Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Verna Gladies Merry Inkiriwang

Demokrat - Sulawesi Tengah

Komisi IX - Tenaga Kerja & Transmigrasi, Kependudukan, Kesehatan

Alat Kelengkapan Dewan: Badan Anggaran

TABLE OF CONTENT

    Latar Belakang

    dr. Verna Gladies Merry Inkiriwang terpilih kembali menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Demokrat (Demokrat) mewakili Dapil Sulawesi Tengah setelah memperoleh 74,983 suara.  Verna adalah seorang dokter medis yang sempat praktek di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malalayang Manado.  Verna adalah putri dari Bupati Poso, Drs. Piet Inkiriwang (2005-2015).

    Verna lebih dikenal sebagai mantan Noni Manado dan Runner-up dari Miss Indonesia di 2007.  Sejak terpilih di 2009 sampai dengan sekarang, Verna duduk di Komisi IX yang membidangi tenaga kerja, transmigrasi, kependudukan dan kesehatan.

    Pada Januari 2015, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa ayahanda dari Verna terkait dugaan korupsi tukar guling aset Pemerintah Kabupatan Poso. (sumber)

    Pendidikan

    SLTA, SMU Negeri 1, Manado

    S1, Kedokteran, Universitas Sam Ratulangi, Manado

    Perjalanan Politik

    dr.Verna adalah siswi teladan ketika di bangku sekolah.  Verna sempat menjabat sebagai Sekretaris dari OSIS dan terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) mewakili Sulawesi Utara.

    Mengikuti jejak bapaknya, di 2009 Verna ikut terjun ke politik dan mencalonkan diri menjadi calon legislatif dari Partai Demokrat pada PIleg 2009.  Verna terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2009-2014 mewakili Dapil Sulawesi Tengah dan bertugas di Komisi IX.

    Visi & Misi

    belum ada

    Program Kerja

    belum ada

    Sikap Politik

    Peraturan Pemerintah No.1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak (Perppu Kebiri)

    1 Juni 2016 - Verna mempertanyakan implementasi penyediaan tenaga kerja di daerah terpencil karena menurutnya, program tersebut perlu dijalankan agar dirasakan manfaatnya dan tidak hanya dibicarakan. Verna menyampaikan bahwa di dapilnya, distribusi tenaga kesehatan distribusinya belum merata. Selain itu, Verna menuturkan banyak keberatan dari tenaga kesehatan mengenai penempatan yang dilakukan oleh Menteri Kesehatan (Menkes). Masalah ketersediaan obat juga menurut Verna perlu menjadi perhatian Menkes, terutama di daerah Indonesia Timur. Verna menemukan faktanya bahwa stok vaksin hanya bertahan setengah tahun sehingga Pemerintah perlu menganggarkan dengan baik untuk ketersediaan obat. Di sisi lain, Verna mengapresiasi karena di daerah konflik Poso telah ada dokter magang yang banyak membantu dan di tiga kecamatan telah ada dokter umum yang bagus.

    Mengenai Perppu Kebiri, menurut Verna, perlu ada informasi yang lengkap terkait alasan pemilihan kebiri kimia, pihak yang melakukannya, efektivitas, serta pembiayaannya. Verna berharap Perppu Kebiri bukan hanya bentuk pencitraan Pemerintah.  [sumber]

    Tanggapan

    Pandangan Fraksi atas Kerangka Ekonomi Makro RAPBN 2018

    30 Mei 2017 - Dalam rapat paripurna, Verna mengungkapkan jika Optimisme pemerintah menghadapi 2018, tentu saja ada tantangan untuk memenuhi Nawacita, indikator asumsi makro merupakan asumsi yang terlalu optimis mengingat kondisi ekonomi global belum pulih. Verna mengaku mencermati angka realisasi pertumbuhan ekonomi tahun 2014-2015 cenderung stagnan dengan keadaan yg ada dan target 2018 terlalu optimis. Terlebih target inflasi tahun 2018 merupakan asumsi yang perlu diperhatikan oleh pemerintah. kami meminta pemrintah agar dalam menjalankan program pro rakyat utk pendataan, pendistribusian dan pengawasan dapat dilakukan dengan baik agar program pro rakyat dapat dijalankan dengan adil. [sumber]

    Penerimaan Negara Bukan Pajak - APBN 2015

    17 Juni 2015 - Verna menilai Kepolisian (Polri) harus lebih realistis dalam target pencapaian PNBP. Menurut Verna kinerja BLU Rumah Sakit Polri belum optimal. Verna minta penjelasan ke Polri strategi apa yang disiapkan untuk optimalisasi target PNBP untuk rumah sakit ini.  [sumber]

    Asumsi Penerimaan Negara - RAPBN 2016

    16 Jui 2015 - Verna fokus pada target pencapaian Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNPB). Verna menilai banyak Badan Layanan Umum (BLU) rumah-sakit milik POLRI tidak optimal kinerjanya. Sehingga menurut Verna asumsi Pemerintah untuk penerimaan PNPB dari BLU milik POLRI tidak realistis.  [sumber]

    Kasus Malpraktek RS Siloam Karawaci dan Obat Buvanest (Panja Anestesi)

    6 April 2015 - Menurut Verna kesalahan bisa terjadi karena bentuk ampul soalnya warna obatnya sama.  [sumber]

    Evaluasi Kasus Malpraktek RS Siloam Karawaci

    31 Maret 2015 -  Sehubungan dengan Kasus RS Siloam dan penarikan obat bius Buvanest Spinal oleh Kalbe Farma, menurut Verna dari penarikan obat yang dilakukan hanya ada sanksi administratif terhadap pihak Kalbe Farma tanpa ada sanksi hukum. Verna menilai ini tidak efektif untuk mencegah terjadinya lagi Kasus RS Siloam. Verna menilai terlihat ada yang ditutup-tutup dalam Kasus RS Siloam ini sehingga prosesnya lamban untuk ditangani. Verna saran harus ada introspeksi dalampackaging obat sehingga mengurangi kemungkinan human error dalam penggunaan obat.  [sumber]




    Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.