Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Partai Keadilan Sejahtera - Banten III
Komisi I - Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika
     


Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Bekasi
Tanggal Lahir
02/04/1965
Alamat Rumah
Jl Parkit, RT.04/RW.04, Keluraha Sawah Lama. Ciputat. Banten.
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
Partai Keadilan Sejahtera
Dapil
Banten III
Komisi
I - Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika

Latar Belakang

Jazuli Juwaini (lahir di bekasi 2 maret 1965: umur 50 tahun) adalah anggota DPR RI periode 2009-2014 dari Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera), Jazuli berasal dari Daerah Pemilihan Banten III yang melingkupi Kabupaten Tangerang Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan. Di DPR RI sendiri, ia berada di komisi II. April 2016, ia dipindahkan menjadi anggota Komisi I DPR RI. Pada tahun 2012, ia maju dalam pemilihan Gubernur Banten sebagai Calon Gubernur namun gagal. 

Karir Jazuli dimulai dari Guru Mts Al Hikmah Jakarta dan Guru Al Islah. Lalu beliau pernah menjadi Manager Operasional PT Talbia Bina Seksama, dan komisaris CV Gading Mas.  

Pendidikan

SD Negeri Garon Bekasi, tahun 1979-1982
MTs negeri Cimalaya Kerawang Jawa Barat tahun 1982-1985
MAN Subang Jawa Barat tahun 1985-1989
LPIA Jakarta,tahun 1989-1993 Fakultas Syariah Jurusan Hukum dan Perbandingan Mahdzhab 
S2 Institut Ilmu Al Quran, Jakarta,tahun 2005-2007,Magister Studi Agama Islam 

Perjalanan Politik

Anggota Komisi II DPR RI (2004-2009)
Calon Bupati Tangerang dari PKS (2008)
Anggota Komisi VIII DPR-RI (2009-2014)
Anggota Badan Anggaran DPR
Ketua DPP PKS bidang pengembangan ekonomi dan kewirausahaan
Calon Gubernur Banten dari PKS (2011)
Anggota Komisi III DPR RI (2014-2019)
Ketua Fraksi PKS DPR RI (2014-2019)

Visi & Misi

belum ada

Program Kerja

belum ada

Sikap Politik

Laporan Pansus Angket KPK

14 Februari 2018 –  Pada saat paripurna DPR, Jazuli mengatakan Fraksi PKS tidak ikut tergabung dalam proses Pansus KPK ini. Jazuli juga mengemukakan untuk menjaga konsistensi FPKS tidak memberikan tanggapan. [sumber]

 

Subsidi parpol 10 Maret 2015

(lensaindonesia.com)

"Ide pemikiran biayai parpol dari APBN itu bagus dengan dasar pemikiran bahwa membangun politik yang baik dalam mematangkan prinsip berbangsa dan bernegara yang baik" - Jazuli Juwaini

Tanggapan

Pemecatan Fahri Hamzah dari Partai Keadilan Sejahtera

17 Mei 2016 - Jazuli mengingatkan bahwa permasalahan internal partai adalah urusan partai. Jazuli juga menyerahkan dokumen ke pimpinan DPR-RI terkait sikap Fraksi PKS atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.  [sumber]

Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan atas Pelaporan Kunjungan Kerja Anggota DPR

12 Mei 2016 - (TRIBUNNEWS.COM) - JAKARTA - Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, angkat bicara soal dugaan kunjungan kerja fiktif anggota DPR berdasarkan temuan BPK yang diindikasi merugikan keuangan negara hingga Rp 945 Miliar.

Menurutnya, hal itu tidak terjadi pada Anggota Fraksi PKS.

"Alhamdulillah kami di FPKS sangat konsen dengan laporan kunker anggotanya, bukan saja terpenuhi secara administratif sesuai prosedur dan syarat laporan yang disampaikan oleh Setjen DPR tetapi juga secara riil memang Aleg PKS melakukan kunjungan kerja ke dapilnya," kata Jazuli melalui pesan singkat, Kamis (12/5/2016).

Bahkan, lanjut Jazuli, bukan saja di waktu reses tapi di luar reses pun umumnya  mereka selalu menyempatkan bersama rakyat khususnya akhir pekan (Sabtu dan Minggu)

"Terkait dugaan kunker fiktif yang ditemukan BPK saya sudah cek tidak ada laporan atau catatan terkait Anggota FPKS. Jadi FPKS clear," tegas Anggota Komisi I ini.

Lebih lanjut Jazuli mengatakan bahwa Pimpinan FPKS sejak awal periode sudah menyampaikan surat resmi kepada seluruh anggota fraksi PKS yang berisi perintah agar menyampaikan laporan reses lengkap selambatnya  satu pekan setelah berakhirnya masa reses.

"Saya sebagai Ketua Fraksi telah memberikan arahan agar seluruh anggota FPKS selalu disiplin dalam membuat laporan kunker reses paling lambat satu pekan setelah masuk masa sidang (harus sudah terkumpul) dan diserahkan pada pihak terkait," ujarnya.

Jazuli mengatakan laporan ini bukan saja sebagai bentuk kewajiban administratif ataupun  tanggung jawab konstitusional anggota DPR.

"Tapi lebih dari itu merupakan amanat bagi seluruh anggota PKSagar semakin khidmat kepada konstituen dan rakyat di dapilnya," katanya.  [sumber]

Gagasan Tes Urine Narkoba untuk Anggota DPR

27 Februari 2016 - (Okezone.com) - Ketua Fraksi PKS di DPR, Jazuli Juwaini menyatakan fraksinya akan melakukan tes urine bagi anggota dan staf FPKS sebagai bentuk tanggung jawab memerangi dan memberantas narkotika.

"Kami mempelopori tes urine ini di DPR, sebagai bentuk tanggung jawab Fraksi PKS memerangi dan memberantas narkoba bersama Badan Narkotika Nasional dan pihak-pihak terkait," katanya di Jakarta, Sabtu (27/2/2016).

Jazuli mengatakan dirinya memahami bahwa tidak mungkin berbicara lantang tentang pemberantasan narkoba kalau lingkungannya sendiri belum bebas narkoba.

Menurut Jazuli Juwaini, tes urine bagi anggota DPR asal FPKS dan para staf ahli merupakan upaya fraksinya memulai dari lingkungan sendiri mempelopori FPKS menurut dia, melihat narkoba merupakan ancaman serius yang akan menghancurkan masa depan generasi dan bangsa bahkan lebih sadis dari teroris. "Karena itu FPKS memulai dari diri dan keluarga besar Fraksi PKS," ujarnya.

Jazuli mengatakan seluruh komponen bangsa harus bahu-membahu untuk bersama-sama memerangi narkoba dalam berbagai bentuknya. FPKS mengajak fraksi-fraksi lain untuk berani melakukan pemeriksaan urine agar DPR bebas narkoba. "Ayo bikin gerakan DPR bebas narkoba," katanya.

Dia mengatakan tes urine akan dilakukan pada Senin 28 Februari di Ruang Fraksi PKS, Gedung Nusantara I, Jakarta. Menurut dia, FPKS sudah melayangkan surat kerja sama dengan BNN sejak Kamis 25 Februari.  [sumber]

Pelaku Pembakaran Hutan Diungkap ke Publik

3 November 2015 - (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini mendesak Presiden Joko Widodo segera mengungkap ke publik pelaku pembakaran hutan yang sudah membuat masyarakat khususnya di Sumatera, Kalimantan, Riau dan Papua menderita.

Menurutnya, Jokowi tidak perlu menutupi para pelaku pembakaran hutan yang melibatkan pengusaha. Apalagi pengusaha tersebut sudah bermain dengan oknum aparat, dan pemerintah.

"PKS tegas meminta Presiden jangan menutupi apalagi melindungi. Buka saja ke publik, biar masyarakat tau," kata Jazuli saat dihubungi, Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Jangan sampai, ujar Jazuli, pemerintah hanya menangkap aktor-aktor kecil pembakaran hutan yang sudah menimbulkan bencana asap. Tapi harus juga menindak perusahaan besar yang memang sengaja membakar hutan.

"Kita tagih janji Presiden yang ingin menindak perusahaan besar," tukasnya. (sumber)

Mengenai Surat Edaran Kapolri Tentang Ujaran Kebencian

2 November 2015 - (DetikNews) - PKS mengapresiasi positif Surat Edaran (SE) Kapolri Tentang Ujaran Kebencian sebagai upaya menjaga kondisi di masyarakat. Namun PKS mengingatkan, supaya SE ini tak terlalu mengekang kebebasan berpedapat rakyat.

"Semangat untuk meredam api kebencian dalam kehidupan masyarakat dan berbangsa adalah sangat bagus," kata Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini  Senin (2/11/2015).

Menurutnya, kebebasan berbicara dari rakyat harus tetap dijaga. Karena terkadang, suara rakyat tak melulu bermaksud menebar kebencian melainkan juga ingin memperbaiki kondisi di Indonesia.

"Jangan sampai mematikan hak rakyat dalam kebebasan berpedapat. Juga jangan sampai memasung hak demokrasi rakyat," kata Jazuli.

Anggota Komisi III DPR ini ingin mencermati terlebih dahulu isi dari SE Itu. Bila perlu Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti dihadirkan ke DPR untuk menjelaskannya.

"Bisa saja Komisi III meminta penjelasan dari Kapolri, bila dipandang. bisa membungkam kebebasan rakyat, meski dalam waktu yang sama, masyarakat juga harus mengedepankan etika," kata Jazuli. (sumber)

Isu Tenaga Honorer Kategori 2 (THK2)

Pada 8 April 2015 - Jazuli mau klarifikasi ke Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) berita di Kabupaten Sinjai ada 53 tenaga honorer yang sudah lulus tapi dibatalkan oleh Kemenpan-RB. Jazuli apresiasi Menpan-RB sudah 30.000 tenaga honorer diselesaikan, namun kenapa tidak dianggarkan saja untuk sisanya. Menimbang Indonesia penduduknya sudah 210 juta, Jazuli saran kenapa Menpan-RB tidak pikirkan cara menggunakan mereka untuk menuntaskan masalah THK2.  [sumber]

14 Februari 2018 – Jazuli, Fraksi PKS tidak ikut tergabung dalam proses Pansus KPK ini. Jazuli juga mengemukakan untuk menjaga konsistensi FPKS tidak memberikan tanggapan. [sumber]

 

Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Bekasi
Tanggal Lahir
02/04/1965
Alamat Rumah
Jl Parkit, RT.04/RW.04, Keluraha Sawah Lama. Ciputat. Banten.
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
Partai Keadilan Sejahtera
Dapil
Banten III
Komisi
I - Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika