Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Rapat Kerja dengan Menteri Luar Negeri RI Tentang Pembukaan Hubungan Diplomatik Indonesia dengan Kepulauan Cook dan Indonesia dengan Niue

Tanggal Rapat: 11 Mar 2019, Ditulis Tanggal: 2 May 2019,
Komisi/AKD: Komisi 1 , Mitra Kerja: Retno Marsudi

Pada 11 Maret 2019 komisi 1 mengadakan Rapat Kerja dengan Menteri Luar Negeri RI yang dipimpin oleh Asril Hamzah dari Gerindra daerah pemilihan DKI I dan rapat ini dibuka pukul 13.00 WIB.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Retno Marsudi

Menteri Luar Negeri RI:

  • Indonesia memiliki prinsip polugri yaitu bebas aktif dan untuk menjaga persahabatannya dengan negara lain memiliki prinsip saling menguntungkan.
  • Berikut hubungan diplomatik dengan kedua negara;

Indonesia dengan Kepulauan Cook:

- Nota Diplomatik (2019)

- Pertemuan Komisioner Tinggi Kepulauan Cook dengan Duta Besar RI - Selandia Baru di Wellington (2013)

Indonesia dengan Niue

- Melalui Komisioner Tinggi Nue di Wellington kepada Duta Besar RI dan Selandia Baru (2017)

  • Kemudian di kepulauan cook ada lebih dari 100 WNI bekerja di bidang pariwisata di cook island ini karena itu sudah waktunya kita membuka secara resmi hubungan kerjasama dengan kedua negara ini, jadi kami mohon pertimbangannya.
  • Proses pembukaan hubungan diplomatik antar negara yaitu melalui Pertimbangan DPR ,lalu Joint Communique ,kemudian tanda tangan 2 menlu.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respons anggota terhadap pemaparan mitra:

  • PDI Perjuangan / Evita Nursanty

    Evita mengatakan ketika kita melihat paparan ibu kita memang harus membuka hubungan diplomatik dengan kedua negara tersebut karena jika kita lihat jumlah penduduknya memang lebih sedkit dari pada sekecamatan kita tapi jika melihat kejadian di Papua itu kita perlu melakukan kerjasama dengan negara di daerah tersebut dan Evita memperkirakan akan membuka dubes baru lagi untuk kerjasama ini tapi ternyata tidak karena bisa dengan gugus tugas dari dubes kita dengan Selandia baru jadi kami dari PDIP juga pasti mendukung ini.

  • PDI Perjuangan / Junico BP Siahaan

    Junico merasa perlu untuk berkomentar sedikit saat saya kunjungan ke dapil dan mendapatkan aspirasi dari orang Papua asli yang milenial itu mengatakan jika kami di Papua diberikan referendum kita akan keluar dari Indonesia, bukan untuk menakut-takuti tapi kita perlu terus mengawasi hal-hal seperti ini dan selalu kerjasama dengan negara lain disekitar situ.

  • Satya mengatakan memang benar negara kita terisolasi jika kita terus terisolasi begini akan habis warga disana akan pindah itu apabila dibuka.

  • Asril merasa sudah waktunya kita juga bekerja sama dengan negara-negara pasifik Selatan tersebut.

  • Gerindra / Martin Hutabarat

    Martin mengatakan jika ingin memperbanyak kerjasama dengan luar negeri dan data yang dikumpulkan sudah baik maka kita dari fraksi Gerindra setuju, Martin menanyakan tapi jika kita membuka kerjasama ini akan banyak yang pindah tidak warga disana. Martin juga menambahkan isu separatis itu bukan dari luar tapi dari dalam coba bayangkan pak Jokowi sering ke Papua tapi tidak mengubah itu karena kita mensejahterakan itu bukan dengan berapa banyak kita datang tetapi bagaimana kita menyerap pendapat masyarakat disana.

  • Partai Keadilan Sejahtera / Hidayat Nur Wahid

    Hidayat mengatakan bukan masalah penduduknya tapi karena semakin banyak kerjasama yang kita lakukan dengan negara lain itu lbh baik, ibaratnya ikan sepat ikan gabus semakin cepat semakin gabus jadi kami dari PKS pasti mendukung kerjasama ini karena dapilnya Hidayat pun dapil luar negeri juga jadi ia melihat lebih banyak manfaatnya.

  • Nasional Demokrat / Bachtiar Aly

    Bachtiar Aly mengatakan kami dari fraksi Nasdem posisinya jelas mendukung penuh ini untuk menambah kerjasama yang lebih erat lagi.

Respons Mitra

Berikut merupakan respons mitra terhadap pemantauan rapat:

Retno Marsudi
  • Sudah kami sampaikan tadi bahwa hal ini adalah keinginan sendiri dari mereka jadi jika kita buka hubungan diplomatik ini pun juga tidak akan habis warga disana karena akan ada saling perpindahan itu.
  • Kita juga yang merupakan dewan keamanan PBB tidak tetap mengemukakan bahwa akan melakukan kerjasama dengan negara-negara pulau kecil, untuk yang berkaitan dengan diaspora kami mohon menjawabnya dengan secara tertutup tapi sebelum tertutup itu kami ingin memberi tahu bahwa kami lagi mengatur perpres tentang kenaikan gaji lokal staff disana atas permintaan dari negara-negara tersebut yang mengalami kenaikan biaya hidupnya sekarang.

Kesimpulan

Rapat ini tidak menghasilkan Kesimpulan karena dilanjutkan tertutup.

Penutup

Asril Hamzah dari Gerindra daerah pemilihan DKI I menskorsing Rapat Kerja dengan Menteri Luar Negeri RI selama 5 menit dan melanjutkan rapat tertutup pukul 13.55 WIB.

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan