Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Usman Ja'far

PPP - Kalimantan Barat

    TABLE OF CONTENT

      Latar Belakang

      Usman Ja'far terpilih kembali menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mewakili Dapil Kalimantan Barat setelah memperoleh 81,113 suara. Usman adalah mantan Gubernur Kalimantan Barat (2003-2008).  Di periode 2014-2019 Usman bertugas lagi di komisi yang sama yaitu Komisi V yang membidangi perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat dan pembangunan desa dan kawasan tertinggal.

      Usman memiliki rekam jejak yang panjang sebagai profesional di industri ritel. Sebelum terjun ke dunia politik, Usman berkarir dan menjabat sebagai Direktur Utama di banyak anak perusahaan grup Alatief Corp milik Abdul Latief (mantan Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pariwisata di jaman Orde Baru) antara lain PT. Pasaraya Toserbajaya Jakarta (department store) dan PT. Lativi Mediakarya (stasiun televisi swasta).

      Di 2010, Usman termasuk salah satu dari 8 anggota Badan Kehormatan DPR-RI yang melanggar kode etik terkait penyalah gunaan dana perjalanan dinas untuk plesiran ke Turki pasca studi banding di Yunani. (sumber1). 

      Di Januari 2015, Kepolisian Kalimantan Barat menetapkan Usman Ja'far (mantan Gubernur Kalimantan Barat 2003-2008) dan Zulfadhli (mantan Ketua DPRD Kalimantan Barat 2004-2009) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) APBD Kalimantan Barat tahun anggaran 2006-2008. (sumber2).

      Pada 15 Mei 2015 Usman Ja'far meninggal dunia karena sakit jantung yang dideritanya sejak lama. (sumber).  Usman digantikan oleh Firmansyah Mardanoes yang dilantik 12 Oktober 2016.

      Pendidikan

       S1, Akademi Pimpinan Perusahaan (Politeknik APP), Jakarta (1975)

      Perjalanan Politik

      Usman Ja'far mengabdikan hampir seluruh hidupnya berkarya di industri ritel. Sejak lulus kuliah sampai dengan 2002, Usman meniti karir mendalami bisnis ritel. Dimulai dari menjadi Staf Keuangan dan Akunting PT. Sarinah IPC Sarinah Jaya di 1975 (Department Store pertama di Indonesia milik pemerintah). Di 1982, Usman dipercaya oleh Abdul Latief (pemilik ALatief Group) untuk membangun department store swasta Indonesia pertama, Pasaraya Blok.  Di 1993, Usman mencapai puncak karir profesionalnya di industri ritel ketika dia menjabat sebagai Direktur Utama di banyak anak perusahaan ALatief Group.

      Setelah hampir lebih 20 tahun memimpin ALatief Group, di 2002 Usman meninggalkan profesinya untuk maju mencalonkan diri menjadi Gubernur Kalimantan Barat.  Bergabung menjadi kader PPP, Usman terpilih menjadi Gubernur Kalimantan Barat di 2003.

      Pada Pilkada 2008, Usman Ja'far berpasangan dengan Laurentius Herman Kadir gagal terpilih kembali menjadi Gubernur Kalimantan Barat dan kalah oleh pasangan Kornelis dan Christiandy Sanjaya. 

      Di Pileg 2009, Usman terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2009-2014 dan duduk di Komisi V.

      Visi & Misi

      belum ada

      Program Kerja

      belum ada




      Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.