Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Partai Amanat Nasional - Jawa Tengah I
        


Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Yogyakarta
Tanggal Lahir
30/11/1970
Alamat Rumah
Jl. Graha Hijau 2 Blok D19, RT.004/RW.010, Kel. Cempaka Putih. Ciputat Timur. Kota Tangerang Selatan. Banten
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
Partai Amanat Nasional
Dapil
Jawa Tengah I
Komisi

Sikap Terhadap RUU

Tanggapan

RAPBNP Tahun 2016 - RDP Komisi 10 dengan Perpustakaan Nasional RI

Yayuk menegaskan bahwa Komisi 10 DPR-RI akan memperjuangkan Perpusnas terkait anggaran. Yayuk menerangkan bahwa pemerintah juga mempunyai alasan mengenai pemotongan anggaran. Yayuk mengkhawatirkan jika ada pemotongan anggaran, mungkin akan ada pula penurunan kinerja.


Persiapan Asian Games XVIII 2018 — Panja Asian Games 2018 Komisi 10 DPR RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Sesmenpora, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komite Eksekutif Olimpiade Indonesia (KOI) dan Ketua Pelaksana INASGOC

Yayuk mengatakan prestasi olahraga harusnya membangkitkan rasa nasionalisme, kenyataannya tidak. Penyebab utamanya adalah tata kelola keuangan Kemenpora, KOI dan KONI yang tidak baik. Yayuk meminta data terkait verifikasi anggaran sebesar Rp61 miliar dari kemenpora kepada INASGOC.


Rencana Strategi dan Persiapan Event Olahraga — Komisi 10 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Satlak Prima

Yayuk berharap Satlak Prima menempatkan orang yang kompeten di bidangnya, dan Yayuk juga sangat mendukung kemajuan atlet, pelatih, dan peralatan, tetapi dana pun harus dicukupkan.


Penyampaian Hasil Rapat Coordination Committee (CorCom) ke-IV di Bali terkait Persiapan Pelaksanaan Asian Games XVIII dan Penyampaian Perkembangan Pembangunan Infrastruktur Asian Games 2018 — Komisi 10 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Deputi IV Kemenpora RI, Ketua INASGOC, Ketua Satlak Prima, dan Ketua Satgas Pembangunan dan Renovasi Infrastruktur Asian Games Kementerian PUPR RI

Yayuk mempertanyakan mengenai jumlah anggota dan total panitia, serta waktu panitia mulai aktif bekerja. Ia juga mempertanyakan lama waktu yang dibutuhkan untuk pembangunan venue. Yayuk meminta penjelasan dari Kementerian PUPR mengenai koordinasi yang dilakukan dengan INASGOC dalam penyelenggaraan Asian Games. Ia mengatakan bahwa Satlak Prima memiliki tugas  yang berat. Oleh karena itu, ia memberikan dukungannya kepada Satlak Prima agar bisa bangkit, karena ia menilai bahwa Menpora tidak memiliki semangat untuk membantu mencari dan menambahkan anggarannya.


RKP dan RKA K/L Tahun 2017 Kementerian Pemuda dan Olahraga - Raker Komisi 10 dengan Menteri Pemuda dan Olahraga

Yayuk mempertanyakan terkait kebutuhan Satlak Prima Rp1,2T itu benar atau tidak, dan apakah sudah bisa masuk di kebutuhan pagu indikatif. Yayuk juga mempertanyakan kondisi realistis untuk mendukung atlet ini indeksnya berapa.


Persiapan Asian Para Games 2018 — Komisi 10 DPR RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Satlak Prima, dan Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC)

Yayuk mengatakan pesimis dalam membicarakan medali jika anggaran tidak tersupport. Yayuk bertanya mengapa tidak ada komunikasi yang terjalin antara satlak prima dan Kemenpora supaya kebutuhan anggaran tercapai.


Pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Tahun Anggaran 2017 — Komisi 10 DPR RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti dan Dirjen Belmawa Kemenristekdikti

Yayuk Basuki mengatakan Komisi 10 DPR RI mengejar untuk anggaran 2017 khusus untuk Dirjen Belmewa ini harus ada perubahan. Banyak mahasiswa yang meminta untuk penambahan beasiswa. Selanjutnya, ia memohon dicarikan solusi terkait transfer yang terlambat. Katanya ada yang sampai meminta bantuan ke LPDP. Yayuk Basuki mengatakan banyak PTN dan PTS mengeluh. Melalui penerimaan online banyak sekali yang tidak ada home visit.


Alokasi Anggaran Renovasi Gelora Bung Karno dan Penyesuaian RKA 2017 — Komisi 10 DPR-RI Rapat Kerja dengan Menteri Pemuda dan Olahraga RI

Menurut Yayuk partisipasi pemuda dalam Asian Games tidak banyak, lalu untuk apa dana Rp10 Miliar.


Dasar Penentuan dan Cara Menghitung Target Pemasaran Pariwisata, Pelaksanaan Program Pariwisata Nusantara dan Mancanegara serta Perhitungan dan Alokasi Anggaran per Kegiatannya, dan Pengembangan Destinasi Pariwisata — Komisi 10 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata RI

Yayuk merasa bangga bahwa Pesona Indonesia ada di Eropa. Ia mengusulkan bahwa ketika Indonesia menjadi tuan rumah pada Asian Games, Indonesia dapat melakukan promosi besar-besaran, karena event ini merupakan event terbesar Asia dan ia berharap iklan tentang Asian Games mulai diperbanyak dari sekarang. Yayuk memaparkan bahwa setiap kali ada peningkatan Wisatawan Nusantara (Wisnus) saat liburan, selalu terjadi high season, sehingga menjadi serba mahal dan setiap tahun didapatkan penghasilan Rp70.000.000 dari Wisnus. Namun, ia menyayangkan masih banyak Wisnus yang ke Singapura. Ia juga menyayangkan Kepulauan Seribu yang luar biasa bagusnya, tapi volume boat yang ada masih sangat terbatas dan di Bromo juga hanya mobil tertentu yang diizinkan untuk akses ke wilayah gunungnya. Hal ini perlu disikapi dengan melakukan kerjasama dengan pelaku ekonomi, Bupati yang bersangkutan, dan dengan penduduk sekitarnya.


Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun 2017 — Komisi 10 DPR RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima)

Yayuk mengatakan apakah sudah ada pertanggungjawaban dari INASGOC terkait anggaran broadcast fee sebesar Rp600 miliar tahun 2015. Yayuk meminta event kedepan selalu sukses administrasi, jangan sampai karena keterlambatan pertanggungjawaban, kepercayaan DPR hilang. Yayuk bertanya kelengkapan cabor untuk test event Asian Games dan detail dekorasi looks of the game sebesar Rp175 miliar. Yayuk mengatakan anggaran opening dan closing Asian Games sebesar Rp542 miliar bisa dianggarkan pada TA 2018. Yayuk bertanya apakah kebutuhan anggaran broadcast fee sebesar 3 juta dolar tidak bisa dilobby dengan Olympic Council of Asia (OCA) karena broadcast system yang digunakan sesuai ketentuan OCA. Yayuk mengatakan ada laporan bahwa pengiriman official dipotong dari 50% menjadi 20% sehingga banyak pelatih yang tidak diberangkatkan. Yayuk memberi masukan agar KONI menggunakan fasilitas olahraga yang sedang terbengkalai. Yayuk bertanya apakah KONI ada kerjasama dengan Kemendikbud karena ada program beasiswa untuk atlet berprestasi. Yayuk juga bertanya berapa persen margin error medali SEA Games dengan banyaknya kendala seperti keterlambatan izin Setneg.


Pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Tahun Anggaran 2017 dan Pembahasan Usulan Program yang akan Didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) — Komisi 10 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI

Yayuk menanyakan jangkauan anggaran Perpusnas ke provinsi dalam bentuk apa. Ia mengatakan bahwa program membaca cepat dapat dimasukan ke dalam program kerja Perpusnas.


Anggaran Renovasi Gelora Bung Karno (GBK) dan Persiapan Asian Games 2018 — Komisi 10 DPR-RI Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Pemuda dan Olahraga dan Indonesia Asian Games Organizing Committee (Inasgoc)

Yayuk Basuki mengatakan bahwa dari dana yang sudah disetujui dalam surat tanggal 10 Oktober 2016 belum ada berita acara tentang trilateral meeting ia pikir ini mengkhawatirkan dan belum berani menyetujuinya. Pada surat rujukan kepada Wakil Ketua DPR belum ada berita acara untuk dana Rp200 miliar maka ia belum berani menyetujui ini.


Evaluasi Pelaksanaan APBN dan Daya Serap APBN Perubahan TA 2016, Realisasi Target Kinerja, dan Persiapan Pelaksanaan APBN TA 2017 — Komisi 10 DPR-RI Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

Yayuk menyampaikan bahwa yang terkait dengan program sekolah berkebutuhan khusus selain harus banyak kuantitasnya, tapi juga harus dipikirkan kualitas sarana dan prasarananya.


Kesiapan Penyelenggaraan Program Dokter Layanan Primer — Komisi 10 DPR RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Ketua Prodi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Universitas Hasanudin, Universitas Airlangga, dan Universitas Udayana

Yayuk mengapresiasi Ketua Prodi yang disampaikan pemaparan apa adanya, baik dari juknis maupun juklak. Kemudian, ia mengatakan asumsi yang ia lihat sangat tidak rasional, ia bangga para Ketua Prodi sudah jadi pabrik dokter.


Kesehatan Dokter Layanan Primer dengan Spesialis — Komisi 10 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat dengan Tim Dokter Layanan Primer

Yayuk menanyakan, seandainya DLP berjalan, bagaimana penempatannya dan titelnya. Yayuk juga menanyakan apakah SPR bisa keluar untuk DLP. Dalam Undang-Undang Praktek Kedokteran tidak ada hal yang mengenai DLP. Yayuk menanyakan apakah DLP bisa praktek.


Pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2018 — Komisi 10 DPR-RI Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI

Yayuk menyampaikan bahwa untuk SMA dan SMK di Jawa Tengah butuh tanda tangan Dinas Pendidikan Provinsi untuk proposal sarana dan prasarana, akan tetapi selalu mengantri untuk mendapatkan tanda tangan tersebut. Hal ini mengakibatkan mereka belum mampu memulai pembangunan karena proposal masih tertahan di Dinas Pendidikan Provinsi. Kemudian, belum adanya dana yang cair karena Dinas Provinsi belum merekomendasi. Yayuk mengharapkan adanya mekanisme yang jelas untuk hal-hal tersebut.


Program Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 serta Persiapan Penyelenggaraan Asian Games 2017, Evaluasi APBN 2017, dan lain-lain — Komisi 10 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Ketua Umum KONI, Ketua Eksekutif KOI, Ketua Satlak Prima, Ketua INASGOC, Ketua INAPGOC

Yayuk Basuki menanyakan tujuan Indonesia menjadi tuan rumah ASEAN Games dan menurutnya setidaknya Indonesia harus sukses dari 4 sisi. Ia mengatakan terkait pembinaan bidang prestasi, rasanya tidak sinkron kebutuhan semua stakeholdersnya. Ia menanyakan program dari fungsi pendidikan dan koordinasi serta sinkronisasi dari KONI. Ia menanyakan mengenai anggaran Rp80 Miliar untuk kontingen Indonesia sudah ada di dalam anggaran Kemenpora atau belum. Ia juga menanyakan sudah dianggarkan oleh Kemenpora atau belum untuk Youth Olympic. Ia menanyakan kebutuhan sekretariat INASGOC sebesar Rp136 Miliar akan dialokasikan kemana. Ia mengatakan muncul nama-nama aneh di dalam jumlah kepanitiaan INASGOC yang mencapai 500 orang. Ia menanyakan kebutuhan bidang IT di INASGOC yang mencapai setengah Triliun. Ia meminta dijabarkan lebih mendetail mengenai masing-masing deputi di INASGOC. Untuk Satlak Prima, ia meminta dijelaskan dan dievaluasi dari hasil SEA Games kemarin dan penyebab salahnya dimana, di manajemen atau pembinaan. Ia mengatakan banyak sekali keluhan terkait akomodasi yang belum turun sampai sekarang. Ia menanyakan alasan atlet sampai tau ada uang akomodasi karena menurutnya atlet yang penting adalah haknya, yakni honor. Ia mengatakan KONI memang tidak bisa mengabaikan untuk atlet pelapis. Menurutnya, anggaran fungsi pendidikan bisa diberdayakan karena anggaran disitu cukup besar dan ia mengatakan bahwa sebetulnya sistem keolahragaan nasional perlu dibongkar. Ia mengatakan saat ini sebetulnya Indonesia sudah punya UU No. 8 Tahun 2016 dan Pemerintah harus memikirkan hak atlet difabel, seperti lift dan fasilitas lainnya.


Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Tahun 2016 — Komisi 10 DPR-RI Rapat Kerja (Raker) dengan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), Asian Para Games Organizing Committe (INAPGOC)

Yayuk Basuki menyampaikan bahwa mengapa kita tidak bisa penuhi visa karena ini memalukan Indonesia di Mata dunia mengingat isu difable ini merupakan isu dunia bukan hanya isu nasional maka dari itu ini realita yang harus kita perjuangkan dan harus kita ubah. Atlet itu harus dihargai, kita hanya bisa melihat merah putih berkibar selain kunjungan presiden yiatu ketika atlet menaiki podium kemenangan, oleh karena itu masalah anggaran ini bukan hnya masalah kehati-hatian jangan hanya memaklumi namun ini harus diusahakan agar anggarannya turun secara bertahap.


Pembahasan RKP dan RKA K/L 2018 – Komisi 10 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas)

Yayuk mengatakan bahwa untuk pemasyarakatan minat baca harus dilengkapi keterampilan atau reading skill dan Perpusnas bisa mengusulkan reading skill sebagai hideen curriculum. Yayuk meminta untuk tidak hanya jangkauan kota besar saja, tetapi bisa diturunkan langsung program ke Kecamatan
atau Kelurahan. Sehingga Yayuk mempertanyakan terkait dengan pembinaan dan pengelolaan perpustakaan khusus bagaimana.


RKA 2018 — Komisi 10 DPR-RI Rapat Kerja dengan Menteri Pemuda dan Olahraga RI

Yayuk bertanya terkait fungsi pendidikan terdapat deputi pengembangan pemuda, bagaimana sasarannya lalu mengenai pembinaan sentra olahraga, terdapat berapa sentra yang dikelola, dan apa target dari PPLP.


Penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga Tahun 2018 Berdasarkan Hasil Badan Anggaran — Komisi 10 DPR-RI Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Terkait perubahan di Satlak Prima, Yayuk menanyakan apakah Peraturan Presidennya sudah keluar.


Naturalisasi, RKA 2018 dan Usulan Program yang Didanai DAK — Komisi 10 DPR-RI Rapat Kerja dengan Menteri Pemuda dan Olahraga RI

Yayuk mengatakan bahwa dirinya merasa sedih karena event sebesar INASGOC dan SEA GAMES pelaksanaannya seperti tidak serius. Perolehan medali emas Indonesia saat ini pada SEA Games, menurutnya adalah perolehan terburuk sepanjang masa. Yayuk khawatir INASGOC tahun ini sudah di ketok Rp2 Triliun tetapi serapannya kurang dari 2%, jangan sampai uang sebanyak itu hanya membiayai panitia tetapi program tidak jelas.


Kesiapan Pelaksanaan Program Kementerian Pemuda dan Olahraga Tahun 2018 — Komisi 10 DPR RI Rapat Kerja dengan Menteri Pemuda dan Olahraga

Yayuk mengatakan Komisi 10 kehilangan jejak terkait perkembangan Inasgoc, Yayuk bertanya apakah Menpora mendapatkan semua laporan dari Inasgoc. Terkait pelatihan 100 ribu pelatih, Yayuk berpendapat alangkah baik jika yang direkrut adalah guru sekolah karena pembinaan terjadi di sekolah. Terkait kesiapan fasilitas difabel, Yayuk mengatakan siapa yang bertanggung jawab dan mengusulkan Komisi 10 melakukan kunjungan langsung untuk melihat persiapan yang dilakukan. Yayuk mengatakan olahraga rekreasi masyarakat tradisional perlu dimasukkan ke FORMI, hal ini supaya ada kejelasan anggaran. Yayuk mengatakan DPR akan melakukan revisi UU SKN, agar tidak ada beban setiap bulan dalam mensupport juara olimpic.


Persiapan dan Kesiapan Pelaksanaan Asian Para Games 2018 – Komisi 10 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Sesmenpora RI, Deputi Peningkatan Prestasi Kemenpora RI, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, dan Ketua INAPGOC

Yayuk mengatakan bahwa dirinya perlu memberikan apresiasi kepada yang telah bekerja agar segala sesuatunya siap pada waktunya. Yayuk juga mengajak Komisi 10 DPR-RI untuk mendukung dan turun langsung memberikan dukungan terhadap atlet-atlet disabilitas khususnya terhadap wakil-wakil Indonesia yang akan bertanding nantinya. Yayuk menanyakan terkait penjualan tiket untuk event Asian Para Games (APG) 2018 khususnya buat pelajar. Terakhir, Yayuk berharap agar APG 2018 tidak kalah suksesnya dengan Asian Games 2018, karena APG dapat menginspirasi kita semua.


Pembahasan RKA K/L 2019 dan Program Didanai DAK - Raker Komisi 10 dengan Menteri Pemuda dan Olahraga

Yayuk menanyakan program dalam pengajuan usulan tambahan anggaran dan jumlah atlet berprestasi yang sudah direkrut menjadi PNS. Selanjutnya, Yayuk menanyakan alokasi anggaran PPON dan alasan penambahan anggaran sebesar 235 Miliar. Yayuk juga mengusulkan agar tidak terlalu memikirkan mengenai cabor yang diprioritaskan karena akan menimbukan kecemburuan pada cabor lainnya.


Latar Belakang

Nani Rahayu Basuki atau yang biasa dikenal dengan nama Yayuk Basuki merupakan nama yang tidak asing di kancah olah raga Indonesia. Ia merupakan salah satu atlet tenis terkenal Indonesia di tahun 1990an yang berhasil menembus prestasi Internasional. Berkat prestasinya tersebut, pers internasional menyematkan julukan “The Jaguar of Asia” pada sosoknya. Yayuk sempat menduduki ranking 19 petenis putri dunia dan peringkat 9 petenis ganda putri sedunia.

Tahun 1990 merupakan tahun pertama Yayuk memulai karir professional internasionalnya. Tahun 1991, Yayuk mengikuti kejuaraan di Pattaya, Thailand dan memenangkannya. Di kejuaraan ini, Yayuk  yang saat itu masih berperingkat 178 di dunia berhasil mengalahkan petenis yang berperingkat jauh di atasnya, Naoko Sawamatsu asal Jepang yang berperingkat 27 dunia.. Prestasi ini kemudiian membuat Yayuk melejit memasuki 100 besar top tenis dunia versi Asosiasi Tennis Wanita, WTA.

Selain itu, dalam turnamen Grand Slam Wimbledon di 1997 Yayuk berhasil mencapai babak perempat final. Di Wimbledon ini Yayuk berhasil menembus dominasi Steffi Graf dan Monica Seles yang merupakan petenis paling dominan saat itu.  Ini kemudian menjadikan Yayuk sebagai satu-satunya petenis Indonesia yang pernah berhasil menembus ketatnya persaingan Grand Slam Wimbledon hingga babak perempat final.

Banyak lagi, prestasi yang telah dicapai oleh Yayuk dari olah raga tenis. Prestasinya  yang diraihnya tersebut membawanya untuk mendapat penghargaan Atlet Terbaik dari mantan Presiden Soeharto.

Pendidikan

SD Yogyakarta 1983
SMP Ragunan Jakarta 1986
SMA Ragunan Jakarta 1989

Perjalanan Politik

Setelah memutuskan pensiun dari karirnya sebagai atlet professional di tahun 2004. Yayuk Basuki pada mulunya tidak tertarik dengan dunia politik. Namun, saat melihat perkembangan dunia olahraga di Tanah Air, Yayuk merasa miris karena dunia olah raga menurutnya kerap dijadikan proyek korupsi.  Ia pun kemudian menerima tawaran Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menjadi calon legislatif DPR periode 2014-2019. Keputusannya bergabung dengan PAN dirasa Yayuk sebagai keputusan yang tepat, karena ia menganggap PAN mempunyai visi dan misi yang sama dengan dirinya. 

Saat ini, Yayuk telah lolos sebagai anggota legislatif DPR RI (2014-2019) daerah pemilihan Jawa Tengah I yang meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal dan Kota Salatiga

Visi & Misi

VISI : Pembaruan dan Peningkatan prestasi dunia olahraga

MISI : Konsen terhadap olahraga, dan berharap bisa berjuang di parlemen. Kita ingin ada pembaruan dan peningkatan prestasi olahraga.

Program Kerja

belum ada

Sikap Politik

belum ada

Tanggapan

Penyelesaian RUU Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR) 

30 Oktober 2018 - Pada Raker Komisi 10 dengan Mendikbud, Menristek, Menkominfo dan Menkumham, Yayuk menuturkan bahwa berdasarkan pertimbangan dan perjalanan yang panjang melalui mekanisme Panitia Kerja dan dengan mengucapkan bismillah Fraksi PAN menyatakan menyetujui tentang RUU SSKCKR untuk selanjutnya di proses sesuai dengan Perundang-Undangan yang berlaku. [sumber

RKA K/L APBNP 2017

13 Juli 2017 - Pada Raker Komisi 10 dengan Menpora, Yayuk mengatakan, down payment tidak harus mencapai Rp205M. Mengenai sarana dan prasarana IT, Yayuk mengatakan bahwa urgensinya belum perlu mencapai Rp216M. Yayuk menyampaikan bahwa dirinya khawatir karena Rp1,5T dan tambahan dana sebesar Rp300M sudah merupakan hasil ratas. Yayuk menuturkan, bahwa dirinya tidak menghambat aliran dana namun dirinya meminta penjelasan tentang urgensi dananya. Yayuk bertanya kepada Menpora RI terkait siasat permintaan peningkatan anggaran untuk Satlak Prima. [sumber

Standar Nasional Perguruan Tinggi

31 Mei 2017 - Yayuk menanyakan bagaimana mengevaluasi akreditasi dari Perguruan Tinggi dan bagaimana mekanisme dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).   [sumber]

RKA K/L 2017 dan Dana Alokasi Khusus - Kementerian Pemuda dan Olahraga

1 September 2016 - Dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi 10 dengan Menteri Pemuda dan Olahraga membahas RKA K/L 2017 dan Dana Alokasi Khusus (DAK), Yayuk menyatakan keraguannya kepada Menpora terkait pelaksaan Asian Games. Dalam ajang kompetisi semacam itu perlu adanya persiapan terhadap generasi berikutnya. Ia berpendapat pelapis atlet nasional terlahir dari olahraga pendidikan. Ia menyetujui adanya sekolah khusus olahraga. Menurutnya, hal tersebut sangat penting mengingat regenerasi atlet-atlet baru harus kita pikirkan khususnya di ragunan. Yayuk mengatakan disana banyak melahirkan atlet-atlet bagus. Berkaca pada sekolah pendidikan olahraga di ragunan yang justru sangat amat menyedihkan, ia meminta Menpora memperhatikan hal tersebut. Selain itu, ia meminta menpora menjelaskan lebih rinci berkaitan dengan anggaran pengembangan pemuda khususnya pada pengadaan olimpic centre. Yayuk menanyakan bagaimana pengelolaan dan alokasinya. [sumber]

Anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga

8 Juni 2016 - Yayuk mempertanyakan kegentingan broadcasting fee. Menurut Yayuk, jika tidak mendesak, dana broadcasting fee bisa dialihkan untuk hal lain yang lebih prioritas. Yayuk juga menanyakan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games karena penyelenggaraannya sudah semakin mepet, menyisakan 2 tahun lagi. Yayuk menambahkan bahwa sebelum main event harus ada trial event, yang berarti bahwa venue harus sudah siap sejak 2017. Yayuk juga mengajukan permohonan kepada Menteri Pemuda & Olahraga (Menpora) untuk tidak menghilangkan lapangan tenis di Senayan yang masuk dalam rencana renovasi.  [sumber]

Pada 5 Februari 2015 - Yayuk saran agar usulan penambahan anggaran Kemenpora untuk lebih realistis, terutama yang bisa dibiayai oleh pemerintah.  [sumber]

Anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas)

7 Juni 2016 - Yayuk mendukung Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) dalam pemotongan anggaran dengan alasan yang dapat terjadi, yaitu penurunan kinerja. Yayuk sangat mendukung Perpusnas dalam memperjuangkan anggaran sesuai hasil realisasi 2015 yang menjadi acuan pemerintah. Yayuk memohon dilibatkan daripada harus menggunakan Event Organizer yang memakan biaya mahal. Yayuk menyarankan bahwa lebih baik melibatkan anggota yang ada. Disisi lain, Yayuk meminta penjelasan mengenai jumlah unit di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Yayuk memang setuju dengan adanya pemangakasan biaya pada anggaran, tetapi lebih baik juga jika dijelaskan mengenai program di lapas.  [sumber]

Evaluasi Kinerja, Ujian Nasional 2016 dan Isu Aktual Lainnya

11 April 2016 - Pada Raker Komisi 10 dengan Mendikbud, Yayuk membahas mengenai laporan perubahan APBNP yang tidak dikurangi. Yayuk ingin menekankan substansi bahasan realisasi anggaran. Yayuk menanyakan prediksi kekuatan APBNP 2016 sehingga anggaran Kemendikbud harus dikurangi. Yayuk juga menanyakan solusi untuk daerah-daerah terpencil yang tidak memiliki komputer. Yayuk meminta klarifiasi kelurahan dari PAUD di cover untuk Biaya Operasional Pendidikan (BOP)-nya oleh Kemendikbud atau SK dari Kemenkumham [sumber

Evaluasi Anggaran ASIAN Games 2018

16 Maret 2016 - (MetrotvNews.com) - Panitia Kerja (Panja) Persiapan Asian Games 2018 terus ingatkan pemerintah terkait penggunaan anggaran agar tepat sasaran. Sebab, harga diri bangsa menjadi taruhannya.

"Saya tidak bosan untuk terus mengingatkan dan mengkritisi sampai mereka jera. Supaya tidak ada penyalahgunaan anggaran," ujar anggota Komisi X DPR dari Fraksi PAN Yayuk Basuki dalam diskusi bertema 'Siapkah Kita Selenggarakan Asian Games 2018?` di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/3/2016).

Yayuk mengaku tidak pernah bosan mengingatkan pemerintah agar lebih sigap. Sehingga, persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018 benar-benar cepat dan teratur.

"Saat ini, pemerintah tidak terlihat mempunyai persiapan dalam menghadapi Asian Games 2018, seperti bagaimana kesiapan venue-nya," kata Yayuk.

Karena itulah, Komisi X membentuk Panja untuk mengingatkan pemerintah agar bisa tertib dari segi administrasi, infrastruktur, maupun dari segi anggaran. "Kita kan tujuannya baik, mengingatkan pemerintah. Ini jangan sampai ada yang kejeblos," papar mantan atlet tenis nasional ini.

Yayuk juga menjelaskan, sejauh ini hasil pembahasan Panja Persiapan Asian Games 2018 selalu bagus. Bahkan, pembahasan sudah sampai ke Palembang.

Menurut Yayuk, Palembang sudah 80 persen siap sebagai tempat penyelenggaraan penyelenggaraan Asian Games 2018 dibandingkan Jakarta. "Palembang menyatakan siap, dan memang venuenya lihat sendiri telah siap. Sekarang kita tunggu Jakarta ini," tutupnya.  [sumber]

DOT, BAS, dan POS dalam Evaluasi Kinerja

13 April 2016 - Dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi 10 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dengan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Yayuk menyatakan bahwa promosi di daerah harus diimbangi dengan infrastruktur di sekitar desinasi wisata agar wisman berpikiran untuk tidak kembali lagi ke tempat wisata tersbut akibat buruknya infrastuktur. Yayuk menginginkan untuk mengangkat 10 sasaran promosi benefit dan impact output-nya harus sesuai. Ia menanyakan akankah ditambah atau dikurangi mengenai realisasi pagu anggaran yang tidak sesuai terkait APBN. [sumber]

Kwartir Nasional Pramuka

Pada 8 Juni 2015 - Yayuk mengharapkan Pramuka harus dikembalikan menjadi ekstra kurikuler seperti waktu Yayuk masih sekolah dulu. Yayuk menilai Pramuka bisa menghilangkan problem minum-minum miras, geng motor, dll. Menurut Yayuk tidak ada peraturan yang mengharuskan bahwa bantuan mewajibkan sebuah tanah diganti kepemilikannya ke yang memberikan bantuan.  [sumber]

Evaluasi Kinerja Lembaga Pengelola Dana Pendidikan

Pada 21-22 April 2015 - Menurut Yayuk dari 3.100 penerima beasiswa LPDP tidak ada yang dari latar belakang olah raga. Yayuk mengeluh olah raga tidak pernah mendapat jaminan dari Pemerintah.

Kinerja PSSI

Pada 15 Januari 2015 Yayuk Basuki sesalkan kenapa dalang-dalang dari skandal sepak bola gajah antara PSS Sleman vs. PSIS Semarang pada oktober 2014 lalu tidak diberi sanksi berat oleh PSSI dan hanya pemain-pemain mudanya yang diberi sanksi seumur hidup.

Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Yogyakarta
Tanggal Lahir
30/11/1970
Alamat Rumah
Jl. Graha Hijau 2 Blok D19, RT.004/RW.010, Kel. Cempaka Putih. Ciputat Timur. Kota Tangerang Selatan. Banten
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
Partai Amanat Nasional
Dapil
Jawa Tengah I
Komisi