Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Keberadaan dan Permasalahan RUU tentang Permusikan – Audiensi Pimpinan DPR, Bambang Soesatyo, dengan Kami Musik Indonesia

Tanggal Rapat: 28 Jan 2019, Ditulis Tanggal: 21 Feb 2019,
Komisi/AKD: Pimpinan DPR , Mitra Kerja: Kami Musik Indonesia (KMI)

Pada 28 Januari 2019, Pimpinan DPR, Bambang Soesatyo, mengadakan Audiensi dengan Kami Musik Indonesia mengenai Keberadaan dan Permasalahan RUU tentang Permusikan. Audiensi tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Pimpinan DPR dan dibuka oleh Bambang Soesatyo dari Fraksi Golkar dapil Jawa Tengah 7 pada pukul 13:00 WIB.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Kami Musik Indonesia (KMI)

Glenn Fredly

  • Kami Musik Indonesia (KMI) sudah membuat kajian tentang draft RUU tentang Permusikan yang sejak awal sudah kami llakukan rapat dengar pendapat
  • Mengenai keberadaan RUU ttg Permusikan ini agar dapat disosialisasikan kepada khalayak umum khususnya para musisi karena ini sangat penting terkait keberadaan ekosistem musik kedepannya
  • Beberapa bulan lagi akan ada peralihan Anggota Legislatif (Aleg) oleh sebab itu, hal ini menjadi penting untuk mengingatkan kembali bahwa ada RUU tentang Permusikan yang sudah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas
  • Teman-teman yang hadir disini adalah teman-teman yang berperan sebagai influencer bagi genre musik kami masing-masing dan keberadaan ini menjadi penting untuk berdialog dan berdiskusi dengan Bapak-Bapak yang hadir disini
  • Dalam RUU tentang Permusikan belum jelas industri musik itu apa, dimana posisi label dan pencipta lagu itu masih belum terlihat jelas dan KMI merasa rasa ada yang salah. RUU ini sudah masuk Prolegnas Prioritas tetapi nyatanya belum bisa menjawab hal-hal tersebut
  • Dalam RUU yang sedang disusun ini ada pembatasan yang sifatnya represif seperti jika ada lagu yang berkaitan dengan SARA, pornografi, dan lain-lain ada sanksi pidananya. Pada kenyataannya hal itu sudah ada dalam peraturan perundang-undangan yang lain. Jadi, menurut KMI ada semacam pembatasan ekspresi diri jika ada pemberlakuan peraturan tesebut

Tompi

  • KMI hanya menitipkan pesan agar monitoring terus berjalan karena Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 itu banyak yang tidak sampai ke teman-teman musisi dan industri entertainment khususnya hak terkait promotor dan EO
  • KMI hanya menitipkan pesan agar monitoring terus berjalan karena Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 itu banyak yang tidak sampai ke teman-teman musisi dan industri entertainment khususnya hak terkait promotor dan EO
  • Bagaimana musik dapat menjadi asset karena pendapatan pajak dari musik sangat besar tetapi lagu itu sendiri tidak pernah menjadi asset, KMI memohon agar musik dapat dijadikan sebagai komoditas
  • Musisi pada saat muda sangat kaya-kaya dan ketika sudah tua lalu sakit sibuk mencari galang dana. Hal ini sangat penting untuk adanya perubahan yang dapat dimulai dari regulasi. Jadi, jangan mengurus sesuatu hal yang cuman kelihatan saja padahal musik adalah “monster” yang besar untuk diurus
  • Walaupun undang-undang sudah ada tetapi ketika diajukan ke perbankan katanya itu masih tidak akuntabel. Jadi, KMI berharap apa yang ada di RUU tentang Permusikan, musik dapat dilihat juga dari sisi ekonomisnya (assset)

Grace Simon

  • Grace sebagai pelaku musik senior, di zaman Grace dahulu, para musisi hanya disodorkan kontrak dan tidak dijelaskan, sedangkan zaman sekarang para musisi merasakan hak rolayti itu belum dirasakan. Grace mengatakan dirinya saat ini sudah kurang produktif tapi lagu-lagunya masih dinyanyikan
  • Grace sebagai pelaku musik senior, di zaman Grace dahulu, para musisi hanya disodorkan kontrak dan tidak dijelaskan, sedangkan zaman sekarang para musisi merasakan hak rolayti itu belum dirasakan. Grace mengatakan dirinya saat ini sudah kurang produktif tapi lagu-lagunya masih dinyanyikan
  • Dengan adanya RUU tentang Permusikan atas inisiatif dari DPR, Grace berterima kasih semoga dapat memberikan semangat baru untuk teman-teman musisi yang masih junior
  • Terkait ketegasan Pemerintah dalam paltform digital masih ada tata kelola yang belum baik dan jelas
  • Judul dari RUU ini fokus ke permusikan, namun dalam RUU tentang Permusikan itu yang termarginalkan adalah musik-musik tradisional. Jadi, dalam RUU yang sedang disusun dapat dipikirkan seperti apa dampak atau kelanjutannya
  • Bagaimana caranya agar musik dapat membuat sejahtera senimannya atau karya bisa menyejahterakan musisi. Jadi, KMI meminta Pimpinan DPR untuk lebih mensosialisasikan betapa pentingnya hak moral dan ekonomi yang diberikan untuk para seniman
  • Mudah-mudahan di masa depan atau era yang sekarang ini musisi dapat menjadi profesi yang menjanjikan. Semoga dengan pertemuan ini dengan adanya RUU tentang Permusikan dapat membuat seniman sejahtera atas karya-karyanya

