Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Gerindra - Jawa Tengah II
Komisi VIII - Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan
        


Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Jepara
Tanggal Lahir
12/05/1961
Alamat Rumah
Desa Margoyoso, RT.004/RW.002,Kecamatan Kalinyamatan. Kota Jepara. Jawa Tengah
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
Gerindra
Dapil
Jawa Tengah II
Komisi
VIII - Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan

Sikap Terhadap RUU

Penyempurnaan RUU Penyadapan - RDP Baleg dengan Badan Keahlian Dewan (BKD)

Abdul berpendapat bahwa yang dapat menyadap polisi, TNI dan KPK harus diatur dalam undang-undang agar tidak menyalahgunakan wewenang dan agar tidak terjadi kebocoran dalam hal pengawasan badan. Abdul menyampaikan bahwa Badan Wakaf 4 tahun sampai selesai masa baktinya, gajinya belum juga keluar, maka ini dapat menjadi hal-hal teknis ke depan dan lebih baik badan tersendiri karena tuntutan zaman. Abdul juga menyampaikan bahwa Kepolisian ada badan cyber yang dulunya tidak terpikirkan sampai ke situ.


Penyempurnaan RUU Penyadapan - RDP Badan Legislasi dengan Badan Keahlian Dewan

Wachid menjelaskan bahwa yang bisa sadap hanya Polisi, TNI dan KPK. Ini harus diatur dalam Undang-Undang agar tidak menyalahgunakan wewenang, agar tidak menjadi bocor dalam hal pengawasan badan. Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) itu setelah dibentuk baru satu tahun digaji dan Badan Wakaf baru 4 tahun kerja baru keluar. Wachid menjelaskan bahwa Badan Wakaf ini 4 tahun sampai mau kelar masa baktinya, gajinya belum juga keluar, ini hal-hal teknis ke depan dan lebih baik badan tersendiri karena tuntutan zaman. Wachid juga menyampaikan bahwa Kepolisian ada badan cyber yang dulunya tidak terpikirkan sampai ke situ.


Tanggapan

Fit and Proper Test Calon Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Sesi 2 — Komisi 6 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Calon Ketua KPPU Atas Nama Rima Agristina, Ukay Karyadi, dan Yohanes Berchman

Abdul mengatakan bahwa para calon ketua sebentar lagi akan menduduki tempat yang strategis karena akan berkoordinasi dengan pengusaha-pengusaha besar. Ia juga mengatakan Pemerintah menciut ketika berhadapan dengan pengusaha-pengusaha besar yang melakukan monopoli tersebut. Padahal hal tersebut diatur dalam UU APBU dan UU Usaha. Ia menyampaikan bahwa petani butuh untuk hidup, untuk melangsungkan tanam kembali membutuhkan uang, produk butuh dijual, Bulog harusnya hadir. Namun, akhirnya yang membeli adalah pemodal yang kuat. Untuk menahan produksi setahun, mereka harus investasi dan harus menyimpan. Ia menanyakan bisa atau tidak hal tersebut dikatakan sebagai monopoli? Ia mengatakan banyak persoalan di lapangan, bahkan tadi dikatakan ada seseorang yang menguasai mulai dari ayam sampai telur sehingga sampai menjadi nuggetnya juga dikuasai. Ia menyampaikan bahwa perlu kajian seperti kasus Toyota dan Honda karena menurutnya termasuk monopoli di lapangan. Ia mengatakan hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh komisioner sendiri karena KPPU lahir di Komisi 6. Ia menyampaikan bahwa dulu KPPU di bawah Kemendag kasihan dan tidak bisa apa-apa, sekarang sudah lepas. Ia mengatakan agar KPPU bisa seperti KPK, bukan seperti satgas pangan. Ia juga membahas kebingungan para calon ketua jika mengikat terlalu kencang nanti pengusaha-pengusaha besar ini membayar gaji pekerjanya diulur-ulur. Ia mengatakan garam kalau diimpor 3,5 ons itu asin tapi jika diimpor 3,5 ton itu manis. Ia menyampaikan bahwa calon ketua KPPU harus betul-betul berani, jangan menyampaikan yang datar, harus spesifik actionnya.


Persiapan Menghadapi Mudik Hari Raya IdulFitri 1439 H — Komisi 6 DPR RI RDP dengan Deputi Kementerian BUMN dan Perusahaan BUMN Bidang Transportasi

Abdul mengira Deputi ini untuk mudik lebaran dari berbagai macam, ini sudah berjalan, bahkan ia melihat ini promosi dan sosialisasi sudah diterima oleh masyarakat dan sudah penuh/tutup/terisi semua. Abdul menanyakan anggarannya sudah terlihat dan sumber dana darimana. Untuk mudik lebaran, ia kira ini sudah berjalan, bahkan ia melihat ini sosialisasi ini sudah diterima masyarakat, artinya anggaran sudah terlihat, ini perencananaan awal sudah ada.

Selanjutnya, Abdul menngatakan terkait penambahan jalan tol oleh Jasamarga, terutama daerah Batang sampai Solo, Ngawi, Mojokerto banyak masyarakat terjebak dengan e-toll jangan sampai semua pakai e-toll, siapkan juga untuk tunai. Abdul melihat beberapa hari yang lalu kapal terbakar, kami mohon kesiapan kapal-kapal bapak kelayakannya apalagi ada dispensasi diperlakukan kaitannya nyawa, untuk Garuda pelayanan yang delay apakah tidak sebaiknya dilakukan extra flight malam. Abdul menginginkan Garuda pelayanan dengan budgetnya untuk masyarakat yang mudik, apa tidak sebaiknya ditambah penerbangan malam agar tidak terjadi condong pulang siang hari, ia lihat di Semarang.

Kemudian Abdul mengatakan Angkasa Pura 1 atau 2 kaitannya dengan Yogyakarta, Merapi saat ini sering sedang erupsi tolong antisipasi, jangan sampai sudah kita siapkan nanti untuk tiket ke Yogyakarta dan Solo dengan kondisi Merapi perlu diwaspadai. Libur panjang ia harap lebih baik dari tahun 2017, kaitannya dengan komunikasi Deputi dengan lintas Kementerian, terutama Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR, karena di Pantura masih banyak yang proses betonisasi. Ia melihat masih banyak jalan di Pantura masih diperbaiki, harus dipersiapkan matang-matang agar dapat kembali dengan selamat. Terakhir, Abdul menanyakan kita perlu pasca Lebaran laporan mudik seperti apa.


Realisasi Anggaran - Komisi 6 DPR RI Raker dengan Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Perdagangan dan Ketua KPPU

Abdul mengatakan terkait dengan Koperasi, ini masalah lama karena anggaran koperasi akan dinaikkan untuk anggaran lebih besar terkait pembinaan koperasi menengah. Sepertinya, upaya UKM ini tidak diperhatikan Pemerintah. Mohon untuk anggaran kedepan bisa ditingkatkan, kalau terpilih lagi jadi menteri mungkin bisa jadi PR diperiode selanjutnya. Selanjutnya, Abdul juga seharusnya Kemendag, membuka pameran-pameran diluar negeri. di Rusia setiap Agustus, Dubes disana membuka pameran-pameran dari target 3 hari, di hati pertama sudah ludes semua hasil pamerannya. Abdul menanyakan soal yang ia lihat terkait import kemarin, perang antara beras itu sudah selesai atau belum.

Kemudian, Abdul menanyakan soal sampai sekarang petani gula masih mempertanyakan HPP. Tolong realisasinya kapan. Sekarang tidak ada jaminan, sekarang mikir jadi atau tidaknya. Abdul juga menanyakan bagaimana KPPU petani unggas yang dibagi-bagikan di KPPU. Anggarannya sudah bagus, pengawasannya bagus, programnya bagus, tapi kalau masih tidak ada kerjaan mohon maaf kalau dikurangi. Terakhir, Abdul ingin juga menyampaikan aspirasi rakyat. Anggaran bagus harusnya kinerjanya juga bagus.


Penyesuaian RKA K/L 2020 sesuai hasil banggar - Komisi 6 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Sekjen Kemendag) dan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)

Abdul Wachid mengatakan Ia ingin semua berjalan aman, sehingga kita agendakan malam saja dan ia mohon Pak Menteri bisa dihubungi segera.


Penyesuaian RKA K/L 2020 Sesuai Hasil Banggar - RDP Komsi 6 Dengan Kepala BKPM

Abdul Wachid menegaskan untuk masalah perizinan, ia mengalami sendiri pengurusannya lama sekali.


Tindak Lanjut Rencana Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M, dan Isu-Isu Aktual dan Solusinya – Komisi 8 DPR RI Rapat Dengar Pendapat (RDP Virtual) dengan Kepala Badan Pelaksana BPKH dan Dirjen PHU Kemenag RI

Wachid menyampaikan perlu adanya kehati-hatian karena dalam melakukan investasi tidak mudah. Pada saat ini seluruh perusahaan sedang waspada. Wachid menyatakan sepakat untuk tetap mempersiapkan haji 2020 meskipun yang terjadi nanti bisa berubah kebijakan dari Arab Saudi dalam membatalkan, kita semua harus mengikuti keputusannya dan harus siap atas apa yang akan menjadi keputusan dari Arab Saudi. Wachid berharap apa yang akan disampaikan ke masyarakat secara jujur mengenai biaya haji yang mahal sehingga perlu keterbukaan dalam dan untuk disosialisasikan kepada masyarakat.


Progress Pembangunan Transmisi Listrik 45GW, Rencana Kerja 2020, dan Laporan Tindak Lanjut Pemadaman Listrik Agustus 2019 – Komisi 7 DPR RI Rapat Dengar Pendapat dengan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama PT. Pertamina (Persero)

Abdul meminta penjelasan dari PT. PLN (Persero) soal daerah yang sudah membayar listrik namun belum mendapatkannya.


Laporan Keuangan 2017-2019 – Rapat Dengar Pendapat Komisi 8 dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH)

Abdul memohon laporan rincian terkait laporan bantuan bencana di Palu yang telah diberikan oleh BPKH. Kaitannya dengan investasi BPKH, berapa besaran yang didapat. Mohon laporan terperinci.


Latar Belakang

Abdul Wachid terpilih kembali menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mewakili Dapil Jawa Tengah II setelah memperoleh 65,925 suara. Pada periode 2009-2014 Abdul Wachid bertugas di Komisi IV yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan dan pangan. Pada periode 2019-2024 Abdul Wachid terpilih kembali menjadi anggota DPR RI dengan perolehan suara sebesar 63,777.

Abdul Wachid adalah pelopor berdirinya Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia, serta aktif di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Keahliannya dalam merangkul petani, membuat Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto takjub sehingga meminta Abdul Wachid untuk menjadi penggagas Partai Gerindra di Jawa Tengah. Abdul Wachid adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Provinsi Jawa Tengah.

Abdul Wachid adalah seorang pengusaha tebu sukses dan Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI). Beliau memiliki beberapa perusahaan yaitu PT. Sarana Makmur Sejahtera (distributor motor merek VIAR) dan PT. Tiara Abadi Mas (alat berat).

Pada masa kerja 2014-2016, Abdul Wachid duduk di Komisi VI yang membidangi investasi, BUMN, koperasi, perindustrian dan perdagangan.

Pendidikan

SLTA, SMA Sultan Agung, Desa Kriyan, Jepara (1982)

Perjalanan Politik

Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) (2009 s/d sekarang)
Wakil Ketua Himpunan Kerukunan Tani (HKTI) Jawa Tengah (2009 s/d sekarang)
Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah (2009 s/d sekarang)

Anggota DPR-RI (2009-2014)

Visi & Misi

belum ada

Program Kerja

belum ada

Sikap Politik

RUU BUMN

Pada Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Profesor Zainal A. Mochtar tanggal 30 Maret 2015 - Abdul Wachid mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya di BUMN gula, komisaris dilantik dari pensiunan dan kerap tidak sesuai dengan bidang keahliannya. Abdul Wachid merasa BUMN harus dijauhi dari kepentingan politik. Oleh karena itu, Abdul Wachid setuju agar Komisi 6 membuat UU BUMN baru—tidak hanya mengubah pasal—untuk kebaikan di masa depan. [sumber]

Tanggapan

Evaluasi Kinerja Bank Pemerintah

31 Januari 2018 – Pada rapat Komisi 6 dengan Deputi Kemenbumn, Direksi BNI,BRI,BTN dan Bank Mandiri. Abdul memberi tanggapan sebelum adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR), dulu ada KKP. Zaman itu, bunganya sebesar 6%,tetapi setelah adanya KUR, menjadi tidak sekat.Abdul menanyakan apakah KUR ini untuk usaha kecil atau pertanian. Abdul menyampaikan bahwa perlakuan untuk pengajuan kredit antara KKP dan KUR sangat berbeda,masyarakat pertanian mengeluh dan mengatakan lebih mudah mengajukan KKP dibanding KUR, pada KKP, membayar bunga dilakukan setelah panen, tapi pada KUR harus membayar di awal. Terhadap pemaparan tadi, Abdul menyampaikan penyerapan KUR yang sekian persen, dan Abdul memohon pada waktu program KKPE dengan KUR, dulu peyerapannya berapa % atau triliun,lalu setalah pakai KUR menjadi berapa. Untuk Kartu Tani, Abdul berharap isinya betul-betul yang bisa digunakan untuk produksi, seperti pembiayaan pemberantasan hama, beli pupuk, dan sebagainya. Penyerapan KUR untuk pertanian di Jawa Tengah sangat kecil. Abdul memaparkan bahwa survei elektabilitas Pak Gubernur di sana menjadi turun karena katanya program Kartu Tani ini bohong. Abdul menegaskan BRI ini bank untuk rakyat, bukan untuk apartemen. Abdul khawatir untuk panen 2018 akan berapa Non Peforming Loan (NPL)-nya.Terkait dana China Development Bank (CDB), Abdul mengklarifikasi katanya dulu CDB untuk pertanian,sudah sampai mana CDB pertanian tersebut didistribusikan. Abdul menyampaikan anggarannya cukup besar. Abdul menyampaikan untuk Mandiri, di Jepara banyak industri yang dipegang Korea dan China,kalau hari Sabtu-Minggu pasti trouble tidak ada uang,lalu ditulis offline, padahal pertumbuhan ekonomi di Jepara selatan luar biasa.. [sumber]

Kebijakan Impor Beras dan Gejolak Peningkatan Harga Beras

18 Januari 2018 - Pada Raker dengan Menteri Perdagangan, Deputi Bidang Usaha Agro dan Farmasi, Deputi KSPP, Dirut PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan Dirut Perum Bulog Abdul menginfokan seharusnya rapat ini rapat gabungan dengan Kementan. Abdul mengatakan Jawa Tengah tidak perlu impor tahun 2017, Jawa Tengah memiliki 11 juta ton per-tahun, surplus lebih dari 2 juta ton. [sumber]

Holding Gula

28 Agustus 2017 - Pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PTPN, PT RNI, Ketua Asosiasi Perkebunan, dan Deputi KemenBUMN Wachid meminta masalah petani dikenakan pajak, pembelian gula oleh Bulog harus ada tindak lanjutnya pada bulan Mei. Wachid menekankan harus adanya kebijakan baru tentang impor gula rafinasi. [sumber]

Permendag tentang Pengaturan Perdagangan Gula Rafinasi

19 Juli 2017 - Dalam rapat kerja (raker) dengan Menteri Perdagangan RI, Abdul Wachid mengatakan bahwa lelang ini adalah terobosan transparasi penjualan gula karena terjadi kebocoran dimana-mana. Mengenai masalah import raw sugar rafinasi ini, Wachid meminta agar ada neraca gula supaya lebih transparan. Wachid juga menyarankan, perdagangan harus dibuat evaluasi 11 pabrik gula rafinasi agar tidak terjadi kartel. Wachid mengatakan, dirinya ragu mengenai impor gula rafinasi sebesar 3 juta ton namun fasilitas yang terpasang sebesar 5 juta ton. Tak hanya itu, Wachid juga mewanti-wanti agar jangan sampai ada “under invoice”. Menurut Wachid, pengawasan gula sangat penting dan evaluasi 11 pabrik gula juga sangat penting. Selain itu, Wachid menuturkan, koordinasi antar kementerian yakni Kemendag RI, Kementan RI, dan Kemenperin RI sangat dibutuhkan. Wachid berharap Kemendag RI dapat melaksanakan kemandirian pangan dengan memberikan ketegasan pada 11 pabrik tersebut untuk tidak hanya menikmati impor rafinasi namun juga menanam tebu. Wachid menuturkan Komisi 6 adalah mitra UMKM dan industri mendapat jatah melalui koperasi. Wachid meminta untuk memastikan agar UKM industri kecil bisa menikmati gula rafinasi. Wachid menuturkan, bila ada keputusan impor, komunikasikan terlebih dahulu dengan Komisi 6. [sumber]

Dana PMN Tahun 2017 untuk LRT

19 Juli 2017 – Rapat Komisi 6 dengan Sesmen Bumn, KAI dan Adhi Karya. Wachid mengatakan kalau Jabodetabek ini dikasih LRT, rakyat menengah ke atas tetap mau naik mobil, ini untuk kepentingan masyarakat atas dan tidak menyentuh masyarakat bawah. Wachid berpendapat ini arahnya salah, jelas, terus terang saya tidak mendukung, kalau itu untuk rakyat kecil kami mendukung, walaupun kami oposisi. Wachid sepakat bahwa proyek ini adalah ide pemerintah tapi jangan pakai dana PMN. Wachid berpendapat jika tiket LRT nanti Rp12.000, mana mungkin rakyat kecil nanti mau pakai. Wachid berpendapat bahwa LRT ini angkutan dari gedung ke gedung, bukan untuk rakyat kecil atau pedagang, tapi kalau LRT ditujukan untuk rakyat kecil harusnya orang-orang kaya tetap naik mobil sendiri. Wachid berpendapat proyek ini lebih dibutuhkan di Sumatera karena di sana butuh angkutan untuk membawa hasil bumi. Wachid mengatakan ide LRT ini cuma menyentuh kepentingan rakyat atas, bukan rakyat kecil, kalau memang anggaran dialihkan untuk rakyat kecil kami mendukung tapi kalau untuk LRT ini kami tidak mendukung penggunaannya. Wachid menanyakan untuk tanah LRT di cawang kan punya RRI, itu gimana?. [sumber]

Persoalan Jebolnya Atap di Area Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta

19 Desember 2016 - (AKTUAL.COM) - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Abdul Wachid menilai, jebolnya salah satu atap di area Terminal 3 Ultimate bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu tak terlepas dari perencanaan direksi sebelumnya. Bahkan masalah tersebut, disebutnya sebagai warisan dirut Angkasa Pura II yang kini menjabat sebagai Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

“Ini di mungkinkan akibat kesalahan warisan Dirut Angkasa Pura II yang lama,” ujar Abdul Wachid di Jakarta, Senin (19/12).

Menyikapi hal tersebut, Wachid mendorong rekan satu komisinya untuk sesegera mungkin membentuk panitia kerja (panja), guna menginventarisir berbagai persoalan yang terjadi di terminal 3 ultimate bandara Soetta.

“Jadi Komisi VI DPR RI perlu menggunakan haknya sebagai pengawas anggaran, demi menyelamatkan uang rakyat,” tegas dia.

Seperti diketahui, atap di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang kembali jebol pada Kamis (15/12). Peristiwa yang sama juga sempat terjadi pada bulan lalu. [sumber]

Anggaran Kementerian Perdagangan

15 Juni 2016 - Abdul Wachid mengusulkan agar rapat pembahasan anggaran 2017 ini disudahi karena angka Rp.3,76 Triliun pun belum ada pidato dari Presiden. [sumber]

Pengamanan Komplek Parlemen

14 April 2016 - Abdul berharap desain pengamanan Komplek Parlemen dapat dilaksanakan dengan baik. Abdul melihat pemaparan yang disampaikan fokus pada pengamanan di darat dan pintu masuk. Abdul menghimbau agar pengamanan di udara juga diperhatikan karena ancaman dari udara dapat terjadi, contohnya melalui drone yang dikendalikan dari jarak jauh. Abdul meminta jumlah personil keamanan yang berkeliling ditambah. Abdul menilai CCTV yang digunakan DPR saat ini sudah ketinggalan zaman. Abdul menanyakan berapa biaya yang akan dikeluarkan jika konsep pengamanan Komplek Parlemen ini diwujudkan. [sumber]

Evaluasi Kinerja Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

12 April 2016 - Abdul Wachid meminta BKPM untuk mensosialisasikan Pelayanan-1-Atap karena itu penting. [sumber]

Laporan Hasil Pemeriksaan Kementerian Perdagangan - Tahun 2014

Pada 19 Agustus 2015 - Abdul menyoroti kurangnya daya saing dengan Indonesia. Menurut Abdul TDLakan dilepas berfluktuasi setiap bulannya dan memperburuk daya saing apalagi dengan kurs Rupiah yang menurun. Abdul minta pendapat Mendag kesiapan menyongsong MEA karena menurut Abdul banyak stakeholder yang kalah kompetitif.

Abdul saran ke Menteri Perdagangan (Mendag) yang baru untuk tidak gunakan pendekatan business-as-usual, tapi pemikiran out-of-the-box. Bahwa perdagangan tidak hanya di dalam negeri tapi juga ke luar negeri. Menurut Abdul inilah yang akan menyelamatkan Indonesia. Abdul minta Mendag untuk carikan rumus bagaimana Indonesia menjadi juara perdagangan. Bagaimana mendorong ekspor dan selektif impor-impor konsumtif apa yang kita bisa tekan. Abdul menekankan bahwa sudah banyak Mendag yang sebelumnya ‘terjatuh’ duluan karena tersangkut dengan ‘Tim Mafia’. Abdul mengucapkan selamat kepada Mendag dan untuk kuat-kuatlah dalam menjalani tugasnya. [sumber]

Suara Serikat Pekerja PT.Kereta Api Indonesia dan PT.Dok Perkapalan Kodja Bahari

Pada 21 Mei 2015 - Abdul Wachid pernah mendengar bahwa ada sidak di PT KAI namun yang melakukan sidak adalah istri Menteri Jonan, apakah benar? Abdul Wachid senang bahwa PT KAI sudah bersih dari pedagang asongan, tetapi kemudian pedagang tersebut dikemanakan? Abdul Wachid juga mendukung upaya relokasi PT DOK. [sumber]

Kinerja Pupuk Indonesia

15 April 2015 - Ada dua anak perusahaan PIHC yang mengalami peningkatan pendapatan yang sangat kecil, Wachid menanyakan kondisi yang dialami oleh kedua anak perusahaan tersebut.

Sehubungan dengan swasembada pangan, Wachid mengatakan bahwa swasembada tidak akan tercapai bila kebutuhan akan pupuk tidak bisa dipenuhi. Kekurangan pupuk akan terus terjadi bila realisasi pupuk tidak pernah sesuai dengan kebutuhannya.

Sehubungan dengan pupuk subsidi, Wachid mengatakan bahwa produk pupuk PIHC akan kalah dalam persaingan dengan pupuk impor. Wachid juga mengatakan bahwa pupuk subsidi yang dibuat oleh PIHC harus dengan spesifikasi yang bagus. Wachid meminta Presiden untuk meningkatkan alokasi subsidi untuk pupuk, karena subsidi yang sekarang sudah tidak mencukupi. Wachid juga meminta distributor pupuk subsidi untuk melakukan pengecekan sampai ke kebun, karena ada pupuk yang belum dipakai yang disimpan di halaman belakang yang dianggap sebagai penimbunan pupuk subsidi. [sumber]

Penguatan Industri Gula

6 April 2015 - Abdul fokus kepada Kementerian Perindustrian. Sehubungan dengan penerbitan izin impor raw sugar, Abdul menggaris bawahi bahwa pada kwartal pertama izin impor yang diterbitkan sebanyak 672.000 ton dan pada kwartal kedua 945.643 ton. Abdul minta klarifikasi kepada Menteri Perindustrian dasar dari penentuan jumlah impor tersebut. Abdul juga mengingatkan bahwa Komisi 6 akan membentuk Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Penyertaan Modal Negara (PMN). Panja Pengawasan PMN ini akan awasi industri gula dengan ketat. [sumber]

Industri Gula Nasional dan Impor Gula

Pada Audiensi dengan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia tanggal 26 Maret 2015 - Abdul menilai keberpihakan Pemerintah kepada petani sangat kurang. Menurut Abdul, sebagai mitra dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian, Komisi 6 tidak pernah dilibatkan dalam diskusi mengenai gula. Sehubungan dengan pabrik gula dengan kapasitas 25,000 ton cane per day tapi tidak punya tebu, Abdul mempertanyakan dasar dari penerbitan ijin pembangunannya. Menurut Abdul seharusnya ijin importase gula yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan adalah permintaan dari Kementerian Perindustrian. Abdul janji akan panggil Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri BUMN dan Menteri Perindustrian agar ada satu keputusan yang jelas. Menurut Abdul seharusnya Kementerian Perindustrian hadir supaya kita hajar di forum ini. Abdul saran agar Panitia Kerja (Panja) dibentuk dan dibiayai uang negara tapi tidak dilaksanakan oleh Pemerintah. Abdul janji Komisi 6 akan menambah penyertaan modal negara untuk membangun 10 pabrik gula baru. [sumber]

Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Jepara
Tanggal Lahir
12/05/1961
Alamat Rumah
Desa Margoyoso, RT.004/RW.002,Kecamatan Kalinyamatan. Kota Jepara. Jawa Tengah
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
Gerindra
Dapil
Jawa Tengah II
Komisi
VIII - Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan