Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Republik Indonesia dan Republik Chile – Raker Komisi 6 dengan Menteri Perdagangan

Komisi/AKD: Komisi 6, Tanggal Rapat: 06/Jun/2018,  Ditulis Tanggal: 12/Jun/2018

Mitra Kerja: Menteri Perdagangan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Republik Indonesia dan Republik Chile – Raker Komisi 6 dengan Menteri Perdagangan

Pada 6 Juni 2018, Komisi 6 DPR-RI mengadakan Raker dengan Menteri Perdagangan (Mendag) tentang persetujuan kemitraan ekonomi komprehensif Republik Indonesia dan Republik Chile. Raker dipimpin dan dibuka oleh Teguh Juwarno dari Fraksi PAN dapil Jawa Tengah 9 pada pukul 16:39 WIB.

Sebagai pengantar rapat, Teguh mengucapkan terima kasih kepada Mendag yang telah membahas pengesahan ekonomi komprehensif antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Chile, karena perjanjian perdagangan yang menimbulkan dampak luas harus dibuatkan Undang-Undang (UU), kalau tidak menimbulkan dampak luas, cukup dengan persetujuan Presiden. Teguh menjelaskan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari rapat 31 Mei 2018 silam yang telah menyepakati untuk menjadwalkan rapat kemitraan ekonomi komprehensif pemerintah Indonesia dan pemerintah Chile yang didahului oleh proposal ekspor dan import antara Indonesia – Chile selama lima tahun kedepan.

 

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

  • Enggartiasto Lukita mengucapkan terima kasih atas pertemuan yang lalu dan ini tindak lanjut kesempatan Raker yang disampaikan pemimpin rapat, Kemendag akan sampaikan secara rinci menggunakan grafik.
  • Kemendag memiliki grafik pertumbuhan ekonomi dan perdagangan ke Chile, serta membuat perbandingan kerja sama Indonesiadengan Chile dan negara Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) lainnya.
  • Beberapa potensi kehilangan Indonesia dalam pasar ekspor ke Chile antara lain, Malaysia telah mengambil pangsa pasar ekspor minyak nabati sejak 2012 dan Thailand menguasai pangsa pasar ekspor produk otomotif sejak 2010.
  • Prognosa produk potensial ekspor ke Chile: (1) Produk existing yang memperoleh preferensi tarif (a) Produk ekspor utama dan ekspor potensial, (b) Produk import utama dan impor potensial, (2) Produk potensial yang belum di ekspor (untrapped potential trade) dan (3) Produk yang dapat memanfaatkan Chile sebagai hub (untrapped potential trade)
  • Untuk ekspor pakaian dan sabun akan terus meningkat sampai tahun kelima, jika tidak dikerjasamakan dengan Chile, potensi prognosa akan menurun.
  • Beberapa produk prognosa import ke Chile seperti besi baja, kimiawi, minyak nabati dan lain-lain.
  • Ada potensi 20 produk yang bisa diimport ke Chile, meskipun besaran negara mereka tidak terlalu besar.
  • Demikian pemaparan yang bisa Kemendag sampaikan, mudah-mudahan bisa dapat tanggapan dan persetujuan.

 

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respons anggota terhadap pemaparan mitra:

Fraksi GerindraMohamad Hekal dari Jawa Tengah 9. Hekal meminta agar surplus neraca perdagangan dengan Chile jangan sampai menjadi beban.Hekal merasa penetrasi perdagangan Indonesia dengan negara-negara di Amerika Latin agak rendah karena letak geografisnya yang jauh, tetapi kita harus meningkatkan keuntungan dan perlu dilakukannya perluasan perdagangan, sehingga kita bisa set up agar anggota Komisi 6 lainnya yakin dengan perjanjian ini. Hekal menyampaikan secara prinsip perjanjian ini sudah bagus dan Hekal meminta agar Mendag dapat mempertahankan neraca perdagangan yang sudah surplus.Hekal mengungkapkan bahwa tidak terlalu concern dengan Crude Palm Oil (CPO), karena konsituennya tidak ada yang menanam kelapa sawit.

Fraksi DemokratAzam Asman Natawijana dari Jawa Timur 3.  Azam bertanya kepada Mendag, apakah pernah berbicara dengan asosiasi terkait, seperti agreement yang lalu, jadi ketika diprognosa masuk barang-barang, tidak mengganggu stabilitas produk dan industri dalam negeri. Azam juga menanyakan jika telah melakukan pembicaraan sebelumnya, apakah pembicaraan tersebut tertuang di dalam dokumen. Azam menanyakan hal tersebut agar kejadian seperti China Free Trade Agreement tidak kembali terulang, karena bisa menyebabkan tsunami bagi industri dalam negeri.

Fraksi PANTeguh Juwarno dari Jawa Tengah 9. Teguh menjelaskan bahwa apa yang telah dipaparkan oleh Mendag merupakan angka konservatif atau angka perkiraan pendapatan minimal. Setelah semua anggota menyampaikan pertanyaan dan juga telah dijawab oleh Mendag, Teguh sebagai pimpinan menanyakan persetujuan seluruh anggota Komisi 6 terhadap kerja sama ekonomi komphensif antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Chile dapat disetujui dan kemudian disahkan oleh seluruh anggota Komisi 6.

Oleh Nasril Bahar dari Sumatera Utara 3. Nasril bertanya berdasarkan prognosa yang telah dipaparkan, berapa besar potensi negara-negara di Amerika Latin yang dapat dijadikan ekspansi untuk produk dalam negeri, apakah Chile menerima atau tidak. Nasril juga memintaCrude Palm Oil(CPO) dimasukan ke dalam perjanjian tersebut, kalau ada peluang harus mengambil kesempatan tersebut. Nasril meminta agar kejadian seperti China Free Trade Agreement tidak terjadi, karena negara kita yang harus menanggung itu, sehingga Nasril meminta gambaran lebih lanjut mengenai perjanjian tersebut.

Fraksi PPPIskandar D Syaichu dari Jawa Timur 10. Iskandar menjelaskan bahwa negara Indonesia surplus neraca perdagangan dengan Chile sebesar Rp3,15 miliar. Lebih lanjut lagi, Iskandar mengatakan bahwa neraca eksport lebih besar jika dibandingkan dengan import, selanjutnya Iskandar bertanya mengenai potensi produk lainnya yang bisa di eksport ke Chile seperti Crude Palm Oil (CPO). 

 

Respons Mitra

Berikut merupakan respons mitra terhadap pemantauan rapat:

  • Penetrasi Crude Palm Oil (CPO) di Amerika Latin masih terbilang rendah, tetapi ada hal menarik saat pembahasan bisnis forum, mereka meminta para importir agar memasukan CPO ke dalam perjanjian tersebut dan acara tersebut juga dihadiri oleh pemerintah mereka, jadi masalah eksport CPO bisa masuk.
  • Untuk kerja sama dengan negara Amerika Latin lainnya, Chile memiliki koneksi dengan Argentina, jadi kita bisa masuk ke pasar Amerika Latin melalui mereka. Sebenarnya Peru juga ingin melakukan kerja sama, tetapi mereka jual mahal.
  • Kemendag juga memperhatikan perjanjian kerja sama dengan negara-negara lainnya, fakta mengenai market share memang betul sebagaimana adanya.
  • Kemendag mengalami surplus neraca perdagangan dengan Chile sebesar Rp38,6 juta. Kemendag proyeksikan bahwa surplus tersebut dapat dijaga dan seharusnya semakin meningkat sebelum adanya tanda tangan perjanjian. Selain itu, perjanjian ini juga mendapatkan persetujuan dari asosiasi pemasaran produk dan asosiasi perikanan di Chile agar perjanjian ini segera disahkan.
  • Kemendag memang tidak memasukan tembaga dan baja, karena memang tidak mengkomitmenkan hal tersebut karena menjadi bahasan yang “sensitif”, tetapi barang tersebut tetap bisa diimport dengan biaya masuk most favoured nation (MFN) atau tidak 0.

 

Kesimpulan

Berikut merupakan kesimpulan rapat:

  • Komisi 6 DPR menyetujui rencana Pengesahan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Chile dilakukan dengan Peraturan Presiden (Perpres), karena perjanjian perdagangan tersebut tidak menimbulkan akibat yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat terkait dengan beban keuangan negara sesuai dengan penjelasan Mendag.
  • Komisi 6 DPR meminta Mendag menyampaikan Perpres tentang persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Chile setelah diterbitkan kepada Komisi 6 DPR, sebagaimana diatur dalam Pasal 84 UU 7/2014, tentang Perdagangan.
  • Apabila Pemerintah akan melakukan peninjauan kembali atau membatalkan perjanjian tersebut, Komisi 6 DPR meminta kepada Mendag untuk memberitahukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

 

Penutup

Raker Komisi 6 dengan Menteri Perdagangan tentang persetujuan kemitraan ekonomi komprehensif Republik Indonesia dan Republik Chile ditutup oleh Teguh Juwarno dari Fraksi PAN dapil Jawa Tengah 9 pada pukul 17:14 WIB.

Untuk membaca rangkaian livetweet Raker Komisi 6 dengan Menteri Perdagangantentang persetujuan kemitraan ekonomi komprehensif Republik Indonesia dan Republik Chile, kunjungihttps://chirpstory.com/li/394497

 

Ilustrasi: www.rayapos.co

WikiDPR/ws/fy