Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Strategi Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019-2024 - Komisi 10 DPR-RI Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Tanggal Rapat: 6 Nov 2019, Ditulis Tanggal: 24 Mar 2020,
Komisi/AKD: Komisi 10 , Mitra Kerja: Nadiem Makarim – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud),

Pada 6 November 2019, Komisi 10 DPR-RI mengadakan Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai Strategi Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019-2020. Raker ini dibuka dan dipimpin oleh Syaiful Huda dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dapil Jawa Barat 7 pada pukul 13:30 WIB dan dinyatakan terbuka untuk umum.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Nadiem Makarim – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)
  • Nadiem dipilih karena Presiden ingin menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan sepertinya berkaca kepada perusahaan yang Nadiem naungi dulu.
  • Perubahan akan semakin cepat maka akan meningkatkan kebutuhan, SDM yang unggul dan berinovasi sangatlah penting.
  • Bidang pendidikan perlu banyak lompatan, harus maju melangkah dengan berani.
  • Nadiem sudah pernah mencicipi kurikulum di berbagai dunia. Alasan Nadiem menerima panggilan untuk mengabdi ke negara adalah sama seperti tujuan Nadiem mempesarkan perusahaan dahulu yaitu mengenalkan Indonesia di mata dunia.
  • Apapun kompleksitas yang dihadapi tetapi jika dihadapi dengan kemampuan yang baik maka kompleksitas tersebut dapat diatasi.
  • Nadiem sebagai Menteri menganggap bahwa tugas Guru lebih berat daripada seorang Menteri karena harus menghadapi Murid dengan latar belakang yang berbeda.
  • Arahan Presiden untuk menciptakan SDM unggul
    • Pendidikan karakter dan pengamalan Pancasila
    • Deregulasi dan debirokratisasi
    • Meningkatkan investasi dan inovasi
    • Penciptaan lapangan kerja
    • Pemberdayaan teknologi
  • Pendidikan karakter merupakan komponen pendidikan yang terpenting. Jika karakter anak bangsa tidak kuat maka akan mudah tergerus, untuk itu anak bangsa harus berpikir independen dan kritis. Pendidikan karakter juga penting untuk kultur kerja keras dan nantinya akan langsung berdampak pada produktivitas ekonomi.
  • Sebagai representatif millenial, Nadiem akan membuat pendidikan karakter dilakukan dalam kehidupan sehari-hari karena pendidikan karakter dan pengamalan Pancasila menjadi prioritas.
  • Peraturan yang dibuat selama ini jarang dicek apakah berhasil meningkatkan mutu pembelajaran, Nadiem akan sisir satu per satu Peraturan.
  • Nadiem dan Presiden berdiskusi tentang bagaimana menyederhanakan pendidikan Indonesia dengan kurikulum yang menggunakan banyak buku.
  • Bagaimana menciptakan SDM muda yang kreatif dan inovatif jika Gurunya tidak diperbolehkan inovatif dan kreatif.
  • Banyaknya instansi Pemerintah yang harus bekerja sama, akreditasi, dan evaluasi seharusnya disederhanakan supaya interaksinya tidak terlalu luas dan Guru bukan hanya navigasi tetapi fokus mengajar.
  • Menciptakan pembelajaran yang soft skill untuk bekerjanya dilatih, kurikulum bukan kontennya yang perlu tetapi caranya diajarkan.
  • Menumbuhkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan di masa depan.
  • Teknologi akan diberdayakan untuk membantu pendidikan dan bukan menggantikan pembelajaran karena pembelajaran tidak bisa digantikan, efesiensi waktu akan dipersingkat.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan