Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Berita Terkait

Kategori Berita

(Kompas.com) Anggota Komisi V: Terlalu Banyak "Kepala", Sistem Pelabuhan Jadi Kacau

12/12/2018



Anggota Komisi V DPR, Anton Sihombing, mengatakan, kacaunya sistem di pelabuhan disebabkan banyaknya tumpang tindih kewenangan yang terjadi. Padahal, idealnya, di negara-negara maju, pelabuhan dikendalikan oleh satu orang kepala.

"Tapi, di kita, ada otoritas pelabuhan, ada syahbandar, ada Pelindo, ada imigrasi, dan lain-lain," kata Anton di Gedung DPR, Jumat (19/6/2015).

Selain itu, lanjut politikus Partai Golkar ini, kacaunya sistem pelabuhan juga disebabkan banyaknya pejabat pelabuhan yang tidak ahli dalam pelayaran.

"Ada yang polisi jadi syahbandar. Gunakanlah sumber daya sesuai tupoksi (tugas, pokok, dan fungsi) keahlian masing-masing. Bagaimana juga mereka tidak tahu kapal," ujarnya.

Anton pun menilai wajar apabila Presiden Jokowi kesal saat melakukan inspeksi mendadak ke Pelabuhan Tanjung Priok dan menemukan waktu inap kontainer atau dwell time yang lama.

"Mungkin Presiden kecewa, bisa saja mengganti beberapa pejabat. Kalau saya lihat statement Presiden kemarin keras sekali. Saya selaku Ikatan Nakhoda Niaga Indonesia meminta agar koordinasi seluruh stakeholder Tanjung Priok dan pelabuhan mana pun satu," ucapnya.

Anton juga mengungkapkan, Komisi V DPR akan memanggil pihak terkait untuk mencari tahu akan permasalahan mengenai dwell time yang memakan waktu lama ini.

"Kita harus duduk bersamaan, jangan pembenaran masing-masing," ujarnya.