Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
PDI Perjuangan - Sumatera Utara I
Komisi X - Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan
     


Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Medan
Tanggal Lahir
25/09/1959
Alamat Rumah
Jl. Kiwi Taman Kuswari Indah Blok A/8F, Kelurahan Sei Sikambing B, Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
PDI Perjuangan
Dapil
Sumatera Utara I
Komisi
X - Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan

Latar Belakang

Dr. Sofyan Tan (lahir di Medan, 25 September 1959; umur 54 tahun) adalah seorang dokter yang terjun ke dalam bidang pelayanan dan pengembangan masyarakat di Sumatera Utara. 

Pendidikan

SD Jaya Lama Medan, 1971
SMP Jaya Lama Medan, 1974
SMA Sutomo Medan, 1977
Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia Medan, 1990

Perjalanan Politik

Ketua GOPTKI Kec Medan-Sunggal 1985-1990
Wakil Ketua HIPPI Kodya Medan 1985-1993
Dewan Penasihat DPD KNPI Sumut 1988-1995
Ketua I Koordinator REPALA Sumut 1988-1998
Wakil Ketua DPD GM KOSGORO Sumut 1989-1996
Ketua MABIGUS 601-602 1989-sekarang
Ketua Biro Hukum/Litbang/Pendidikan PDK KOSGORO Sumut 1991-1996
Ketua DPD GEMABUDHI Sumut 1993-1996
Dewan Penasihat DPD Golkar Medan 1993-1996
MPD DPD KNPI Sumut 1995-1998
MPO DPD GM KOSGORO Sumut 1995-2000
Wakil Ketua PDK KOSGORO Sumut 1996-2001
Ketua Forum Daerah UKM 1998-2000
Ketua Presidium Fornas UKM 2002-2004
Calon Anggota DPD pada Pemilu 2004
Calon Walikota Medan pada Pilkada Walikota Medan 2010 (diusung PDIP dan PDS)

Visi & Misi

Belum Ada

Program Kerja

Sektor pertama yang ingin ia bangun adalah sektor pendidikan. Sebagai praktisi di bidang pendidikan selama 33 tahun, ia mengaku sudah memiliki banyak solusi atas carut marutnya dunia pendidikan selama ini. Ia bahkan bercita-cita untuk bisa duduk di Komisi X DPR RI, agar bisa terkait langsung untuk membahas pendidikan anak bangsa.

“Pendidikan ini kan bukan soal anggaran 20 persen dari APBN yang itu-itu saja. Pendidikan ini adalah program. Bukan soal anggaran yang menjadi isu utama. Orang di Sumut ini kan banyak yang pintar. Tapi pendidikan memang harus dibenahi,” tegasnya.

Selain pendidikan, masalah dunia usaha, khususnya UKM dan kelestarian lingkungan juga akan menjadi konsentrasi mantan calon walikota Medan 2010-2015 ini.

Ia mengaku miris melihat kondisi lingkungan saat ini, ditengah maraknya aksi illegal logging, terkesan dilakukan pembiaran. Namun jika harus memilih, caleg DPR RI dari PDIP dengan nomor urut 2 dapil Medan, Tebingtinggi, Deliserdang dan Serdangbedagai ini mengaku lebih menyenangi komisi bidang pendidikan karena basic fundamentalnya. (sumber: TribunNews)

Sikap Politik

Evaluasi UU Perfilman

15 Februari 2016 - Sofyan berpendapat bahwa tidak bisa membedakan perfilman itu sebagai kebudayaan atau sebagai bisnis dan pendidikan, bangsa Indonesia ini belum merata dan masih berpenghasilan rendah. Sofyan juga berpendapat bahwa bangsa Indonesia ini suka meniru, kalau ada yang sukses usahanya langsung ditiru. Sofyan menanyakan adakah strategi bioskop yang dibuka sampai ke desa atau kabupaten, dan Jepang itu merupakan negara yang bernasionalis tinggi, bagaimana dengan Indonesia, apa ada kekhawatiran jika film di desa nanti akan dikuasai dan budaya asing masuk ke desa.  [sumber]

27 Januari 2016 - Menurut Sofyan hal yang perlu dicermati adalah dengan adanya kebijakan Pemerintah mengenai penghapusan Daftar Negatif Investasi di perfilman. Menurut Sofyan keberadaan Badan Perfilman Indonesia (BPI) adalah dalam rangka menaikkan kualitas perfilman Indonesia. Sofyan minta penjelasan ke Ketua BPI strategi apa yang sudah disiapkan jika BPI tidak ada uang. Sofyan menilai jika taraf hidup rakyat Indonesia masih rendah investasi juga masih akan berat.  [sumber]

RUU Pengampunan Nasional

Pada 6 Oktober 2015, Sofyan Tan mengusulkan penggunaan hak inisiatif DPR RI atas Rancangan Undang-Undang Pengampunan Nasional dimasukkan dalam Prolegnas 2015.  [sumber]

Tanggapan

Pendidikan Vokasi dan Sertifikasinya

2 Oktober 2017 - Pada 2 Oktober 2017 RDPU Komisi 10 dengan Indonesian-German Maritime Forum (IGMF), Fraunhofer-Institut für Fertigungstechnik und Angewandte Materialforschung (IFAM), dan PT ALWYNI International Capital (AIC) Sofyan mengatakan bahwa untuk menghasilkan lulusan yang terampil, maka butuh pengajar yang terampil. Di Indonesia biasanya pengajar hanya tahu teori, tidak tahu praktik. Di Indonesia banyak orang-orang pintar terampil, tetapi tidak ada yang ingin menjadi guru. Sofyan menanyakan tentang bagaimana Jerman meyakinkan orang-orang yang pintar agar mau mengajar. Sofyan mengungkapkan MoU Indonesia terlalu banyak, akhirnya anak-anak magang kebanyakan hanya mengantarkan minum, dan lain-lain. Bagaimana Jerman memaksa perusahaan agar wajib mengirimkan keahlian kepada anak-anak tersebut. Sofyan juga menanyakan terkait standar perusahaan dan kualifikasinya. [sumber]

Perkembangan Kepariwisataan 

11 April 2017 - Sofyan menyoroti target 1 juta wisatawan yang ditargetkan Banyuwangi. Menurut Sofyan, keberhasilan Banyuwangi menarik, bupatinya menjadi anggota DPR-RI terlebih dulu baru kemudian menjadi bupati. Sebagai bupati, Abdullah Azwar Anas berani menetapkan Banyuwangi sebagai daerah wisata. Sofyan pesimis dengan kondisi birokrasi yang ada. Sofyan berpendapat bahwa masyarakat Sumatera Utara kesulitan untuk menjual tanah. Pembangunan Labuan Bajo sudah on the track dan cocok menjadi ecotourism. Pasar Banyuwangi adalah Eropa dan Amerika.   [sumber]

Panja Sarpras Dikdasmen - Keterangan Ahli

7 Desember 2016 - Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi 10 dengan Prof. Dr. HAR Tilaar dan Prof. Dr.  Arief Rachman, Sofyan mengatakan kondisi guru saat ini bukan menjadi pilihan karena lulusan terbaik di SMA tidak mau jadi guru. Sofyan menambahkan, kalau mau jadi PNS pun guru menjadi pilihan terakhir sehingga dapat dikatakan menjadi guru tidak menjadi kebanggaan lagi saat ini. Sofyan menanyakan solusi untuk mengatasi permasalahan kualitas guru.

Menurut Sofyan, jika multikulturalisme tidak diajarkan maka akan mempengaruhi nasionalisme dan hal  tersebut penting untuk diperhatikan karena selama ini menurutnya Indonesia mengajarkan monokulturalisme. Sofyan mengingatkan anggaran APBN 2017 hanya mampu merehabilitasi 42000 ruang kelas. Sofyan  menyetujui usul untuk mengundang perusahaan namun apakah bisa terpenuhi dan apakah harus Inpres. [sumber]

Beasiswa Pendidikan Tinggi - Sekjen dan Dirjen Kemenristekdikti

8 September 2016 - Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi 10 dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Sofyan mengungkap bahwa masyarakat lebih tertarik pada LPDP karena kepastian pembayaran. Selama ini banyak keluhan dari mahasiswa di luar negeri yang baru menerima dana lebih dari sebulan. Sofyan menanyakan perbedaan anggaran Rp139 Miliar alokasi anggaran beasiswa dengan anggaran sebesar Rp230 Miliar. Ia menanyakan dasar beasiswa ke Eropa 37% sedangkan Amerika 10%. Terkait dengan Nawacita Presiden, Sofyan menanyakan jumlah doktor di bidang maritim Indonesia. [sumber]

Beasiswa Perguruan Tinggi

5 September 2016 - Pada Rapat Dengar Pendapat Komisi 10 DPR-RI dengan Panja Pendidikan, Sofyan menyebutkan bahwa untuk bantuan penelitian/riset diperlukan akomodasi. Sofyan juga bercerita ketika ia pergi ke Inggris dan bertemu dengan Pengurus PPI. Pengurus PPI menyampaikan bahwa, LPDP memiliki kelompok tersendiri sehingga para mahasiswa LPDP ini merasa sombong. Sofyan meminta agar perlu ada sinergi untuk membuat hasil yang maksimal dengan memperhatikan jumlah ahli yang dibutuhkan. Sofyan menekankan agar para penerima beasiswa luar negeri untuk tetap cinta terhadap tanah airnya, Indonesia. [sumber]

RKA K/L 2017 dan Dana Alokasi Khusus - Kementerian Pemuda dan Olahraga

1 September 2016 - Dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi 10 dengan Menteri Pemuda dan Olahraga membahas RKA K/L 2017 dan Dana Alokasi Khusus (DAK), Sofyan menyampaikan selamat kepada Menpora atas keberhasilannya meraih medali emas Olimpiade lalu. Terkait keberhasilan atlet Indonesia dalam ajang olimpiade lalu, anggota Komisi 10 ini menilai banyak permasalahan yang muncul dari pemuda terkait separatisme. Ia menyayangkan selama ini olahraga Indonesia memiliki citra yang buruk di media. Salah satunya terkait prestasi atlet yang hanya diperoleh oleh individu saja. Ia merindukan adanya grand master di bidang cabang olahgara lain. Kemudian, ia menilai masalah kesejahteraan atlet menjadi priortas (perhatian penting). [sumber]

Anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

16 Juni 2016 - Sofyan menyatakan bahwa meningkatnya partisipan pendidikan harus diimbangi dengan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Meskipun adanya penurunan anggaran, tetapi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus tetap berupaya keras terutama masalah kesejahteraan guru harus tetap diperhatikan.  [sumber]

Evaluasi Kinerja Perpustakaan Nasional RI

14 April 2016 - Sofyan mengatakan banyak Perpustakaan tetapi pembacanya sedikit. Sofyan meminta penjelasan mengenai korelasi Program Gemar Membaca dengan hal itu. Sofyan melanjutkan, mengapa peningkatannya dibandingkan negara lain ketinggalan luar biasa. Kendala apa yang menyebabkannya?

Sofyan menanyakan mengapa tidak Anggota DPR/MPR saja yang menjadi tauladan terpilih sebagai duta baca. Menurutnya, jangan expose Anggota DPR yang buruknya saja, tetapi menjadi duta baca harus juga dipertimbangkan. Sofyan melanjutkan, banyak Pustakawan yang berada di sekolah. Menurutnya, mereka itu bukan orang-orang yang berlatar belakang pustakaan.  [sumber]

Evaluasi Kinerja, Ujian Nasional 2016 dan Isu Aktual Lainnya

11 April 2016 - Pada Raker Komisi 10 dengan Mendikbud, Sofyan membahas mengenai sekolah favorit di Medan memiliki kemampuan UNBK namun tidak ingin ikut karena takut dengan hasilnya. Sofyan menanyakan ke Kemendikbud mengenai analisa perbedaan hasil UNBK dengan UN manual. Sofyan juga membahas mengenai ijazah yang baru dikeluarkan 2 bulan lebih dan hal ini mereporkan dan memalukan negara. Sofyan menjelaskan bahwa saat ini kepala sekolah harus mengeluarkan surat keterangan telah melakukan UN. Sofyan memandang Kurikulum 13 baik secara substansi namun masukan formal penilaian repot dan menyulitkan. [sumber

7 September 2015 - Sofyan menilai bahwa perpustakaan di dapilnya semakin loyo. Dirinya merasakan perbedaan kepemimpinan Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) saat ini dengan kepemimpinan tahun sebelumnya yang luar biasa. Sofyan minta penjelasan ke Kepala Perpusnas kenapa realisasi belanja barang dan modalnya kurang menggembirakan dan kiranya apa saja hambatan-hambatannya.  [sumber]

Anggaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi - RAPBN 2016

15 September 2015 - Sofyan berharap agar anggaran Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) tidak turun karena itu akan mempersulit mahasiswa. Sofyan meminta Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdiksti) agar anggaran sarana dan prasarana jangan sampai turun.  [sumber]

Kasus Penahanan Ijazah Dokter Umum dan Dokter Muda

26 Agustus 2015 - Sofyan menyampaikan keprihatinannya terhadap institusi kedokteran saat ini, padahal kebutuhan dokter sangat banyak. Sofyan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap uji kompetensi di akhir. Pendidikan dokter sekarang tidak lagi kuliah empat tahun kemudian koas, melainkan belajar teori kemudian langsung praktik seperti yang terjadi di Inggris. Sofyan kemudian mempertanyakan dimana peran Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) pada waktu pembuatan edaran karena edaran tersebut disetujui oleh universitas.  [sumber]

Persiapan SEA GAMES ke-28 di Singapura

25 Mei 2015 - Sofyan sinis menyoroti sulitnya Indonesia mendapat urutan terhormat di ajang-ajang olahraga. Sofyan menilai ini disebabkan kita tidak membuat pemetaan. Menurut Sofyan seharusnya KONI prioritaskan medali emas untuk cabang-cabang olahraga unggulan Indonesia, contohnya: bulutangkis. Sofyan juga menyoroti ketidak-tahuan KONI dan KOI dalam hal anggaran. Sofyan menilai ini aneh dan minta penjelasan ke KONI dan KOI bagaimana proses komunikasinya dengan Menteri Pemuda dan Olahraga selama ini (Menpora) terkait masalah peralatan.  (sumber)

Rencana Strategis Kementerian Pariwisata 2015-2019

Pada 16 April 2015 - Sofyan fokus ke target dari kunjungan wisatawan dari Menteri Pariwisata (Menpar). Sofyan prediksi di tahun 2017 Indonesia sudah bisa mencapai 20 juta wisman. Menurut Sofyan dulu dengan Bandara Udara Polonia (Medan) sinerginya bagus dengan destinasi seperti Bali dan lain-lainnya. Sofyan dorong Menpar untuk menggandeng kelompok-kelompok untuk pemasaran. Menurut Sofyan travel itu garda terdepan marketing pariwisata kita. Sofyan saran ke Menpar bahwa kita punya mahasiswa di luar negeri dan bisa dilibatkan untuk memasarkan produk pariwisata kita di dunia internasional.  [sumber]

Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2015

Pada 6 April 2015 - Sofyan saran agar aturan penilaian Ujian Nasional (UN) ditetapkan secara nasional, tidak sepotong-potong, sehingga tidak mengambang.  [sumber]

Anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga

Pada 5 Februari 2015 - Sehubungan dengan pengajuan dana untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON), Sofyan mengingatkan bahwa apabila nantinya membeli prasarana ini akan membebani pemerintah yang berikutnya.  [sumber]

Rapat Kerja Komisi 10 dengan Mendikbud

27 Januari 2015, saat rapat kerja dengan Anies Baswedan, Menterian Pendidikan - Sofyan menekankan pentingnya pendidikan kewarganegaraan untuk meningkatkan nasionalisme pemuda Indonesia, di tengah maraknya tekanan internasionalisasi di sekolah-sekolah. Sofyan juga mengritik tujuan diadakannya UN, yang oleh Mendikbudasmen Anies Baswedan, disebutkan sebagai bahan 'pemetaan' kinerja institusi pendidikan - menurutnya, UN harus juga berguna untuk siswa (mis. sebagai penentu masuk PTN), bukan hanya untuk sekolah.  [sumber]

Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Medan
Tanggal Lahir
25/09/1959
Alamat Rumah
Jl. Kiwi Taman Kuswari Indah Blok A/8F, Kelurahan Sei Sikambing B, Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
PDI Perjuangan
Dapil
Sumatera Utara I
Komisi
X - Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan