Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Partai Amanat Nasional - Jawa Tengah IV


Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Surakarta
Tanggal Lahir
03/08/1972
Alamat Rumah
Jl. Joyonegaran No.4, RT.001/RW.003, Kelurahan Kepatihan. Kulon. Kota Surakarta. Jawa Tengah
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
Partai Amanat Nasional
Dapil
Jawa Tengah IV
Komisi

Latar Belakang

Hj. Laila Istiana DS terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Amanat Nasional (PAN) mewakili Dapil Jawa Tengah IV (Wonogiri, Karanganyar, Sragen) setelah memperoleh 43,711 suara.  Laila adalah seorang pendidik dan guru bahasa Cina di Budi Mulia Dua International High School di Yogyakarta.

Di masa kerja 2014-2019 Laila duduk di Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, olahraga dan kepemudaan.  

Pendidikan

D3, Ekonomi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1994)

S1, Ekonomi, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta (2001)

S2, Bahasa Cina, Jinan University, PRC (2008) 

Perjalanan Politik

Laila Istiana bergabung menjadi kader PAN sejak 2005 dan ditugaskan menjadi Wakil Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kota Surakarta (2005-2010).  Pada periode berikutnya Laila mendapatkan tanggung jawab lebih besar dan menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PAN Kota Surakarta (2010-2015).

Visi & Misi

belum ada

Program Kerja

belum ada

Sikap Politik

belum ada

Tanggapan Terhadap RUU

RUU RAPBN 2017

25 Oktober 2016 - Pada Rapat Kerja (Raker) Badan Anggaran (Banggar) dengan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, dan Ketua Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas),  Laila menyampaikan, saat ia melakukan kunjungan kerja, masih ditemukan banyak sarana dan prasarana yang mangkrak. [sumber]

Tanggapan

Pembahasan Belanja Pemerintah Pusat dalam RUU APBN 2019

18 Oktober 2018 - Pada Rapat Panja Banggar dengan Koor Panja Pemerintah, Laila mengatakan anggaran pembangunan infrastruktur yang dari Kemendikbud dialihkan ke KemenPUPR dikatakan sesuai UU Pemda. Laila juga mempertanyakan apakah ini sudah menelaah tentang Perpres No. 15 Tahun 2015 Pasal 16 Butir a. selain bertanya tentang Perpres, Laila mempertanyakan alokasi anggaran yang ada di PUPR untuk Kemendikbud itu sesuai dengan rencana pembangunan Sarpras dan Renstra Mendikbud RI atau tidak. Menurut Laila, Kemendikbud meminta kenaikan dana Program Indonesia Pintar karena sekarang untuk SD sebanyak 225 rb/siswa, SMP sebanyak 375rb/siswa, dan SMA sebanyak 500rb/siswa. Laila juga meminta dengan keadaan saat ini yang serba mahal mohon menjadi perhatian dan permohonan untuk Kemendikbut RI terkait kenaikan dana PIP dengan kebutuhan tambahan anggaran untuk 2019 sebesarRp3,9T. Laila mempertanyakan soal anggaran diketok di komisi, namun payung hukum belum berjalan. [sumber

Capaian Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan Dasar dan Menengah

13 Maret 2018 - Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Perimbangan Kemenkeu, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, dan Deputi Bidang SDM Aparatur KemenPAN-RB aila menyatakan bahwa ketidakhadiran Kemenkeu dan Bappenas ialah menunjukkan niatan penyelesaian masalah pendidikan dianggap tidak penting. Laila meminta pemaparan KemenPAN-RB tahun 2018 yang lebih rinci untuk permasalahan Honorer K2 dan guru honorer. Laila juga menyatakan bahwa peralihan pengelolaan pendidikan menengah dan khusus ke provinsi masih terkendala koordinasi, seperti di Kaltara dan NTT yang membutuhkan banyak biaya untuk melakukan perjalanan ke provinsi.  Laila meminta keterangan jumlah Dana Alokasi Umum (DAU) dan dana transfer dari APBN agar bisa mengklasifikasikan provinsi yang punya itikad baik. [sumber]

Kesiapan Pemerintah Melaksanakan Kebijakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional

8 Desember 2016 - (WARTA EKONOMI) - Anggota Komisi X DPR RI Laila Istiana mempertanyakan kesiapan pemerintah memberlakukan kebijakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sebagai pengganti moratorium ujian nasional (UN).

"Untuk pengganti UN kan sudah ada USBN. Kami akan mempertanyakan detail kesiapan pemerintah melalui rapat kerja besok," katanya di Jakarta, Rabu.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PAN itu mengatakan kebijakan moratorium UN disampaikan pemerintah kepada publik tanpa terlebih dulu berkonsultasi kepada DPR RI.

Menurut dia, semestinya pemerintah menjelaskan terlebih dulu kebijakan itu kepada Komisi X DPR RI.

Meskipun demikian, kata dia, Fraksi PAN siap mendukung moratorium asalkan kebijakan pengganti telah matang dan siap dilaksanakan.

"Jika pemerintah siap dengan kebijakan penggantinya di 2017, kami dari Fraksi PAN siap mendukung," kata dia.

Sebaliknya jika pemerintah belum siap melaksanakan moratorium UN, dia menilai sebaiknya moratorium diwacanakan tahun berikutnya.  [sumber]

Panja Sarpras Dikdasmen - Keterangan Ahli

7 Desember 2016 - Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi 10 dengan Prof. Dr. HAR Tilaar dan Prof. Dr.  Arief Rachman, Laila menyetujui usulan koordinasi guru ditarik ke pusat, namun UU nomor 23/2014 mengatakan SMA/SMK berada di bawah provinsi. Hal tersebut merupakan masalah besar bagi anggota jika kepala daerah dipimpin partai politik tertentu, Laila khawatir jika nanti hanya sekolah tertentu yang mendukung parpol tersebutlah yang mendapat bantuan sedangkan saat ini sekolah negeri dibebaskan untuk menambah rombongan belajar padahal sekolah swasta sedang mengalami kekurangan. Mengenai sarana dan prasarana, Laila mengusulkan dapat membuat sekolah negeri mendapatkan bantuan sarana prasarana namun dipaksakan karena kondisinya saat ini adalah banyak sekolah yang menyelenggarakan dua shift yaitu pagi dan sore dimana hal ini tidak mendukung suasana belajar untuk itu Laila meminta dukungan dari Prof. Arief. Menurut Laila, sebelumnya sudah ada instruksi presiden namun tidak ada kelanjutannya sehingga sarana prasarana menjadi tidak optimal. Kemudian Laila mengusulkan pembuatan pola atau sistem dari dana APBD untuk serah-terima dan juga anggaran untuk perawatannya. [sumber]

Kebijakan Moratorium Ujian Nasional (UN)

1 Desember 2016 - Laila mempertanyakan persiapan Kementerian Pendidikan & Kebudayaan (Kemendikbud) jika Ujian Nasional (UN) digantikan UASBN tahun 2017 karena UN untuk SMA tinggal beberapa bulan lagi. Laila berpendapat lebih bijaksana moratorium UN tidak dilakukan dalam waktu dekat karena ada yang bahagia dan ada juga yang bimbang dengan kebijaksanaan ini. Untuk itu, Laila menyarankan untuk dilakukan kajian terlebih dahulu baru kemudian dilaksanakan pada tahun berikutnya atau tahun ajaran depan. Menurut Laila, desentralisasi memang tampak mudah namun permasalahan yang menyertainya ternyata lebih kompleks. Jangan sampai murid tingkat akhir tahun 2016-2017 jadi kelinci percobaan kebijakan yang tidak matang, tambah Laila. Jika sudah diterapkan dalam waktu dekat, bagaimana dengan sekolah-sekolah yang telah mempersiapkan paper test?  Laila berpendapat UN tetap diadakan namun bukan dijadikan standard pendidikan mengingat saat ini murid tidak lagi hormat pada gurunya. Laila meminta Kemdikbud mengkaji apakah semangat dan kinerja guru akan mengalami peningkatan atau penurunan jika UN ditiadakan. Laila menanyakan apa standar pengukuran yang digunakan untuk melaksanaan moratorium UN.  [sumber]

RKA/K-L 2017 Lanjutan Pembahasan – Kemendikbud RI

24 Oktober 2016 - Pada Rapat Kerja lanjutan Komisi 10 dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Laila menyutujui penggunaan data Dapodik, tetapi validitasnnya masih perlu disempurnakan. Laila mengatakan bahwa ada siswa tidak terdaftar di Dapodik padahal siswa tersebut benar-benar sekolah, hal tersebut terjadi karena kesulitan dalam memasukkan data. Laila juga meminta agar ada mekanisme khusus yang tidak harus melalui dapodik, khususnya bagi siswa miskin agar mereka juga mendapatkan haknya. [sumber]

RKA-K/L 2017 - Kementerian Pariwisata

1 September 2016 - Komisi 10 Rapat kerja (Raker) dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Laila mencermati mengenai penurunan anggaran target kinerja 2017 dan berharap semoga semua target bisa tercapai. Laila menambahkan banyaknya wisatawan yang datang ke indonesia tidak tertarik untuk datang lagi ke Indonesia jika fasilitas tidak mendukung. Laila menyatakan sangat terharu kepada para pelaku desa wisata karena semangatnya. Laila meminta untuk Menpar memberikan dukungan kepada mereka dengan ilmu guna meningkatkan SDM dan modal yang sesuai. [sumber]

Anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

16 Juni 2016 - Laila menyatakan bahwa sering adanya keluhan dari sekolah maupun guru di daerah Jawa Timur. Laila mengatakan bahwa anggaran yang cenderung turun sebaiknya untuk anggaran PAUD bisa naik sebab sarana pendidikan pertama. Laila mengatakan bahwa masalah pendaftaran SMA saat ini juga harus diperhatikan Kementerian Pendidikan & Kebudayaan (Kemendikbud).  [sumber]

Program Indonesia Pintar & Ujian Nasional tingkat SMP

2 Juni 2016 - Laila mengingatkan tentang kemungkinan terjadinya salah sasaran penerima dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) karena siswa yang telah lulus dan sudah menikah masih dapat menerima dana KIP. Laila menanyakan solusi yang ditawarkan oleh Menteri Pendidikan & Kebudayaan (Mendikbud) untuk mengatasi masalah tersebut.  [sumber]

26 Mei 2016 - Menurut Laila, ada 50 persen yang meleset karena sudah menikah atau off dari sekolah, tetapi dapat amplop dari kepala dusun. Di Wonogiri, amplop Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari kantor pos isinya leaflet, dan tidak ada prosedur pencairan. Laila menduga dasar distribusinya dikarenakan database yang kurang tepat. Sementara di Bojonegoro, 100 persen meleset. Laila Istiana menanyakan sensus data 2011 sudah diperbarui atau belum. Ia menanggapi hal tersebut, menurutnya database yang digunakan Kementerian tidak valid datanya.  [sumber]

Evaluasi Kinerja Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

23 Mei 2016 - Laila menanyakan tentang lulusan dari 29 PTN/PTS yang mempunyai jurusan perpustakaan, apakah tidak ada jalur khusus untuk lulusan PTN/PTS tersebut.Laila menanyakan juga apakah ada MOU untuk lulusan perpustakaan di PTN/PTS agar bisa langsung bekerja di perpustakaaan daerah. Laila menceritakan tentang kunjungannya ke daerah-daerah bahwa para pustakawan sebagian besar bukanlah dari jurusan perpustakaan. Laila berpesan kepada PNRI agar pembudayaan gemar membaca dan anggaran ke daerah tidak dikurangi.  [sumber]

Aspirasi Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi)

Pada 22 April 2015 - Laila mengatakan bahwa ia akan menyampaikan aspirasi dari Himpaudi ke Kemendikbud, agar alokasi dana untuk PAUD benar-benar diperhatikan.  [sumber]

Evaluasi Kinerja Lembaga Pengelola Dana Pendidikan

Pada 21-22 April 2015 - Laila tidak ingin ada tumpang tindih antara program LPDP dengan program beasiswas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Menurut Laila menimbang anggaran yang diterima LPDP sejumlah Rp.1,3 triliun dan hanya diperuntukkan untuk 3.100 penerima beasiswa, jatah per orangnya terlalu tinggi. Menurut Laila peminat beasiswa LPDP sangat tinggi dan masih banyak anggaran yang harus dibelanjakan. Laila minta klarifikasi ke Direktur Utama LPDP apakah ada persentase khusus penerima beasiswa khusus untuk tenaga pendidik.  [sumber]

Evaluasi Kinerja, Ujian Nasional 2016 dan Isu Aktual Lainnya

11 April 2016 - Pada Raker Komisi 10 dengan Mendikbud, Laila membahas mengenai kepuasan pelaksanaan UN namun masih ada masukan Computer Based Test (CBT) yang menjadi gengsi. Laila menjelaskan di Gresik terdapat usulan agar tidak hanya menggunakan komputer saja namun disediakan genset untuk menanggulangi mati listrik. Laila juga menyampaikan bahwa dari Karang Anyer prinsipnya setuju UN untuk tidak dijadikan sebagai syarat kelulusan. Mengenai Kartu Indonesia Pintar (KIP) terdapat bank yang meminta surat keterangan miskin untuk pencairan dan Laila meminta solusi. [sumber

Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2015

Pada 7 April 2015 - Laila minta klarifikasi ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pembagian dan distribusi bantuan untuk PAUD. Laila minta penjelasan ke Mendikbud bagaimana korban bencana bisa mendapatkan KIP. Laila juga minta klarifikasi ke Mendikbud strategi yang disiapkan Kementerian untuk menyelesaikan hutang-hutang sertifikasi.  [sumber]

Rapat Kerja Komisi 10 dengan Mendikbud

27 Januari 2015, Laila meminta pemerintah serius dengan penerapan kurikulum 2013 (dan revisinya).  [sumber]

Informasi Pribadi

Tempat Lahir
Surakarta
Tanggal Lahir
03/08/1972
Alamat Rumah
Jl. Joyonegaran No.4, RT.001/RW.003, Kelurahan Kepatihan. Kulon. Kota Surakarta. Jawa Tengah
No Telp

Informasi Jabatan

Partai
Partai Amanat Nasional
Dapil
Jawa Tengah IV
Komisi