Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

RDPU RUU Perkelapaswitan dengan DMSI, MAKSI, dan GPPI

Tanggal Rapat: 25 Aug 2016, Ditulis Tanggal: 23 Apr 2019,
Komisi/AKD: Badan Legislasi , Mitra Kerja: Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia

Kamis, 25 agustus 2016 RDPU dengan DMSI, MAKSI, dan GPPI dibuka oleh Firman Soebagyo dari fraksi Golkar daerah pemilihan Jawa Tengah 3 pukul 14.05 WIB dan dihadiri oleh 7 fraksi.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Dewan Minyak Sawit Indonesia

Pemaparan Mitra

  • DMSI adalah organisasi yang beranggotakan asosiasi contoh misalnya GAPKI yang merupakan asosiasi dari perusahaan perkebunan baik dari swasta maupun PTPN. Dewan Minyak Sawit Indonesia ini menampung APKASINDO, GPPI, AIMMI, GIMNI, APOLIN, APROBI, MAKSI, GAPKI.
  • Ketum DMSI menyampaikan bahwa minyak kanola yang banyak diproduksi di Kanada dan Australia merasa tersaingi oleh kelapa sawit. Minyak yang dibutuhkan dunia ini adalah 160 juta ton tapi sebagian besar adalah minyak kelapa sawit.
  • Minyak kelapa sawit banyak diproduksi oleh Indonesia dan Malaysia, setiap tahun dibutuhkan penambahan minyak nabati dunia sebanyak 6 juta ton agar dunia tidak defisit.Minyak sawit Indonesia sangat dibutuhkan di dunia, Posisi Indonesia telah sangat menonjol sebagai supplier minyak nabati di dunia karena banyak negara yang tidak bisa menambah produksinya tapi minyak sawit Indonesia menambah 2 juta ton per tahun. Indonesia menang jauh di atas Malaysia, roadmap industri sawit adalah berdasarkan kebutuhan dunia dan faktor produksi dan stabilitas negara. Kemudian DMSI butuh bantuan untuk menangani kritik-kritik dunia yang mempersulit.

Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia
  • Pihak PTPN tidak membiayai kami bahkan kecambah itu pun beli sendiri, sawit ini adalah tanaman ajaib seperti pabrik minyak. Saat ini menurut riset tanaman yang terbaik ini bisa 10 ton perhektar pertahun tapi rata2 nasional kita dibawah 4 ton karena kita kurang dukungan untuk penelitan.

Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia
  • Hambatan di sektor hulu itu adalah masalah tata ruang yang smpe sekarang belum selesai masalah roadmapnya ini kami harapkan dalam UU ini. Permintaan minyak itu terus meningkat 6 juta ton per tahun sebenarnya kita bisa mengembangkan 15 juta hektar, sedangkan di Malaysia ketika kita menyebrang perkebunan sawitnya bagus dan mulus.
  • Kemudian penjualan CPO juga banyak yang dijual ke Malaysia yang menjual CPO itu adalah masyarakat di daerah perbatasan dengan malaysia, jadi perlu dipikirkan untuk membuka daerah perbatasan dan isolasi untuk perkebunan kelapa sawit model plasma.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan