Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
PDI Perjuangan - Jawa Tengah VII
Komisi X - Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan
     


Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Jakarta
Tanggal Lahir
16/03/1965
Alamat Rumah
Jl. Raya Bukit Selatan I C.1/9, RT.002/RW.013, Kelurahan Pondok Cabe Udik, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
PDI Perjuangan
Dapil
Jawa Tengah VII
Komisi
X - Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan

Latar Belakang

Utut Adianto Wahyuwidayat berhasil terpilih kembali menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dari Dapil Jawa Tengah VII setelah memperoleh 67.001 suara.  Utut lebih dikenal sebagai pecatur yang sering dianggap yang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Utut adalah seorang Grand Master (GM) asal Indonesia berperingkat tertinggi di dunia saat ini. Saat meraih gelar Grand Master, ia adalah pecatur Indonesia termuda yang berhasil mencapai prestasi ini, yaitu pada usia 21 tahun. Sejak saat itu, prestasi tersebut telah berhasil dilewati pecatur muda lainnya, Susanto Megaranto, yang menjadi GM pada usia 17 tahun. Utut sempat menjadi Grand Master Super pada tahun 1995-1999, saat ELO ratingnya melebihi 2600.

Ia pernah masuk peringkat 100 besar dunia pada Juli 2001 dengan ELO rating 2598. Bersama dengan Machnan R. Kamaluddin, Ir. Eka Putra Wirya dan Kristianus Liem, ia mendirikan Sekolah Catur Utut Adianto pada 1 Juli 1993, yang telah melahirkan beberapa pecatur nasional.

Dari pernikahannya dengan Dr. Tri Hatmanti, ia mempunyai seorang anak bernama Mekar Melati Mewangi

Sebagai Anggota DPR-RI periode 2009-2014, Utut bertugas di Komisi X DPR-RI yang mengurusi bidang pendidikan, perpustakaan, ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga. Pada bulan Februari 2016, Utut ditetapkan sebagaipimpinan Komisi X memegang posisi sebagai Wakil Ketua.

Pendidikan

S1, Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran (1989) 

Perjalanan Politik

Utut Adianto mengawali perjalanan politiknya dengan aktif berorganisasi mengurusi percaturan nasional Indonesia.  Selain menjadi Executive Member dari federasi catur international, (FIDE) di tahun1995, Utut mendirikan Koperasi Atlit Catur dan aktif di Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI).  Utut sempat menjabat menjadi Wakil Ketua Umum PERCASI (2003-2009) dan segudang jabatan penting di organisasi catur international dan regional. Utut juga banyak membantu Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di 2007.  

Di 2009, Utut bergabung menjadi kader di PDIP dan menjadi Anggota DPR-RI periode 2009-2014.

Visi & Misi

belum ada

Program Kerja

belum ada

Sikap Politik

belum ada

Tanggapan

Bantuan Khusus Afirmasi dan Potensi Wisata Enggano

9 Oktober 2018 - Pada Audiensi dengan Bupati Bengkulu Utara, Sebagai pengantar, Utut menyatakan bahwa ia ditugaskan oleh Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) dan hubungan antar lembaga. Utut juga menyatakan bahwa konsep pemerintahan saat ini memberi kesempatan kepada daerah-daerah  yang membutuhkan bantuan khusus atau afirmasi untuk segera melakukan perubahan. Utut mengapresiasi kinerja Bupati Bengkulu Utara, yang mana dari seorang transmigran bisa menjadi Bupati. Utut menanyakan berapa jumlah APBD dan PAD untuk Bengkulu Utara saat ini. Utut menyatakan bahwa pemberian dana oleh Kementerian Keuangan saat ini memang sulit dilakukan, mengingat Indonesia sedang ditimpa bencana besar saat ini, sehingga kemungkinan Menteri Keuangan tidak akan menggunakan dana Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN). Utut memastikan bahwa dana infrastruktur yag telah ada untuk Bengkulu Utara ini tidak akan tersedot oleh bencana. Utut membandingkan APBD dan PAD Bengkulu Utara dengan DKI Jakarta, di DKI Jakarta, APBD mencapai Rp80.000.000.000.000 dengan jumlah PAD sebesar Rp63.000.000.000, kebutuhan anggaran tersebut berbeda dengan Bengkulu Utara  karena memang di Jakarta tidak ada DAK. Adapun pemberian Dana Alokasi Umum (DAU) biasanya digunakan untuk belanja pegawai, dan 10% dialokasikan untuk desa. Penambahan anggaran akan diusahakan, meskipun hal ini agak sulit,karena Menteri Keuangan di dalam memberikan anggaran memperhatikan 3 hal, yaitu: (1) Pemberian anggaran tersebut tidak boleh bertentangan dengan Undang-Undang, (2) harus ada perangkat Undang-Undang yang mendukung penambahan anggaran tersebut, dan (3) keadaan keuangan negara. Faktor yang ketiga memang menjadi penentu yang sulit. Mengenai pabrik karet, Utut mengarapkan agar problem ini bisa segera dituntaskan. Utut menyatakan bahwa saat ini sudah dibuatkan Peraturan Daerah Corporate Social Responsibility (CSR), dalam Perda tersebut akan dilibatkan perusahaan, namun, akan menjadi kendala apabila hanya perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terpusat, sementara di daerah tidak,padahal Undang-Undang mengatur laba sebesar 3% untuk daerah. Mengenai Pulau Enggano, Utut menilai bahwa Pulau Enggano ini sangat menarik untuk dijadikan sebagai salah satu tempat destinasi wisata. Utut mengharapkan agar Pula Enggano ini dapat segera dikembangkan. Utut juga mengharapkan adanya kesejahteraan yang merata untuk masyarakat Bengkulu Utara. [sumber

RKA K/L APBNP 2017

13 Juli 2017 - Pada Raker Komisi 10 dengan Menpora, Utut mengatakan, untuk masalah Indonesia ingin menjadi tuan rumah basket dunia dikesampingkan sebab Asian Games saja sudah sulit dipersiapkan. Utut menuturkan, menjadi tuan rumah sebenarnya membebani karena asal ada uang semua langsung jadi dan Utut mengatakan, bila dirinya diberikan Rp700M, ia dapat menyelenggarakan Olimpiade Catur. Utut mengatakan, bahwa Perbasisebaiknya mendaftarkan diri dengan uang sendiri [sumber

Kontrak Tayangan Promosi Pariwisata Indonesia

28 September 2016 - Utut mengatakan bahwa brand awareness sangat penting mengingat dulu saat dirinya menjadi Calon Legislator (Caleg) hal penting yang harus menjadi perhatian adalah masyarakat harus kenal siapa pemimpinnya nanti, begitupun pada pariwisata Indonesia. Saat mempromosikan wilayah, Utut mengatakan bahwa perlulah dikenali wilayah tersebut dan menampilkan tampilan terbaik wilayah tersebut. Utut menanyakan bahwa di Karimun listrik dan SPBU tidak ada, pantaskah direkomendasikan pada 3 Oktober. Utut mengatakan bahwa sebelum permasalahan ini dibawa ke Banggar, maka panja ini harus diselesaikan dulu. Utut kembali menanyakan dasar dan kriteria placement iklan berdasarkan pada survey atau biaya iklan. Utut menyayangkan channel sport dan debat presiden USA sangat menarik banyak pasang mata yang menonton. Utut melihat ada kesempatan iklan Wonderful Indonesia dapat ditayangkan di kedua channel ini. [sumber]

Pariwisata Indonesia

25 Agustus 2016 - Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Utut menyebutkan bahwa sektor pariwisata Indonesia tahun 2020 digadang-gadang sebagai sumber pendapatan terbesar pengganti pajak. Menurut Utut, BPS idealnya memiliki data tersebut. Utut mengharapkan BPS membawa realisasi dan target bukan normatif sehingga mereka bisa melihat kendalanya. Utut menginginkan data baru tahun 2015 bukan yang lama. Menurutnya, data lama dapat dicari di Google. Utut ingin pertemuan tersebut bermanfaat atau memang terjadi miss communication antara sekre dan BPS terkait materi. Utut menyampaikan bahwa Panja Pemaparan dan Destinasi Pariwisata akan selesai akhir bulan September. Oleh karena itu, diharapkan BPS dapat membantu Panja terkait Nesparnas paling lambat pertengahan September 2016. [sumber]

Anggaran Kementerian Pariwisata

24 Juni 2016 - Menurut Utut, anggaran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dipotong karena belum ada kerjaannya. Utut memberi waktu kepada Menteri Pariwisata (Menpar) untuk menyesuaikan anggaran terhadap pemotongan anggaran sebesar Rp400 Miliar.  [sumber]

Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga - RAPBN 2016

15 Desember 2015 - Utut berharap agar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berkoordinasi lebih intensif dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar serapan membaik. Selanjutnya tentang masalah Wisma Atlet, Utut menerima informasi bahwa Wisma Atlet akan diadakan di Kemayoran. Utut mempertanyakan dasar hukum kewajiban pengadaan Wisma Atlet dan meminta agar Kemenpora melakukan kajian ulang tentang efisiensi Wisma Atlet. Pada Sea Games lalu, Wisma Atlet hanya untuk yang di Palembang. Menurut Utut, di Jakarta akan lebih efisien jika menggunakan hotel. Kajian tentang Wisma Atlet berfokus pada anggaran serta fungsi Wisma Atlet apabila event telah selesai.

Utut menjawab tanggapan Kemenpora terkait kewajiban Wisma Atlet dalam Olympic Charter bahwa bunyi Pasal 38 Olympic Charter adalah “should be”, bukan wajib/harus. Pemerintah harus mempertimbangkan masalah anggaran. Yang wajib adalah arena olahraga, sedangkan penginapan tidak wajib.  [sumber]

Anggaran Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi - RAPBN 2016

15 September 2015 - Utut berpendapat bahwa anggaran pagu indikatif yang turun dengan selisih Rp.5 Triliun akan menyusahkan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) ke depannya. Dengan bergabungnya Dikti dengan Menristek, Utut berharap sinergi keduanya dapat mencerdaskan SDM Indonesia. Selain itu, Utut juga berharap Menristekdikti tetap berunding dengan Menteri Keuangan (Menkeu) tentang anggaran.  [sumber]

Rencana Strategis Kementerian Pariwisata 2015-2019

Pada 16 April 2015 - Menurut Utut Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang sudah ada perlu ditindak lanjuti lebih nyata.  [sumber]

Rencana Strategis Kementerian Pemuda dan Olahraga 2015-2019

Pada 6 April 2015 - Utut menyatakan Asian Games 2018 merupakan penyelenggaraan ke-18, di mana Jepang merupakan pemenang terbanyak yaitu 8 kali. Ajang kompetisi terbesar di Asia ini harusnya berlangsung di Hanoi, Vietnam namun batal karena masalah finansial. Indonesia mengambil kesempatan ini, namun anggaran yang disediakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 hanya Rp.503,9 milyar dan Keputusan Presiden (Keppres) pun belum disahkan. Utut Adianto berpendapat pemerintah belum memiliki konsep dalam penyelenggaraan Asian Games tapi justru telah menetapkan target peringkat Indonesia dalam penyelenggaraan di tahun 2018. Utut Adianto mengharapkan penyelenggaraan Asian Games tidak memberatkan APBN, tetapi ajang ini bisa menjadi pintu masuk olahraga di Indonesia menjadi sebuah industri yang baik seperti di negara maju. Utut Adianto juga berharap pemerintah tidak memberi target peringkat yang bisa membebani atlet.  [sumber]

Penentuan Prolegnas 2015

Pada 28-29 Januari 2015 Utut meminta Badan Legislatif untuk memenuhi kewajibannya terlebih dahulu yaitu melengkapi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) untuk PDI Perjuangan dan Partai Hanura.  [sumber]

Rapat Kerja Komisi 10 dengan Mendikbud

27 Januari 2015, dalam rapat kerja Kom X dengan Kementerian Pendidikan, Utut menyampaikan rekomendasi detil pada pemerintah untuk perbaikan Kurikulum 2013 - dan pencegahan adanya dualisme kurikulum (k. 2006 vs k. 2013).  [sumber]

Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Jakarta
Tanggal Lahir
16/03/1965
Alamat Rumah
Jl. Raya Bukit Selatan I C.1/9, RT.002/RW.013, Kelurahan Pondok Cabe Udik, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
PDI Perjuangan
Dapil
Jawa Tengah VII
Komisi
X - Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan