Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Penyesuaian RKA/KL Tahun 2018 sesuai Hasil Banggar – RDP Komisi 10 dengan Bekraf

Komisi/AKD: Komisi 10, Tanggal Rapat: 19/Oct/2017,  Ditulis Tanggal: 02/Nov/2017

Mitra Kerja: BEKRAF Penyesuaian RKA/KL Tahun 2018 sesuai Hasil Banggar – RDP Komisi 10 dengan Bekraf

Pada 19 Oktober 2017, Komisi 10 DPR-RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Bekraftentang penyesuaian RKA/KL TA 2018 sesuai hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar).RDP ini dibuka oleh Djoko U dari Fraksi Demokrat dapil Jawa Tengah 3 pada pukul 12:16 WIB.

Djoko U menjelaskan bahwa Komisi 10 meminta Bekraf untuk mengidentifikasi ekonomi industri kreatif, menengah, dan lainnya. Djoko juga meminta Bekraf untuk berkoordinasi dengan Kemendagri agar Bekraf dapat bekerjasama di daerah.

 

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

  • Saya ingin menyampaikan tanggapan pimpinan tentang penyelenggaraan Asian Games.
  • Kami sebenarnya sudah ikut bekerjasama secara substansial, jika Bapak mengetahui bahwa desain logo yang tersebar saat ini merupakan hasil dari kami. Kami juga akan berperan dalam opening nantinya.
  • Koordinasi denganKemendagri, kami mengharapkan ada koordinasi yang baik didaerah. Ini yang akan kami perhatikan.
  • Target pertumbuhan ekonomi PDB adalah 5,5%. Target Serapan tenaga kerja adalah 16%.
  • Sasaran Bekraf yaitu untuk meningkatknya kemudahan dalam mendapatkan modal ekonomi.
  • Strategi Bekraf yaitu keramahan dan keakraban pada pelaku ekonomi kreatif.
  • Pagu anggaran Bekraf sebesar Rp746.158.140.
  • Deputi Riset Edukasi dan Pengembangan Rp11 Miliar, Deputi Infrastruktur Rp153 Miliar, Deputi Pemasaran Rp153 Miliar, dan Deputi HKI Rp71 Miliar.
  • Deputi Akses Permodalan, target 2200 orang, sedangkan Deputi HKI, fasilitasi sertifikasi pelaku Bekraf target 1500 orang.
  • Risiko dan mitigasinya TA 2018, kegiatan yg menumpuk diakhir sehingga mengganggu kegiatan kami maka sebagai mitigasinya kami akan mendahulukan jadwal internal setelah itu baru eksternal.

 

Pemantauan Rapat

Berikut respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Fraksi Golkar: Ferdiansyah dari Jabar 11. Ferdiansyah menyampaikan laporan keuangan kita disclaimer. Terkait UU mengenai ekonomi kreatif, kami ingin kreasi itu jangan diatur-atur. Dapil-dapil kita tidak hanya di kota besar, Ferdiansyahmeminta tolong disesuaikan dengan kearifan lokal. Ferdiansyah juga meminta untuk memerhatikan juga dapil-dapil kami, dapil di sini hanya ada 37.

Fraksi Gerindra: Sri Meliyana dari Sumsel 2.Sri menyampaikanpada target kinerja tidak ada bandingannya, saat ini ada berapa dan sebelumnya berapa. Dari disclimer, WTP, WDP, dan lainnya. Menurut Sri, kita harus belajar dari situ. Pada sasaran Bekraf, sudah sejauh mana saran manajemen terpenuhi.

Fraksi Demokrat: Putu Supadma R dari Bali.Putu menyampaikan ekonomi kreatif ini memang seharusnya dikembangkan dari Sabang sampai Marauke. Putu menanyakan bagaimana dengan penyebaraan pendanaannya, lalubagaimana kinerja dari Bekraf yang ingin dicapai sampai akhirnya target apa yang bisa dicapai. Ekonomi kreatif ini sudah ada sejak lama, kami ingin Bekraf ini menjadi penambah devisa kita nantinya.

Fraksi PAN: Amran dari Sulsel 3.Amran menyampaikan seharusnya laporan ini tebal, ada laporan sebelumnya. Kreativitas itu bisa muncul dari orang per orang atau orang per kelompok. Amran menanyakan bentuk kreativitas yang menjadi sasaran yang mana. Apakah yg tidak tahu menjadi tahu, yang tahu menjadi lebih tahu, atau yang seperti apa. Amran juga menanyakanbagaimana bentuk koordinasi Bekraf dengan lembaga lain dan peran apa yang diambil. Kita ingin menghindari yang namanya tumpang tindih, Jangan sampai hanya dengan melakukan pendataan. Amran menanyakan apakah Bekraf hanya bisa dilakukan di kota besar.

Fraksi PKS: Abdul Fikri dari Jateng 9.Abdul menyampaikan bahwasekiranya di tahun 2017 ini sudah WDP, tetapi ternyata ini target. Pada laporan keuangan kementerian WDP ini biasanya aset. Abdul menanyakan apa ada masalah besar dengan Bekraf mengenai asetnya. Target mengapa WDP, turunnya jadi disclamer lagi nanti. Ada beberapa deputi yang sudah menemui formatnya.

 

Respon Mitra

Berikut merupakan respon mitra terhadap pemantauan rapat:

  • Yang paling penting dalam hal ini adalah adanya pengakuan pelaku Bekraf dari negara.
  • Mengenai koordinasi dengan lembaga lain, kami yakin tidak akan ada tumpang tindih.Apa yang kami lakukan adalah membawa brand ke negara sasaran, tidak hanya sebatas memamerkan produk.
  • Kami menyadari banyak produk yang sudah bagus tetapi akibat lemahnya packaging, sehingga tidak menarik. Strategi kita mencari partner investor di luar, agar reading di pasar tersebut.
  • Kedepannya tentu kami akan memperbaiki dan improve untuk memberikan mentorship.
  • Mengenai self blocking, ini sebenarnya untuk mempertebal tekad kami agar semakin intensif dalam komunikasi koordinasi.
  • Saat ini yg sudah kita dampingi ada 29 MOU dari tingkat Kabupaten dan Provinsi.
  • Program-program ke daerah seperti program kota kreatif, pengembangan film daerah, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), fasilitasi aki dan regulasi.
  • Landasan kita terkait kerjasama dengan daerah sudah cukup baik, saat ini yang sudah didampingi ada 29 MOU seperti Jambi, Tegal, dll.
  • Selanjutnya adalah membangun program bersama. Pada daerah-daerah ini ada pendampingan.
  • Ikon pendampingan pengembangan 5 film daerah, pendampingan SKPD, dan lainnya. Ada satu hal yang ingin saya tekankan tentang diperbanyaknya MOU di 37 dapil tadi, dan kami akan perhatikan itu.

 

Kesimpulan

Berikut kesimpulan rapat:

Berdasarkan Pasal 98 ayat (2) huruf C UU No. 42 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, dan berdasarkan Surat Ketua Badan Anggaran DPR RI Nomor: AG/185752/DPR RI/X/2017 tanggal 10 Oktober 2017 perihal penyampaian hasil pembahasan RUU tentang APBN 2018, Komisi X DPR RI menyetujui pagu alokasi anggaran belanja Bekraf pada RAPBN TA 2016 sebesar Rp746.158.140.000,-(tujuh ratus empat puluh enam miliar serratus lima puluh delapan juta serratus empat puluh ribu rupiah).

 

Penutup

RDP Komisi 10 DPR-RI dengan BEKRAF tentangpenyesuaian RKA/KL tahun 2018 sesuai hasil Banggar ditutup oleh Ferdiansyah dari Fraksi Golkar dapil Jawa Barat 11 pada pukul 13:46 WIB.

Untuk membaca rangkaian livetweet Raker Komisi 10 dengan BEKRAF tentang penyesuaian RKA/KL tahun 2018 sesuai hasil banggar, kunjungi https://chirpstory.com/li/372830

 

Ilustrasi: wartakota.tribunnews.com

WikiDPR/gvi/fy