Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
PDI Perjuangan - Bali
Komisi VI - Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, Standarisasi Nasional
     


Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Jakarta
Tanggal Lahir
Alamat Rumah
Apartment Pavilion Tower, RT.013/RW.011, Kelurahan Karet Tengsin. Tanah Abang. Jakarta Pusat. DKI Jakarta
No Telp
0

Informasi Jabatan

Partai
PDI Perjuangan
Dapil
Bali
Komisi
VI - Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, Standarisasi Nasional

Latar Belakang

Nyoman Dhamantra terpilih kembali menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mewakili Dapil Bali setelah memperoleh 70,590 suara. Nyoman Dhamantra adalah pengusaha besar di Bali dan menjabat sebagai Direktur Utama PT. Rims Energy Oil Company (perminyakan) dan Komisaris PT. Baruna Bahari Indonesia (perkapalan).

Nyoman juga adalah aktivis kebudayaan dan sangat prihatin terhadap tergerusnya kebudayaan nasional karena banyak masuknya kebudayaan-kebudayaan asing. Nyoman adalah pencetus revisi dari UU Provinsi Bali.

Pada masa kerja 2014-2019 Nyoman duduk kembali di Komisi VI yang membidangi perindustrian, perdagangan, koperasi, investasi dan BUMN.

Pendidikan

SLTA, SMA Negeri 1, Denpasar (1978)

Perjalanan Politik

  • Ketua, Pemuda Panca Marga Bali (organisasi masyarakat putera-puteri veteran keluarga besar TNI dan Polri).
  • Ketua, Forum Merah Putih, Bali

Pada 8 Agustus 2019 KPK menangkap Nyoman atas dugaan kasus suap impor bawang putih. (https://nasional.kompas.com/read/2019/08/08/15563381/kpk-tangkap-anggota-dpr-fraksi-pdi-perjuangan-nyoman-dhamantra?page=2)

Pada 8 Agustus 2019 KPK menangkap Nyoman atas dugaan kasus suap impor bawang putih. (https://nasional.kompas.com/read/2019/08/08/15563381/kpk-tangkap-anggota-dpr-fraksi-pdi-perjuangan-nyoman-dhamantra?page=2)

Visi & Misi

belum ada

Program Kerja

belum ada

Sikap Politik

UU Ketenagalistrikan & Privatisasi Listrik Nasional

Pada Audiensi dengan Serikat Pekerja PLN tanggal 21 Mei 2015 - Nyoman menekankan persoalan kunci yang dihadapi oleh PLN saat ini yaitu inefisiensi. Bila tidak hanya mimpi untuk mewujudkan listrik murah. Melawan mafia seperti ini tidak mudah dan apakah rakyat mampu melawan? Inefesiensi adalah kata kunci persoalan di PLN. Saya tidak ingin berdiri di balik ideologi namun hanya menjadi wacana. Nyoman juga mempertanyakan pula apakah dari pembangkit yang dimiliki PLN mendapat keuntungan atau malah sebaliknya dan juga mempertanyakan apakah PLN saat ini berfokus pada sentralisasi atau listrik murah? Nyoman mengusulkan bagaimana kita memberikan listrik murah dan ketersediaan yang mencukupi tanpa melanggar konstitusi. [sumber]

RUU BUMN

Pada Rapat Dengar Pendapat dengan Deputi Perundang-Undangan Sekretariat Jenderal DPR-RI tanggal 30 Maret 2015 - Nyoman minta kepada Setjen DPR referensi yang digunakan dalam merancang UU BUMN terutama negara manakah yang punya model BUMN mirip dengan Indonesia. [sumber]

Tanggapan

Pertumbuhan Ekonomi BUMN tahun 2017

22 Januari 2018 -Dalam rapat dengar pendapat dengan Deputi Kementerian BUMN, Dirut Waskita, Dirut Hutama Karya, Dirut PP Perseor, Dirut Adhi Karya, Dirut WIjaya Karya, dan Jasa Marga, Nyoman berharap BUMN bisa menjadi word class company dan bersaing di kancah internasional. Nyoman sangat mendukung sepanjang perusahaan tersebut diarahkan untuk menjadi agent of development. Nyoman melihat pergeseran potensi ekonomi punya sumber daya yang bisa bersaing. Ia kemudian menanyakan adakah imbauan teman-teman BUMN kepada masyarakat untuk menggunakan barang-barang produksi dalam negeri. Nyoman berpendapat bahwa Amerika menjadi pencetus globalisasi namun saat ini justru menjadi deglobalisasi. Selanjutnya Ia menyatakan bahwa bonus demogafi bisa menjadi harapan dan hikmah baru bagi kita. Beliau menyatakan dukungannya untuk BUMN yang hendak dijual selama ada pihak yang ingin membeli dan kelak uangnya digunakan untuk membangun tol baru. [sumber]

PermenLHK No. 39/2017

26 September 2017 - Pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi 6 DPR-RI dengan BUMN dan Perum Perhutani, Nyoman menanyakan perihal kayu dan kebenaran pembagian 12 juta hektar lahan kepada masyarakat sebab Nyoman mencurigai kalau ini hanya untuk kepentingan politik. [sumber]

Badan Cyber Nasional

17 Januari 2017 - Nyoman menyatakan adanya lonjakan orang-orang kaya yang berasal dari bisnis e-commerce. Nyoman menegaskan Telkom harus memberikan sarana kepada kita untuk melaksanakan e-commerce seperti sharing economy. Menurutnya Telkom perlu menjelaskan lebih mendalam tentang langkah apa yg akan diambil untuk kedepan nanti. Nyoman memprediksi yang tidak punya inovasi akan mati dalam berbisnis khususnya e-commerce. Nyoman meminta agar di daerah yang belum tercover oleh swasta harus diperhatikan. [sumber]

Anggaran Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS)

14 Juni 2016 - Nyoman meminta bahan yang terkait revitalisasi anggaran untuk dilakukan pendalaman dalam rapat konsinyering. Untuk agenda rapat bersama BPKS hari ini hanya menyerahkan dokumen pagu saja. [sumber]

Aset BUMN - Pelepasan Aset PT Hotel Indonesia Natour

21 April 2016 - Nyoman menyatakan bahwa salah satu rekomendasi Panitia Kerja (Panja) yaitu tidak boleh ada pelepasan aset. Nyoman tidak ingin berkomentar tentang proses hukum karena selain kasus dari PT Hotel indonesia Natour (HIN), terdapat kasus-kasus lainya yang terjadi. Menurut Nyoman, hikmah yang dapat diambil seharusnya kasus penjualan aset ini dijadikan pelajaran dan tidak terulang berkali-kali. Nyoman ingin mengetahui setelah keputusan Panja apakah akan ada penjualan aset lainnya. [sumber]

Evaluasi Kinerja Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM)

18 April 2016 - Nyoman hanya menanyakan ke Menteri Koperasi (Menkop) berapa besar pertumbuhan UMKM dan masalah penguatan koperasi. [sumber]

Kajian Kebijakan Penambahan Pesawat Garuda Indonesia

29 September 2015 - Nyoman meminta Garuda Indonesia untuk meningkatkan kinerjanya dan memperhatikan harga saham karena Garuda adalah perusahaan publik yang terbuka. Nyoman juga meminta agar Garuda memiliki proyeksi yang lebih menjanjikan sehingga dapat meyakinkan publik bahwa kondisi Garuda bisa lebih baik. Selain itu, Nyoman mempertanyakan dari kedua jenis leasing yang ada, menurut Garuda Indonesia mana yang terbaik menimbang kondisi perekonomian dan berbagai faktor lainnya. [sumber]

Kinerja Pupuk Indonesia

15 April 2015 - sehubungan dengan penurunan peringkat PIHC dari AAA menjadi AA, Nyoman menanyakan penyebab penurunan tersebut. Sehubungan dengan distribusi pupuk, Nyoman mengatakan bahwa banyak pupuk yang beredar tidak sesuai dengan spesifikasinya karena perdagangan secara illegal, selain itu banyak petani yang kecewa dengan pupuk yang diterima dari PIHC. Dengan kondisi tersebut, Nyoman menanyakan solusi yang bisa diberikan oleh PIHC untuk mengatasinya. [sumber]

Kinerja Perum Perhutani

1 April 2015 - Nyoman menilai tata penjelasan neraca Perhutani kacau dan tidak dijelaskan kondisi leverage-nya. Nyoman menggaris bawahi bahwa di revisi UU BUMN akan diatur untuk BUMN tidak terlalu banyak ‘cucu’ dan ‘cicit’ unit usahanya. Menurut Nyoman Perhutani terlalu banyak ‘cucu’ usahanya. Menurut Nyoman kalau Perhutani terlalu banyak ‘cucu’ dan ‘cicit’ anak usaha yang jauh dari inti bisnisnya malah pelan-pelan akan membuat kinerjanya tidak efisien. [sumber]

Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Jakarta
Tanggal Lahir
Alamat Rumah
Apartment Pavilion Tower, RT.013/RW.011, Kelurahan Karet Tengsin. Tanah Abang. Jakarta Pusat. DKI Jakarta
No Telp
0

Informasi Jabatan

Partai
PDI Perjuangan
Dapil
Bali
Komisi
VI - Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, Standarisasi Nasional