Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Perkembangan Kepariwisataan-Audiensi Komisi 10 dengan Bupati Toba Samosir, Bupati Banyuwangi, Bupati Manggarai Barat

Komisi/AKD: Komisi 10, Tanggal Rapat: 11/Apr/2017,  Ditulis Tanggal: 04/May/2017

Mitra Kerja: Bupati Toba Samosir Bupati Banyuwangi Bupati Manggarai Barat Perkembangan Kepariwisataan-Audiensi Komisi 10 dengan Bupati Toba Samosir, Bupati Banyuwangi, Bupati Manggarai Barat

Pada 11 April 2017, Komisi 10 DPR-RI mengadakan audiensi dengan tiga Bupati masing-masing dari Kabupaten Toba Samosir (Provinsi Sumatera Utara), Kabupaten Banyuwangi (Provinsi Jawa Timur), dan Kabupaten Manggarai Barat (Provinsi Nusa Tenggara Timur) serta kepala Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPKDT) dengan agenda rapat:

  1. Perkembangan penetapan destinasi pariwisata
  2. Tata kelola pengembangan pemasaran pariwisata
  3. Program-program pengembangan pemasaran pariwisata

Rapat audiensi dipimpin oleh Teuku Riefky Harsya dari Aceh 1. Rapat audiensi dengan Bupati Toba Samosir, Bupati Banyuwangi, dan Bupati Manggarai Barat dihadiri oleh 5 fraksi dan dibuka untuk umum pada 14:20 WIB.

Sebagai pengantar, Riefky memaparkan bahwa perkiraan The World Tourism Organization (UNWTO) wisatawan Asia Pasifik akan meningkat 5%. Sudah apa beberapa kebijakan yang diambil Pemerintah di bidang pariwisata, diantaranya pemberlakuan bebas visa terhadap 196 negara, penetapan 10 destinasi wisata prioritas, dan program Branding, Advertising, Selling (BAS) dan DOS. Namun penetapan 10 destinasi wisata prioritas belum dilengkapi dengan infrastruktur, SDM, dan akses yang memadai.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan Ir. Darwin Siagian (Bupati Toba Samosir), Drs. Agustinus Ch. Dula (Bupati Manggarai Barat), dan Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi):

Bupati Toba Samosir

  • Danau Toba langsung berbatasan dengan Tapanuli Utara, Asahan, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Labuanbatu. Wilayah Toba Samosir terdiri dari 16 kecamatan yang terletak di daerah danau dan gunung.
  • Di Toba Samosir banyak daerah yang diperuntukan untuk kawasan budaya, contohnya makam, gereja, dan tugu. Selain kawasan budaya, Toba Samosir juga diperuntukan sebagai kawasan wisata alam, wisata buatan, dan minat khusus.
  • Sebagai informasi, arung jeram di Toba Samosir adalah yang terbaik nomor 3 di dunia.

Ketua Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPKPDT)

  • BOPKPDT sudah bekerja selama 3 bulan dan beberapa kali mendapat kunjungan Presiden.
  • Pihak Kemenhub sudah merenovasi 8 pelabuhan di Danau Toba dan bantuan kapal dari Pemerintah. Sementara pihak Kemdikbud juga sudah melakukan revitalisasi desa wisata.
  • BOPKPDT menargetkan 1 juta wisatawan ke Danau Toba dengan dasar hukum Perpres No. 49/2016.
  • 3 tugas utama BOPKPDT adalah penyusunan masterplan, fungsi koordinatif percepatan infrastruktur, dan penyusunan skema investasi dan perizinan terpadu melalui pembentukan KEK Pariwisata.
  • Terdapat 2 lingkup Danau Toba yaitu yakni lingkup otoritatif dan lingkup koordinatif. BOPKPDT mengupayakan intergrasi 17 kegiatan di Danau Toba yang dapat mendatangkan turis internasional. Untuk itu, BOPKPDT memproyeksikan Bandara Silangit sebagai bandara internasional.
  • Perkembangan lahan otorita Toba Samosir sudah sampai pada penyelesaian penyusunan masterplan, saat ini BOPKPDT sedang pada tahap visibility study. Khusus bandara dan pelabuhan, angka kunjungan makin meningkat sejak pembukaan.
  • Untuk jembatan ke Pulau Samosir akan dikembangkan agar konektivitasnya meningkat.
  • BOPKPDT ajukan revitalisasi kapal existing dan penambahan kapal baru dan pembukaan hotel menengah keatas. Selain itu, fasilitas galangan kapal akan dipantau, rute kereta api akan dibangun dari Siantar hingga Medan.
  • Studi konsultan tahun 2016 menyatakan ada beberapa kategori wisatawan nusantara (wisnus) ke Danau Toba. Berdasarkan data BPS, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman)  ke Danau Toba sebanyak 58.700 yang sebagian besar berasal dari Malaysia.

Bupati Manggarai Barat

  • Manggarai Barat terdiri dari 10 kecamatan, 164 desa, dan 5 kelurahan. Berbatasan langsung dengan Kabupaten Bima, Kabupaten Manggarai, Laut Flores, dan Laut Sagu, dengan luas darat 9.450 km². Dari jumlah 264 pulau di Manggarai, ada 9 pulau yang berpenghuni, termasuk pulau administratif dan 3 pulau investor.
  • Jumlah penduduk di Manggarai Barat sebanyak 254.198 jiwa dengan laju pertumbuhan 1,3% pertahun. 70% penduduknya bermata pencaharian sebagai petani.
  • Potensi yang dimiliki Kabupaten Manggarai Barat ada 21 Daerah Tujuan Wisata (DTW) darat yang sedang dikelola, 25 DTW darat yang belum dikelola, 20 situs purbakala, Manta Point (dalam P. Komodo), dll.
  • Pada tahun 2016 kunjungan wisnus ada 29.327 jiwa, sedangkan wisman ada 54.335 jiwa. Kebanyakan wisman datang dr Amerika, Australia, Inggris, Spanyol, Jerman, Belanda, dan Swiss.
  • Ada 4 destinasi pengembangan pariwisata daerah di Kabupaten Manggarai Barat yakni P. Komodo, Warloka, Liang Panas, Porong Boneng.
  • Revitalisasi ruang publik terbuka Batu Cermin sudah mencapai 60% dengan target 2019 selesai.
  • Untuk aksesibilitas, Manggarai Barat sudah mempunyai lapangan terbang namun belum beroperasi penuh. Sejak 2016 sudah ada pesawat jet rute Labuan Bajo-Jakarta. Pesawat Boeing sering mendarat meski frekuensinya jarang.
  • April ini, Pemda akan lakukan downbreaking peletakan batu pertama pembangunan marina untuk yacht dan kapal mewah.
  • RS Internasional Siloam dan RSUD Pratama sedang dalam pembangunan untuk mendukung potensi pariwisata. Namun sampai saat ini BPJS belum masuk Manggarai Barat.
  • Mengenai perkembangan listrik, Pemda baru menyiapkan 3 tiang listrik yang juga masuk ke dalam program PLN Pusat. Target tahun 2018, Manggarai Barat tidak lagi kesulitan listrik.
  • Pemda setempat mengharapkan Badan otorita pariwisata akan segera ditetapkan. Kami sudah menyiapkan lahan seluas 130ha, masih butuh 3000ha lagi yang akan dikembangkan setelah Perpres turun.
  • Untuk ecotourism, kegiatan andalan Manggarai Barat adalah Tour De Flores, Festival Komodo, Wonderful Labuan Bajo, Karnaval Budaya, dan Wisata Komodo.

