Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Berita Terkait

Kategori Berita

(Kompas) Liga Makin Tak Jelas

12/12/2018



JAKARTA, KOMPAS — Keinginan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk menggulirkan kembali kompetisi sepak bola Liga Super Indonesia pada 9 Mei dipastikan tidak akan terwujud. PT Liga Indonesia menolak permintaan Menpora untuk tetap menjadi operator kompetisi.

"Kompetisi adalah milik PSSI. Kami hanya ditunjuk sebagai operator," kata Sekretaris PT Liga Indonesia Tigorshalom Boboy yang dihubungi Kamis (7/5).

Selain itu, secara hukum, PT Liga adalah milik klub peserta kompetisi dan PSSI. "Setiap keputusan yang tidak diatur dalam peraturan perusahaan harus diambil melalui rapat umum pemegang saham," lanjutnya.

PT Liga diminta Menpora tetap menjadi operator liga meski PSSI dalam status dibekukan. Namun, PT Liga menolak permintaan itu. Seperti pernah dikatakan Menpora, penolakan dari PT Liga akan membuat pihaknya mencari operator baru. Dengan demikian, keinginan melanjutkan kembali Liga Super Indonesia (ISL), yang awalnya dihentikan PT Liga sejak 12 April, tak akan terwujud dalam waktu dekat.

Di sisi lain, klub-klub peserta ISL juga menolak mengikuti kompetisi tanpa persetujuan PSSI yang telah dibekukan Menpora. "Klub peserta ISL tidak akan mengikuti kompetisi yang diawasi Kemenpora melalui Tim Transisi karena kompetisi yang sah hanya yang dinaungi organisasi yang mendapat pengakuan dari FIFA, yaitu PSSI," kata Rocky Bebena, Sekretaris Umum Persipura Jayapura, seusai mengikuti pertemuan tertutup yang dihadiri 17 klub peserta ISL dan PT Liga Indonesia, Rabu (6/5) malam, di Jakarta.

Pertemuan itu membicarakan sikap klub terhadap kelanjutan kompetisi yang dihentikan PSSI pada 2 Mei. Kompetisi dihentikan setelah Kemenpora membekukan PSSI pada 17 April. Langkah pembekuan ini diambil karena PSSI tidak mengindahkan rekomendasi Kemenpora yang meminta Arema Cronus dan Persebaya Surabaya tidak diikutsertakan dalam ISL karena dinilai tidak memenuhi syarat.

Rocky mengatakan, Kemenpora seharusnya memahami bahwa klub secara resmi adalah anggota dari FIFA dan PSSI. "Jangan sampai Kemenpora salah mengambil keputusan dalam melakukan penyelamatan terhadap persepakbolaan Indonesia. Bisa-bisa FIFA malah membekukan seluruh kegiatan sepak bola Indonesia," kata Rocky.

Hal serupa dikatakan Aidil Fitri, Manajer Umum Pusamania Borneo FC. "Kami tidak ingin terkena sanksi dari FIFA karena mengikuti kompetisi yang tidak resmi meskipun konsekuensinya kami akan mengalami kerugian keuangan," kata Aidil.

Terkait kerugian itu, Aidil mengatakan akan menggugat Kemenpora melalui jalur hukum.

Pertemuan juga merencanakan menggelar kompetisi musim 2016 pada September 2015 dan berakhir pada Mei 2016. Namun, hal ini akan dibicarakan terlebih dulu pada rapat umum pemegang saham PT Liga Indonesia, 12 Mei, di Jakarta. (B01)