Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Kesiapsiagaan dan Langkah Strategis dalam Menghadapi Covid-19 - Komisi 7 DPR-RI Rapat Kerja (Raker Virtual) dengan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala LPNK (BPPT, LIPI, dan LAPAN) serta Direktur LBM Eijkman

Tanggal Rapat: 14 Apr 2020, Ditulis Tanggal: 16 Apr 2020,
Komisi/AKD: Komisi 7 , Mitra Kerja: Kepala LIPI

Pada 14 April 2020, Komisi 7 DPR-RI mengadakan Rapat Kerja (Raker Virtual) dengan Menteri Ristek dan Teknologi/Kepala BRIN dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala LPNK (BPPT, LIPI dan LAPAN) serta Direktur LBM Eijkman mengenai Kesiapsiagaan dan Langkah Strategis Menghadapi Covid-19. Raker dan RDP ini dibuka dan dipimpin oleh Sugeng Suparwoto dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dapil Jawa Tengah 8 pada pukul 13:00 WIB dan dinyatakan terbuka untuk umum.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Menristek/Kepala BRIN
  • Alasan pembentukan Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19
    • Inisiatif Kemenristek/BRIN membentuk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, adalah untuk mendukung percepatan penanganan pandemik Covid-19.
    • Seluruh tim peneliti Kemenristek/BRIN diarahkan untuk membantu mencegah, mendeteksi, dan merespon secara cepat dalam penanggulangan penyakit Covid-19 melalui riset dan inovasi di bidang pencegahan (vaksin dan suplemen), skrining, diagnosis, pengobatan dan teknologi alat kesehatan terkait Covid-19.
  • Anggota Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 terdiri dari LPNK, BUMN, Kemkes, BPOM, Dikti, Rumah Sakit, Diaspora, dan Perguruan Tinggi.
  • Program Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19
    • Pencegahan
      • Tanaman obat, vaksin, suplemen, APD, Handsanitizer, desinfektan, mobile hand washer, public education, chamber ozon.
    • Skrining dan diagnosis
      • Rapid test berbasis anti bodi dan antigen, Test Kit RT-PCR, Mobile laboratory BSL2.
    • Alat Kesehatan dan Pendukung
      • Ventilator, software data movement, Peta geospasial, Robot pemberian obat
    • Terapi
      • Multicenter Clinical Trial, Plasma, Serum yang mengandung anti bodi
  • Realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp38,04 miliar.
  • Pemeriksaan oleh LBM Eijkman
    • LBM Eijkman sudah sejak lama memiliki kemampuan untuk melakukan penelitian dan tes pemeriksaan vaksin, seperti HSN1, SARS, Corona tentu termasuk test Covid-19.
    • Sekarang sudah ditunjuk sebagai Laboratorium untuk melakukan pemeriksaan diagnostik Covid-19 berbasis PCR membantu Kemenkes.
    • Beban pekerjaan pemeriksaan ini luar biasa padat. Di LBM Eijkman bekerja dalam 2 kelompok secara parsial
      • Satu kelompok per hari terdiri dari 2-3- batch dimana per batch (@5 jam) menyelesaikan sekitar 45 specimen, sehingga sehari dengan total sebanyak 180-270 specimen.
      • Oleh karena itu mulai mendatangkan alat Laboratorium PCR dan juga robot, target kapasitas pemeriksaan bisa sampai 1000 per hari.
    • Ristek/BRIN terus berkomitmen memperkuat dan memfasilitasi LBM Eijkman.
    • Selain pemeriksaan, LBM Eijkman dapat mengembangkan vaksin Covid-19 bersama dengan lembaga lain dibawah koordinasi Ristek/BRIN.
  • Penyiapan SDM - Program Indonesia Memanggil LIPI
    • LIPI menyadari keterbatasan SDM yang berkompeten dalam pemeriksaan Covid-19 berbasis PCR sangat nyata, maka LIPI mengadakan kegiatan “Indonesia Memanggil” dan lebih dari 800 orang telah mendaftar untuk dilatih dalam peningkatan kapasitas pemeriksaan menggunakan PCR, karena kebutuhan SDM besar maka diadakan batch ke 2.
    • Pelaksanaan meliputi online lecture dan praktek di laboratorium. Untuk gelombang I, berlangsung tanggal 31 Mar-2April 2002. Peserta dari puslit bioteknologi dan Biologi LIPI, Mabes dan Puskesad TNI AD. Kebutuhan internal LIPI 48 orang. Peserta dari luar LIPI ditampung dalam online lecture 150 orang. Pengajar dari Litbangkes, LIPI, Wordbiohaztech, dan Nottingham University UK.
    • LIPI dengan kelengkapan Laboratorius BSL3, telah sipa menjadi tempat pemeriksaan Covid-19 berbasis PCR sampai 1000 sample per hari. Sekarang dalam proses memperoleh ijin Kementerian Kesehatan.  
  • Pengembangan Tes Kit dalam rangka skrining dan diagnosis
    • Secara garis besar yang akan dikembangkan terdiri dari 2 jenis, yaitu
      • Non-PCR Diagnostic Test Covid-19
      • PCR Diagnostic Test Covid-19
    • Non-PCR Diagnostic Test Covid-19 ada 2 yang dikembangkan
      • Rapid Diagnostic Test Kit berbasis antibody IgG IgM (hasil tes ini bisa dibaca secara cepat kurang lebih 5-10 menit, sensitifitas sekitar 75%, kelemahan bisa false negatif karena antibodi IgG dan IgM muncul setelah 6 hari infeksi, dan masih harus dikonfirmasi dengan PCR, bermanfaat untuk skrining dan tindakan penting berikutnya. Target 6 minggu kedepan sudah bisa produksi 100.000 Tes Kit.
      • Rapid Diagnostic Test Microchip (Tes kit berbasis antigen), dapat mendeteksi mulai hari ke-2 infeksi. Microchip sudah jadi, perlu waktu 4 bulan untuk bisa produksi.
  • Pengembangan Tes Kit berbasis PCR
    • Purwarupa (prototype) Tes kit Covid-19 buatan Ristek/BRIN (BPPT), Nusantics diberi nama Nusantara TFRIC-19 (Taskforce Riset dan Inovasi Covid-19). Tes Kit yang mampu mendeteksi virus SARS-Cov-2 ini, telah dilakukan uji akurasi dan validasi prototipe strain Asia dan akan disesuaikan dengan transmisi lokal Indonesia.  
  • Alat Kesehatan - Progress Portable Ventilator
    • Kebutuhan ventilator pasien Covid-19 sangat tinggi terutama di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.
    • Konsorsium sudah mengembangkan ventilator baik oleh BPPT, Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi ataupun Konsorsium membantu memfasilitasi pembiayaan, prototyping, koneksi uji di BPFK Kemkes dan menyambungkan dengan industri Perguruan Tinggi, terdapat 16 kelompok dengan dua jenis CPAP dan jenis Ambu Bag.
    • BPPT sendiri sudah selesai pembuatan fisik ventilator dan uji bersama tenaga dokter, sudah selesai proses ijin BPFK Kemkes untuk 18 indikator tinggal menunggu tes indurasi, rencana tanggal 25 April akan produksi 200 unit (diproduksi oleh PT LEN, PT Polijaya, masing-masing 100 unit).
  • Alat Kesehatan - Mobile Laboratory BSL2
    • Di area Work From Home (WFH) dan keadaan biasa, maka penting untuk mendekatkan pemeriksaan laboratorium ke masyarakat pengguna.
    • Dengan Mobile Lab BSL2 ini maka dapat dilakukan pemeriksaan dengan RDT (Rapid Diagnostic Test) kit Covid-19 yang hasilnya bisa dilihat setelah 10-15 menit pelaksaan tes, pemeriksaan dengan PCR (2-3 hari) atau pemeriksaan cholesterol, dalah rutin, asam urat, gula, dll.
    • Dengan design mobile lab BSL2 ini pula pemeriksaan bisa dilakukan dengan “drive thru”.
  • Alat Kesehatan - Powered Air Purifying Respirator
    • Alat bantu pernafasan dengan udara yang termurnikan bagi petugas tenaga kesehatan, sudah selesai prototipe, proses uji di BPFK sudah siap 10 prototipe.
  • Suplemen
    • Systematic Review
    • Studi Bioinformatika
    • Uji Klinis Rumah Sakit
    • Jahe merah, echinaceae, meniran, dan sambiloto
    • Ekstrak terstandar sudah tersedia dan sudah dalam bentuk OHT atau jamu.
  • Obat
    • Selain systematic review dan uji klinis tumbuhan obat dan suplemen maka juga akan dilakukan :
      • Multicenter Clinical Trial
      • Diupayakan juga produksi serum anti Covid-19 yang dikembangkan kerjasama dengan Biofarma, LPNK, IPB yang akan diuji klinis.
      • Mysencheme Stem Cell (UI) terutama untuk mengganti jaringan paru yang sudah rusak yang mengakibatkan sulit bernafas dan meninggal.
  • Vaksin
    • Selection and multiplication of virus isolate serta proses lanjut akan dilakukan untuk menghasilkan Seed virus candidate sampai seed vaccine prototype, berbagai upaya dilakukan untuk dapat mandiri di dalam menghasilkan vaksin.
    • Diupayakan jika bisa lebih cepat dengan kerjasama pusat penelitian Internasional yang sedang atau telah mengembangkan vaksin, komunikasi dengan luar negeri telah dilakukan.
  • Penelitian BOPTN
    • Proposal penelitian masuk dari 28 Universitas dengan total anggaran yang diperlukan Rp9.703.238.
    • Telah dilakukan permintaan revisi judul penelitian bagi para peniliti dari Perguruan Tinggi yang memungkinkan untuk bergotong royong mendukung penanganan Covid-19.
  • Launching Skema Riset Inovasi Diaspora
    • Telah dilaksankan “Virtual Launching Riset-Inovasi Diaspora” pada tanggal 9 April 2020, yang diikuti 170 Diaspora dari seluruh dunia, para peneliti dalam negeri, dan wartawan.
  • Protal SINTA terkait Covid-19 (http://sinta.ristekbrin.go.id/covid/) berisi informasi peneliti, publikasi, produk dan dataset.
  • Kepedulian sosial Ristek/BRIN - Handsanitizer LIPI dan BPPT
    • Diproduksi sebanyak 4000 botol (dalam kemasan 250 ml), dibagikan kepada instansi (Rumah Sakit) melalui BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).
    • Wisma tamu Puspitek akan dialihfungsikan menjadi tempat peristirahatan bagi tenaga medis yang menangani Covid-19.

Kepala LAPAN

Dalam RDP ini, tidak ada pemaparan dari Kepala LAPAN.


Direktur LBM Eijkman

Dalam RDP ini, tidak ada pemaparan dari Direktur LBM Eijkman.


Kepala LIPI

Dalam RDP ini, tidak ada pemaparan dari Kepala LIPI.


Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan