp300 Miliar.
  • Pihak Kemenpora berharap diberikan waktu untuk menyesuaikan dengan Menteri Keuangan atas pergeseran anggaran pendidikan ke pariwisata.

 

Pemantauan Rapat

Berikut ini merupakan respons anggota terhadap pemaparan mitra:

Fraksi Golkar : Popong Otje Djunjunan dari Jawa Barat 1. Popong mengatakan akan menyetujui hal-hal tersebut apabila semua syarat sudah terpenuhi.

Oleh Ferdiansyah dari Jawa Barat 11. Ferdiansyah menyatakan bila ada perubahan antar fungsi dan harus menunggu klarifikasi dan verifikasi dari Kemenpora kepada Menteri Keuangan secara tertulis sebab Menkeu hanya menyetujui program bukan sekedar fungsi. Ferdiansyah meminta kepada Kemenpora agar rincian diperhatikan ulang supaya tidak ada perbedaan jumlah.

Fraksi Gerindra : Nuroji dari Jawa Barat 6. Nuroji mengatakan pembahasan anggaran selama dua tahun dirasa tidak masuk akal dan apabila mendesak, seharusnya diajukan dalam APBNP.

Fraksi Demokrat : Teuku Riefky Harsya dari Nanggroe Aceh Darussalam 1. Teuku mengatakan apabila ada pergeseran fungsi maka harus kembali kepada fungsi awal. Menurut Teuku, harus ada surat dari Menteri Keuangan agar tidak salah mengambil keputusan dan realokasi yang diajukan oleh Kemenpora bukan untuk 2018, namun sebaiknya digunakan untuk kebutuhan mendesak dan mendadak. Teuku tidak menginginkan persiapan Asean Games tidak maksimal. Selain itu, Teuku menanyakan dampak dan solusi apabila pergeseran anggaran tidak terlaksana.

 

Respons Mitra

Berikut ini merupakan respons mitra terhadap pemantauan rapat:

Menpora, Imam Nahrowi

  • Realokasi yang Kemenpora ajukan ini berbeda dengan Gelora Bung Karno.
  • Pihak Kemenpora mendapatkan surat dari Menteri Keuangan dan Menpora menyampaikan usulan mengenai dana terblokir sebesar Rp465 miliar untuk beberapa kegiatan.
  • Bila terjadi pergeseran antar program, harus adanya persetujuan dengan pihak DPR-RI.

 

Kesimpulan Rapat

  1. Kemenpora RI mengajukan usulan realokasi anggaran belanja anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp465 Miliar menjadi terdiri dari anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp108 Miliar dan anggaran fungsi pariwisata dan budaya sebesar Rp357 Miliar dengan rincian sebagai berikut :
  • Semula, anggaran fungsi pendidikan berjumlah Rp465 Miliar menjadi Rp108 Miliar.
  • Pada awalnya, anggaran program kepemudaan dan keolahragaan sebesar Rp465 Miliar dan berubah menjadi Rp108 Miliar.
  • Anggaran peningkatan standarisasi dan infrastruktur olahraga semula sebesar Rp465 Miliar menjadi Rp28 Miliar.
  • Semula anggaran sport Indonesia berjumlah Rp465 Miliar berubah menjadi studi kelayakan untuk pembangunan infrastruktur olahraga sebesar Rp3 Miliar.
  • Persiapan manajemen dan SDM  sebesar Rp15 Miliar menjadi Sport Science untuk UI, UPI, dan UNJ sebesar Rp9 Miliar.
  • Anggaran penataan kawasan sport Indonesia berjumlah Rp143 Miliar menjadi dukungan sarana olahraga prestasi sebesar Rp16 Miliar.
  • Pengadaan interior dan Golf Car sebesar Rp25 miliar berubah menjadi pengembangan kemitraan dan penghargaan olahraga sebesar Rp80 Miliar.
  • Pengadaan sarana olahraga dan Sport Science semula berjumlah Rp290 Miliar menjadi penghargaan atlet pada Sea Games dan ASEAN Games Para Games Malaysia sebesar Rp80 Miliar.
  • Anggaran fungsi pariwisata dan budaya berjumlah Rp357 Miliar.
  • Anggaran program pembinaan olahraga prestasi sebesar Rp357 Miliar.
  • Anggaran pengembangan tenaga dan organisasi keolahragaan sebesar Rp36 Miliar.
  • Anggaran dukungan operasional kelembagaan untuk KOI sebesar Rp5 Miliar.
  • Anggaran dukungan pembinaan prestasi induk cabor melalui KONI berjumlah Rp31 Miliar.
  • Anggaran pembinaan olahraga prestasi sebesar Rp321 Miliar.
  • Anggaran untuk dukungan anggaran tambahan INASGOC (termasuk sarana olahraga untuk dukungan Asian Games di Jakabaring) berjumlah Rp200 Miliar.
  • Anggaran dukungan penyelenggaraan Asian Para Games (INAPGOC) sebesar Rp86 Miliar.
  • Anggaran politeknik olahraga Jakabaring berjumlah Rp5 Miliar.
  • Anggaran program Indonesia emas sebesar Rp30 Miliar.
  1. Terhadap usulan Kemenpora RI sebagaimana dimaksud pada poin II.1 Komisi 10 DPR RI meminta Kemenpora RI untuk:
  • Mengklarifikasi dan memverifikasi secara tertulis ke Kementerian Keuangan RI utamanya pergeseran fungsi pendidikan ke anggaran fungsi pariwisata dan budaya serta program pada Kemenpora RI APBN TA 2017.
  • Menyusun usulan realokasi anggaran Kemenpora RI sesuai fungsi dan program berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Menganalisis dampak yang akan terjadi dan solusi yang harus dilakukan untuk mengantisipasi bilamana tidak terjadi realokasi.
  • Mengevaluasi daya serap anggaran INASGOC yang belum mencapai 2 prosen per 6 September 2017.

 

Penutup

Raker Komisi 10 DPR-RI dengan Menteri Pemuda dan Olahraga RI ditutup oleh Ferdiansyah dari fraksi Golkar dari Jawa Barat 11 pada 12:05 WIB. Untuk membaca rangkaian livetweet Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, kunjungi https://chirpstory.com/li/369232.

 

wikidpr/an/rhs

ilustrasi:viva.co.id