Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Peranan Indonesia dalam Kasus Rohingya — Komisi 1 DPR RI Rapat Kerja dengan Menteri Luar Negeri

Tanggal Rapat: 11 Sep 2017, Ditulis Tanggal: 17 Sep 2020,
Komisi/AKD: Komisi 1 , Mitra Kerja: Menteri Luar Negeri→Retno Marsudi

Pada 11 September 2017, Komisi 1 DPR RI mengadakan Rapat Kerja dengan Menteri Luar Negeri mengenai Peranan Indonesia dalam Kasus Rohingya. Raker ini dibuka dan dipimpin oleh Asril Tanjung dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dapil DKI 1 pada pukul 14:14 WIB dan dinyatakan terbuka untuk umum. (Ilustrasi: boombastis.com)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Menteri Luar Negeri → Retno Marsudi
  • Menteri Luar Negeri baru kembali dari misi diplomatik ke Myanmar dan Bangladesh terkait kekerasan di Rakhine State.
  • Lingkaran kekerasan di Rakhine mulai saat 30 pos polisi diserang oleh Rakhine Army. Serangan ini dibalas oleh militer Myanmar yang memakan korban jiwa lebih banyak
    • Pengungsi dari komonitas Islam lebih senang pergi ke Utara sementara komunitas Budha ke Selatan
    • Di Myanmar, Menteri Luar Negeri bertemu dengan Panglima Perang, state minister dan Aung San Suu Kyi
    • Sepulang dari Naypyidaw, Menteri Luar Negeri bertemu dengan UNHCR dan duta besar Yangoon membahas krisis kemanusiaan
    • Menteri Luar Negeri mengusulkan dilakukan deeskalasi untuk pengamanan stabilitas, militer harus lakukan perlindungan pada innocent civilan, serta pengawasan angkatan bersenjata
    • Hubungan baik antara Indonesia-Myanmar dan Indonesia-Bangladesh merupakan kunci perdamaian Rakhine atas rekomendasi Kofi Anan
    • Proteksi bagi innocent civilian women and children adalah yang paling utama
    • Saat bertemu dengan state counselor (Sung Kyi), Menteri Luar Negeri mengsulkan 4 elemen, yaitu perdamaian, no use of force, protection for all, dan kemudahan akses bantuan
    • Laporan Kofi Annan telah disampaikan kepada pemerintah Myanmar dan sudah berjanji akan mengimplementasikan 88 butir laporan
    • Mengenai bantuan, Pemerintah Myanmar membuka diri terhadap bantuan dari negara lain dan melibatkan red cross movement
    • Menteri Luar Negeri mengusulkan kepada Suu Kyi untuk membuka diri akan bantuan kemanusiaan, Menteri Luar Negeri akan melanjutkan pertemuan dengan Menlu ASEAN untuk memberi bantuan
    • Mengenai implementasi laporan Kofi Annan, Myanmar akan membentuk komite untuk mengkoordinasikan dan mengawasi implementasi laporan tersebut
    • Dua hari sebelum berangkat ke Myanmar, Menteri Luar Negeri membentuk Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) dengan menggandeng NGO Myanmar yang punya track record yang baik
  • Menteri Luar Negeri melakukan pertemuan di Dhaka bersama PM dan Menlu Bangladesh serta UNHCR dan IOM
    • Bangladesh setuju dengan usulan bantuan kemanusiaan dari Indonesia
    • Kondisi pengungsi di Bangladesh tidak baik, pengungsi kekurangan air, bantuan dan shelter
    • Misi Kementerian Luar Negeri juga sekalian untuk memperbaiki hubungan Myanmar-Bangladesh yang sebenarnya sudah dilakukan sejak Desember 2016
    • Menteri Luar Negeri berkomunikasi dengan NSA Myanmar, Menlu Myanmar, Kofi Annan, Menlu Turki dan Sekjen PBB untuk mengatasi krisis kemanusiaan dan mendukung gerakan cepat Indonesia. Selain itu juga komunikasi dengan Menlu Belanda, EU, Iran, Inggris, Australia dan Presiden ICRC. Komunikasi juga dilakukan dengan seluruh Menlu negara ASEAN dan mendukung kontribusi ASEAN
    • Menteri Luar Negeri sudah mengirim surat ke ketua ASEAN, yaitu Filipina agar bisa menjadikan isu Rohingya menjadi isu yang dibahas pada sidang PBB di Ney York pada tanggal 23 September 2017
  • Presiden Jokowi juga baru melakukan pertemuan di Singapura.
    • 7 September adalah perayaan 50 tahun hubungan diplomatik RI-Singapura
    • Dalam pertemuan, RI-Singapura membahas investasi, pariwisata dan digital ekonomi
    • Singapura merupakan investor terbesar RI senilai 9,2 M pada tahun 2016. Kawasan industri Kendal merupakan hasil kerja sama dengan Singapura dan telah menyerap 4.000 tenaga kerja, rencana akan diadakan pendidikan vokasi. RI-Singapura sepakati Bilateral Investment Treaty
    • Sektor pariwisata, RI akan mengembangkan The New 10 Bali, pengoperasian genting cruise line ke Bali dan Surabaya
    • Sektor digital economy adalah suatu keniscayaan tapi selalu menekankan prinsip inclusiveness. RI-Singapura mengembangkan incubator block serta pendidikan dan pelatihan IT
    • RI dan Singapura telah menandatangi MoU G to G dan B to B
    • Anniversary diplomatik akan diadakan pameran prangko dan drumband TNI

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan