Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Golkar - Lampung I
Komisi VI - Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, Standarisasi Nasional
        


Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Lampung
Tanggal Lahir
01/02/1980
Alamat Rumah
Jl. Perdatam Raya No.39, RT.007/RW.008. Pegadegan. Pancoran. Jakarta Selatan. DKI Jakarta
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
Golkar
Dapil
Lampung I
Komisi
VI - Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, Standarisasi Nasional

Latar Belakang

Dwie Aroem Hadiatie terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Golongan Karya (Golkar) untuk Dapil Lampung I setelah memperoleh 32,808 suara. Aroem adalah kader muda Partai Golkar dan putri dari tokoh Lampung, Alzier Dianis Thabrani, ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar provinsi Lampung.  

Aroem pernah menjabat sebagai Sekretaris Koordinasi Pemenangan Pemilu Daerah Provinsi Lampung pada tahun 2013. Koordinator Koordinasi Daerah Pemilihan Lampung I & Sekretaris DIVISI PENGGALANGAN PEREMPUAN BKPP Pusat.

Aroem adalah seorang pengusaha dan menjabat sebagai Komisaris dari PT Tri Wangsa Karya (pertambangan & energi).

Pada masa kerja 2014-2019 Aroem duduk di Komisi VI yang membidangi perindustrian, investasi, koperasi, perdagangan dan BUMN.

Pendidikan

S1, Ilmu Komunikasi, London School of Public Relation, Jakarta (2010)

Perjalanan Politik

Dwie Aroem Hadiatie memulai perjalanan politiknya sejak muda dan aktif di organisasi sayap muda Partai Golkar, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Angkatan Muda Pembaharuan Indonesian (AMPI), Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Al-Hidayah dan Poros Muda Golkar.

Pada Munas AMPI tahun 2010, Aroem merupakan kandidat Calon Ketua Umum AMPI, yang saat itu telah menjadi pengurus DPP Partai GOLKAR (2009), sebagai anggota Departemen Pendidikan.

Pada revitalisasi kepengurusan DPP Partai Golkar (2012), Aroem di pindahkan ke Departemen Pemberdayaan Perempuan yang di nahkodai oleh Ibu Hj. Atut Chosiyah.

Arum pernah menjabat sebagai Sekretaris Koordinasi Pemenangan Pemilu Daerah Provinsi Lampung pada tahun 2013. Koordinator Koordinasi Daerah Pemilihan Lampung I & Sekretaris Divisi Penggalangan Perempuan BKPP Pusat.

Visi & Misi

belum ada

Program Kerja

belum ada

Sikap Politik

belum ada

Tanggapan Terhadap RUU

Ratifikasi Perdagangan Internasional 

19 September 2016 - Pada Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi 6 dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Arum menanyakan ratifikasi mana yang akan berimplikasi luas dan mendasar dalam kehidupan Indonesia. Ia berpendapat bahwa hal ini penting ditanyakan karena akan berpengaruh pada nomenklatur yang akan digunakan. Ia menyebutkan bahwa dalam perdagangan internasional ada asas equality right. Arum bertanya apakah Indonesia menduduki hal yang sama dalam ratifikasi ini.  [sumber]

Tanggapan

Manfaat Holding Migas

17 Juli 2018 - Pada RDP Komisi 6 dengan Deputi Bidang Kementerian BUMN, PT Pertamina Persero dan PT PGN, Dwie membahas mengenai tanggapan Perusahaan Gas Negara (PGN) terkait SSRU Lampung yang berpotensi merugikan negara dari tahun 2014 – 2018 namun tidak pernah disampaikan klarifikasi dari PGN. Dwie juga menanyakan mengenai akuisisi yang diberikan PGN ke Pertamina, kondisi keuangan PGN dan Pertagas dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. [sumber

RKP K/L dan Alokasi Anggaran Prioritas Tahun 2019

9 Juli 2018 - Pada Raker Komisi 6 dengan Kepala BSN dan BP Batam, Dwie membahas mengenai penyampaian Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang bersangkutan dengan pembangunan infrastruktur dan sertifikasi. Dwie juga menanyakan program yang dilakukan terkait pembangunan promodel usaha mikro kecil. Dwie juga menanyakan kemajuan dan rincian Sabang WHS. [sumber

Daya Saing dan Strategi Pemasaran Perusahaan Semen

23 Januari 2018 - Pada Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan PT Semen Indonesia, PT Semen Baturaja dan Kementerian BUMN (KemenBUMN) menyorot apa yang diatakan Darmadi menyinggung terkait kinerja marketing PT Semen Indonesia. Ia menanyakan seperti yang disinggung Lili, karena kompetitor utama PT Semen Indoensia bukanlah perusahaan semen lokal melainkan semen-semen yang diproduksi oleh kompetitor regional seperti dari  Tiongkok, Thailand dlsb.  Menurutnya perlu strategi-strategi pemasaran yang memang khusus diperuntukan mengatasi kompetitor-kompetitor asing tsbt, maka Dwi menanyakan apa yang perlu dilakukan PT Semen Indonesia kedepannya sehingga Komisi 6 dapat melakukan pengawasan yang terukur dan terarah maka bukan hanya butuh informasi based on data melainkan informasi valid dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai pencapaian-pencapaian PT Semen Indonesia kedepan. Kemudian kepada PT Semen Baturaja berdasarkan materi yang disampaikan, Dwi menanyakan pada tahun 2018 mereka menargetkan pertumbuhan volume penjualan sebesar 56% karena pabrik PT Semen Baturaja 2 telah beroperasi secara penuh. Lalu bagaimana untuk mencapai hal tersebut karena dalam materi hanya ada angka namun tak ada gambaran strategis apa yang akan dilakukan PT Semen Baturaja dalam mencapai hal tersebut. [sumber]

PMN PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pada RUU APBN TA 2018

13 September 2017 - Pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi 6 dengan Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN RI dan Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Dwie meminta penjelasan tentang berapa nilai proyek pembangunan LRT (Light Rail Transit). [sumber]

Deviden tahun 2017 di BUMN-BUMN

30 Agustus 2017 - Pada Raker Komisi 6 dengan Menteri BUMN yang diwakili oleh Menteri Keuangan, Dwi berpendapat data yang disampaikan oleh KemenBUMN kurang begitu lengkap. Dwi menanyakan seputar rumusan atau formula agar BUMN tidak merugi. Penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) sebesar Rp222 Triliun. Menurut Dwi terlalu besar dan tidak begitu berimbas pada pengentasan kemiskinan. [sumber]

Penyertaan Modal Negara di Hutama Karya

21 Juni 2016 - Dwi mengatakan bahwa pengalihan konstruksi ini ada campur tangannya dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Dwi bertanya bagaimana dengan masalah ini.  [sumber]

Anggaran Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

13 Juni 2016 - Dwi meminta penjelasan komprehensif mengenai output program pengendalian investasi modal.  [sumber]

Kontrak Kerja Sama PT Hotel Indonesia Natour untuk Kompleks Grand Indonesia (PT CKBI)

29 Februari 2016 - Dwie Aroem mengungkapkan bahwa dalam kontrak kerjasama BOT PT HIN dengan PT CKBIPT HIN tidak memiliki wewenang atas kontrak tersebut. Dwie Aroem merasa Komisi 6 perlu memanggil konsultan yang terlibat dalam kontrak karena Grand Indonesia menguasai dengan leluasa aset PT HIN. Dwi Aroem juga meminta data analisis hukum, ekonomi, dan keuangan dari PT HIN pada masa itu.  [sumber]

Kajian Kebijaksanaan Penambahan Pesawat Garuda Indonesia

29 September 2015 - Dwie Aroem ingin mengetahui analisis keuntungan dan perhitungan dari rute yang ditawarkan pesawat baru nantinya. Aroem ingin memastikan keterlibatan China Aviation atas pesawat yang dibeli Garuda dengan adanya komponen pesawat dari China. Dalam proses leasing A-350 dan B-787 yang menjadi incaran Garuda Indonesia, Dwie Aroem mempertanyakan niat dari kegiatan pembelian pesawat itu sebagai proses sewa semata ataukah ditujukan sebagai bentuk aset Garuda dengan membelinya, karena menurutnya lebih baik apabila dilakukan opsi untuk membeli tanpa melakukan proses sewa pesawat. Selain itu, Dwie Aroem juga ingin mengetahui nasib 22 pesawat wide-body yang akan habis masa leasing-nya dalam 5-10 tahun mendatang dan nasib pesawat-pesawat Garuda yang umurnya lebih dari 12 tahun.  [sumber]

Laporan Hasil Pemeriksaan Kementerian Perdagangan - Tahun 2014

19 Agustus 2015 - Menurut Dwie Aroem masalah impor adalah masalah yang tidak kunjung selesai. Dwie Aroem menilai, dan sudah bukan rahasia lagi bahwa, Indonesia masih bergantung pada impor (daging sapi, beras, jagung, kedelai, dll) untuk kebutuhan-kebutuhan pokoknya. Menurut Dwie Aroem belum ada kerangka yang jelas dari Pemerintah untuk mencapai swasembada pangan dan mengurangi kran impor yang terbuka. Dwie Aroem juga menggaris bawahi strategi Mendag sebelumnya yaitu revitalisasi 5.000 pasar atau untuk periode ini 1.000 pasar per tahun. Dwie Aroem minta penjelasan dari Mendag strategi yang disiapkan untuk realisasi target tersebut.  [sumber]

Rencana Strategis Kementerian BUMN 2015-2019

23 April 2015 -  Dwie minta klarifikasi ke Menteri BUMN (MenBUMN) penataan BUMN karena menurut Dwie banyak BUMN yang tidak bergerak pada core business-nya.  [sumber]

Kinerja PT.Kimia Farma Tbk, PT.Indo Farma Tbk dan PT.Bio Farma (Persero)

Pada 16 April 2015 - Dwie menanyakan bagaimana kesiapan Bio Farma meminimalkan impor bahan baku di tengah melemahnya nilai tukar rupiah bagi industri farmasi.  [sumber]

Evaluasi Kinerja PGN dan Pertamina

7 April 2015 - Kepada Direktur Utama Pertamina, Dwie tanya apa yang dibutuhkan Pertamina untuk menjadi perusahaan kelas dunia.

Sehubungan dengan PGN, Dwie minta klarifikasi kepada Direktur Utama PGN sejauh mana PGN bisa bersinergi dengan Pertamina agar penyaluran gas membaik. Dwie berharap PGN tidak menjual gas dengan harga mahal ke industri.  [sumber]

Industri Gula Nasional dan Impor Gula

Pada Audiensi dengan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) tanggal 26 Maret 2015 - menurut Dwie pihak Kementerian tidak sesuai dengan kampanye Presiden Joko Widodo yang mengatakan tidak akan impor gula. Dwie menilai harus ada efisiensi produksi gula yang terkait kesiapan petani gula menghadapi MEA. Menurut Dwie harus ada road map yang jelas terkait rencana swasembada gula.  [sumber]

Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Lampung
Tanggal Lahir
01/02/1980
Alamat Rumah
Jl. Perdatam Raya No.39, RT.007/RW.008. Pegadegan. Pancoran. Jakarta Selatan. DKI Jakarta
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
Golkar
Dapil
Lampung I
Komisi
VI - Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, Standarisasi Nasional