Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Desakan Penyelesaian Rancangan Undang-Undang dan Pelibatan Muhammadiyah – Audiensi Bambang Soesatyo dengan Pengurus Pusat Muhammadiyah

Tanggal Rapat: 17 Jan 2019, Ditulis Tanggal: 25 Feb 2019,
Komisi/AKD: Pimpinan DPR , Mitra Kerja: Pengurus Pusat Muhammadiyah

Pada 17 Januari 2019, Bambang Soesatyo selaku Ketua DPR menerima audiensi dari Pengurus Pusat
Muhammadiyah mengenai pembahasan beberapa Rancangan Undang-Undang (RUU) serta keterlibatan Muhammadiyah.

Audiensi dibuka dan dipimpin oleh Bambang Soesatyo dari Fraksi Golkar dapil Jawa Tengah 7 pada pukul 13.40 WIB. Audiensi dinyatakan terbuka untuk umum.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Pengurus Pusat Muhammadiyah
  • Kedatangan Pengurus Pusat Muhammadiyah kali ini adalah untuk mendorong penyelesaian delapan
    RUU. Adapun kedelapan RUU tersebut adalah (i) RUU tentang Minuman Beralkohon, (ii) RUU tentang
    Kewirausahaan Nasional, (iii) RUU tentang Ekonomi Kreatif, (iv) RUU tentang Pendidikan Keagamaan, (v)
    RUU tentang Sumber Daya Air, (vi) RUU tentang Energi Baru dan Terbarukan, (vii) RUU tentang Praktik
    Monopoli dan Persaingan Usahan, dan (viii) RUU tentang Kekerasan Sosial.
  • DPR sebagai lembaga negara resmi yang berperan dalam menampung aspirasi diharapkan dapat lebih terbuka dan melibatkan pemuda, tidak hanya pada saat sosialisasi, tetapi juga dapat dilibatkan dalam
    perumusan Undang-Undang.
  • Pengurus Pusat Muhammadiyah juga menyatakan bahwa ruang kosong di civil society ini seharusnya bisa diisi oleh para pemuda dalam pengawasan DPR.
  • Pengurus Pusat Muhammadiyah menginginkan agar kekuasaan DPR yang tidak terbatas ini bisa di sinergikan dengan Kelompok Pemuda Muhammadiyah.


Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respons anggota terhadap pemaparan mitra:

  • Satya menyampaikan beberapa permasalahan yang dihadapi Indonesia. Yang pertama adalah bahwa Indonesia dan beberapa negara lain sudah tertarik dengan konservatif politik, salah satunya adalah penggunaan politik identitas. Yang kedua, Satya juga menyampaikan bahwa saat ini banyak pemuda yang lebih mudah termakan oleh isu hoax tanpa menyaringnya terlebih dahulu. Adapun isu-isu hoax tersebut biasanya berasal dari platform Facebook kemudian disebarkan melalui Whatsapp, di Whatsapp informasi bisa tersebar sebegitu luasnya melalui grup. Namun, saat ini Facebook dan Whatsapp sedang berusaha untuk melakukan perbaikan agar peredaran informasi di dalamnya dapat disaring terlebih dahulu. Satya berharap agar bonus demografi yang segera dihadapi oleh Indonesia ini benar-benar bisa dimanfaatkan dengan baik. Ia juga menambahkan agar jangan sampai bonus demografi ini malah merugikan akibat banyaknya pemuda yang termakan oleh hoax. Terakhir, Satya menekankan agar para pemuda dapat lebih fokus pada nilai keutamaan bela negara sebagaimana yang telah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa.

  • Bambang menyatakan bahwa usulan RUU yang didesak oleh Muhammadiyah memang sedang diperjuangkan di DP bersama dengan RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang lainnya. Mengenai kekuasaan DPR, Bambang menyatakan bahwa kekuasaan DPR ini sebenarnya sangat terbatas. DPR tidak dapat membuat Undang-Undang dan memutuskan anggaran tanpa kehadiran pemerintah. Adapun kekuasaan terluas DPR ini ada di bidang pengawasan, fungsi pengawasan dilakukan DPR sendiri dengan bantuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). DPR juga telah menyepakati bahwa hari
    Senin sampai Rabu adalah hari untuk melaksanakan fungsi pengawasan, Kamis adalah hari legislasi, dan Jumat sampai Minggu akan dijadikan hari untuk mengunjungi dapil.

    Adapun dalam rangka melaksanakan fungsi legislasi, DPR saat ini sedang menyusun RUU yang mengatur
    bahwa pemilik platform seperti Facebook, Twitter, dan Whatsapp harus memiliki tanggung jawab kepada aparat penegak hukum. Mereka telah mengambil keuntungan besar tanpa membayar pajak. DPR menghendaki agar para pemilik platform ini harus bertanggung jawab atas hoax yang tersebar di dalamnya.

    Untuk para pemuda, Bambang menghimbau agar pemuda Indonesia ini dapat menjunjung tinggi nasionalisme. Sebab, apabila para pemuda tidak memiliki nasionalisme yang tinggi, maka bukan tidak mungkin jika sepuluh sampai dua puluh tahun lagi Indonesia akan dikuasai oleh partai politik. Penguasaan negara oleh partai politik ini akan berujung pada penguasaan parlemen dan pembuatan kebijakan yang merugikan negara.

Respons Mitra

Berikut merupakan respons mitra terhadap pemantauan rapat:

Pengurus Pusat Muhammadiyah

Tidak ada respon


Kesimpulan

Audiensi ini tidak menghasilkan kesimpulan.

Penutup

Audiensi Ketua DPR, Bambang Soesatyo dengan Pengurus Pusat Muhammadiyah ditutup pada pukul 14.12
WIB.

Untuk membaca rangkaian livetweet audiensi Pengurus Pusat Muhammadiyah dengan Bambang Soesatyo,
kunjungi https://chirpstory.com/li/415834.

Ilustrasi : Youtube.com

WikiDPR/Frd

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan