Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Partai Amanat Nasional - Jawa Tengah I
Komisi X - Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan
        


Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Yogyakarta
Tanggal Lahir
30/11/1970
Alamat Rumah
Jl. Graha Hijau 2 Blok D19, RT.004/RW.010, Kel. Cempaka Putih. Ciputat Timur. Kota Tangerang Selatan. Banten
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
Partai Amanat Nasional
Dapil
Jawa Tengah I
Komisi
X - Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan

Latar Belakang

Nani Rahayu Basuki atau yang biasa dikenal dengan nama Yayuk Basuki merupakan nama yang tidak asing di kancah olah raga Indonesia. Ia merupakan salah satu atlet tenis terkenal Indonesia di tahun 1990an yang berhasil menembus prestasi Internasional. Berkat prestasinya tersebut, pers internasional menyematkan julukan “The Jaguar of Asia” pada sosoknya. Yayuk sempat menduduki ranking 19 petenis putri dunia dan peringkat 9 petenis ganda putri sedunia.

Tahun 1990 merupakan tahun pertama Yayuk memulai karir professional internasionalnya. Tahun 1991, Yayuk mengikuti kejuaraan di Pattaya, Thailand dan memenangkannya. Di kejuaraan ini, Yayuk  yang saat itu masih berperingkat 178 di dunia berhasil mengalahkan petenis yang berperingkat jauh di atasnya, Naoko Sawamatsu asal Jepang yang berperingkat 27 dunia.. Prestasi ini kemudiian membuat Yayuk melejit memasuki 100 besar top tenis dunia versi Asosiasi Tennis Wanita, WTA.

Selain itu, dalam turnamen Grand Slam Wimbledon di 1997 Yayuk berhasil mencapai babak perempat final. Di Wimbledon ini Yayuk berhasil menembus dominasi Steffi Graf dan Monica Seles yang merupakan petenis paling dominan saat itu.  Ini kemudian menjadikan Yayuk sebagai satu-satunya petenis Indonesia yang pernah berhasil menembus ketatnya persaingan Grand Slam Wimbledon hingga babak perempat final.

Banyak lagi, prestasi yang telah dicapai oleh Yayuk dari olah raga tenis. Prestasinya  yang diraihnya tersebut membawanya untuk mendapat penghargaan Atlet Terbaik dari mantan Presiden Soeharto.

Pendidikan

SD Yogyakarta 1983
SMP Ragunan Jakarta 1986
SMA Ragunan Jakarta 1989

Perjalanan Politik

Setelah memutuskan pensiun dari karirnya sebagai atlet professional di tahun 2004. Yayuk Basuki pada mulunya tidak tertarik dengan dunia politik. Namun, saat melihat perkembangan dunia olahraga di Tanah Air, Yayuk merasa miris karena dunia olah raga menurutnya kerap dijadikan proyek korupsi.  Ia pun kemudian menerima tawaran Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menjadi calon legislatif DPR periode 2014-2019. Keputusannya bergabung dengan PAN dirasa Yayuk sebagai keputusan yang tepat, karena ia menganggap PAN mempunyai visi dan misi yang sama dengan dirinya. 

Saat ini, Yayuk telah lolos sebagai anggota legislatif DPR RI (2014-2019) daerah pemilihan Jawa Tengah I yang meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal dan Kota Salatiga

Visi & Misi

VISI : Pembaruan dan Peningkatan prestasi dunia olahraga

MISI : Konsen terhadap olahraga, dan berharap bisa berjuang di parlemen. Kita ingin ada pembaruan dan peningkatan prestasi olahraga.

Program Kerja

belum ada

Sikap Politik

belum ada

Tanggapan

Penyelesaian RUU Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR) 

30 Oktober 2018 - Pada Raker Komisi 10 dengan Mendikbud, Menristek, Menkominfo dan Menkumham, Yayuk menuturkan bahwa berdasarkan pertimbangan dan perjalanan yang panjang melalui mekanisme Panitia Kerja dan dengan mengucapkan bismillah Fraksi PAN menyatakan menyetujui tentang RUU SSKCKR untuk selanjutnya di proses sesuai dengan Perundang-Undangan yang berlaku. [sumber

RKA K/L APBNP 2017

13 Juli 2017 - Pada Raker Komisi 10 dengan Menpora, Yayuk mengatakan, down payment tidak harus mencapai Rp205M. Mengenai sarana dan prasarana IT, Yayuk mengatakan bahwa urgensinya belum perlu mencapai Rp216M. Yayuk menyampaikan bahwa dirinya khawatir karena Rp1,5T dan tambahan dana sebesar Rp300M sudah merupakan hasil ratas. Yayuk menuturkan, bahwa dirinya tidak menghambat aliran dana namun dirinya meminta penjelasan tentang urgensi dananya. Yayuk bertanya kepada Menpora RI terkait siasat permintaan peningkatan anggaran untuk Satlak Prima. [sumber

Standar Nasional Perguruan Tinggi

31 Mei 2017 - Yayuk menanyakan bagaimana mengevaluasi akreditasi dari Perguruan Tinggi dan bagaimana mekanisme dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).   [sumber]

RKA K/L 2017 dan Dana Alokasi Khusus - Kementerian Pemuda dan Olahraga

1 September 2016 - Dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi 10 dengan Menteri Pemuda dan Olahraga membahas RKA K/L 2017 dan Dana Alokasi Khusus (DAK), Yayuk menyatakan keraguannya kepada Menpora terkait pelaksaan Asian Games. Dalam ajang kompetisi semacam itu perlu adanya persiapan terhadap generasi berikutnya. Ia berpendapat pelapis atlet nasional terlahir dari olahraga pendidikan. Ia menyetujui adanya sekolah khusus olahraga. Menurutnya, hal tersebut sangat penting mengingat regenerasi atlet-atlet baru harus kita pikirkan khususnya di ragunan. Yayuk mengatakan disana banyak melahirkan atlet-atlet bagus. Berkaca pada sekolah pendidikan olahraga di ragunan yang justru sangat amat menyedihkan, ia meminta Menpora memperhatikan hal tersebut. Selain itu, ia meminta menpora menjelaskan lebih rinci berkaitan dengan anggaran pengembangan pemuda khususnya pada pengadaan olimpic centre. Yayuk menanyakan bagaimana pengelolaan dan alokasinya. [sumber]

Anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga

8 Juni 2016 - Yayuk mempertanyakan kegentingan broadcasting fee. Menurut Yayuk, jika tidak mendesak, dana broadcasting fee bisa dialihkan untuk hal lain yang lebih prioritas. Yayuk juga menanyakan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games karena penyelenggaraannya sudah semakin mepet, menyisakan 2 tahun lagi. Yayuk menambahkan bahwa sebelum main event harus ada trial event, yang berarti bahwa venue harus sudah siap sejak 2017. Yayuk juga mengajukan permohonan kepada Menteri Pemuda & Olahraga (Menpora) untuk tidak menghilangkan lapangan tenis di Senayan yang masuk dalam rencana renovasi.  [sumber]

Pada 5 Februari 2015 - Yayuk saran agar usulan penambahan anggaran Kemenpora untuk lebih realistis, terutama yang bisa dibiayai oleh pemerintah.  [sumber]

Anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas)

7 Juni 2016 - Yayuk mendukung Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) dalam pemotongan anggaran dengan alasan yang dapat terjadi, yaitu penurunan kinerja. Yayuk sangat mendukung Perpusnas dalam memperjuangkan anggaran sesuai hasil realisasi 2015 yang menjadi acuan pemerintah. Yayuk memohon dilibatkan daripada harus menggunakan Event Organizer yang memakan biaya mahal. Yayuk menyarankan bahwa lebih baik melibatkan anggota yang ada. Disisi lain, Yayuk meminta penjelasan mengenai jumlah unit di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Yayuk memang setuju dengan adanya pemangakasan biaya pada anggaran, tetapi lebih baik juga jika dijelaskan mengenai program di lapas.  [sumber]

Evaluasi Kinerja, Ujian Nasional 2016 dan Isu Aktual Lainnya

11 April 2016 - Pada Raker Komisi 10 dengan Mendikbud, Yayuk membahas mengenai laporan perubahan APBNP yang tidak dikurangi. Yayuk ingin menekankan substansi bahasan realisasi anggaran. Yayuk menanyakan prediksi kekuatan APBNP 2016 sehingga anggaran Kemendikbud harus dikurangi. Yayuk juga menanyakan solusi untuk daerah-daerah terpencil yang tidak memiliki komputer. Yayuk meminta klarifiasi kelurahan dari PAUD di cover untuk Biaya Operasional Pendidikan (BOP)-nya oleh Kemendikbud atau SK dari Kemenkumham [sumber

Evaluasi Anggaran ASIAN Games 2018

16 Maret 2016 - (MetrotvNews.com) - Panitia Kerja (Panja) Persiapan Asian Games 2018 terus ingatkan pemerintah terkait penggunaan anggaran agar tepat sasaran. Sebab, harga diri bangsa menjadi taruhannya.

"Saya tidak bosan untuk terus mengingatkan dan mengkritisi sampai mereka jera. Supaya tidak ada penyalahgunaan anggaran," ujar anggota Komisi X DPR dari Fraksi PAN Yayuk Basuki dalam diskusi bertema 'Siapkah Kita Selenggarakan Asian Games 2018?` di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/3/2016).

Yayuk mengaku tidak pernah bosan mengingatkan pemerintah agar lebih sigap. Sehingga, persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018 benar-benar cepat dan teratur.

"Saat ini, pemerintah tidak terlihat mempunyai persiapan dalam menghadapi Asian Games 2018, seperti bagaimana kesiapan venue-nya," kata Yayuk.

Karena itulah, Komisi X membentuk Panja untuk mengingatkan pemerintah agar bisa tertib dari segi administrasi, infrastruktur, maupun dari segi anggaran. "Kita kan tujuannya baik, mengingatkan pemerintah. Ini jangan sampai ada yang kejeblos," papar mantan atlet tenis nasional ini.

Yayuk juga menjelaskan, sejauh ini hasil pembahasan Panja Persiapan Asian Games 2018 selalu bagus. Bahkan, pembahasan sudah sampai ke Palembang.

Menurut Yayuk, Palembang sudah 80 persen siap sebagai tempat penyelenggaraan penyelenggaraan Asian Games 2018 dibandingkan Jakarta. "Palembang menyatakan siap, dan memang venuenya lihat sendiri telah siap. Sekarang kita tunggu Jakarta ini," tutupnya.  [sumber]

DOT, BAS, dan POS dalam Evaluasi Kinerja

13 April 2016 - Dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi 10 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dengan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Yayuk menyatakan bahwa promosi di daerah harus diimbangi dengan infrastruktur di sekitar desinasi wisata agar wisman berpikiran untuk tidak kembali lagi ke tempat wisata tersbut akibat buruknya infrastuktur. Yayuk menginginkan untuk mengangkat 10 sasaran promosi benefit dan impact output-nya harus sesuai. Ia menanyakan akankah ditambah atau dikurangi mengenai realisasi pagu anggaran yang tidak sesuai terkait APBN. [sumber]

Kwartir Nasional Pramuka

Pada 8 Juni 2015 - Yayuk mengharapkan Pramuka harus dikembalikan menjadi ekstra kurikuler seperti waktu Yayuk masih sekolah dulu. Yayuk menilai Pramuka bisa menghilangkan problem minum-minum miras, geng motor, dll. Menurut Yayuk tidak ada peraturan yang mengharuskan bahwa bantuan mewajibkan sebuah tanah diganti kepemilikannya ke yang memberikan bantuan.  [sumber]

Evaluasi Kinerja Lembaga Pengelola Dana Pendidikan

Pada 21-22 April 2015 - Menurut Yayuk dari 3.100 penerima beasiswa LPDP tidak ada yang dari latar belakang olah raga. Yayuk mengeluh olah raga tidak pernah mendapat jaminan dari Pemerintah.

Kinerja PSSI

Pada 15 Januari 2015 Yayuk Basuki sesalkan kenapa dalang-dalang dari skandal sepak bola gajah antara PSS Sleman vs. PSIS Semarang pada oktober 2014 lalu tidak diberi sanksi berat oleh PSSI dan hanya pemain-pemain mudanya yang diberi sanksi seumur hidup.

Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Yogyakarta
Tanggal Lahir
30/11/1970
Alamat Rumah
Jl. Graha Hijau 2 Blok D19, RT.004/RW.010, Kel. Cempaka Putih. Ciputat Timur. Kota Tangerang Selatan. Banten
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
Partai Amanat Nasional
Dapil
Jawa Tengah I
Komisi
X - Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan