Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Pembicaraan Tingkat I Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2024, dan RUU Pertanggungjawaban APBN 2022 — Badan Anggaran (Banggar) DPR-RI Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Keuangan, dan Gubernur Bank Indonesia

Tanggal Rapat: 29 Aug 2023, Ditulis Tanggal: 27 Nov 2023,
Komisi/AKD: Badan Anggaran , Mitra Kerja: Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia

Pada 29 Agustus 2023, Badan Anggaran (Banggar) DPR-RI mengadakan Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Keuangan, dan Gubernur Bank Indonesia terkait Optimalisasi Peran dan Fungsi Kementerian Hukum dan HAM Jelang Pemilihan Umum Tahun 2024. Raker ini dibuka dan dipimpin oleh Said dari Fraksi PDIP dapil Jawa Timur 11 pada pukul 14.02 WIB.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia

Menteri Keuangan:

  • Tahun 2022 pada saat Indonesia masih terantuk-antuk dalam situasi menghadapi pandemi dimana tentu saja pada saat seperti situasi omicron memaksa kita harus melakukan adjustment. Dengan pembatasan kita juga dihadapkan pada masalah baru yaitu geopolitik.
  • Dimana pada bulan Februari Pemerintah masih ingat sekali kami sebagai host dari G-20 Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral pertemuan pertama G-20 di yang seharusnya di Bali terpaksa dipindah ke Jakarta karena kita ingin tetap melakukan secara fisik meskipun di tengah-tengah omicron.
  • Tahun 2020 APBN bekerja luar biasa merespons ancaman jiwa dan oleh karena itu pertama kali kita membolehkan defisit di atas 3% melalui Perpu Nomor 1 Tahun 2020 yang menjadi UU Nomor 2 Tahun 2020.
  • Tahun 2021 di tengah amukan varian Delta APBN kita masih desain dengan angka yang cukup suportif tinggi yaitu 5,5% di tengah jalan kita tambahkan defisit menjadi 5,7 karena dengan varian Delta dan kegiatan ekonomi yang terhenti kita melebarkan defisit namun realisasinya kita bisa tekan di 4,57%.
  • Tahun 2022 yang kita tutup dan kita pertanggungjawabkan hari ini kita lihat awal tahun karena kita membahas tahun 2022 di tengah-tengah varian Delta maka defisit didesain pada 4,85%. Maka kita tetap memberikan support APBN dalam bentuk defisit 4,85% dari GDP.
  • Pertumbuhan kita juga cukup merata dan inklusif seluruh daerah sudah mulai pulih dari efek luka akibat pandemi. Jawa tumbuhnya cukup baik namun Sumatera mulai pulih yang tadinya negatif 1,2 tahun 2020 tumbuh 3,2 tahun 2021 dan 10 di 4,7 Kalimantan tumbuh di 4,9, Sulawesi bahkan tumbuh di 7,1%, Maluku dan Papua di 8,7. Bali dan Nusa Tenggara yang terpukul sangat dahsyat akibat pandemi bahkan bisa tumbuh di atas 5%.
  • Berbagai indikator Kesejahteraan Rakyat juga mulai pulih di tahun 2022. Inflasi yang kita bisa jaga pada saat dunia justru mengalami perlemahan dan inflasi tinggi namun juga berbagai indikator pemerataan dari pertumbuhan serta kesejahteraan juga membaik.
  • Pengangguran turun dari 6,49 ke 5,86% atau dari 9,1 juta orang menjadi hanya 8,4 juta. Gini ratio mengalami 0,381. Tingkat kemiskinan turun dari 9,71 ke 9,57 atau dari 26,5 juta ke 26,4 juta dan indeks pembangunan manusia kita meningkat dari 72,29 ke 72,91.
  • Dari sisi realisasi APBN pendapatan negara Tahun 2022 mencapai 2.635,8 Triliun dibandingkan dengan tahun 2021 jelas kenaikannya sangat tinggi 2.011,3 Triliun menjadi 2.635. Namun dibandingkan dengan APBN awal 2.266,1 triliun ini adalah 116% nya.
  • Belanja negara kita jaga secara disiplin kenaikan belanja yang luar biasa pada situasi covid pada tahun 2021 mencapai 2.786,4 Triliun di dalam anggaran 2022 dianggarkan 316,4 Triliun realisasinya sedikit di bawah 3.096,2 Triliun.
  • Dengan penerimaan negara yang tinggi dan belanja yang kita jaga disiplin maka kita lihat defisit realisasi Tahun 2022 turun secara sangat tajam hanya 460,4 Triliun.
  • Pembiayaan netto kita Tahun 2022 adalah 590,9 Triliun menurun tajam dari realisasi pembiayaan tahun 2021 yang sebesar 871,7 Triliun dan jauh lebih kecil dari anggaran APBN 2022 yang ditetapkan DPR 840,2 Triliun.
  • Belanja Negara yang dalam bentuk pembentukan kualitas SDM seperti pendidikan dan kesehatan mayoritas tidak menghasilkan kenaikan aset di dalam neraca.
  • Dalam Tahun 2022 juga terlihat ada perubahan saldo anggaran lebih atau SAL. Pada SAL awal 388,1 Triliun tahun 2021 berubah menjadi 337,8 Triliun. Tahun 2022 Pemerintah tidak menggunakan SAL bahkan Pemerintah membukukan SILPAS 130 Triliun dan ada penyesuaian SAL sebesar 10,6 Triliun. Pada Tahun 2022 kita dalam posisi SAL akhir adalah di 478,9 Triliun.
  • Untuk 2022 PC PEN 2022 itu 396 Triliun di mana kita mengkonsolidasi kategori dari PC PEN hanya menjadi 3 kelompok saja yaitu penanganan kesehatan, perlindungan masyarakat dan pemulihan ekonomi.
  • Di dalam menggunakan APBN Pemerintah terus menjaga rambu-rambu tata kelola yang baik. Kami berkomitmen untuk terus menindaklanjuti rekomendasi dari DPR-RI dalam Undang-Undang P2 APBN.
  • Pemerintah juga telah Menindaklanjuti temuan pemeriksaan dari BPK dan berkomitmen menyelesaikan rekomendasi BPK terhadap LKPP Tahun 2022 Tahun 2022 BPK memiliki 16 temuan dan 48 rekomendasi yang diberikan kepada Pemerintah.
  • Untuk agenda kedua, Mengenai kondisi perekonomian bahwa Indonesia relatif baik di dalam menjaga momentum pemulihan ekonominya.
  • Sejak tahun 2014 hingga 2019 Indonesia tumbuh di atas rata-rata dunia pada saat terjadinya banyak juga guncangan seperti paper tantrum dan mulai terjadinya ketegangan antara Amerika dengan RRC.
  • Saat Pandemi Indonesia kontraksi ekonominya relatif lebih dangkal dibandingkan kondisi dunia. Pemulihan ekonomi 2021 Tertinggal dari pemulihan ekonomi dunia. Indonesia tumbuh 3,7 tapi dunia di 6,4 namun ini merupakan sesuatu yang kemudian memberikan blessing karena mulai dengan akhir 2021 dan sepanjang 2022 kita bisa tetap menjaga momentum growth di atas 5%.
  • APBN kita bekerja terus dengan tiga fungsi sebagai stabilisasi, alokasi dan distribusi. Dari sisi stabilisasi kita menggunakan APBN dengan defisit yang sangat prudent dibandingkan negara-negara lain dan juga efektivitas dari APBN.
  • Indonesia juga memiliki rasio utang yang relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara peer di G-20 dan Asean.
  • Namun tantangan pasca pandemi tidak lebih mudah. Dunia kompleks dengan geopolitik yang meruncing, perubahan iklim dan juga digitalisasi yang menimbulkan dampak terhadap labor market atau pasar tenaga kerja ekonomi dunia.
  • Resiliensi dari ekonomi kita masih tetap terjaga kita tumbuh di 5,3 tahun lalu dan tahun ini kita masih dua Kuartal di atas 5%. Peningkatan daya beli masyarakat menjadi salah satu kuncinya. Konsumsi tumbuh di 5,2%. Nilai ekspor kita antisipasi menurun namun karena Indonesia melakukan hilirisasi telah menimbulkan nilai tambah ekspor kita yang melonjak dan ini memberikan suatu boosting terhadap ekonomi.
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia merata di seluruh daerah dan berkualitas dengan penurunan dari pengangguran, kemiskinan maupun posisi Indonesia yang sudah masuk upper middle income country.
  • Dengan adanya upaya perbaikan nilai ekspor kita yang berdasarkan nilai tambah ini memberikan resiliensi terhadap kinerja ekspor meskipun dihantam dengan perlemahan global.
  • Indonesia harus terus meningkatkan kemampuan kita masuk dalam supply chain dunia dan sekaligus menciptakan nilai tambah.
  • Sebagai negara dengan ekonomi besar Indonesia juga harus menjaga domestik source of growth atau sumber pertumbuhan ekonomi domestik kita baik dari sisi konsumsi dengan daya beli yang terjaga dan investasi dari sisi iklim investasi yang membaik.
  • Pemerintah dan DPR-RI juga akan terus menjaga kesehatan dan stabilitas sektor keuangan kita. Kredit perbankan sudah mulai meningkat yaitu di 13,4% dan pihak ketiga kita juga terus mengalami kenaikan dan nilai saham serta kapitalisasi dari pasar saham mengalami kenaikan yang memberikan residensi terhadap daya tahan sektor keuangan kita.
  • Dalam kondisi dunia yang mengalami kenaikan suku bunga ekstrem dengan inflasi tinggi Indonesia tetap menjaga yield SBN kita dalam posisi yang stabil bahkan spread-nya cenderung sangat menurun dibandingkan USD 10 tahun.
  • Dengan latar belakang tersebut tahun 2024 berbagai asumsi dasar ekonomi makro yang kita gunakan adalah sebagai berikut: Growth tahun depan diperkirakan tetap terjaga momentum di 5,2% inflasi tetap kita bisa kendalikan di 2,8%, nilai tukar di 15.000, harga minyak stabil di 80 dolar per barel, suku bunga SBN 10 tahun di 6,7%, destin minyak 625 per barel dan lifting gas 1.033.000 barel/hari.
  • APBN untuk tahun 2024 adalah untuk mendorong transformasi ekonomi menciptakan inklusivitas dan sustainability oleh karena itu kita akan terus mendorong berbagai program struktural untuk menjaga kesejahteraan masyarakat.
  • Ini masih sangat konsisten dengan tujuan visi Indonesia maju 2045 dimana fokus terhadap human capital infrastruktur dan institution sebagai poros untuk memperbaiki produktivitas dan juga untuk meningkatkan nilai tambah tanpa mengorbankan sustainabilitas.
  • SDM merupakan aset yang paling penting. Kita telah mengeluarkan 3.492 Triliun untuk pendidikan dalam periode 2015 hingga 2022 dengan berbagai capaian output dari sisi jumlah sekolah, rata-rata sekolah dan APK dari murid-murid. Kesehatan kita keluarkan 1.149 meskipun diakui yang terkait covid adalah 293,7 Triliun. Perlindungan sosial kita akan diperluas sepanjang Hayat mulai dari PAUD hingga lansia.
  • Dengan berbagai intervensi Kemiskinan mulai bisa diturunkan kembali sesudah mengalami kenaikan akibat pandemi.
  • Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas dan mobilitas yang efisien. Dengan 2.778 Triliun antara 2015 hingga 2022 yang telah kita belanjakan untuk membangun infrastruktur berbagai hasil seperti jumlah tol yang beroperasi mencapai sekarang 2.687 kilo dari 802 pada 2014. Jumlah jalan umum yang terus dipelihara dan ditingkatkan 549.000 kilo pembangkit listrik naik 81,2 GW, Bendungan mencapai 16,93 miliar kubik dan bandara udara yang melonjak dari 237 menjadi 287 bandara udara sedangkan pelabuhan laut naik dari 1.655 menjadi 3.157.
  • APBN 2024 didesain sebagai berikut: untuk kemiskinan akan mulai kita turunkan antara 6,5 hingga 7,5% Cini ratio ke 0,374 ke 0,377. Pengangguran ditekan terus pada level 5% hingga 5,7. Indeks pembangunan manusia 73,9 hingga 74,02. Nilai tukar petani 105 hingga 108 dan nilai tukar nelayan 107 hingga 110.
  • Ini akan dilakukan dengan Belanja Negara yang mencapai 334,1 Triliun naik 78,7 Triliun dari belanja tahun 2020. Pendapatan negara tahun depan diperkirakan mencapai 2781,3 Triliun atau naik 1.133,5 Triliun dari tahun 2020 defisit tahun 2024 didesain pada 2,29% dari GDP yaitu 522,8 Triliun turun dari tahun 2020 sebesar 424,9 Triliun yang tadinya 947,7 Triliun.
  • Penerimaan pajak yang mencapai 2.37,9 akan kita dukung melalui langkah-langkah reform pelaksanaan korteks penggunaan teknologi yang semakin terintegrasi join program dan pelaksanaan undang-undang HPP pajak diperkirakan akan tetap tumbuh 9,3%.
  • Pemerintah juga akan memfokuskan pada penggunaan digital forensik Pajak masih juga memberikan insentif perpajakan di dalam mendukung transformasi ekonomi, menuju ekonomi hijau dan berbasis pada kendaraan listrik kita juga mendukung hilirisasi, mendukung UMKM dan mendukung peningkatan kualitas SDM.
  • Untuk kepabeanan dan cukai groosnya kita targetkan 7% mencapai 321 triliun di mana cukai naik 8,3% mencapai 246 triliun biaya masuk naik 8,1% dengan 57,4 triliun sedangkan biaya keluar mengalami penurunan seiring dengan hilirisasi dan policy.
  • Untuk PNBP kita masih memperkirakan koreksi dari sumber daya alam masih terjadi sehingga level PNBP kita ada di 473 triliun tahun 2024 atau turun 8,4 lebih karena koreksi dari sisi harga SDA karena pelemahan ekonomi global yang akan terus berlanjut.
  • Belanja Pemerintah Pusat tahun 2024 mencapai 2.446 terutama untuk mendukung kualitas SDM infrastruktur dan dari sisi reformasi kelembagaan tahun depan kita juga akan menuntaskan berbagai proyek strategis nasional.
  • Inpres jalan yang telah diberlakukan Mulai tahun ini dan diakselerasi tahun depan dan tentu tahun depan untuk pembangunan IKN serta pelaksanaan Pemilu menjadi sangat penting.
  • APBN akan tetap standby sebagai faktor kenaikan atau peningkatan anggaran pertahanan keamanan dan juga di dalam rangka menjaga keamanan dari sisi Pemilu.
  • Kebijakan transformasi ekonomi yang merupakan tema pertama dan utama dari APBN 2024 terlihat dari berbagai belanja prioritas yaitu pendidikan 660 Triliun, perlindungan sosial 493 triliun, infrastruktur 422,7 triliun serta belanja kesehatan 186,4 triliun dan belanja ketahanan pangan 108,8 triliun bahkan belanja hukum dan Hankam.
  • Akan dianggarkan subsidi dan kompensasi 329,9 triliun untuk energi dengan asumsi subsidi untuk solar adalah 1000 per liter LPG subsidi per kilonya 8.943/kg dengan harga jual 4.250/kg. Volume dari elpiji 8,03 juta metrik ton.
  • Untuk listrik untuk 450 Va dan 900 Va yang masuk dalam dtks tetap menikmati subsidi subsidi non energi terutama untuk pupuk mencapai 114,3 triliun. Subsidi PSO untuk berbagai pelayanan umum bunga KUR yang ditargetkan mencapai 12 juta debitur.
  • UMKM yang akan mendapatkan subsidi bunga dan pajak yang ditanggung Pemerintah terutama untuk panas bumi dan SBN valas transfer ke daerah tahun 2024 mencapai 857,6 triliun.
  • Pemerintah Daerah diharapkan akan semakin meningkatkan kemandirian fiskal dengan pendapatan asli daerah yang akan meningkat ke-28,14% dari total pendapatan daerah yang tadinya hanya 24%.
  • Pemerintah juga berharap dengan pelaksanaan dana desa yang sudah cukup lama tahun 2015 akan makin menghasilkan desa-desa dengan kualitas kesejahteraan yang baik atau Desa Mandiri.
  • APBN dengan defisit 2,29% untuk tahun 2024 akan kita kelola secara hati-hati karena seperti kami sampaikan dunia masih dihadapkan pada Higher for longer. Keseimbangan primer masih negatif namun sangat tipis di 25,5 triliun ini diharapkan menuju balance.
  • Untuk APBN 2024 pembiayaan investasi akan mencapai 176,2 triliun. 105 triliun adalah untuk berbagai belanja dalam bentuk PMN dan juga cluster infrastruktur, pangan dan cluster lingkungan hidup serta cluster pendidikan
  • Pemerintah akan terus bekerja sama dengan Kementerian BUMN agar BUMN kepada BUMN juga akan memberikan hasil yang optimal dan juga berbagai anggaran untuk dana abadi juga akan makin diproduktifkan.
  • Dengan defisit 2,29 yaitu 522,8 triliun itu turun hampir dua kali lipat dibandingkan situasi pada kondisi covid tahun 2020.
  • Keseimbangan primer kita akan turunkan mendekati Netral hanya 25,5 triliun dibandingkan tahun 2020 yang 633,6 triliun ini adalah turun 25 kali lipat. Sedangkan pendapatan negara naik 68,8% dari situasi covid tahun 2020 Belanja Negara naiknya 27,3.

Gubernur Bank Indonesia:

  • Perkiraan kami ekonomi global tahun ini 2,7 tahun depan juga masih lambat 2,8. Masalahnya sejumlah negara yang mitra utama kita itu banyak yang mengalami perlambatan.
  • Pemerintah dan DPR-RI harus lebih banyak mengandalkan ekonomi dalam negeri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kita karena ekonomi global yang pertumbuhannya lambat.
  • Pemerintah dan DPR-RI harus menjaga bersama stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Komitmen kami bersama Menteri Keuangan untuk menjaga ekonomi kita stabil dan pertumbuhan ekonomi tetap tinggi.
  • Bank Indonesia patut bersyukur bahwa ekonomi kita termasuk yang terbaik di dunia. Pertumbuhan ekonomi tinggi setelah 5,17 di triwulan 2, triwulan 3 kami perkirakan sekitar 5,5. Dari sumber pertumbuhan domestik ekonomi khususnya dari konsumsi para milenial.
  • Inflasi sangat rendah termasuk yang terendah di dunia karena inflasi di bulan lalu ada 3,08% ini konsistensi kebijakan moneter, stabilitas nilai tukar rupiah dan juga berkaitan dengan gerakan nasional pengendalian inflasi pangan yang dari pusat sampai ke daerah yang terus ke bersama-sama terus kita lakukan.
  • Bank Indonesia terus melakukan stabilisasi nilai tukar komitmen kami untuk melakukan stabilitas nilai tukar kami terus melakukan intervensi di pasar spot maupun domestik. Kami juga mensukseskan PP 36 2023 kami sudah keluarkan 7 instrumen untuk penempatan TEDHE.
  • Bank Indonesia laporkan eksportir yang sudah memasukkan rexus itu tempo hari 34 eksportir sekarang adalah 68.
  • Secara keseluruhan year to date nilai tukar adalah 1,78 untuk apresiasi masih lebih baik dari negara lain. Secara keseluruhan kami perkirakan nilai tukar untuk tahun ini berkisar adalah 14.800 sampai 15.200.
  • Untuk kebijakan moneter kami akan tetap untuk pro-stability. Tidak hanya mengenai suku bunga tapi juga intervensi dipasar valuta asing demikian juga deposit untuk devisa hasil ekspor sekuritas rupiah. Koordinasi dengan Pemerintah juga harus dilakukan untuk DHSDA maupun inflasi.
  • Untuk sistem pembayaran kami terus perluas digitalisasi maupun kerjasama antar negara. Kemudian juga kartu kredit Pemerintah juga sudah kami keluarkan. Penyaluran Bansos kami terus juga lakukan juga perluasan kerjasama sistem pembayaran secara internasional.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan