Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Partai Kebangkitan Bangsa - Jawa Timur III
Komisi VI - Perdagangan, Perindustrian, Koperasi UKM, BUMN, Investasi dan Standarisasi
        


Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Situbondo
Tanggal Lahir
10/06/1975
Alamat Rumah
Jl Gunung Sahari XI/ 310, RT.005/RW.003, Kelurahan Gunung Sahari Utara. Sawah Besar. Jakarta Pusat. DKI Jakarta
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
Partai Kebangkitan Bangsa
Dapil
Jawa Timur III
Komisi
VI - Perdagangan, Perindustrian, Koperasi UKM, BUMN, Investasi dan Standarisasi

Latar Belakang

Nasim Khan terpilih sebagai anggota DPR RI Periode 2019-2024 setelah memperoleh 80.949 suara

Nasim Khan adalah kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang lahir dan besar di Situbondo. Sebelumnya Nasim terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 untuk Dapil Jawa Timur III setelah memperoleh 78.222 suara mengalahkan rekan-rekan sesama partai yang pernah bertugas di DPR-RI sebelumnya seperti Ahmad Fadil Muzaki dan Abdul Hamid Wahid.

Nasim adalah seorang pengusaha di industri perhiasan dengan PT. Guna Inti Permata dan Khan Group Jewelry.

Perolehan suara Nasim sempat dipermasalahkan karena diduga terjadi penggelembungan suara hingga dilaporkan ke Bawaslu. Namun, penghitungan suara ulang yang kemudian dilakukan di 3 TPS tidak mengubah hasil yang ada.

Pendidikan

  • SDN 1 Sembagis Situbondo Tahun 1981-1987
  • SMPN 1 Sembagis Situbondo Tahun 1987-1990
  • SMAN 2 Situbondo Tahun 1990-1993
  • S1 ITN Malang Tahun 1993-2000

Perjalanan Politik

Nasim Khan memulai perjalanan politiknya sejak di bangku kuliah dan aktif berorganisasi di Senat Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang di 1994. Sempat berkecimpung di dunia modeling dan turut serta di kontes Top Model se-provinsi Jawa Timur, Nasim tetap aktif berorganisasi di beberapa organisasi berbasis kemahasiswaan seperti Ikatan Mahasiswa Madura Malang dan Persatuan Mahasiswa Situbondo (1995), Himpunan Mahasiswa Malang dan Forum Komunikasi Mahasiswa Malang (1998).

Dengan Nasim Khan Institute, Nasim aktif bergerak di bidang sosial terutama di sekitar Situbondo.

Sikap Politik

belum ada

Tanggapan

PermenLHK No. 39/2017

26 September 2017 - Pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi 6 DPR-RI dengan BUMN dan Perum Perhutani, Nasim mengatakan, setiap harinya hutan mengalami kebakaran dan penangkalan kayu. Nasim berpesan untuk mempelajari PerMen No. 39 agar tidak menjadi momok ataupun kasus. Nasim meminta kepada BUMN dan Perhutani untuk menyikapi hal ini secara serius.. [sumber]

Permendag tentang Pengaturan Perdagangan Gula Rafinasi

19 Juli 2017 - Dalam rapat kerja (raker) dengan Menteri Perdagangan RI, Nasim Khan menanyakan hal yang terjadi selama di Kementerian Perdagangan RI. Nasril menuturkan, sesungguhnyamengatakan, pendataan gula harus benar pertanggungjawabannya sehingga sistem lelang bisa diatur. Nasim menyatakan bahwa PKB setuju dengan lelang asal diatur dengan baik dan bermanfaat untuk orang banyak. [sumber]

RKA K/L 2017 - Kemendag, Kemenkop-UKM, BKPM, dan Dekopin

31 Agustus 2016 - Pada Raker Komisi 6 dengan Menteri Perdagangan, Menteri Perkoperasian dan UKM, BKPM, dan Dekopin, Nasim memaparkan jika legislatif dan eksekutif harus ada sinergisitas dengan adanya realisitas. Pembangunan pasar induk belum merata di daerah, hal yang sama dengan koperasi dan BKPM untuk dapat masuk ke daerah agar bermanfaat untuk bersama. [sumber]

Anggaran Kementerian Perdagangan

15 Juni 2016 - Nasim berharap permasalahan ekspor impor tidak di-blow-up, melainkan dibuat kebijakan yang pasti. Nasim menegaskan bahwa semua harus berdasarkan realitas karena ada tanggung jawab untuk mencerdaskan masyarakat. Saat pergi ke Grand Indonesia, Nasim melihat banyak pekerja SPG profesionalnya dari luar negeri dan tidak bisa berbahasa Indonesia. Mengenai pasar, Nasim menyampaikan bahwa ada beberapa pasar di daerah Jawa Timur membutuhkan bantuan besar, sudah dikirim laporannya, tetapi tidak dikerjakan. Nasim melihat tidak ada stok batik di Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC). Nasim meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) memantau produksi batik untuk ITPC karena besarnya produksi batik besar di daerah dan yakin bahwa itu akan menjadi profit bagus untuk Indonesia. Nasim menyarankan Kemendag untuk membuang pembiayaan-pembiayaan uang tidak efektif dan mengarahkannya pada program yang lebih bermanfaat. [sumber]

Anggaran Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)

7 Juni 2016 - Menurutnya, ini bukan pemotongan anggaran, tetapi penggembosan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan beliau setuju dalam mendukung KPPU. [sumber]

Evaluasi Kinerja Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM)

18 April 2016 - Nasim berpendapat bahwa ujung tombak kemajuan bangsa Indonesia tidak lepas dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Jika tahun ini koperasi lebih controlling dan maksimal, pasti hasilnya dapat mencapai target. Di Dapil Jatim 3, Nasim mengatakan bahwa masyarakatnya ingin koperasi berjalan lebih serius lagi. Maka dari itu, ia terus mengontrol dan meng-kroscek.

Nasim melanjutkan, program wirausaha baru dapat langsung diterapkan dan dimodalkan. Ia berharap Kementerian Koperasi (Kemenkop) bisa bersinergi dengan Kementerian lain, seperti Kementerian Perdagangan (Kemendag). Karena menurutnya, masalah pasar merupakan masalah yang sangat penting. [sumber]

Laporan Hasil Pemeriksaan Kementerian Perdagangan - Tahun 2014

19 Agustus 2015 - Menurut Nasim segala hal di bangsa ini bisa diselesaikan, tinggal butuh keseriusan saja. Nasim yakin di bidang perdagangan banyak penyelewengan yang bisa diselesaikan. Nasim ajak Menteri Perdagangan (Mendag) yang baru untuk buka kerjasama perdagangan bersama lembaga hukum, HAM dan Kepolisian untuk menghadapi masalah yang terjadi. Nasim berharap prestasi yang dimiliki Mendag bisa sinergi dengan kerja nyatanya. Nasim ajak untuk buka pintu hati dan pikiran untuk bangsa karena kalau bukan kita, siapa lagi?

Nasim desak Mendag untuk cross-check perkembangan pasar modern, seperti Indomaret dan Alfamart, karena Nasim nilai berdampak buruk. Menurut Nasim sampai sekarang di Dapilnya kadang masih ada masalah antara Pemerintah, masyarakat dan investor.

Nasim menyoroti situs penjualan online seperti BukaLapak.com yang sehari penjualannya bisa mencapai Rp.500 juta. Nasim minta Mendag mencarikan cara bagaimana bisa merangkul dan mendorong mereka untuk bantu selesaikan permasalahan perdagangan. Menurut Nasim masih banyak lahan ayam dan sapi di Dapilnya yang tidak diberdayakan. Nasim tegaskan bahwa ia bukan momok tapi mitra untuk kesejahteraan pangan.

Nasim minta perhatian khusus Mendag mengenai Batu Akik yang ia anggap tidak ada perlindungannya. Nasim minta ke Mendag dibentuk sebuah Perusahaan Batu Berharga (Gem Company). Nasim harap ada bahan jadi yang diekspor keluar dan jangan ada barang mentah yang habis di ekspor dan ketika di impor masuk lagi, disebut European Style. Nasim mencontoh batik dan kopi dari Indonesia yang diimpor balik. Nasim berharap Mendag menunjukkan etos kerja biar lebih maksimal dan meningkatkan pertumbuhan. [sumber]

Kinerja Pupuk Indonesia

15 April 2015 - Nasim menegaskan bahwa DPR akan terus mengawal program pemerintah yang sedang berjalan agar Nawacita bisa tercapai. Sehubungan dengan penyaluran pupuk subsidi, Nasim menanyakan apakah PIHC mengawasi penyalurannya sampai ke bawah. Sehubungan dengan kegiatan produksi PIHC, Nasim menanyakan manfaat yang diberikan oleh PIHC kepada lingkungan sekitar pabrik. [sumber]

Kinerja Perum Perhutani

1 April 2015 - Nasim menilai kebijaksanaan Perhutani aneh karena mengorbankan seorang Nenek Aryani yang dihukum sementara Perhutani sendiri tidak yakin siapa pelakunya. [sumber]

AirAsia QZ-8501

Pada 30 Desember 2014 - Nashim Khan akan memanggil PT Angkasa Pura dan Maskapai AirAsia terkait hilangnya QZ-8501 (baca disini)

Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Situbondo
Tanggal Lahir
10/06/1975
Alamat Rumah
Jl Gunung Sahari XI/ 310, RT.005/RW.003, Kelurahan Gunung Sahari Utara. Sawah Besar. Jakarta Pusat. DKI Jakarta
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
Partai Kebangkitan Bangsa
Dapil
Jawa Timur III
Komisi
VI - Perdagangan, Perindustrian, Koperasi UKM, BUMN, Investasi dan Standarisasi