Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Bank Tabungan Negara - Rapat Komisi 11 dengan BTN

25/Jun/2015

Bank Tabungan Negara - Rapat Komisi 11 dengan BTN

Komisi 11 mengadakan Rapat Dengar Pendapat pada tanggal 7 April 2015 dengan Bank Tabungan Negara (BTN) terkait evaluasi kinerja dan rencana kerjanya untuk 2015.

Pemaparan Mitra

Berikut adalah pemaparan dari Direktur Utama BTN, Maryono:

  • BTN akan meningkatkan IT karena nantinya akan lebih banyak menggunakan internet banking.

  • Di tahun 2014 BTN masuk 9 besar bank di Indonesia.

  • Komposisi kredit 88.5% pada perumahan dan 11.4% pada non-perumahan.

  • BTN akan tetap berkomitmen bahwa segmennya menengah ke bawah.

  • Di tahun 2014 BTN telah melakukan recovery. Aset sebesar Rp.1,3 triliun.

  • Rencana bisnis BTN adalah menerbitkan obligasi sebanyak Rp.3 triliun.

  • Rencana kerja BTN adalah tabungan uang muka perumahan.

  • BTN akan mendukung Program 1 Juta Rumah. Program 1 Juta Rumah adalah program yang diinisiasi oleh Pemerintah dan akan berjalan secara berkelanjutan.

  • Keunggulan BTN dalam membiayai kredit massal adalah kita mempunyai network yang besar.

  • Untuk mendukung Program 1 Juta Rumah kita mendirikan lembaga riset tentang harga rumah di daerah-daerah. Selanjutnya kita akan melakukan training terhadap developer (pengembang).

  • Kami mohon dukungan Komisi 11 untuk melaksanakan program Pemerintah 1 Juta Rumah.

Pemantauan Rapat

Berikut respon dari fraksi-fraksi terhadap pemaparan BTN:

Fraksi PDI Perjuangan: Oleh Andreas Eddy Susetyo dari Jatim 5. Andreas minta klarifikasi kepada Direktur Utama BTN strategi yang disiapkan untuk menghimpun dana murah yang menurut Andreas selama ini dikuasai oleh BCA, BRI, BNI dan Mandiri. Andreas juga minta klarifikasi kepada Direktur Utama BTN apa yang harus dilakukan untuk menjadikan BTN bank yang benar-benar menangani perumahan Indonesia.

G Michael Jeno dari Kalbar. Michael Jeno menilai, walaupun BTN mentargetkan segmen menengah kebawah, strategi marketing dan branding BTN tetap harus kuat.

Fraksi Gerindra: Oleh Haerul Saleh dari Sultra. Haerul usul untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) ini ditunda karena para direksi BTN belum melalui Fit & Proper Test.

Gus Irawan Pasaribu dari Sumut 2. Gus Irawan turut mendoakan agar target 1 Juta Rumah bisa terlaksana.

Fraksi Demokrat: Oleh Rudi Hartono Bangun dari Sumut 3. Menurut Rudi perumahan tanpa infrastruktur tidak akan terbentuk. Rudi minta klarifikasi kepada Direktur Utama BTN kendala-kendala infrastruktur yang BTN hadapi. Rudi juga minta konfirmasi apakah BTN mempunyai layanan call center atau tidak.

Amin Santono dari Jabar 10. Amin minta klarifikasi kepada Direktur Utama BTN apa itu Tabungan Cermat.

Evi Zainal Abidin dari Jatim 2. Evi saran ke Direktur Utama BTN untuk gencar promosikan bahwa BTN uang mukanya hanya 1%. Evi yakin nasabah tidak akan lari ke bank lain.

Fraksi PAN: Oleh Sungkono dari Jatim 1. Sungkono berharap adanya sanksi terhadap perumahan rakyat yang dimiliki oleh orang-orang kaya. Sungkono mendorong BTN untuk mendukung dan tanya sanksi apa yang BTN akan siapkan bagi developer-nya (pengembang).

Jon Erizal dari Riau 1. Jon menilai BTN perlu ganti nama, bukan Bank Tabungan Negara tapi Bank Perumahan Negara. Menurut Jon di 2015 BTN mempunyai peluang yang baik. Bukan saja untuk orang-orang kota yang tidak punya rumah tetapi orang-orang di kampung juga, terutama di luar Jawa.

Fraksi PKS: Oleh Abdul Kharis Almasyhari dari Jateng 5. Abdul Kharis minta klarifikasi kepada Direktur Utama BTN strategi jitu yang disiapkan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Fraksi PPP: Oleh Dony Ahmad Munir dari Jabar 9. Dony apresiasi BTN sebagai bank yang fokus pada perumahan. Dony menilai BTN belum ada inovasi baru yang diluncurkan di 2015 padahal menurut Dony visi dari BTN adalah inovatif. Dony menilai target BTN di 2015 terlalu tinggi dan meragukan BTN dapat mencapai targetnya. Dony minta tambahan data terkait realisasi BTN sebagai bank yang mendukung perumahan rakyat.

Kasriyah dari Kaltim. Kasriyah tanya wacana BTN menjadi Bank Syariah dan minta klarifikasi apakah tujuannya untuk meningkatkan keuangan atau tidak. Kasriyah minta kepada BTN untuk didampingi ke lapangan pada waktu reses.

Fraksi Nasdem: Oleh Johnny G Plate dari NTT. Johnny menggaris bawahi bahwa kebijakan Presiden Joko Widodo adalah pemerataan. Johnny minta klarifikasi kepada Direktur Utama BTN apakah jaringannya menjangkau sampai ke wilayah Timur. Kepada Direktur Utama BTN, Johnny bilang kalau BTN cuma fokus di daerah yang menjanjikan saja jangan jadi pemimpin bank negara yang klaim dengan tujuan mulia. Johnny saran mending jadi pemimpin bank yang fully commercial saja. Johnny minta BTN me-redefinisi area kerjanya untuk menjangkau sampai Nusa Tenggara Timur. Menurut Johnny Kupang butuh banyak perumahan.

Donny Imam Priambodo dari Jateng 3. Menurut Donny kondisi ekonomi di 2015 akan memburuk namun target bisnis BTN di 2015 naik semua. Donny minta klarifikasi kepada Direktur Utama BTN asumsi ekonomi yang digunakan untuk menetapkan target bisnisnya.

Respon Mitra

Ini respon dari Mitra Rapat terhadap pertanyaan dan masukan dari Komisi 11:

  • BTN baru bisa menurunkan bunga pada triwulan ke-4 di 2014.

  • Program 1 Juta Rumah tidak semata-mata dilakukan oleh Pemerintah.

  • Program 1 Juta Rumah 100% dibayar oleh negara dengan uang dari APBN.

  • Pembayaran 1 Juta Rumah oleh BTN dibayarkan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) karena ada kerjasama ATM Bersama.

  • Kami akan membuat outlet tapi tidak seperti bank-bank besar lain. Kami fokus membuat Kredit Pemilikan Rumah (KPR) supaya rakyat mudah dapat approval.

  • Bank BTN Syariah masih kecil tapi pertumbuhannya pesat.

  • Tabungan Cermat artinya mencerdaskan masyarakat.

  • Target Tabungan Cermat adalah Jawa Tengah.

  • Kami punya call center 24 jam di (021) 550286

Kesimpulan Rapat

Berikut adalah beberapa kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Komisi 11 dengan BTN:

  1. Komisi 11 meminta BTN untuk meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas yang telah diamanahkan.

  2. Komisi 11 meminta BTN untuk menurunkan biaya bunga dengan mendapatkan dana murah dan jangka panjang.

  3. Komisi 11 meminta BTN untuk memprioritaskan masyarakat yang memerlukan rumah di luar pulau Jawa.

  4. Komisi 11 mendukung BTN berperan utama dalam pencapaian Program 1 Juta Rumah.

  5. Komisi 11 meminta BTN menurunkan Non-Performing Loan dengan menyelesaikan kredit bermasalah dalam jangka waktu tidak terlalu lama.

Untuk membaca rangkaian livetweet Rapat Dengar Pendapat Komisi 11 dengan BTN kunjungi http://chirpstory.com/li/260504.


wikidpr/fr