Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Bambang Wuryanto

PDIP - Jawa Tengah IV

Komisi I - Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika

Alat Kelengkapan Dewan: Badan Anggaran

    TABLE OF CONTENT

      Latar Belakang

      Bambang Wuryanto terpilih dengan perolehan suara sebanyak 128.116 dari Dapil Jawa Tengah IV yang mencakup wilayah Kabupaten Wonogiri, Karanganyar dan Sragen. Bambang Wuryanto meniti karir di dunia pendidikan terlebih dahulu dengan menjadi staf pengajar di AMP dan STIE YKPN Yogyakarta tahun 1987-1994 serta Direktut LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Prismagama, Surakarta. Kemudian memulai bisnis di jasa kontruksi dengan mendirikan PT Sarana Yasa Manunggal di tahun 1998. Serta menjadi staf ahli Wakil Ketua MPR RI Fraksi PDIP di tahun 2002.

      Pendidikan

      SDN Makam Haji, lulus 1971
      SMPN IX Surakarta, lulus 1974
      SMAN 1 Surakarta , lulus 1976
      Teknik Kimia Universitas Gajah Mada Lulus 1988
      Prasetya Mulya Jakarta Lulus 1993

      Perjalanan Politik

      Bambang Wuryanto mengawali karir di dunia politik dengan mengikuti Badiklatpus DPP PDIP di tahun 200-2004. Setelah itu Bambang pun dipercaya untuk menjadi staf ahli Fraksi PDIP di MPR. Karir Politik Bambang semakin meningkat dengan menjadi anggota DPR selama tiga periode 2004-2009, 2009-2014, 2014-2019. Hal ini pun membuat dia memiliki jabatan penting di PDIP yaitu Ketua DPP bidang Energi dan Pertambangan.

      24 Januari 2018 - Bambang Wuriyanto menggantikan  TB Hasanuddin sebagai wakil ketua Komisi 1. (sumber).

      Visi & Misi

      Belum ada

      Program Kerja

      belum ada

      Sikap Politik

      RUU Pilkada (2014)

      Semua proses lobi terkait dengan pembahasan RUU pilkada sudah dilakukan. Sebelum polemik menjelang garis finis pembahasan RUU pilkada, FPDIP terus melakukan lobi soal opsi pemilihan kepala daerah agar tetap menggunakan sistem pemilihan langsung. (Harian Jawa Pos 9 September 2014)

      Tanggapan

      Sikap atas Pelantikan Ketua DPR Baru, Ade Komarudin

      11 Januari 2016 - (DetikNews) - Ade Komarudin akan segera dilantik menjadi Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Meski sudah melalui mekanisme Badan Musyawarah, tetapi Fraksi PDIP seakan masih belum menerima keputusan ini.

      "PDIP dari awal dijadikan kucing burik, enggak megang (ketua) DPR, enggak megang AKD (alat kelengkapan dewan), UU MD3 sumber utamanya," kata Sekretaris F-PDIP Bambang Wuryanto di arena Rakernas PDIP, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/1/2016).

      Bambang menyebut sebetulnya bisa saja revisi UU MD3 diajukan, tetapi memang akan memunculkan kegaduhan baru. Belum lagi partai yang sudah menempati kursi pimpinan pasti akan menolak.

      "Jadi masalah UU MD3 membuat penyanderaan PDI Perjuangan, pemenang pemilu tidak bisa mengajukan calon. Itu UU tidak benar yang tidak sesuai dengan hati nurani," kata Bambang.

      Memang diakui bahwa Golkar adalah salah satu yang mengusulkan UU MD3. Tetapi menurut Bambang, Golkar pun kini terbelah.

      Mengenai Rapat Paripurna untuk mengesahkan Ade Komarudin, Fraksi PDIP tidak akan hadir. Bambang beralasan karena partainya tengah menggelar Rakernas sehingga sudah izin dan minta pembahasan tentang Ketua DPR ditunda. (sumber)




      Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.