Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

RKA K/L dan RKP K/L Tahun 2019 - Raker Komisi 10 dengan Menteri Pariwisata

Komisi/AKD: Komisi 10, Tanggal Rapat: 06/Jun/2018,  Ditulis Tanggal: 26/Jun/2018

Mitra Kerja: Menteri Pariwisata RKA K/L dan RKP K/L Tahun 2019 - Raker Komisi 10 dengan Menteri Pariwisata

Pada 6 Juni 2018, Komisi 10 DPR-RI mengadakan Raker dengan Menteri Pariwisata tentang Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian atau Lembaga (RKA K/L) dan Rencana Kerja Pemerintah Kementerian atau Lembaga (RKP) K/L 2019.  Rapat dipimpin dan dibuka oleh Hetifah Sjaifudian dari Fraksi Golkar dapil Kalimantan Timur pada pukul 10:45 WIB.

Sebagai pengantar rapat, Hetifah mengatakan bahwa tema RKL tahun 2019 adalah pemerataan pembangunan untuk pertumbuhan berkualitas. Hetifah pun mengatakan bahwa Raker ini juga membahas pembangunan pariwisata Indonesia dan rencana dengan mitra Kementerian Pariwisata. Hetifah mengingatkan sebelum menyampaikan paparan Kementerian Pariwisata bahwa akan diadakannya Raker pada 4-7 Juli 2018 dengan agenda penyempurnaan anggaran K/L sesuai agenda Badan Anggaran (Banggar). Hetifah  mempersilahkan Menteri Pariwisata agar menjelaskan masalah nasional yang mempengaruhi pariwisata Indonesia.

Pemaparan Mitra

Berikut ini merupakan pemaparan mitra:

  • Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata mengatakan bahwa agenda rapat yaitu perfomansi tahun 2018 dan pembahasan RKA K/L dan RKP K/L tahun 2019.
  • Awal tahun 2018, logo wonderful Indonesia mendapatkan 30 penghargaan di 8 negara.
  • Arief Yahya mengatakan pariwisata masuk prioritas nasional ke-3, serta danya peningkatan nilai tambah ekonomi dan penciptaan lapangan kerja melalui pariwisata.
  • Adanya kegiatan prioritas dengan 10 wisata prioritas. Adanya proyek prioritas dengan diverifikasi 10 destinasi branding. Pengembangan destinasi antara lain, Bali temasuk daerah dengan ekonomi khusus pariwisata karena adanya dukungan yang sustainable.
  • Terkait pagu indikatif disesuaikan dengan siklus penganggaran yang didasarkan oleh Rencana Kerja Pemerintah (RKP) sekitar Rp3triliun.
  • Target kinerja tahun 2019 meliputi kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional 5,5% dengan devisa Rp280 triliun, serta wisatawan mancanegara 20 juta kunjungan.
  • Pagu indikatif digunakan untuk program dukungan manajemen dan per unit kerja.
  • Arief Yahya mengatakan bahwa pagu indikatif Kementerian Pariwisata sebesar Rp3.513.169.304 sedangkan pagu indikatif tahun 2018 sebesar Rp3.724.908.080, anggaran tersebut digunakan untuk pengembangan pariwisata dan kegiatan strategis.
  • Pada Deputi bidang Pengembangan Pariwisata 1 yaitu branding, advertisingdan selling.
  • Anggaran akan dilakukan untuk sertifikasi kompetensi sebanyak 75 ribu orang, pengembangan amenitas pariwisata di destinasi prioritas, branding, advertising, selling.
  • Sekretariat informasi yaitu layanan keuangan, layanan informasi dan layanan umum.

 

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respons anggota terhadap pemaparan mitra:

Fraksi PDIP: My Esti Wijayati dapil Yogyakarta. My Esti berharap bisa mengetahui sejauh mana realisasi hingga bulan Juni karena pemaparan realisasi yang disampaikan hanya wisatawan mancanegara tahun 2018 sudah hampir 5 juta. My Esti mengatakan bahwa isu Tunjangan Hari Raya THR dan gaji ke-13 di pagu indikatif dianggarkan hingga Rp340 miliar. My Esti menjelaskan bahwa menurut masyarakat kebijakan ini ada secara tiba-tiba, padahal telah terungkap dan sudah dianggarkan pada tahun 2018. My esti menanyakan apakah cukup Rp340M untuk THR dan gaji ke-13. My Esti mengingatkan bahwa di tepat saat berlangsungnya Raker ini merupakan hari lahir Bung Karno, Presiden pertama Indonesia dan My Esti berharap spirit bangsa harus teresapi bersama.

Oleh Wiryanti Sukamdani dari DKI 1. Wiryanti menambahkan baru-baru ini ia datang ke Gili Trawangan, sampah disana mengkhawatirkan, yakni ada sampah dari kapal dibuang di laut, menurut Wiryanti mereka malas buang di darat dan seharusnya diharapkan adanya kebersihan dan keamanan, apalagi akan dihadapkan dengan Asian Games dan World Bank. Wiryanti berharap setiap daerah harus bisa membersihkan wilayahnya sendiri. Wiryanti menjelaskan bahwa sudah adanya 14 negara yang memberikan travel advice. Wiryanti mengatakan saat Gunung Agung erupsi, terjadi penurunan wisatawan dari 15 juta menjadi 4 juta. Wiryati menanyakan sejak ada kejadian di Surabaya dan travel advice apakah target wisatawan tetap sama. Wiryanti menanyakan kontribusi Timor Leste terhadap kunjungan wisata mancanegara, sebab menurutnya cross border itu penting. Wiryanti mengatakan bebas visa kunjungan sekarang muncul dugaan security dikorbankan untuk prosperity. Wiryanti menambahkan bahwa Kemenkumham pendapatannya berkurang Rp1,9 triliun akibat bebas visa. Wiryanti bertanya rugikah jika dihitung bebas visa 169 negara karena banyak negara tidak perlu bebas visa dan bagaimana dengan policy.Wiryanti menambahkan bisakah dibayangkan masuk restoran yang melayani itu robot, check in hotel pun robot.

Oleh Sofyan Tan dari Sumatera Utara 1. Sofyan mengaku antusias karena meletakkan pariwisata sebagai sumber devisa Negara, yakni sebesar Rp280 triliun. Sofyan berpendapat bahwa Arief Yahya salah satu Menteri yang sering berkunjung ke Sumatera Utara dan meletakkan Sumatera Utara untuk menerima turis 1 juta pada tahun 2019. Sofyan mengucapkan terimakasih karena Danau Toba masuk 4 destinasi pariwisata prioritas dan membangun infrastruktur disana. Sofyan berharap Sumut dengan pariwisata, target wisata mencanegara tahun 2017 tercapai 261 ribu, tahun 2018 Sumut sudah mencapai 300 ribu lebih dan Sofyan yakin tahun 2018 ini akan selesai proyek Jalan Kualanamu. Sofyan mengatakan keluhan turis itu sepi tidak ada atraksi dan kegiatan yang menonjolkan budaya karena 70% survei ingin melihat budaya. Sofyan memaparkan bahwa dari 7 Kab/Kota, yang paling aktif hanya Samosir. Sofyan menanyakan bagaimana Pak Menteri memberi insentif untuk daerah yang aktif. Sofyan menghitung-hitung kalau setiap hari turis datang itu pun maksimal 500 ribu per tahun yang datang. Sofyan menanyakan persoalan bagaimana kehebatan Indonesia agar membuat turis mau ke Indonesia. Sofyan menjelaskan bahwa ada delegasi dari Tiongkok menyatakan tidak mau ke Danau Toba karena di Tiongkok danau itu banyak dan di Danau Toba tidak ada atraksi.

Fraksi Golkar: Ferdiansyah dari Jawa Barat 11. Ferdiansyah bertanya apa saja yang dilakukan untuk memenuhi targetRencana Kerja Pemerintah (RKP) dan apakah itu mampu. Ferdiansyah menanggapi terkait belum adanya jumlah dan gambaran Sumber Daya Manusia seperti apa yang memenuhi target itu. Ferdiansyah berpendapat dalam legacy pariwisata belum sepenuhnya berhasil.Ferdiansyah juga berpendapat bahwa belum berhasil memasukkan indikator kepariwisataan sebagai indikator penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN).

Oleh Noor Achmad dari Jawa Tengah 2. Noor menanyakan apakah ada pengaruh larangan alkohol dan jaminan produk halal dengan adanya kunjungan wisata.

Oleh Hetifah Sjaifudian dari Kalimantan Timur. Hetifah mengatakan bahwa Kementerian Pariwisata RI mengusulkan program prioritas nilai tambah dan jasa produktif lainnya serta kegiatan prioritas dalam bentuk percepatan pengembangan 10 destinasi pariwisata. Hetifah menambahkan target kinerja Rencana Kerja Pemerintah (RKP) bidang pariwisata tahun 2019 terdapat 6 hal. Hetifah menjelaskan bahwa Komisi 10 dan Kementerian Pariwisata sepakat akan mengagendakan pembahasan RKP K/L dan RKA K/L pada 2-4 Juli 2018.

Fraksi Gerindra: Moh Nizar Zahro dari Jawa Timur 11. Nizar berpendapat harusnya ditampilkan Islam nusantara Indonesia untuk menarik wisatawan, karena wisata halal kita kalah dengan Malaysia. Nizar berharap realisasi kunjungan wisata mancanegara tahun 2018 bisa tercapai.Nizar menambahkan di daerah pilihannya di Kabupaten Sumenep, ada beberapa permohonan agar dapat perhatian Kementerian Pariwisata karena disana sering diadakan festival kuliner dan tari. Nizar mengundang Menteri Pariwisata beserta jajaran untuk hadir di Kabupaten Sumenep, di Sumenep sudah ada bandara walaupun 1 hari 1 penerbangan. Nizar menanyakan bagaimana dapat mendorong wisata halal Indonesia bisa mendunia walaupun dengan anggaran Kementerian Pariwisata yang tidak mencapai Rp3 triliun.

Oleh Sutan Adil Hendra dari Jambi. Sutan menanyakan dimana komitmen Menteri Keuangan untuk pariwisata. Sutan mengapresiasi Menteri Pariwisata dalam mendapatkan 30 penghargaan. Sutan menanyakan bagaimana infrastruktur kepada 10 destinasi dan 4 itu dan sejauh mana koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Fraksi Demokrat: Putu Supadma Rudana dari Bali. Putu menjelaskan bahwa generasi milineal sekarang tidak memikirkan ekspektasi namun lebih mementingkan melakukan kunjungan, experience serta selfie. Putu menambahkan performance tahun 2018, pertumbuhan naik 13,8%. Putu menanyakan bagaimana nationality karena setiap market memiliki tujuan. Putu menambahkan terkait bebas visa selalu dibicarakan dan telah berkunjung ke Sulawesi Tenggara ada orang asing masuk bukan untuk tujuan pariwisata,tetapi untuk kebutuhan tenaga kerja.Putu bertanya apakah itu berkaitan dengan bebas visa, selain itu Putu bertanya apakah konsepnya akan diturunkan menjadi visa on arrival atau visa online. Putu berpendapat bahwa telah bebas visa untuk ke Raja Ampat dan harus ada izin dari Polres Manokwari. Putu menanyakan apakah Kementerian Pariwisata memiliki langkah strategis agar wisatawan mancanegara mudah datang ke Indonesia. Putu mengingatkan bahwa Asian Games sebentar lagi, Putu mengusulkan untuk diadakan pameran atau festival mart agar media yang jumlahnya seribu dapat info tentang Indonesia. Apabila sulit manfaatkan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk promosikan Indonesia. Putu merasa belum yakin bahwa tingkat Sumber Daya Manusia di tingkat RT/RW mampu menerima wisata mancanegara secara mandiri dan aktif. Putu menanykan apakah tidak ada program pelatihan Diklat agar bukan hanya menjadi penonton pariwisata melainkan pelaku utama. Putu berharap mudah-mudahan ada konsep startegis dan komprehensif di tahun 2019.

Oleh Muslim dari Aceh 2. Muslim bertanya perihal target 20 juta wisatawan di tahun 2019 apakah dapat tercapai dan apakah selama ini Kementerian Pariwisata ada upaya mendukung kuliner Indonesia mendunia, karena sulit mencari makanan Indonesia, hanya ada di daerah-daerah tertentu.

Oleh Venna Melinda dari Jawa Timur 6. Venna mengatakan dengan anggaran Rp3,5 triliun akan menyasar pada influencer yang ada di Indonesia. Venna berpendapat, seperti Ayu Tingting atau PrillyLatuconsina kenapa tidak di endorse, karena era promosi sekarang dari off menjadi online,karena tidak lagi mengandalkan spanduk. Venna menambahkan digital tourism apakah ada kerjasama dengan Kominfo.

Oleh Djoko Udjianto dari Jawa Tengah 3. Djoko menyatakan, karena rapat ini mambahas RKA K/L maka pariwisata akan dibawa kemana, karena sudah bisa meningkatkan wisatawan dan devisa. Djoko menyatakan bahwa turis Arab dan Timur Tengah main hanya ke Puncak dan Bandung. Djoko mengatakan bahwa dirinya anggota Panja bebas visa di Komisi 1, tidak ada tambahan added value bagi dunia pariwisata. Djoko menambahkan Asian Games terdapat 49 negara dan mengatakan Pak Putu Supadmamerupakan Direktur Taman Mini. Djoko bertanya apakah Menteri Keuangan pernah menurunkan anggarannya, lalu Kementerian Pekerjaan Umum anggarannya lebih dari Rp120 triliun sedangkan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pemuda dan Olahraga agar anggarannya ditekan. Djoko menanyakan apakah uang Rp3,5 triliun dapat menjalankan program. Djoko mengatakan program dapat di evaluasi jika sudah dapat uangnya, Djoko mengajak agar mencari uang sebanyak-banyaknya, karena orang Jawa mengatakan bahwa setelah ada sandang, pangan dan papan selanjutnya main. Djoko mengingatkan perlu mengantisipasiDeputi bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, karena anggarannya kecil sekali yang dikhawatirkan akan diam saja. Djoko menanyakan apakah ada anggaran untuk Tunjangan Hari Raya (THR).

Fraksi PAN: Dewi Coryati dari Bengkulu. Dewi mengatakan bahwa tantangan besar yang dihadapi pariwisata Indonesia yaitu daya tahan lingkungan, karena sering terlihat di daerah wisata sampah platik masih belum dapat terkendali. Dewi menambahkan masalah plastik dan kebersihan toilet menjadi tantangan bersama. Dewi bertanya adakah program untuk pengendalian sampah plastik dan selama tahun 2017 program Kementerian Pariwisata di Bengkulu belum ada yang tentang lingkungan hidup. Dewi bertanya apakah sudah dilakukan kerjasama dengan penduduk sekitar atau Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk atasi vandalisme di tempat wisata serta program pembangunan toilet di tempat wisata. Dewi mengatakan bahwa di LIPI telah ditemukan bakteri yang bisa mengolah tinja yang bisa digunakan untuk toilet portable. Dewi mengatakan pelatihan pariwisata untuk 25 ribu orang di 34 provinsi. Dewi menanyakan adakah pelatihan tindak lanjutnya dan adakah wadah alumni yang harus dibina oleh Kementerian Pariwisata. Dewi berpendapat bahwa Asian Games harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, lalu buka saja volunteers untuk jadi pemandu wisata yang menjelaskan atau menjual pariwisata.Dewi menambahkan kalau di Bengkulu mereka bisa karaoke sambil makan durian dan sate padang, dan di Bengkulu ada sumur yang awet muda yang sering digunakan Bung Karno, sehingga beliau memiliki kekuatan untuk memerdekan Bangsa.

Fraksi PKB: Latifah S dari Jawa Timur 5. Latifah menanyakan daerah manakah yang sudah ditetapkan sebagai wisata halal bagaimana progressnya. Latifah berpendapat apakah tidak mungkin Jawa Timur dan Jawa Tengah jadi daerah wisata halal, karena disana banyak makamWalisongo. Latifah menambahkan bahwa belum melihat hal spektakuler yang menarik untuk kesana, di Gunung Bromo, Tengger dan Semeru.

Fraksi PKS: Abdul Fikri Faqih dari Jawa Timur 9. Fikri mengatakan perlu ada jabaran soal review tahun 2017-2018, apakah kontribusi pariwisata itu. Fikri menambahkan kita banyak potensi, maka kita bingung mana yang harus dipromosikan, maka dari itu perlu dibangun sistem dan perlu seleksi prioritas. Fikri berpendapat bahwa banyak isu keamanan dan bencana alam, kalau bencana alam jangan hanya diserahkan kepada Kominfo, lalu soal-soal terorisme hanya diserahkan ke Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) saja, mereka operasi silent tetapi penyelesaian tidak silent, karena isme itu paham. Fikri menambahkan perihaluniversitas ingin dijadikan world class, lalu muncul isu terorisme maka hancurlah profesor submit jurnal.

 

Respons Mitra

Berikut merupakan respons mitra terhadap pemantauan rapat:

  • Terkait Manokwari dan Raja Ampat telah bekerjasama dengan Kepolisian untuk melayani pengunjung
  • Terkait pelatihan SDM per desa sudah mendata sebanyak 25 ribu yang akan disinergikan.
  • Travel Advice tidak akan mengubah target, telah mendorong Garuda dan Asita untuk online dan itu telah berhasil.
  • Terkait wisatawan mancanegara di Timor Leste sebanyak 1,2 juta per tahun dan terdapat travel fair untuk pariwisata di Asian Games dll.
  • Tidak semua unsur pariwisata masuk dalam Badan Pusat Statistik (BPS) dan untuk SDM yang disertifikasi terdapat 75 ribu orang.
  • Selalu ada product branding kita masukkan dan dianggarkan dan untuk kuliner Indonesia belum banyak dukungan dari pemerintah.
  • Terkait influencer ada 2 yaitu Genpi dan selebriti.

 

Kesimpulan

Rapat tidak menghasilkan kesimpulan

 

Penutup

Raker Komisi 10 dengan Menteri Pariwisata tentang pembahasan RKA K/L dan RKP K/L tahun 2019 ditutup oleh Hetifah dari Fraksi Golkar dapil Kalimantan Timur pada pukul 13:39 WIB.

Untuk membaca rangkaian livetweet Raker Komisi 10 dengan Menteri Pariwisata tentang pembahasan RKA K/L dan RKP K/L tahun 2019, kunjungi https://chirpstory.com/li/394468

 

Ilustrasi: chapal.us

WikiDPR/fm/fy