Bupati Banyuwangi

  • Tagline Banyuwangi saat ini adalah "Magistic Banyuwangi" setelah yang sebelumnya "Discover Banyuwangi".
  • Dahulu, Banyuwangi hanyalah kabupaten transit dengan image yang buruk karena disebut sebagai kota santet.
  • Pemda Banyuwangi membangun green airport dengan dana non-APBN. Tidak seperti pemerataan dari Jakarta yang model bandaranya sama, memakai kaca. Bandara di Banyuwangi berasal dari kayu-kayu ulin bekas. Konsep green airport dan ecotourism yang diterapkan adalah tanpa AC. Lantai 2 bandara Banyuwangi disiapkan untuk masyarakat check-in, transit, dan mengantar dalam bentuk anjungan.
  • PDRB Banyuwangi naik dari 32,46 Triliun menjadi 60,22 Triliun. Pemda melarang Alfamart dan Indomaret masuk Banyuwangi selama 5 tahun terakhir. Menurut Pemda Banyuwangi, mereka harus lindungi pasar rakyat. Gross National Income (GNI) ratio Banyuwangi turun dari 0,33 menjadi 0,29 sedangkan angka Pengangguran turun dr 6% menjadi 9,17%.
  • Mulai Januari 2018, akan dibuka direct flight Jakarta-Banyuwangi, strategi yang digunakan untuk menarik calon penumpang adalah dengan atraksi.
  • Di Banyuwangi, karaoke dalam hotel tidak diizinkan untuk beroperasi. Wisatawan mancanegara di Banyuwangi difokuskan untuk menonton blue fire bukan blue film.
  • Penetapan destinasi wisata tidak hanya berdampak pada ekonomi, tapi juga perilaku penduduknya. Menurut data BPS, biaya hidup paling murah bukan lagi di Solo/Yogyakarta melainkan di Banyuwangi dengan indeks 3,3.
  • Wisman bebas untuk memilih wisata halal/haram di Banyuwangi. Halal berlokasi di Pantai Syariah, sedangkan haram di Pantai Tabuhan.
  • Pantai Pandaian diperuntukkan untuk beach club khusus wanita. Laki-laki tidak boleh masuk pantai tersebut.
  • Terdapat banyak Festival di Banyuwangi salah satunya adalah Festival Toilet Bersih untuk masjid/gereja.
  • Pada Tour de Banyuwangi Ijen, penyelenggara tidak mengundang pejabat karena waktu Bupatinya habis untuk protokoler, jadi tidak sempat menyapa masyarakat dan kuliner yang ada.
  • Mental daerah harus diubah, karena selama ini sistem S.O.P menyatakan suksesnya acara dilihat dari banyaknya pejabat Jakarta yang datang, padahal bukan seperti itu.
  • Pemda Banyuwangi memasang fiber optic di seluruh desa, tapi tidak dengan Telkom karena menurut Pemda akan merusak jalan.
  • Pemda Banyuwangi sudah menerapkan sistem e-village budgeting dari tingkat desa sampai kabupaten.
  • Kesimpulan untuk destinasi wisata di daerah adalah fasilitas bukanlah segalanya, semua berkat inovasi dan dukungan masyarakat.

Pemaparan Mitra

Ini respon dari fraksi-fraksi terhadap pemaparan Bupati Toba Samosir, Bupati Manggarai Barat, dan Bupati Banyuwangi:

Fraksi PDI Perjuangan: Sofyan Tan dari Sumatera Utara 1. Sofyan menyoroti target 1 juta wisatawan yang ditargetkan Banyuwangi. Menurut Sofyan, keberhasilan Banyuwangi menarik, bupatinya menjadi anggota DPR-RI terlebih dulu baru kemudian menjadi bupati. Sebagai bupati, Abdullah Azwar Anas berani menetapkan Banyuwangi sebagai daerah wisata. Sofyan pesimis dengan kondisi birokrasi yang ada. Sofyan berpendapat bahwa masyarakat Sumatera Utara kesulitan untuk menjual tanah. Pembangunan Labuan Bajo sudah on the track dan cocok menjadi ecotourism. Pasar Banyuwangi adalah Eropa dan Amerika.

Fraksi Golkar: Popong Otje Djunjunan dari Jawa Barat 1. Popong menyampaikan beberapa hal. Yang pertama Popong meminta masukan terhadap UU tentang Kepariwisataan. Lalu Popong menanyakan di beberapa tempat dinas kepariwisataan apakah disatukan dengan dinas kebudayaan dengan pusat. Popong menyampaikan Pemda tidak memiliki hak mengenai retribusi di Tangkuban Perahu karena hal tersebut merupakan hak KemenLHK. Ini dikarenakan aturan yang tidak sama.

Fraksi PPP:Dony Ahmad Munir dari Jawa Barat 8. Dony menyoroti khusus untuk Banyuwangi. Ia menanyakan bagaimana jika langkah dan strategi Banyuwangi dijadikan buku agar bisa direplikasi dan dijadikan contoh untuk daerah lain. Ia menanyakan juga tentang kebijakan apa yang paling dirasakan dan regulasi apa yang diharapkan untuk pariwisata dari pemerintah.

 

Penutup

Rapat audiensi dengan Ir. Darwin Siagian (Bupati Toba Samosir), Drs. Agustinus Ch. Dula (Bupati Manggarai Barat), dan Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) ditutup oleh Teuku Riefky Harsya pukul 17:04 WIB.

Untuk membaca rangkaian livetweet rapat audiensi Komisi 10 dengan Kabupaten Toba Samosir (Provinsi Sumatera Utara), Kabupaten Banyuwangi (Provinsi Jawa Timur), dan Kabupaten Manggarai Barat (Provinsi Nusa Tenggara Timur) tentang perkembangan kepariwisataan kunjungi https://chirpstory.com/li/353327.

wikidpr/lfm/kit

ilustrasi: jalansanasini.com