Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Mustafa Kamal

PKS - Sumatera Selatan I

Komisi X - Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan

TABLE OF CONTENT

    Latar Belakang

    Mustafa Kamal terpilih untuk ketiga kalinya menjadi Anggota DPR-RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mewakili Dapil Sumatera Selatan I. Mustafa lahir di Jakarta,pada tanggal 14 Desember 1969, memiliki 1 istri dan 4 orang anak. Kini, politisi muda ini menjadi ketua Bidang kebijakan publik dari Partai Keadilan Sejahtera, sekaligus sebagai ketua Fraksi dari Partai Keadilan Sejahtera.

    Mustafa pernah menjadi Staf & Dosen PE FEUI dan Redaktur Pelaksana Tarbawi dan Pemred Jurnal Akses.

    Pada periode 2014-2019 Mustafa bertugas sebagai Wakil Ketua Komisi II yang membidangi pemerintahan dalam negeri, pertanahan dan reforma agraria, otonomi daerah dan kepemiluan. Pada April 2016, ia dipindahkan bertugas di Komisi X sebagai anggota.

    Pendidikan

    SD Ria Persit KCK Jakarta
    SMP Negeri 20 Jakarta
    SMU Negeri 14 Jakarta
    S1 Fakultas Sastra UI
    Lemhanas LRA XXXIV

    Perjalanan Politik

    Anggota DPR-RI komisi X tahun 2004-2009
    Anggota DPR-RI komisi VII
    Anggota DPRD-RI komisi IV

    Visi & Misi

    belum ada

    Program Kerja

    belum ada

    Sikap Politik

    Koalisi KMP Setelah Pilpres

    "Tidak ada upaya untuk keluar dari koalisi. Kami membangun kesepahaman di tingkat nasional" - Mustafa Kamal (Republika Online 2014)

    Tanggapan

    Penggunaan Bahasa Asing Sebagai Nama Terminal Baru Bandara Soekarna-Hatta

    20 Juni 2016 - (Media Jakarta) - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS Mustafa Kamal mengkritik penggunaan kata “ultimate” pada terminal baru di Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-30 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2015-2016.

    “Segala aktifitas perdagangan harus menggunakan bahasa Indonesia, tapi ada bandara yang tidak menggunakan Bahasa Indonesia. Bagaimana bandara baru terminal 3 menggunakan bahasa asing yaitu ultimate?” kata Mustafa.

    Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 mengenai Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Salah satu pertimbangan dikeluarkannya Undang-Undang tersebut adalah bahwa bendera, bahasa dan lambang negara serta lagu kebangsaaan merupakan sarana pemersatu, identitas, dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara.

    “Kita sudah punya UU penggunaan Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi nasional yg digunakan di wilayah Indonesia,” kata mustafa.

    Politisi PKS ini meminta pemerintah tegas melaksanakan amanat U No. 24 Tahun 2009. Jika dibiarkan, penggunaan bahasa asing akan melebihi bahasa Indonesia di negerinya sendiri.

    “Kalau kita tidak tegas sejak dini, maka penggunaan bahasa asing akan melebihi bahasa Indonesia. Apakah kita akan menamakan gedung DPR dengan bahasa asing? Indonesia seperti bukan di rumahnya sendiri,” kata Mustafa.

    Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunda pengoperasian Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Rencananya Terminal 3 Ultimate akan digunakan untuk maskapai penerbangan Garuda Indonesia saat arus mudik lebaran.  [sumber]

    Evaluasi Kinerja Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional

    21 Januari 2016 - Mustafa berharap ada pengkajian data-data secara tertulis di daerah cagar budaya. Mustafa juga menyampaikan bahwa KemenATR/BPN tidak hanya dikenang sebagai pelestari batik, tetapi juga pelestari cagar budaya.  [sumber]

    Laporan Hasil Pemeriksaan Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet - Tahun 2014

    24 Agustus 2015 - Menurut Mustafa perputaran transfer anggaran di daerah harus diluruskan berdasarkan peraturan dari Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Selain itu Mustafa berharap ke Menteri Sekretaris Kabinet (Menseskab) bahwa kedepannya Sekretariat Kabinet (Setkab) harus bisa menghilangkan ego sektoral.  [sumber]

    Konflik Pertanahan dan Agraria di Mamuju Utara dan Sumatera Utara

    Pada 30 Maret 2015 - Mustafa berjanji akan mempertahankan Tanah NKRI.  [sumber]




    Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.