Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Partai Kebangkitan Bangsa - Jawa Barat III
Komisi V - Infrastruktur, Transportasi, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, dan Pencarian dan Pertolongan
        


Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Cianjur
Tanggal Lahir
08/05/1979
Alamat Rumah
Jl. Kemuning Dalam I No.114. Gang Haji Ismail. RT.05/RW.06, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. DKI Jakarta
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
Partai Kebangkitan Bangsa
Dapil
Jawa Barat III
Komisi
V - Infrastruktur, Transportasi, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, dan Pencarian dan Pertolongan

Latar Belakang

Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mewakili Dapil Jawa Barat III setelah memperoleh 12.149 suara. Neng Eem adalah salah satu kader muda PKB dan menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB periode 2014-2019.

Neng Eem adalah aktivis kewanitaan dan kader dari Nahdlatul Ulama. Sempat meniti karis menjadi wartawan  (Majalah Koridor Online, 2007-2008), Neng Eem adalah salah satu legislator yang melalui jalur Tenaga Ahli di DPR sebelum maju mencalonkan diri. Neng Eem adalah Tenaga Ahli Komisi IX DPR-RI (2010-2014).

Pada masa kerja 2014-2019 Neng Eem bertugas di Komisi VI yang membidangi UMKM, Investasi, BUMN  dan perdagangan.

Pendidikan

SLTA, Madrasah Aliyah Kandangan, Kediri (1999)

S1, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri, Kediri (2005) 

Perjalanan Politik

Bakat kepemimpinan dan berorganisasi sudah tumbuh di Neng Eem sejak di bangku kuliah. Neng Eem adalah Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa STAIN Kediri (2002-2003). Sejak kuliah pun Neng Eem meminati dan menekuni bidang kewanitaan dan kesetaraan gender. Neng Eem aktif bergabung di beberapa organisasi yang memperjuangkan hak-hak perempuan di Kediri.

Selesai kuliah Neng Eem sempat mengajar di almamaternya sebagai Dosen Tidak Tetap di STAIN Kediri (2006-2007) dan mencoba menjadi wartawan di Majalah Koridor Online (2007-2008) dan juga menjadi Trainer di perusahaan swasta (2008-2009).

Di 2008 karir politik Neng Eem semakin beranjak ketika dipercaya menjadi Ketua Umum Korps Putri Pengurus Besar Pergerakan Mahasisa Islam Indonesia (Ketum Korpri PB PMII), sebuah organisasi sayap kepemudaan dan kewanitaan dari Nahdlatul Ulama, dengan alumni seperti Kofifah Indar Parawangsa (Menteri Sosial, Kabinet Kerja). Neng Eem juga bergabung di PP Muslimat Nahdalatul Ulama di Bidang Pendidikan.

Di 2009 Neng mengasah bakat dan menambah pengalaman politiknya dengan bekerja sebagai Tenaga Ahli Komisi 9 DPR-RI yang membidangi ketenaga kerjaan dan kesehatan (2009 - 2014).

Pada Pileg 2014, Neng Eem mencalonkan dirinya menjadi calon legislatif dan terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019. Neng Eem duduk di Komisi VI yang membidangi UMKM, BUMN, Koperasi, Investasi dan perdagangan.

Visi & Misi

belum ada

Program Kerja

belum ada

Sikap Politik

belum ada

Tanggapan terhadap RUU

RUU Pertembakauan

16 November 2016 - Dalam Sidang Paripurna, Neng menyampaikan bahwa ada demonstrasi dari asosiasi petani dan pelaku industri tembakau terkait dengan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertembakauan di depan Kompleks Parlemen. Mereka, kata Neng, merasa RUU Pertembakauan sangat penting karena berkaitan dengan persediaan bahan baku. Terkait dengan hal itu, sebagai anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR, Neng menginformasikan pihaknya sudah mengharmonisasi RUU Pertembakauan. Untuk selanjutnya, Neng meminta kepada pimpinan DPR segera membahas RUU tersebut di Badan Musyawarah (Bamus) DPR. [sumber]

Tanggapan

Rincian Program untuk Fungsi dan Program Eselon 1 

17 Oktober 2018 - Pada RDP Komisi 5 dengan Dirjen Perkeretaapian, Neng Eem mengapresiasi karena kereta api telah menggalakkan Trans Sumatera, Trans Kalimantan dan Trans Sulawesi. Kereta api sering sekali menjadi sumber kemacetan walaupun kereta api mengatasi kemacetan buat underpass atau flyover agar jalanan tidak terganggu,contoh: Tanjung Barat. Kalau berbicara tentang angkutan missal, Neng Eem menanyakan bagaimana kita harus membuat angkutan tersebut dapat digunakan secara massal, tingkat keselamatannya tinggi, dan harga yang terjangkau, itu intinya untuk kedepan infrastrukturnya juga tolong dibangun, jadi bagi stasiun atau KA yang melintasi pusat-pusat keramaian bagaimana caranya agar dapat membangun underpass atau flyoverjadi tidak mengganggu akses jalan biasa. Memang semua fasilitas pemerintah yang dibangun itu harus benar-benar bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Padatnya kereta juga belum mencukupi. Neng Ee meminta tolong pikirkan kapasitas dan visibilitas. Neng Eem juga menanyakan terkait kereta api di tahun ini bukannya Sukabumi-Cianjur,sehingga tahun depan Sukabumi-Bandung, tetapi kenapa tidak ada rencana ke Bandung. [sumber

Evaluasi Sarpras Transportasi Pada Natal 2017 dan Tahun Baru 2018

18 Januari 2018 - Dalam Raker dengan Menteri Perhubungan, Menteri PUPR, Kepala BMKG dan Kepala Basarnas Neng Eem meneruskan pertanyaan Airport Bali yang menanyakan apakah tidak bisa menambah petugas imigrasi, karena Neng Eem melihat banyak sekali antrian. Neng Eem pun bertanya tentang kesiapan lahan pre setup emergency di bandara besar di Indonesia. Neng Eem berpendapat untuk pembatalan last minute, seharusnya diberikan konpensasi sebagai bentuk tanggung jawab karena banyak maskapai yang mengganti jadwal saat last minute. [sumber]

Hak Angket KPK

28 April 2017 pada Rapat Paripurna ke-95 - Neng Eem menyatakan bahwa masyarakat harus mengetahui duduk masalahnya jangan sampai penyetujuan Hak Angket menjadi bias. Neng Eem selaku perwakilan dari fraksi PKB menolak adanya Hak Angket KPK ini.   [sumber]

Sanksi Pembekuan Ground Handling Maskapai Penerbangan Air Asia dan Lion Air

26 Mei 2016 - Neng Eem menuturkan bahwa kejadian kesalahan penurunan penumpang yang dilakukan Lion Air dan Air Asia adalah yang pertama kali terjadi di Indonesia, tetapi bukan yang pertama dalam dunia internasional. Neng Eem menyarankan forum untuk mencari solusi agar kesalahan yang sama dan tidak diinginkan, tidak terulang lagi. Neng Eem menilai bahwa pengawasan jangan menunggu bola, jangan menunggu ada masalah, baru dihadapi. Terkait hal itu, Neng Eem menanyakan kepada Dirjen Perhubungan Udara, apakah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pengawasan berkala terhadap maskapai.

Menurut Neng Eem, seharusnya Indonesia bersyukur karena ada anak bangsa yang berinvestasi di negaranya sendiri dan berkat Lion Air masyarakat menengah ke bawah juga terbantu untuk menggunakan jasa transportasi udara. Selain itu, Neng Eem meminta pihak maskapai melakukan evaluasi dan memperbaiki menajemennya, terutama Lion Air dan Air Asia. Neng Eem juga menilai koordinasi Kemenhub dengan stakeholder yang menggunakan jasa bandara sangat kurang.  [sumber]

Kontrak Kerja PT Hotel Indonesia Natour untuk Kompleks Grand Indonesia (PT CKBI)

29 Februari 2016 - Neng Eem memaparkan bahwa pada tahun 2004 PT HIN dan PT CKBI melakukan kerjasama melalui sistem BOT. Di dalam perjanjian itu, disebutkan bahwa PT CKBI juga membangun KempinskiGrand Indonesia, dan fasilitas parkir. Itu adalah aset negara dengan PT CKBI. Oleh karena itu, PT CKBI dan PT Grand Indonesia melakukan sub-kontrak dengan BCA, dan dibangunlah Menara BCA beserta Kempinski yang sejatinya pembangunan tersebut tidak tercantum dalam isi perjanjian.

Neng Eem menilai bahwa PT HIN dan Kementerian BUMN seperti membiarkan aset negara dikuasai oleh asing. Neng Eem mencurigai adanya kerjasama antara Direksi PT HIN periode sebelumnya dan jajaran Kementerian BUMN terkait kesengajaan pelanggaran tersebut. Jika hal itu tidak dipertanggung-jawabkan, maka akan diselesaikan secara politik.  [sumber]

Usulan Penyertaan Modal Negara untuk PT.Barata Indonesia (Persero) dan PT.Industri Kereta Api (Persero)

26 Agustus 2015 - Neng Eem menyoroti pernyataan dari Menteri Perhubunganmengenai kualitas produk dari PT. Industri Kereta Api (Persero) (INKA) yang dirasa kurang dari segi keselamatannya sehingga lebih memilih impor produk dari Jepang. Neng Eem minta klarifikasi dari Dirut INKA dan Direktur Utama PT. Barata Indonesia (Persero) (Dirut Barata) strategi yang disiapkan mengatasi depresiasi Rupiah saat ini yang berdampak pada biaya produksi.  [sumber]

Laporan Hasil Pemeriksaan Kementerian Perdagangan - Tahun 2014

19 Agustus 2015 - Neng Eem prihatin atas kondisi pasar dalam negeri. Menurut Neng Eem pasar kita sangat berpotensi sehingga menjadi magnet bagi pedagang dari luar negeri. Menurut Neng Eem, pasar kita dibanjiri oleh produk-produk dari Cina, baik yang legal maupun yang ilegal. Karena harga produk-produk dari Cina jauh lebih murah, secara tidak langsung pelan-pelan produk Cina mendominasi pasar kita dan membunuh kreativitas dan bisnis-bisnis pelaku dalam negeri. Neng Eem minta perhatian khusus dari Menteri Perdagangan (Mendag) untuk bantu meregulasikan harga-harga di pasar kita.

Neng Eem menggaris bawahi bahwa penyerapan anggaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) buruk sekali, hanya 33%. Neng Eem menilai yang dirugikan tidak hanya Pemerintah saja tapi juga seluruh rakyat Indonesia. Neng Eem desak Mendag untuk mempercepat penyerapan anggaran Kemendag berikutnya supaya tidak mandeg.  [sumber]

Rencana Strategis Kementerian BUMN 2015-2019

23 April 2015 - Neng Eem menyoroti beberapa kinerja dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (KemenBUMN). Neng Eem menilai antar-BUMN kurang terkonsolidasi dengan baik. Neng Eem saran ke Menteri BUMN (MenBUMN) untuk mengkonsolidasikan KemenBUMN dan review ulang praktek KSO. Menurut Neng Eem dengan KSO kerja sama organisasi bisa saling menguntungkan. Neng Eem dorong MenBUMN untuk mencabut Peraturan Menteri BUMN No.1 Tahun 2006 tentang Anak Usaha BUMN (PerMen BUMN) atau bahkan diganti dengan PerMen yang baru karena Neng Eem menilai PerMen tersebut membiarkan berpindahnya aset negara menjadi aset swasta atau individu.

Menurut Neng Eem PKBL itu untuk merespon masalah sosial di bidang ekonomi, pendidikan dll. Neng Eem saran ke MenBUMN untuk memperluas penyebaran PKBL khususnya Bina Lingkungan karena dinilai kurang merata penyebarannya.  [sumber]

Evaluasi Kinerja Pertamina

7 April 2015 - Neng Eem menilai apabila harga BBM mengacu kepada harga pasar maka Indonesia tidak akan punya kedaulatan energi dan meragukan BUMN bisa menjadi lokomotif energi dari Indonesia. Menurut Neng Eem saat ini saja UKM sudah menjerit-jerit karena tak mampu bersaing karena harga pasokan energi sangat mahal.  [sumber]

Kinerja PT. Aneka Tambang (Persero) Tbk

1 April 2015 - Sehubungan dengan kerugian Antam di 2014 sebesar Rp.775,3 Milyar, Neng Eem menilai kinerja Antam kurang optimal dan perlu segera diperbaiki.  [sumber]

Kinerja PT. Waskita Karya (Persero) Tbk

1 April 2015 - Kepada Waskita, Neng Eem minta klarifikasi apakah Waskita turut berpartisipasi di pameran konstruksi terbesar (JI Expo) yang akan diselenggarakan pada 7-9 Mei 2015.  [sumber]

Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Cianjur
Tanggal Lahir
08/05/1979
Alamat Rumah
Jl. Kemuning Dalam I No.114. Gang Haji Ismail. RT.05/RW.06, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. DKI Jakarta
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
Partai Kebangkitan Bangsa
Dapil
Jawa Barat III
Komisi
V - Infrastruktur, Transportasi, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, dan Pencarian dan Pertolongan