Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Perubahan RAPBN-P TA 2017 - Raker dan RDP Komisi 7 dengan Menristekdikti RI dan LPNK

Komisi/AKD: Komisi 7, Tanggal Rapat: 24/Jul/2017,  Ditulis Tanggal: 09/Aug/2017

Mitra Kerja: Menristekdikti Perubahan RAPBN-P TA 2017 - Raker dan RDP Komisi 7 dengan Menristekdikti RI dan LPNK

Pada 24 Juli 2017, Komisi 7 mengadakan Raker dengan Menristekdikti membahas Perubahan RAPBN-P TA 2017. Gus Irawan Pasaribu dari Fraksi Gerindra dapil Sumatera Utara 2 dibuka pukul 17:30 WIB. Komisi 7 telah menerima 2 surat dari Banggar atas hasil sinkronisasi dan permintaan melakukan pembahasan dengan Kemristekdikti (Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi) dan LPNK (Lembaga Pemerintah Non-kementerian). Rapat tgl 12 Juli, kita blm sepakat mengenai program prioritas yg lgsg menyentuh rakyat. 16 anggota dari 9 fraksi telah menandatangani presensi. Rapat dinyatakan terbuka utk umum.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Menristekdikti, Muhammad Nasir

  • Serapan anggaran hingga 24 Juli 2017 mencapai 38,92 persen.
  • Menurut Inpres Nomor 4 Tahun 2017, Kemristekdikti alami penghematan sebesar Rp1,8 Triliun.
  • Kegiatan kelembagaan akan terkait pada pusat unggulan inovasi di seluruh daerah yang punya potensi.
  • Potensi yang ada di daerah akan didampingi untuk penggunaan teknologi tepat guna.
  • Pagu anggaran untuk APBN-P (Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan) TA 2017 Kemristekdikti adalah Rp39,4 Triliun hingga 21 Juli 2017.
  • Menristekdikti memohon masukan dari anggota Komisi 7. Menristekdikti berharap anggaran dapat disahkan dan dijalankan dengan baik.

Kepala BAPETEN

  • Serapan BAPETEN mencapai 44,1 persen dan sudah melebih target.
  • BAPETEN mendapat penghematan sebesar Rp5,7 Miliar dari program pengawasan nuklir.

Kepala BIG

  • Realisasi BIG hingga 21 Juli adalah 36,9 persen dgn efiesiensi Rp80M utk program penyelenggaraan geospasial.
  • Total anggaran BIG utk TA 2017 adalah Rp764 Miliar.

Kepala BATAN

  • Realisasi anggaran BATAN per 21 Juli adalah 57,4 persen. Efisiensi BATAN adalah Rp3,8 Miliar.

Kepala BPPT

  • Realisasi anggaran BPPT hingga 21 Juli adalah 36,9 Persen dengan efisiensi Rp40 Miliar, total APBN-P Rp1,4 Triliun.

Kepala LAPAN

  • Realisas anggaran LAPAN hingga 21 Juli adalah 44,46 persen dengan efisiensi Rp29,3 Miliar dari program dukungan manajemen.

Kepala LIPI

  • Realisasi LIPI hingga 21 Juli adalah 51,34% dgn efiesiensi Rp25 Miliar dari program dukungan manajemen dan program penelitian.
  • Total RAPBN-P LIPI TA 2017 adalah Rp1,136 Triliun.

 

Pemantauan Rapat

Berikut respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Fraksi Demokrat: Muhammad Nasir Riau 2. Nasir berharap anggaran ini dapat berjalan dengan baik, Nasir berharap aspirasi daerah dapat dipahami.

Fraksi PKB: Syaikhul Islam Ali dari Jawa Timur 1. Syaikhul mengira program untuk mobil listrik dibuat Perpres penugasan oleh Presiden, tetapi ternyata bukan untuk BPPT. Menurut Syaikhul, Tesla sudah memproyeksikan kalau mobil listrik akan dipakai 8 tahun lagi, maka perlu didukung.

Fraksi PKS: Zulkieflimansyah dari Banten 3. Zulkifli mengatakan bahwa undangan BPPT untuk Habibie Awards harus diapresiasi. Zulkifli berpendapat bahwa pemberian penghargaan jangan hanya untuk penemunya, harus ada keunikan tersendiri. Misalnya, lembaga yang membiayai teknologi. Zulkifli berharap komunitas yang menggunakan teknologi dapat menggunakannya secara sukarela. Zulkifli mengapresiasi jangan hanya diberikan secara technical aspek saja. Zulkifli menanyakan apakah prodi baru di Indonesia Timur bisa diikuti oleh PNS. Zulkifli mendengar ada surat edaran larangan dari menteri.

 

Respon Mitra

Berikut respon mitra terhadap pemantauan rapat:

Menristekdikti

  • Mengenai awards dan aspirasi daerah akan kami tindak lanjuti.
  • BPPT dapat tambahan Rp300M dari Banggar, mohon jelaskan.
  • Menristekdikti akan menindaklanjuti arahan dari Komisi 7.

Kepala BPPT

  • Gedung dan sarpras kami sdh tua dan sdh tdk berfungsi dgn baik, kami sdh anggarkan utk revitalisasi.
  • Kami usul ke Bappenas dan Kemenkeu utk anggaran tambahan, alhamdulillah permohonan kami dide

 

Kesimpulan

Berikut hasil kesimpulan Rapat Kerja Komisi 7 DPR-RI dengan Menristekdikti dan LPNK:

Pagu BIG RAPBN-P TA 2017 memiliki 7 program yang mengalami efisiensi anggaran, yakni:

  1. Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya BIG

  2. Program penyelenggaraan informasi Geospasial

  3. Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya BPPT

  4. Peningkatan sarana dan prasarana aparatur BPPT

  5. Pengkajian dan penerapan teknologi

  6. Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya LAPAN

  7. Program pengembangan teknologi penerbangan dan antariksa

  • Untuk  program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya BIG, dan program penyelenggaraan informasi Geospasial memiliki fungsi Lingkungan Hidup.

  • Untuk program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya BPPT, peningkatan sarana dan prasarana aparatur BPPT, serta program pengkajian dan penerapan teknologi memiliki fungsi Ekonomi.

  • Untuk program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya LAPAN, serta program pengembangan teknologi penerbangan dan antariksa memiliki fungsi Pelayanan Umum.

  • Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya BIG yang semula APBN 2017 sebesar Rp190.147.432, mengalami efisiensi anggaran sebesar Rp10.876.033, sehingga RAPBNP 2017 untuk program tersebut menjadi sebesar Rp179.271.399.

  • Program penyelenggaraan informasi Geospasial yang semula APBN 2017 sebesar Rp654.327.161, mengalami efisiensi anggaran sebesar Rp69.902.124, sehingga RAPBNP 2017 untuk program tersebut menjadi sebesar Rp584.925.037.

  • Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya BPPT yang semula APBN 2017 sebesar Rp455.264.284, terjadi penambahan anggaran dari hasil pembahasan di Banggar sebesar Rp3.000.000. Kemudian, mengalami efisiensi anggaran sebesar Rp4.150.000, sehingga RAPBNP 2017 untuk program tersebut sebesar Rp454.114.284.

  • Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur BPPT yang semula APBN 2017 sebesar Rp8.068.500, terjadi penambahan anggaran dari hasil pembahasan di Banggar sebesar Rp76.000.000. Kemudian, mengalami efisiensi anggaran sebesar Rp650.000, sehingga RAPBNP 2017 untuk pogram tersebut sebesar Rp83.418.500.

  • Program pengkajian dan penerapan teknologi yang semula APBN 2017 sebesar Rp676.844.915, mengalami efisiensi anggaran sebesar Rp35.200.000, sehingga RAPBNP 2017 untuk program tersebut menjadi sebesar Rp641.644.915.

 

Pagu LAPAN RAPBN-P TA 2017 memiliki 2 program yang mengalami efisiensi anggaran, yakni:

  1. Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya LAPAN

  2. Program pengembangan teknologi penerbangan dan antariksa

  • Untuk program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya LAPAN memiliki fungsi Pelayanan Umum.

  • Untuk program pengembangan teknologi penerbangan dan antariksa memiliki fungsi Pelayanan Umum.

  • Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya LAPAN yang semula APBN 2017 sebesar Rp126.550.593, mengalami efisiensi anggaran sebesar Rp4.600.000, sehingga RAPBNP 2017 untuk program tersebut menjadi sebesar Rp121.950.593.

  • Program pengembangan teknologi penerbangan dan antariksa yang semula APBN 2017 sebesar Rp572.110.000, terjadi penambahan anggaran dari hasil pembahasan di Banggar sebesar Rp138.100.000. Kemudian, mengalami efisiensi anggaran sebesar Rp24.700.000, sehingga RAPBNP 2017 untuk program tersebut menjadi sebesar Rp685.510.000.

Pagu LIPI RAPBN-P TA 2017 memiliki 2 program yang mengalami efisiensi anggaran, yakni:

  1. Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya LIPI

  2. Program penelitian, penguasaan dan pemanfaatan Iptek

  • Untuk program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya LIPI memiliki fungsi Ekonomi.

  • Untuk program penelitian, penguasaan dan pemanfaatan Iptek memiliki fungsi Ekonomi.

  • Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya LIPI  yang semula APBN 2017 sebesar Rp170.864.773, mengalami efisiensi anggaran sebesar Rp7.812.021, sehingga RAPBNP 2017 untuk program tersebut menjadi sebesar Rp163.052.752,46.

 

 

  • Program penelitian, penguasaan dan pemanfaatan Iptek yang semula APBN 2017 sebesar Rp953.858.833, terjadi penambahan anggaran dari hasil perubahan lainnya sebesar Rp63.674.592. Kemudian, mengalami efisiensi anggaran sebesar Rp17.187.979,46. Jadi, RAPBNP 2017 untuk program tersebut menjadi sebesar Rp1.000.345.445,54.

 

Penutup

Raker dan RDP Komisi 7 dengan Menristekdikti RI dan LPNK tentang Perubahan alokasi RAPBN-P TA 2017 ditutup pukul 18:36 WIB oleh Gus Irawan Pasaribu dari Fraksi Demokrat dapil Sumatera Utara 2. Untuk membaca rangkaian livetweet komisi 7 DPR-RI dengan Menristekdikti RI dan LNPK tentang Perubahan alokasi Anggaran RAPBN-P 2017 kunjungi https://chirpstory.com/li/364108.

 

wikidpr/rhs

Ilustrasi: kabarntb.com