Institut Musik Jalanan (IMJ)

  • Musisi jalanan saat ini masuk ke dalam sebuah ekosistem musik Indonesia namun sampai hari ini musisi jalanan masih dikategorikan sebagai Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dimana musisi jalanan digolongkan seperti anak jalanan dan anak terlantar itu sangat tidak adil
  • Jika dikemudian hari RUU tentang Permusikan ini disahkan, apakah Institut Musik Jalanan (IMJ) dapat menggunakan peraturan tersebut di seluruh daerah atau tidak karena yang IMJ tahu bahwa kota-kota di Indonesia punya Peraturan Daerahnya masing-masing dan sampai hari ini IMJ masih menggunakan Undang Undang tentang Kemajuan Kebudayaan sebagai payung hukum IMJ.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respons anggota terhadap pemaparan mitra:

  • PDI Perjuangan / Maruarar Sirait

    Maruarar mengatakan profesi apapun itu pasti akan mendapatkan kesempatan untuk berada dipuncak kesuksesan seperti olahragawan, politisi, seniman dan lain-lain, tetapi pada saat kesempatan itu didapatkan, apakah sudah siap secara mentalitas atau belum. Maruarar mengatakan bahwa dirinya sudah 15 tahun di Komisi 11 DPR-RI. Maruarar mengapresiasi Institut Musik Jalanan (IMJ) namun harus ada kualitas dan tanggung jawab bagaimana kebersihannya atau buatlah seperti sertifikasi, jadi disamping memperjuangkan hak juga ada hal yang harus dipikirkan yaitu tanggung jawabnya. Maruarar menginginkan agar pertemuan ini efektif jadi kalau hari ini belum efektif, Maruarar menghimbau Kami Musik Indonesia (KMI) untuk datang lagi kesini dengan membuat presentasi apa yang sebenarnya diinginkan dan yang menjadi kritikan oleh pihak KMI. Menurut Maruarar, kesempatan yang baik ini harus dipergunakan untuk membuat sebuah gebrakan. Jadi, sebelum Anang berhenti di DPR ini harus sudah selesai tetapi selesainya jangan hanya selesai tapi juga berkualitas. RUU tentang Permusikan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Maruarar berharap tidak hanya satu pihak saja yang diuntungkan tetapi semua pihak juga harus diuntungkan. Terakhir, Maruarar mengajak agar semuanya harus mau serius dalam bekerja jangan sampai yang memperjuangkan justru lebih semangat daripada yang diperjuangkan.

  • Bambang mengatakan dengan kehadiran para stakeholders yang ada pada kesempatan ini diharapkan dapat memberikan masukan-masukan sebelum diputuskannya RUU tentang Permusikan menjadi undang-undang. Hal itu akan dibahas bersama-sama antara DPR dan Pemerintah. Jadi, hal ini harus disetujui antara kedua belah pihak tidak boleh hanya satu pihak saja. Bambang juga mengatakan di dalam Panja Komisi 10 nanti juga akan mengundang Kami Musik Indonesia (KMI) untuk dipertemukan dalam membahas cluster-cluster, acuannya sebenarnya sudah banyak tetapi semua pihak harus tetap ikut memonitor. Jadi, apa yang sudah terjadi termasuk yang di Prolegnas itulah hasil sementara yang bisa kita capai, tinggal penyempurnaannya itu dapat dilakukan termasuk pembuatan Daftar Inventaris Masalah (DIM) untuk dicarikan solusi yang tepat antara pemerintah dan DPR. Bambang mengatakan dirinya akan mendorong RUU ini agar lebih cepat yaitu di Badan Legislasi (Baleg). Jadi, minggu depan Baleg mungkin akan mengundang Bapak/Ibu sekalian untuk menyampaikan apa yang sekiranya menjadi masukan dalam DIM RUU tentang Permusikan agar dapat dimasukan dalam pasal-pasal yang akan dibahas dengan pemerintah. Sampai saat ini, baru 50 Pasal, jadi apakah perlu penambahan atau ada perbaikan silahkan didiskusikan terlebih dahulu. Bambang berharap kalau tidak ada yang krusial semoga sebelum masa jabatan DPR habis bisa mensahkan RUU tentang Permusikan. Bambang jelas ingin membantu apa yang menjadi pemikiran rakyat yang diwakilinya. Secepatnya Bambang akan menugaskan Baleg untuk menjadwalkan pertemuan antara Komisi 10, KMI, dan juga Pemerintah.

  • Desmond mengatakan RUU tentang Permusikan draftnya itu dari DPR, oleh sebab itu naskah akademisnya harus disempurnakan karena teman-teman disini masih kurang puas dengan draft tersebut dan dari draft itulah fraksi-fraksi yang ada di Komisi 10 itu hadir. Jadi, harus disempurnakan naskah akademisnya. Desmond juga mengatakan fraksi-fraksi yang ada di DPR akan membuat DIM dan DIM itulah yang menjadi dasar untuk dibahas di sidang-sidang pembuatan undang-undang. Desmond mengaku belum tahu draft dari RUU tentang Permusikan, jadi Desmond tidak bisa bantu apa-apa. Desmond melihat ada sesuatu yang tidak membuat kesepakatan. Desmond menyarankan bagi KMI untuk membuat masukan-masukan yang menurut KMI semua kurang sehingga tidak bertabrakan dengan undang-undang yang sudah ada. Gagasan dan pikirian ini harus disinkronkan dengan Pemerintah, jadi pemikiran-pemikiran ini disinkronkan dan disempurnakan naskah akademiknya untuk disebarkan ke seluruh komisi agar apa yang KMI inginkan menjadi tujuan yang diinginkan karena tanpa fraksi-fraksi paham, tentu akan menjadi susah mereka melakukan intervensi untuk anggota anggota yang ada di Komisi 10.

  • Partai Amanat Nasional / Anang Hermansyah

    Anang mengatakan apa yang sudah ada mengenai draft itu belum final dan itu tetap menjadi masukan karena belum dibahas Daftar Inventaris Masalah (DIM) jadi masih panjang prosesnya, harapannya masukan dari teman teman yang hadir saat ini dapat memberikan sustainable terkait masukan-masukan yang disampaikan. Anang juga mengatakan perjalanan yang sudah dilalui kemarin itu memang perjalanan bersama untuk menerima masukan-masukan dari berbagai pihak. Anang mengharapkan tujuan dari dirumuskannya RUU tentang Permusikan sebenarnya agar industri musik jaya di nasional bahkan kalau perlu di internasional. Namun disamping itu, DPR dan Pemerintah membutuhkan masukan-masukan dari teman-teman KMI karena tidak bisa DPR ataupun Pemerintah berjalan sendiri. Menurut Anang, RUU ini bagus untuk dibedah bersama lagi, profesi musisi harus diperjuangkan karena memang para musisilah yang mengerti profesi musisi itu sendiri.

  • Nasional Demokrat / Ahmad Sahroni

    Sahroni mengatakan kalau dari dirinya sama seperti Pak Desmond, maunya dari musisi sebenarnya apa saja. Sahroni juga mengatakan tingkat komunikasi harus intens baik dari perwakilan maupun dari musisi-musisi Indonesia untuk dapat berdialog langsung dengan DPR dan Pemerintah agar apa yang diharapkan musisi itu dapat terpenuhi. Pada akhirnya inilah yang menjadi bagian untuk dapat disatupadukan dari perspektif semua stakeholders dan DPR akan membantu agar kehidupan musisi di Indonesia menjadi lebih baik.

Respons Mitra

Berikut merupakan respons mitra terhadap pemantauan rapat:

Kami Musik Indonesia (KMI)
  • KMI datang ke DPR atas inisiatif KMI sebagai musisi Indonesia untuk merespons draft RUU tentang Permusikan hasil inisiasi dari DPR, yang paling penting pada saat mempelajari draft tersebut harus melihat kualitas dari RUU tersebut
  • Di momen politik yang seperti ini merupakan waktu yang tepat untuk menyampaikan substansi, yang jelas harapannya dalam konteks pemerintah dan legislatif KMI akan memantau terus karena KMI masih memiliki pekerjaan rumah khususnya mengenai sosialisasi

Kesimpulan

Audiensi ini tidak menghasilkan kesimpulan.

Penutup

Audiensi Pimpinan DPR RI, Pimpinan DPR, Bambang Soesatyo, dengan Kami Musik Indonesia (KMI) ditutup oleh Bambang Soesatyo dari Fraksi Golkar dapil Jawa Tengah 7 pada pukul 14:10 WIB. Untuk membaca livetweet Pimpinan DPR, Bambang Soesatyo, Kami Musik Indonesia (KMI) mengenai Keberadaan dan Permasalahan RUU tentang Permusikan kunjungi https://chirpstory.com/li/417055

WikiDPR/dna

Ilustrasi foto: WikiDPR

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan