Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Bank Rakyat Indonesia - Rapat Dengar Pendapat Komisi 9 dan PT BRI

26/Mei/2015

 Bank Rakyat Indonesia - Rapat Dengar Pendapat Komisi 9 dan PT BRI

Pada tanggal 6 April 2015 Komisi 11 (Keuangan, Perencanaan Pembangunan, Perbankan) melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Bank BRI terkait kinerja BRI. RDP dipimpin oleh Ketua Komisi 11 Fadel Muhammad dari Fraksi Golkar.

Pemaparan Mitra

Direktur Utama BRI Asmawi Syam, memaparkan beberapa hal antara lain: BRI berperan dalam mendorong pemerataan pembiayaan ke daerah. Konsen BRI adalah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), hingga butuh jaringan luas yang menjangkau remote area sehingga BRI terus membuka kantor-kantor cabang dan rencananya kami akan meluncurkan satelit untuk membantu kinerja kami. BRI memperkenalkan layanan baru di 2015 yaitu Teras Kapal untuk masyarakat di kepulauan sehingga kami bisa menjangkau hingga wilayah terpencil. Teras BRI Kapal adalah layanan keuangan perbankan pertama dan satu-satunya di dunia yang melayani jasa keuangan bank di atas air yang menyusur pulau-pulau terluar dalam gugusan kepulauan di Indonesia. Tidak hanya itu, Teras BRI Kapal sebagai moda transportasi laut/sungai yang bersifat mobile juga membawa misi membangun ekonomi masyarakat pesisir. Kemudian produk baru yaitu Kupedes Rakyat sebagai pengganti kur mikro untuk kredit badan usaha ataupun individual, preminya kami yang bayar. Kupedes Rakyat hanya untuk kur mikro karena yang paling banyak membutuhkan adalah di kelas mikro (dibawah Rp 25 juta.) Kupedes Rakyat diberikan kepada calon debitur dengan feasability baik yang sudah bankable maupun yang belum bankable. Syaratnya adalah telah memiliki usaha secara aktif minimal 6 (enam) bulan dan tidak sedang mendapatkan fasilitas kredit Kupedes Komersial.

Strategi kami yaitu:

1. Mengoptimalkan simpanan berbiaya rendah, meningkatkan income tidak hanya dari interest rate.
2. Mempertajam produk seperti menyasar segmen pasar muda
3. Memaksimalkan sinergi dengan anak perusahaan dan mempertahankan makro banking (terbaik di dunia)

BRI juga membuat BRILINK di daerah-daerah remote area yang sangat membantu masyarakat di sekitarnya. Karena faktanya hanya 32% rakyat indonesia yang mempunyai akses ke perbankan Indonesia.

Oleh karena itu, BRI membantu pemerintah dengan BRILINK dan T-bank dalam rangka membantu rakyat di remote area. BRILINK adalah layanan keagenan BRI dimana BRI berkerjasama dengan pihak ketiga (agen) untuk melayani berbagai layanan perbankan bagi masyarakat, baik nasabah BRI maupun non-nasabah BRI, khususnya masyarakat yang belum terlayani oleh bank secara administratif (bankable atau unbankable). Sedangkan T-Bank merupakan uang elektronik BRI berbasis server (server based) dimana nomor handphone didaftarkan menjadi nomor rekening. Pendaftaran T-Bank dapat dilakukan sendiri dan otomatis terdaftar tanpa perlu datang ke bank. Di loket BRILINK, pengguna dapat melakukan pembayaran secara Online antara lain pembayaran tagihan Telkom, tagihan telpon seluler, tagihan PLN, cicilan kendaraan bermotor kartu kredit, dan pembelian pulsa telepon seluler. Agen BRILINK juga berasal dari masyarakat sekitar dengan total 24 ribu agen yang tersebar di daerah-daerah.

Pemantauan Rapat

Berikut respon dari Fraksi-Fraksi terhadap pemaparan Bank BRI :

Fraksi PDI Perjuangan: Oleh Andreas Eddy Susetyo dari Jatim 5. Andreas tanya kenapa tingkat bunga kita relatif tinggi dibanding negara-negara tetangga. Padahal rasio masih rendah, kira-kira apa sebabnya dan upaya apa yang bisa dilakukan? Mengapa corporate besar malah mendapat bunga lebih rendah daripada usaha mikro? Bagaimana menurut BRI mengenai struktur perbankan keuangan kita? Dan nanti ketika Masyarakat Ekonomi Asean bagaimana BRI apakah akan ikut bersaing? 

Michael Jeno dari Kalbar mengatakan bahwa ia termasuk yang dari kecil tahu BRI tetapi sampai sekarang belum menjadi nasabah. Kemudian tadi ada strategi untuk menyasar segmen muda tapi menurutnya branding BRI masih lemah. Kemudian tadi juga ada yang SMS Michael Jeno bahwa janganlah KUR hanya di perkotaan tetapi juga ada di desa. Dia menekankan kembali bahwa masyarakat terutama masyarakat mikro sangat membutuhkan kur. 

Fraksi Golkar: Oleh Edison Betaubun dari Maluku. Edison menanyakan apakah ada rencana untuk membangun KanWil di Maluku, kalau ada di Papua, kenapa di Maluku tidak ada? Kemudian Saham BRI terbesar dipegang oleh pemerintah kemudian pihak asing dan pihak ketiga.  Mayoritas tidak setuju investasi asing di perbankan nasional, karena peran BUMN adalah sebagai agen pembangunan. Edison menanyakan pendapat Dirut BRI mengenai ini.

Fraksi Nasdem: Oleh Donny Imam Priambodo dari Jateng 3. Donny mengatakan: Pertama, ia ingin KUR dilanjutkan. Kemudian Donny menanyakan kenapa BRI membeli satelit dan apa tujuannya. Telkom dan Indosat saja berpikir dua kali sebelum membeli satelit dan pertamina saja membeli kapal sebelum akhirnya dijual, Donny takut nanti ketika satelit ada masalah nanti Dirut BRI malah lebih fokus ke masalah satelit, maka ia meminta Dirut BRI untuk jelaskan lagi apa tujuannya. 

Fraksi Demokrat: Oleh Rudi Hartono Bangun dari Sumut 3 menanyakan bagaimana KUR diberhentikan atau diganti nama yang lain?

Evi Zainal dari Jatim 2 menanyakan kenapa tidak ada bank petani? Padahal BI sudah memberikan wewenang terhadap BRI. Evi mendengar bahwa ada petani yang tidak lulus SD tapi akhirnya dia membuat semacam bank petani. Kemudian penting bagi komisi 11 untuk tahu bagaimana jelasnya grand design kredit pangan BRI.

Fraksi PPP: Oleh Dony Ahmad Munir dari Jabar 9. Dony mendukung KUR karena sangat membantu rakyat. Kemudian berterimakasih kepada BRI karena sudah berinovasi dengan Kupedes Rakyat tetapi menilai Kupedes hanya untuk KUR mikro, bagaimana dengan KUR retail? Terdapat hadist bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yg membantu orang lain, Dony salut dengan BRI karena sebaik-baiknya bank adalah yang membantu masyarakat banyak. Kemudian menanyakan apakah terus bisa lebih dijelaskan mengenai program dan visi BRI untuk kedepan? Dan bagaimana strategi BRI untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean?

Fraksi PAN: Oleh M. Hatta dari Jateng 5. M. Hatta mengatakan ketika masa reses banyak masyarakat yang berkomentar bahwa bunga masih terlalu tinggi. Kemudian premi ke Jamkrindo itu seperti apa? Apakah 100% atau tidak?

Jon Erizal dari Riau 1 mengatakan menurutnya tidak perlu BRI ikut dalam MEA dan lebih baik fokus pada rakyat dan pasar indonesia.

Fraksi PKS: Oleh Abdul Kharis dari Jateng 5. Abdul menanyakan lagi mengenai satelit, apa sekarang bank mau merambah bidang telekomunikasi? program laku pandai OJK ketika masih sedikit tingkat keamanan belum ada yang menerobos tetapi ketika sudah jadi bola salju dengan kuantitas tinggi maka keamanan akan terancam jadi bagaimana solusinya? 

Respon Mitra

Satelit tidak akan kami komersialkan, ini untuk membantu membangun agen BRI dengan standart yang sama. Satelit untuk membantu pelayanan kami dan harganya USD 200.000.000. Investasi kami untuk remote area (terpencil) sangat besar, di beberapa daerah remote area juga kami membangun infrastruktur listrik sendiri. Kami juga mendidik 14 tenaga muda ke Amerika untuk belajar lebih banyak mengenai satelit. Pertanyaan-pertanyaan lainnya akan dijawab secara tertulis.

Kesimpulan Sementara

  1. Komisi 11 mengapresiasi BRI sebagai Bank penyalur KUR terbaik di Indonesia.
  1. Komisi 11 mendorong agar KUR dan program kredit UMKM lainnya karena sangat bermanfaat.
  1. Komisi 11 meminta BRI sebagai Bank BUMN untuk menurunkan tingkat suku bunga pinjaman dengan kebijakan terstruktur dan kondusif bagi perkembangan usaha di Indonesia.
  1. Komisi 11 mengapresiasi LAKU PANDAI dan semoga bisa mengembangkan teknologi IT Perbankan yg lebih modern.

Untuk membaca rangkaian livetweet Rapat Dengar Pendapat dengan Bank BRI kunjungi: http://chirpstory.com/li/260494

 

wikidpr/ap