Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Fit and Proper Test (FPT) Calon Anggota Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) – Komisi 3 RDPU dengan Livia Istania DF Iskandar

Tanggal Rapat: 4 Dec 2018, Ditulis Tanggal: 27 Dec 2018,
Komisi/AKD: Komisi 3 , Mitra Kerja: Livia Istania DF Iskandar

Pada 04 Desember 2018, Komisi 3 DPR RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Calon Komisioner LPSK atas nama Livia Istania DF Iskandar tentang Fit and Proper Test (FPT). RDPU ini dibuka oleh Erma dari Fraksi Demokrat dapil Kalimantan Barat pada pukul 19:20 WIB dan dinyatakan terbuka untuk umum.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Livia Istania DF Iskandar
  • Livia mengatakan bahwa dirinya merupakan seorang psikolog
  • Livia membuat makalah bagaimana psikolog dapat berperan dalam LPSK dan tata cara ganti rugi sesuai aturan perundang-undangan karena menurut Livia ganti rugi dan retritusi perlu dilakukan. Jadi tidak hanya bantuan medis dan psikologis tetapi juga rehabilitasi psikososial untuk menata hidupnya setelah peristiwa tersebut. Contohnya seperti korban terorisme, istri dan anaknya diberikan ganti rugi agar mereka dapat menyambung hidup
  • Livia pernah menjadi saksi ahli pengadilan perdagangan manusia. Peran psikolog di lembaga LPSK menurut Livia sangat penting karena berhubungan langsung dengan saksi dan korban
  • Di dalam makalah pertamanya, Livia juga menuliskan berbagai macam perlindungan yang harus dilakukan
  • Di Papua, Livia menuliskan ada kekerasan seksual terhadap anak yang sangat tinggi dan mereka sulit mencari bantuan, Livia memberikan usulan untuk melaporkannya kepada LPSK
  • Menurut Livia, Indonesia darurat kekerasan seksual
  • Livia juga menuliskan bagaimana LPSK dapat menjadi tempat perlindungan bagi publik yang terpercaya
  • Livia menjelaskan bahwa layanan LPSK ada yang berupa hotline dan aplikasi untuk pelaporan dan beberapa layanan sudah dilakukan LPSK. Contohnya seperti hotline 148 dan aplikasi yang dapat diunduh dengan android dan juga ada prinsip-prinsip bagaimana caranya agar korban dapat meneruskan laporannya ke
    tingkat yang lebih tinggi

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respons anggota terhadap pemaparan mitra:

  • PDI Perjuangan / Arteria Dahlan

    Arteria mengatakan Komisi 3 diberikan mandat untuk menghadirkan 7 orang dengan kriterium yang sudah digariskan dengan undang-undang, baik dari unsur profesional, polisi, kejaksaan, akademisi, maupun LSM itu Komisi 3 terima. Jadi, Ibu Livia ini berasal dari akademisi atau apa dan apa yang membuat Ibu Livia merasa layak untuk hadir disini untuk dapat dipilih oleh Komisi 3 DPR RI. Arteria juga mengatakan bahwa pemaparan yang disampaikan Ibu Livia tidak memiliki nilai jual. Titik fokus Ibu Livia saksi dan korban untuk pemulihan healing. Tadi dikatakan bagaimana proses trauma healing yang konteksnya jangka panjang, Arteria masih bingung kalau perkara hukumnya sudah selesai apakah ini masih menjadi domain LPSK atau tidak karena kan sudah ada Kementerian Sosial yang menangani hal ini. Menurut Ibu Livia, bagaimana safe house yang ada di LPSK.

  • Golkar / Adies Kadir

    Adies mengatakan bagaimana solusi yang Ibu Livia berikan jika korban kritis dan miskin serta butuh cepat pengobatan di rumah sakit. Lalu, bagaimana mekanisme pemilihan ganti rugi atau permohonan kompensasi dan apa kendala serta solusi yang dapat Ibu Livia tawarkan dari makalah yang Ibu buat. Terakhir, jika nanti Ibu Livia terpilih menjadi Komisioner LPSK, bagaimana Ibu membagi waktu antara jabatan Ibu sebagai Komisioner LPSK dengan praktik psikolog yang Ibu buka.

  • Faisal menanyakan apa pendapat Livia mengenai kelebihan dan kekurangan LPSK secara institusi dan secara personal dalam kategori periode yang sudah berlalu. Lalu, apa kelebihan Ibu Livia karena Ibu pasti punya kelebihan dibandingkan dengan calon-calon Komisioner LPSK yang lainnya. Jadi, kalau hanya dari sudut psikologi itu dapat disediakan dari ahli yang dapat melakukan pemulihan dan dalam kategori ini yang dibutuhkan tidak hanya yang mampu dari segi psikologis tetapi juga banyak faktor yang harus dipenuhi.

  • PDI Perjuangan / Marsiaman Saragih

    Saragih menanyakan apa pendapat Livia mengenai kelebihan dan kekurangan LPSK secara institusi dan secara personal dalam kategori periode yang sudah berlalu.

  • Partai Keadilan Sejahtera / Nasir Djamil

    Nasir melihat ada 1 hal yang menjadi kelemahan Ibu yaitu tidak memahami hukum secara komprehensif, lalu tadi disebutkan bahwa pentingnya seorang psikolog agar korban itu merasa aman dalam menyampaikan apa yang dialami, Nasir menanyakan kesimpulan itu berdasarkan apa. Nasir juga mengatakan dari informasi yang Komisi 3 dapatkan, Ibu Livia katanya cenderung bekerja secara individual, Nasir ingin mendapatkan konfirmasi dari Ibu Livia secara langsung terkait hal ini. Ketika nanti Ibu Livia terpilih dan menjadi Pimpinan LPSK, apa yang akan Ibu Livia lakukan untuk merealisasikan anggaran LPSK yang ada.

  • Nasional Demokrat / T. Taufiqulhadi

    Taufiqulhadi ingin menanyakan kenapa Livia tertarik ingin menjadi anggota LPSK. Lalu, apa yang Livia ketahui tentang LPSK dan Livia tahu tidak persoalan-persoalan yang dihadapi oleh LPSK.

Respons Mitra

Berikut merupakan respons mitra terhadap pemantauan rapat:

Livia Istania DF Iskandar
  • Livia tertarik menjadi Komisioner LPSK karena Livia merasa perlu ada perspektif psikologi yang tidak hanya
    hukum
  • Livia menjelaskan dari awal dimana teman-teman dari beberapa lembaga yang melakukan pendampingan itu mengajak Livia bicara bagaimana LPSK ini perlu perspektif psikologis dan Livia telah melakukan survey yang kualitatif bagaimana caranya supaya korban dan saksi bisa lebih aman
  • Walaupun seorang psikolog, Livia mengaku mempunyai rekam jejak untuk mendirikan lembaga yaitu Yayasan Pulih (16 tahun lalu) dimana itu merupakan lembaga pemulihan trauma dan sekarang sudah mau sweet seventeen dan semua bekerja secara kolektif
  • Untuk track record bekerja sama, Livia mengatakan bahwa Livia tidak memiliki kecendrungan bekerja secara individual karena dari perspektif psikolog, psikolog harus bekerja sama untuk mengembangkan program
  • Terkait agar anggaran layanan saksi dan korban lebih tinggi, untuk itu perlu kerja sama antara LPSK dengan Komisi 3 DPR RI agar anggaran LPSK dapat ditingkatkan
  • Kelemahan LPSK secara personal Livia tidak tahu sehingga Livia tidak dapat menyampaikan apa yang menjadi kelemahan secara personal
  • Kelebihan Livia dibandingkan dengan calon yang lain yaitu Livia mempunyai rekam jejak untuk pengembangan pemulihan dan melakukan perlindungan profesional psikologis
  • Terkait restitusi dan ganti rugi akibat penderitaan langsung atau mengganti biaya medis dan psikologis, pengajuannya dapat sebelum ataupun setelah pengadilan
  • Mengenai korban yang berasal dari sosial-ekonomi rendah, Livia merasa ada yang sifatnya bantuan pada saat belum ada keputusan pengadilan tetapi Livia lupa itu ada di pasal berapa
  • Untuk ganti rugi itu Livia mengambil dari Pasal 7 untuk kompensasi dan Pasal 7A untuk restitusi, disini pengajuan permohonan restitusi dapat dilakukan sebelum ataupun setelah putusan pengadilan
  • Pada saat awal mengirim berkas, para calon komisioner LPSK yang mendaftar harus setuju jika terpilih tidak boleh melakukan aktivitas lain, untuk praktik psikolog yang Livia buka dapat dilakukan rekan-rekan kerjanya dan Livia akan fokus ke LPSK
  • Livia mengatakan dirinya berasal dari unsur profesional
  • Livia mengatakan bahwa saksi ini kan orang, sehingga pendekatannya tidak hanya dari hukum jadi agar mereka mau bersaksi dan melaporkannya diperlukan perspektif psikologi yang harus ada di dalam diri calon Pimpinan LPSK, jadi tidak hanya pendekatan secara hukum tetapi juga bagaimana mereka kemudian mau bersaksi dan meneruskan laporannya karena yang selama ini terjadi seperti fenomena gunung es
  • Sepengetahuan Livia, di LPSK memang ada safe house untuk melindungi korban namun yang menjadi masalah yaitu koordinasi namun ini dapat menjadi agenda untuk bagaimana kemudian dapat ditingkatkan tetapi yang Livia ketahui, LPSK sudah merangkul Kemensos dan Kemenkumham

KESIMPULAN

Rapat ini tidak menghasilkan kesimpulan.

PENUTUP

Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi 3 DPR RI dengan Calon Komisioner LPSK atas nama Livia Istania DF Iskandar ditutup pukul 20:10 WIB oleh Erma dari Fraksi Demokrat dapil Kalimantan Barat.

Untuk membaca livetweet Komisi 3 DPR RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Calon Komisioner LPSK atas nama Livia Istania DF Iskandar tentang Fit and Proper Test (FPT) kunjungi https://chirpstory.com/li/412147

wikidpr/dna

Ilustrasi : WikiDPR

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan