Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Nasional Demokrat - Nanggroe Aceh Darussalam I
Komisi I - Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika
        


Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Banda Aceh
Tanggal Lahir
21/12/1949
Alamat Rumah
Bukit Pamulang Indah E-18/1, RT.002/RW.005, Kelurahan Pamulang Timur. Pamulang. Tangerang Selatan. Banten
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
Nasional Demokrat
Dapil
Nanggroe Aceh Darussalam I
Komisi
I - Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika

Latar Belakang

Prof. Dr. Bachtiar Aly, MA lahir di Banda Aceh, 21 Desember 1949. Ia adalah seorang caleg yang lolos pemilu legislatif untuk tahun 2014-2019 yang diutus oleh Partai Nasdem. Bachtiar Aly dikenal sebagai duta besar Indonesia untuk Mesir pada tahun 2002-2005. Sampai saat ini, Bachtiar Aly masih tercatat sebagai penasihat ahli Kapolri RI.

Bachtiar Aly menikah dengan R. Indrijati Inawangsih pada tahun 1988. Mereka dikaruniai dua orang anak, Noval Herzuno Bachtiar dan Datin Tarina Alysa.

Pendidikan

S1, Publistik, Universitas Padjajaran, Bandung (1971)
S1-S3, Ilmu Komunikasi, Politik dan Sosiologi, Westfaelische Wilhelms – Universitaet Muenster, JERMAN (1984)

Perjalanan Politik

Bachtiar Aly memulai karirnya di politik sebagai salah satu anggota tim ahli FKP DPR RI di Jakarta pada tahun 1998. Ia juga menjadi salah satu tim ahli MPR RI di Jakarta di tahun yang sama. Kemudian pada tahun 2000 sampai dengan 2005, Bachtiar Aly menjadi tim penasehat Presiden untuk urusan berkaitan dengan Aceh di Jakarta. Ia juga terlibat dalam Kementrian Polkam sebagai penasehat dari 2000 sampai 2002.

Bachtiar Aly mendapatkan kedudukan sebagai Duta Besar Mesir untuk periode 2002-2005. Lalu ia kembali ke Indonesia dan menjadi tim ahli DPR RI dari tahun 2005 sampai 2007.

Sebelum terlibat dengan ormas Nasional Demokrat dan Partai Nasdem, Bachtiar Aly telah lama terlibat dalam organisasi-organisasi lainnya seperti menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan di Perhimpinan Alumni Jerman, Ketua di Komite Profesor untuk Perpustakaan UI, dan ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Guru Besar FISIP UI. Di samping itu, beliau juga sampai sekarang masih menjadi pengurus forum duta besar RI, Jakarta.

Dari tahun 2010, Bachtiar Aly menjadi bagian dari Dewan Pertimbangan untuk Ormas Nasional Demokrat. Sejak tahun 2013, ia memegang posisi sebagai Ketua Dewan Pakar DPP Partai Nasdem di Jakarta.

Pada 17 Mei 2014, Bachtiar Aly menanggapi tentang kasus yang menimpa Walikota Medan Nonaktif, Rahudman Harahap. Rahudman divonis 5 tahun penjara oleh Mahkamah Agung, dan Bachtiar Aly berkata bahwa elit politik harus dapat menahan diri dan menghindari politik balas dendam.

Visi & Misi

belum ada

Program Kerja

belum ada

Sikap Politik

RUU Penetapan Batas Zona Ekonomi Eksklusif dengan Republik Filipina

25 April 2017 - Bachtiar mewakili Fraksi Nasdem memberikan pandangan fraksi terhadap RUU Penetapan Batas ZEE Republik Indonesia dengan Republik Filipina. Bachtiar sebagai perwakilan dari Fraksi Nasdem menyetujui agar RUU Penetapan Batas ZEE Republik Indonesia dan Republik Filipina untuk dibahas ditingkat selanjutnya.   [sumber]

RUU Kewirausahaan Nasional

2 Februari 2016 - Mewakili Fraksi Nasdem, Bachtiar menerima hasil kerja Panitia Kerja (Panja) dan setuju RUU Kewirausahaan Nasional dibawa ke Paripurna.  [sumber]

23 November 2015 - Bachtiar menegaskan bahwa RUU harus dirumuskan sedemikian rupa. Menurut Bachtiar, RUU Kewirausahaan Nasional adalah ide yang bagus. Bachtiar merasa sedih adanya afirmatif keberpihakan bahwa mitos orang Melayu itu malas dan UKM yang maju selalu disebutkan dari Jepang dan Korea yang tidak mau tersaingi. Bachtiar juga merasa pilu saat Indonesia dianggap bangsa plagiat. Bachtiar mendukung RUU Kewirausahaan Nasional dan berharap Indonesia lebih visioner.  [sumber]

Tanggapan Terhadap RUU

RUU Konsultan Pajak - Pengharmonisasian RUU Konsultan Pajak

4 Juli 2018 - Dalam Rapat Dengar Pendapat Baleg dengan Misbakhun selaku Pengusul RUU Konsultan Pajak, Bachtiar mengatakan bahwa Pasal 11 dan Pasal 12 sudah menjelaskan mengenai lisensi dan kegiatan praktik, jadi Pasal 4C sudah tepat isi dan rumusannya, jadi pejabat negara tidak masuk kategori ini, tetapi masih bisa menerima konsultasi mengenai pajak. [sumber]

RUU Konsultan Pajak

11 April 2018 – Rapat Baleg dengan Tenaga Ahli Bachtiar menjelaskan ini merupakan tahun politik sehingga sedikit partisipasi anggota DPR yang datang rapat. Bachtiar menyampaikan,untuk Tenaga Ahli (TA), Pajak ini sumber pendapatan publik sehingga harus visioner dan beberapa tahun mendatang sudah tidak out of date. Bachtiar mengatakan,bila materi dikuasai dengan baik maka akan langsung diketahui kekurangannya secara cepat. (sumber)

Tanggapan

Penanganan Kejahatan Siber, Ransomware dan Hoax

31 Mei 2017 - Menurut Bachtiar, kalau memang ini menimbulkan bencana kepanikan masyarakat kalau bisa jangan disosialisasikan. Bactiar siap diundang untuk menonton cyberwar secara langsung dan apabila bisa dikenalkan langsung sama hacker-hacker minimal hacker putih. Selain itu, sejauh mana kualitas SDM yang memumpuni untuk menghadapi keamanan siber. Bactiar menanyakan bagaimana pun strategi Pemerintah yang penting kepentingan nasional NKRI nomer 1. Selanjutnya, Bactiar mengatakan bahwa isu radikalisme itu terlalu overexposed padahal konten porno juga masih banyak. Jangan sampai bangsa kita sudah jadi bangsa korup juga jadi bangsa porno.   [sumber]

Persiapan Menjadi Tuan Rumah Asia-Pacific Broadcasting Union

26 April 2016 - Komisi 1 DPR-RI menyampaikan selamat kepada anggota dewan pengawas yang terpilih, semoga amanah dengan tugas yang diemban bisa dilakukan dengan baik. Bachtiar sudah melihat tampilan dan meyakinkan namun tema dalam acara (Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU) tersebut belum ada. Menurut Bachtiar, seharusnya Indonesia yang mengusulkan topik, tidak hanya sebagai pelaksana saja.  [sumber]

Konflik Timur Tengah

2 September 2015 - Menurut Bachtiar Komisi 1 juga ingin menyegerakan pengiriman bantuan agar tidak dianggap memberikan janji saja dan Ia menanyakan bagaimana perkembangan ISIS sebenarnya dan jika ini merupakan tentang ideologi, ideologi siapakah yang dimaksukan. Bachtiar menanyakan bagaimana perspektif para dubes mengenai Palestine. Ia menyatakan In military industry complex, sebenarnya ini masalahnyavseperti ada settingan, karena menurutnya seharusnya Palestine sudah lama merdeka dengan Ibukota Yerussalem. Menurut Bachtiar, Israel itu biadab dan penasihat Presiden Obama adalah seorang Yahudi. Kemudian Bachtiar mempertanyakan bagaimana peran OKI karena menurutnya Yahudi punya kaki tangan di Indonesia. Bachtiar mengaku bisa tersulut emosinya namun tidak jadi karena kini ia tengah bertugas di Komisi 1. Ia merasa pimpinan butuh penjelasan mengenai perspektif ISIS. Selain itu dubes memiliki hak veto, diskresi, sebagai wakil dari negara, wakil dari presiden, warga, dan pribadi maka Bachtiar menyatakan persetujuannya agar dubes diundang kembali karena pembahasan topik rapat bisa panjang. [sumber]

Situasi Pengungsi Rohingya di Aceh

24 Agustus 2015 - Bachtiar mengapresiasi para relawan yang sudah membantu para pengungsi. Bachtiar menilai UNHCR sudah overloaded. Bukan berarti UNHCR tidak menganggap Rohingya sebagai prioritas penting, namun yang dimaksudkan disini Indonesia harus tetap berperan aktif. Bachtiar menemukan adanya spirit yang sama namun tidak sesuai antara Kemenlu dengan para stakeholder. Bachtiar usul ke Kemenlu agar diadakan forum nasional sebelum diadakan international conference terkait Rohingya. Dimana dalam kasus ini yang dibutuhkan hanya brainstorming, bukan perdebatan antar orang pintar. Mengenai usulan Elnino M Husein Mohi terkait pengumpulan pengungsi dalam satu pulau khusus, serta usulan Alimin Abdullah terkait konklusi rekomendasi para pengungsi, Bachtiar menyatakan setuju atas pendapat keduanya.  [sumber]

Rencana Strategis Lembaga Ketahanan Nasional dan Dewan Keamanan Nasional

11 Juni 2015 - Bachtiar mendukung Pagu Anggaran untuk Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) dan Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas). Bachtiar menggaris bawahi bahwa Lemhanas akan membangun gedung kantor baru dengan 26 lantai. Bachtiar saran ke Wantanas untuk bergabung satu kantor bersama Lemhanas saja.  [sumber]

Rencana Strategis TVRI-RRI

10 Juni 2015 - Bachtiar minta klarifikasi ke Direktur Utama TVRI (Dirut TVRI) rincian komposisi program TVRI yang diproduksi sendiri dan yang kontrak dari tempat lain. Sehubungan dengan akan adanya karyawan TVRI yang akan pensiun, Bachtiar minta penjelasan pola rekrutmen TVRI selanjutnya.  [sumber]

Rencana Strategis Kementerian Komunikasi dan Informatika

9 September 2015 - Bachtiar mendukung permohonan tambahan anggaran yang diajukan oleh Dewan Pers.

10 Juni 2015 - Bachtiar fokus kepada Kantor Berita ANTARA (KBA). Menurut Bachtiar KBA saat ini jejaknya tidak diketahui. Bachtiar dorong KBA untuk lebih percaya diri dalam merancang rencana strategisnya. Bachtiar minta klarifikasi ke Direktur Utama KBA berapa banyak koresponden KBA di seluruh dunia. Bachtiar mendukung ide membuat sekolah jurnalistik.

Kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Bachtiar minta penjelasan hasil tindak lanjut dari Raker dengan Komisi 1 di bulan Januari 2015 lalu.  [sumber]

Mekanisme Pemantauan & Peninjauan Pelaksanaan Undang-Undang

28 Mei 2015 - Bachtiar saran perlunya dibuatkan jadwal untuk pemantauan dan peninjauan undang-undang.  [sumber]

Laporan Penyusunan RUU di Komisi I

28 Mei 2015 - Menurut Bachtiar berdasarkan Prolegnas 2015 Komisi 1 akan menyusun 3 RUU: RUU Penyiaran, RUU Radio Televisi Republik Indonesia (RUU RTRI) dan Revisi UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Komisi 1 sudah membuat Panitia Kerja (Panja) dan Naskah Akademik untuk RUU Penyiaran dan RUU RTRI. Targetnya RUU Penyiaran selesai di masa persidangan kali ini. RUU tentang perjanjian ekstradisi antara Indonesia dengan Vietnam telah menjadi Undang-Undang.

Bachtiar usul agar Baleg beri target ke Deputi Perundang-undangan DPR (Deputi PUU) untuk menyelesaikan Naskah Akademik yang banyak terbengkalai sampai dengan akhir Masa Sidang IV ini. Dan kalau juga belum selesai Bachtiar usul agar Baleg untuk cari lembaga lain untuk membuat Naskah Akademiknya.  [sumber]

Peraturan Pengamanan di Lingkungan Gedung DPR

Pada 6 April 2015 - Bachtiar saran ke Badan Legislasi (Baleg) agar anggota DPR minimal dibekali helm dalam keadaan darurat agar tidak mati bila ditembak. Menurut Bachtiar yang mengalami Kerusuhan Mei 98 paham yang ia maksud.  [sumber]

Anggaran Kementerian Luar Negeri

Pada 4 Februari 2015 Bachtiar mendukung kebijakan Kemenlu untuk membeli gedung kedutaan di luar negeri daripada membayar sewa karena secara jangka panjang lebih menguntungkan untuk pemerintah.  Sehubungan dengan rencana menjual gedung kedutaan Indonesia di Bonn, Jerman Barat, Bachtiar menganjurkan untuk tidak dijual oleh Kemenlu.  Bachtiar menyarankan lebih baik dialih fungsikan sebagai pusat studi budaya Indonesia di Eropa.  [sumber]

Evaluasi Kinerja TVRI-RRI

Pada 3 Februari 2015 Bachtiar menegaskan bahwa inisiatif untuk mengintegrasi media nasional adalah bentuk rujukan dari krisis yang terjadi di TVRI & RRI. Bachtiar mendukung kenaikan anggaran TVRI & RRI dan berharap kesejahteraan dari anggotanya diperhatikan. Namun demikian, Bachtiar berharap akan ada peningkatan dari content. Bachtiar merasa jajaran manajemen TVRI kurang percaya diri dan minder untuk berkompetisi dengan stasiun televisi lain. Bachtiar menghimbau walaupun statusnya BUMN, TVRI & RRI jangan segan untuk kritisi pemerintah asalkan tidak masuk ke ranah pemberitaan konflik. Bachtiar menghimbau untuk mempertimbangkan ranah citizen & peace journalism dan menjunjung tinggi kode etik advertising. (sumber)

Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Banda Aceh
Tanggal Lahir
21/12/1949
Alamat Rumah
Bukit Pamulang Indah E-18/1, RT.002/RW.005, Kelurahan Pamulang Timur. Pamulang. Tangerang Selatan. Banten
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
Nasional Demokrat
Dapil
Nanggroe Aceh Darussalam I
Komisi
I - Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika