Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Dasar Penentuan dan Cara Menghitung Target Pemasaran Pariwisata, Pelaksanaan Program Pariwisata Nusantara dan Mancanegara serta Perhitungan dan Alokasi Anggaran per Kegiatannya, dan Pengembangan Destinasi Pariwisata — Komisi 10 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata RI

Tanggal Rapat: 25 Aug 2016, Ditulis Tanggal: 1 Mar 2021,
Komisi/AKD: Komisi 10 , Mitra Kerja: Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata RI

Pada 25 Agustus 2016, Komisi 10 DPR-RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata RI mengenai Dasar Penentuan dan Cara Menghitung Target Pemasaran Pariwisata, Pelaksanaan Program Pariwisata Nusantara dan Mancanegara serta Perhitungan dan Alokasi Anggaran per Kegiatannya, dan Pengembangan Destinasi Pariwisata. RDP ini dibuka dan dipimpin oleh Utut Adianto dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dapil Jawa Tengah 7 pada pukul 10.18 WIB. (ilustrasi: blog.pergi.com)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata RI
  • Inti bahasan pada RDP hari ini adalah mengenai kebijakan program dan dasar penentuan masalah pariwisata.
  • Tugas Kemenpar RI yaitu meyakinkan dengan great spirit dan grand strategy mengenai pemasaran wisata Indonesia, sedangkan tujuannya adalah memaksimalkan kinerja pemasaran dengan strategi terpadu secara efisien dan komprehensif.
  • Target Wisatawan Mancanegara (Wisman) di Indonesia pada tahun 2016 adalah sebanyak 12.000.000 orang, tahun 2017 sebanyak 15.000.000 orang, tahun 2018 sebanyak 17.000.000 orang, dan tahun 2019 sebanyak 20.000.000 orang. 
  • Target tersebut dapat dicapai dengan adanya sinergi yang baik dari Academician, Business, Community, Government and Media (ABCGM) yang merupakan komponen dari Pentahelix.
  • Strategi pemasaran pariwisata mancanegara yaitu berkaitan dengan strategi, taktik dan value. Berdasarkan ketiga strategi tersebut, langkah selanjutnya adalah melakukan customer portofolio yang berkaitan dengan target pemasaran, product portofolio yang berkaitan dengan pariwisata yang akan dipasarkan, dan branding yang berkaitan dengan nilai pariwisata yang akan dipasarkan.
  • Dari strategi yang telah dibuat, selanjutnya dilakukan positioning yaitu menentukan differentiating yang merupakan segmen target dan posisi yang terkait dengan customer. Waktu promosi juga berbeda-beda tergantung dengan waktu libur dan grafik kunjungan dari negara yang akan menjadi target, karena waktu libur dan grafik kunjungan setiap negara berbeda-beda.
  • Marketing framework Wisatawan Mancanegara (Wisman) disederhanakan menjadi 4 poin oleh Kemenpar RI, yaitu:
    • Marketing strategy berkaitan dengan Destination, Origin, Timeline (DOT). 10 (sepuluh) destinasi utama yang sudah siap dipasarkan seperti Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo/Tengger/Semeru, Mandalika, Morotai, Komodo, dan Wakatobi yang akan dilakukan branding sepanjang tahun dan infrastrukturnya akan dikembangankan serta ditingkatkan.
    • Promotion strategy berkaitan dengan Branding, Advertising, Selling (BAS). Orang-orang pasar luar negeri akan didatangkan untuk mengenal wilayah Indonesia agar dapat membantu Kemenpar RI dalam melakukan branding di negaranya. Sistem advertising dilakukan melalui beberapa media, event, dan kerjasama dengan pelaku industri pariwisata serta maskapai penerbangan, sedangkan selling dilakukan dengan mengadakan pameran, misi penjualan, dan fasilitas penjualan paket wisata oleh industri.
    • Media strategy berkaitan dengan Paid Media, Owned Media, Social Media, Endorser (POSE). Untuk lebih menggerakkan pasar media dilakukan placement ketika jam pelaksanaan kegiatan produktif. Media yang bekerjasama untuk promosi adalah media elektronik, cetak, dan televisi.
    • Promotion time berkaitan dengan Pre Event, On Event, Post Event (POP). Promosi selalu dilakukan dari sebelum kegiatan hingga penutupan kegiatan. Post event dilakukan untuk megaware.
  • Program pemasaran pariwisata Indonesia tahun 2016 meliputi pameran, sales mission, festival, dan  famtrip. Untuk pasar Asia Tenggara, Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika lebih ditekankan pada famtrip
  • Kemenpar RI melakukan sales mission setiap 2 (dua) minggu dan melakukan 109 pameran di tahun 2016. 
  • Dasar penentuan dan cara perhitungan target pemasaran pariwisata yaitu dengan mempertimbangkan outbound jumlah kunjungan masing-masing negara 5-10 tahun terakhir dan seasonality kunjungan masing-masing negara. Kemenpar RI juga memperhitungkan pertumbuhan outbound dari masing-masing negara, misalnya Cina hampir 200 juta. 
  • Kemenpar RI menetapkan target kunjungan per pasar di tahun 2016 dan melakukan koordinasi ke daerah dengan cara melakukan perhitungan per bulan, per pasar, dan juga per pintu. 
  • Prioritas pasar wisatawan Indonesia adalah Tiongkok.
  • Kemenpar RI menargetkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 11% dan devisa yang diperoleh sebesar Rp172.800.000.000.000. 
  • Untuk jumlah Wisatawan Nusantara (Wisnus) di Indonesia selalu ada peningkatan setiap tahunnya.
  • Tujuan pembangunan pariwisata tahun 2015-2019 adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas destinasi pariwisata yang berdaya saing di pasar internasional; mewujudkan Industri Pariwisata yang mampu menggerakkan perekonomian nasional, sehingga Indonesia dapat mandiri dan bangkit bersama bangsa Asia lainnya; memasarkan destinasi pariwisata Indonesia dengan menggunakan strategi pemasaran terpadu secara efektif, efisien, dan bertanggung jawab serta yang intensif, inovatif, dan interaktif, sehingga kinerja pemasaran pariwisata mencapai produktivitas maksimal; dan mengembangkan kelembagaan kepariwisataan dan tata kelola pariwisata yang mampu mensinergikan Pembangunan destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, dan industri pariwisata secara profesional, efektif dan efisien, dan mencapai produktivitas maksimal.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan